Contoh Proposal Kegiatan Buka Bersama di Masjid dan di Lingkungan Masyarakat
Untuk mengetahui susunan proposal buka bersama puasa yang baik dan benar, Mamikos punya contoh proposalnya nih, simak yuk.
Contoh Proposal Kegiatan Buka Bersama di Masjid dan di Lingkungan Masyarakat โ Dalam menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama, tentunya diperlukan anggaran yang besar jika yang diundang bukan hanya keluarga.
Pelaksanaan buka bersama untuk masyarakat tentunya membutuhkan biaya yang besar. Untuk mendapatkannya, panitia penyelenggara dapat mengajukannya kepada orang-orang yang berkeliban hartanya.
Dengan begitu, panitia bisa memberikan acara yang maksimal jika dana juga memadai. Sehingga penggalangan dana menggunakan proposal sangat diperlukan bagi panitia atau pengurus masjid yang sedang hendak melaksanakan acara buka bersama untuk masyarakat sekitar.
Contoh Proposal Kegiatan Buka Bersama

Format Contoh Proposal Kegiatan Buka Bersama
Contoh Proposal Kegiatan Buka Bersama Masjid Al-Amin 1446 H
Bandung, 27 Maret 2025
Nomor : 170/dta/V/18
Perihal : Proposal
Lampiran : โ
Kepada Yth,
Bapak dan Ibu
Di Tempat,
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Segala puji bagi Allah SWT yang segera mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah, rahmat dan Maghfirah Allah SWT.

Advertisement
Diiringi doa dan shalawat, kami sampaikan kepada kita semua bahwa kami berharap mendapat perlindungan dari Allah SWT dan dipersatukan dengan bulan Ramadhan.
Diiringi doa dan shalawat, kami sampaikan kepada kita semua bahwa kami berharap mendapat perlindungan dari Allah SWT dan dipersatukan dengan bulan Ramadhan.
Selain itu, kami mengajukan permohonan buka bersama Ramadhan tahun 1446 H dari pengurus Masjid Al-Amin, yang kami namakan โBuka Bersama Al Amin 1446 Hโ.
Berikut surat pengantar kami. Semoga acara ini berjalan lancar dengan dukungan semua pihak yang terlibat. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.
Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh
Panitia Pelaksana
Buka Bersama Al Amin 1446 H
Ketua Masjid Al Amin
(TTD)
H Titis Sutisna
Landasan Pemikiran
Puasa merupakan salah satu tanda ketundukan seorang hamba kepada Allah. Orang yang berpuasa meninggalkan nafsunya di siang hari untuk mendekatkan diri kepada Allah dan karena menaati-Nya.
Kemudian berbuka puasa dan kembali memenuhi keinginannya meski di malam hari untuk mendekatkan diri kepada Allah dan karena dia taat kepada-Nya.
Dia tidak meninggalkan nafsunya kecuali dengan perintah Tuhannya, dan dia tidak kembali untuk memuaskan nafsunya kecuali dengan perintah Tuhannya.
Dalam kedua situasi ini, kemudian, hamba mematuhi perintah tuannya.