8 Contoh Perubahan Fisika dan Penjelasan Lengkap

Posted in: Mapel Pelajar

8 Contoh Perubahan Fisika dan Penjelasan Lengkap – Pernahkah kamu melihat bagaimana sebuah es meleleh atau sebuah air menguap, sadarkah kamu bahwa itu adalah contoh perubahan fisika? Adanya perubahan wujud dari padat (es) menjadi air (cair) atau dari cair (air) menjadi gas (uap) merupakan indikatornya. 

Perubahan Fisika

unsplash.com/@nicholasthomas

Di alam semesta ini, penuh dengan zat atau materi yang senantiasa berubah bentuk, contoh paling sederhana adalah kamu memotong sayuran untuk dimasak. Atau lebih dekat lagi, bagaimana daun pohon menguning atau buah membusuk. 

Perubahan – perubahan ini pada dasarnya untuk menjaga keseimbangan energi, mengingat hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan, tetapi dapat berubah bentuk. Namun berubahnya materi tidak mesti sama caranya. 

Apabila mengelompokkan cara berubahnya materi, ada dua pengelompokan utama. Perubahan fisika (physical changes) atau perubahan kimia (chemical changes). Perbedaannya terletak bagaimana komposisi atau struktur materinya setelah berubah. 

Apabila materinya ketika berubah tidak menimbulkan terbentuknya zat baru, maka disebut sebagai physical change. Meskipun wujud atau bentuknya bisa berubah, tetapi secara substansi tetap sama. Contoh perubahan fisika wujud dan bentuknya berubah adalah ketika es menjadi air. 

Fenomena tersebut sangat dekat dengan kehidupan manusia sehari – hari. Bahkan tanpa disadari, manusia telah memanfaatkan physical change tersebut demi beragam keperluan. Sehingga berbagai pekerjaan manusia menjadi lebih ringan dibandingkan sebelumnya. 

8 Contoh Perubahan Fisika yang Umum Terjadi

Berubahnya materi dapat terjadi secara alamiah, seperti paling mudah teramati adalah fenomena siklus air. Namun dapat terjadi juga secara buatan, seperti membekukan air agar dapat digunakan mendinginkan minuman. 

Sebenarnya sangat banyak sekali physical change pada kehidupan sehari – hari, tetapi banyak orang tidak menyadarinya. Padahal secara karakteristik cukup mudah diamati, seperti tidak menimbulkan bau atau perubahan warna. 

Dapat juga berubah ke wujud seperti semula, contohnya seperti air sebelumnya ketika didinginkan menjadi es, tetapi ketika dipanaskan kembali ke wujud cairnya. Untuk dapat mengenali apa saja fenomenanya, berikut beberapa contoh perubahan fisika. 

1. Pemanasan dan Pendinginan

Pada dasarnya sebuah materi dapat berubah wujudnya karena melalui dua tahapan, yaitu pemanasan dan pendinginan. Pemanasan melewati titik uap akan mengubah zat cair menjadi gas. Begitu juga ketika melewati proses pendinginan. 

Setiap materi memiliki titik beku, ketika didinginkan hingga melewati titik bekunya, maka zat cair akan berubah menjadi padat. Paling mudah diamati adalah air, karena secara alami, air memiliki tiga wujud tersebut, contohnya salju atau es di puncak gunung, air di sungai, dan awan. 

Pemanasan dan pendinginan ini merupakan contoh perubahan fisika paling mudah diamati dan terjadi di sekitar kehidupan sehari – hari. Misalnya ketika sedang membeli makan di warung dan tersedia minuman es teh, itu sudah berinteraksi dengan physical changes. 

Perhatikan film dokumenter tentang pembuatan senjata tradisional seperti pedang dan palu. Pembentukannya adalah dengan melelehkan besi menjadi cairan, kemudian membentuknya dalam cetakan tanah liat untuk ditempa kembali agar semakin tajam. 

Proses pembuatan pedang ini memanfaatkan physical change. Logam ketika berwujud padat akan sulit dibentuk, tetapi setelah berubah menjadi cair, lebih mudah dibentuk karena dapat mengikuti bentuk wadahnya. Setelah itu dibiarkan mengeras menjadi wujud padatnya kembali. 

2. Perubahan Gaya Magnet

Secara umum, magnet adalah benda yang dapat menarik atau menolak benda lainnya. Tidak semua benda adalah magnet, tetapi beberapa benda bisa berpotensi memiliki sifat kemagnetan. Salah satunya adalah karena pengaruh aliran listrik. 

Magnet sendiri ada yang bersifat alami maupun buatan. Terbentuk karena benda fero-magnetik (contohnya besi) memiliki pergerakan muatan di sekitarnya, bisa karena aliran listrik atau karena bergesekan dengan magnet lainnya. 

Pembentukan magnet dari listrik terjadi ketika sebuah benda fero-magnetik diletakkan pada lilitan. Lilitan tersebut dialiri oleh listrik kemudian akan terbentuk medan magnet di sekitarnya. Fenomena tersebut memanfaatkan hukum induksi magnetik. 

Perubahan besi menjadi magnet tersebut merupakan salah satu contoh perubahan fisika akibat gaya listrik. Sifat kemagnetan bisa bertahan lama bisa juga bertahan sebentar. Fenomena ketika menggosokkan besi kemudian besinya bisa mengangkat jarum, merupakan contohnya. 

3. Perubahan Menjadi Crystal

Materi pada umumnya memiliki bentuk atau susunan atom tidak terstruktur, besi misalnya. Besi tidak dapat menarik benda karena susunan atomnya tidak beraturan. Tetapi ketika digosokkan pada magnet, susunannya lebih teratur sehingga dapat menarik logam – logam meskipun bersifat sementara. 

Paling mudah dibayangkan berikutnya adalah karbon. Pasti sudah mengenal tentang arang, secara struktur terdiri dari karbon, tetapi bentuknya rapuh karena susunan atomnya cenderung renggang. Tetapi karbon bisa juga berbentuk sebagai berlian. 

Struktur karbon karena terkena tekanan dan panas tinggi, mulai memadat. Bentuknya mulai berubah dan lebih padat, tentu saja strukturnya menjadi lebih kuat. Biasanya dicirikan dengan bentuk permukaannya khas. 

Proses demikian disebut sebagai kristalisasi, atau perubahan materi menjadi kristal. Komposisi materinya tidak berubah, tetapi kepadatannya saja berubah. Sehingga salah satu contoh perubahan fisika adalah pembentukan kristal. 

Berlian dan arang sama – sama berupa karbon, proses pembentukan berbeda menyebabkan bentuknya juga berbeda. Namun perubahan struktur karbon menjadi berlian tersebut termasuk perubahan fisika, tidak terjadi reaksi kimia dalam proses pembentukannya. 

4. Percampuran

Pernahkah mencampurkan antara air dengan gula atau garam, ketika mencampurkan air dengan garam atau gula, rasanya terasa berbeda. Lebih manis atau lebih asin, bergantung seberapa banyak gula atau garam yang diberikan. 

Secara umum pencampuran meskipun terlihat membentuk sesuatu yang baru, tetapi sebenarnya tidak, karena kedua zat pencampurnya dapat dipisahkan kembali melalui serangkaian cara. karakteristik tersebut menunjukkan bahwa perubahannya dapat kembali ke bentuk semula. 

Contoh perubahan fisika dalam kehidupan sehari – hari dari fenomena pencampuran ini adalah ketika memasak atau membuat minuman. Menambahkan garam agar masakan terasa lebih sedap atau menambahkan gula agar minuman makin nikmat adalah bentuk pencampuran. 

Namun terkadang pencampuran juga tidak mempertahankan sifat zatnya, contohnya ketika membuat istana pasir. Pasir tidak dapat terikat, begitu juga air bentuknya mengikuti wadahnya. Tetapi ketika air bercampur pasir, menguatkan adhesinya, sehingga bisa terbentuklah istana pasir. 

5. Pemisahan Larutan

Tidak jauh berbeda dengan fenomena satu ini, yaitu memisahkan larutan. Contohnya memisahkan air dengan gula atau memisahkan air dengan garam. Keduanya memanfaatkan prinsip – prinsip dari perubahan wujud, dari cair menjadi gas. 

Perbedaan titik didih atau uap memudahkan proses pemisahan tersebut, prinsipnya sederhana. Air memiliki titik didih lebih rendah dibandingkan gula dan garam, sehingga ketika suhu sudah mencapai titik didih air terlebih dahulu, ia menguap dulu. 

Garam atau gula yang titik didihnya lebih tinggi tetap tertinggal di dalam wadah, antara air dan garamnya tidak ada reaksi kimia. Dibuktikan dengan tidak terbentuknya zat baru maupun perubahan warna dan bau. Hal ini membuktikan bahwa fenomena pemisahan larutan termasuk ke dalam physical changes. 

Selain memanfaatkan penguapan, bisa juga memanfaatkan perubahan berat molekulnya, dengan cara fractional destilation. Contoh perubahan fisika yaitu pembuatan alkohol, ekstrak berbagai buah, dan beragam jenis produk lainnya. 

6. Penggabungan Logam

Selain perubahan wujud, pencampuran, atau pemisahan, contoh perubahan fisika adalah penggabungan logam, atau sering dikenal sebagai alloy. Contohnya adalah baja, baja merupakan sebuah pencampuran antara besi dengan silikon atau karbon. 

Pernahkah mendengar tentang emas merah atau emas putih? Kedua bentuk logam tersebut juga merupakan alloy atau campuran logam. Emas merah terbentuk dari emas dengan tembaga, sedangkan emas putih merupakan campuran emas dan perak. 

Alloy memungkinkan sebuah campuran tersebut memiliki gabungan kedua sifat dari logamnya, menghasilkan material baru yang lebih kuat, tahan karat, atau lebih lentur. Contohnya baja, lebih kuat dari besi dan tahan karat. 

Disebut perubahan fisika karena proses penggabungannya tidak menggunakan reaksi kimia, tetapi melalui proses penempaan dan pemanasan dalam suhu tinggi. Proses ini telah dimanfaatkan manusia sejak zaman logam, mulai dari membuat senjata atau baju pelindung. 

Meskipun pada proses penggabungannya tanpa menggunakan reaksi kimia, pemisahannya agak sulit apabila tidak memanfaatkan reaksi kimia. Sehingga proses pembentukan alloynya merupakan physical changes sedangkan pemisahannya merupakan chemical changes. 

Penggabungan logam yang menghasilkan materi dengan gabungan kedua unsur pembentuknya dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Mulai dari peralatan masak memasak, hingga berbagai perlengkapan elektronik terbuat dari alloy. 

7. Pemotongan atau Pembentukan Kembali

Contoh perubahan fisika yang sangat dekat dengan kehidupan sehari – hari adalah proses pembentukan furnitur, seperti meja, kursi, dan almari. Berbagai furnitur tersebut berasal dari balok – balok kayu besar. 

Balok – balok tersebut diukur, dipotong – potong, diukir, kemudian diberikan pelapis, berupa cat. Awalnya berbentuk sebuah gelondongan kayu, kemudian menjadi balok, kemudian pada akhirnya dapat diduduki secara nyaman. 

Dalam proses tersebut dapat diketahui bahwa sebuah gelondongan kayu telah berubah bentuknya hingga menjadi kursi atau meja. Fenomena berubahnya itu juga termasuk ke dalam perubahan fisika, karena zat kayunya tetap. 

Contoh perubahan fisika lainnya pada kategori ini adalah ketika kamu melipat origami, kertas berbentuk persegi bisa berubah menjadi berbagai bentuk lucu. Seperti membuat burung, rubah, kura – kura, atau bunga – bungaan. 

Meskipun kertasnya berubah bentuknya, tetapi tetap sama, yaitu kertas origami. Dengan demikian didapatkan kesimpulan bahwa memotong, melipat, atau mengukir sebuah benda tidak akan mengubah komposisinya. 

9. Penghilangan Kadar Air

Beberapa jenis perlengkapan dari tanah liat seperti vas bunga dan pot, juga termasuk salah satu contoh perubahan fisika. Tanah liat pada awalnya bercirikan mudah dibentuk, lentur, serta cenderung fleksibel. 

Ketika masih basah, pengrajin akan meletakkannya pada meja mutar, memadatkannya kemudian membentuknya hingga menjadi dasar vas bunga. Kemudian setelah bentuk yang diinginkan jadi, perlu untuk mengeringkannya terlebih dahulu.

Pengeringan dapat dilakukan melalui dua cara, pertama penjemuran menggunakan sinar matahari atau teknik alami. Bisa juga menggunakan oven atau membakarnya. Fungsinya adalah menghilangkan air dari tanah liatnya, sehingga terbentuk tekstur keras. 

Proses ini tidak membutuhkan reaksi kimia, melainkan memanfaatkan perbedaan titik didih. Air mendidih lebih cepat dibandingkan tanah liat, sehingga ketika mendapatkan panas tinggi, airnya akan menguap terlebih dahulu dan menyisakan tanahnya saja yang mulai mengeras. 

Berubahnya materi baik secara alamiah maupun secara buatan, bisa terjadi karena dua hal, reaksi kimia atau fenomena fisis. Mempelajari contoh perubahan fisika mampu membantu mengidentifikasi dan memanfaatkannya untuk mempermudah pekerjaan sehari – hari. 


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah