10 Contoh Qalqalah Kubra dalam Surat Pendek beserta Ayat dan Artinya

10 Contoh Qalqalah Kubra dalam Surat Pendek beserta Ayat dan Artinya – Salah satu ilmu tajwid yang harus kamu pelajari adalah qalqalah.

Qalqalah ini merupakan ilmu yang penting agar kamu bisa belajar Al-Qurán dengan maksimal dan khusyu’’.

Nah, Mamikos akan menjelaskan tentang contoh qalqalah kubra dalam surat pendek berikut ini, ya.

Pengertian Qalqalah

Pixabay/@mohdfaris9

Sebelum masuk pada contoh qalqalah kubra dalam surat pendek, yuk simak pengertian qalqalah dulu.

Qalqalah adalah salah satu hukum tajwid yang penting dalam pembacaan Al-Quran. Istilah “qalqalah” berasal dari bahasa Arab yang berarti “getaran” atau “guncangan”. 

Dalam konteks tajwid, qalqalah merujuk pada getaran atau guncangan yang terjadi pada lima huruf tertentu jika mereka terletak dalam posisi sukun (tanpa harakat) dan didahului oleh suatu huruf mati (huruf yang tidak memiliki harakat). 

Kelima huruf tersebut adalah: ق (qaf), ط (tha), ب (ba), ج (jim), dan د (dal). 

Ketika salah satu dari huruf-huruf ini berada dalam posisi sukun setelah huruf mati, bacaannya akan menghasilkan getaran atau guncangan yang lemah.

Penerapan qalqalah memberikan nuansa ritmis dan melodi dalam bacaan Al-Quran. 

Qalqalah terbagi menjadi dua jenis: qalqalah sugra (kecil) dan qalqalah kubra (besar). 

Qalqalah sugra terjadi ketika salah satu dari huruf-huruf qalqalah tersebut berada di tengah kata, sedangkan qalqalah kubra terjadi ketika huruf qalqalah berada di akhir kata. 

Contohnya, dalam kata “بَيْتٌ” (baytun), huruf ba pada akhir kata akan mengalami qalqalah kubra sehingga diucapkan dengan getaran yang lebih kuat. 

Pemahaman dan penerapan qalqalah membantu pembaca Al-Quran untuk menghasilkan bacaan yang lebih tepat dan harmonis sesuai dengan aturan tajwid yang ditetapkan.

Pengertian Lanjutan Qalqalah Kubra 

Agar lebih paham, berikut ini adalah lanjutan pengertian qalqalah kubro sebelum masuk pada contoh qalqalah kubra dalam surat pendek.

Qalqalah Kubra adalah salah satu konsep penting dalam ilmu tajwid yaitu cara membaca secara memantul pada lima huruf dalam Al-Quran ketika huruf-huruf tersebut berada di akhir kata, dalam posisi sukun (tanpa harakat), dan setelahnya terdapat suatu huruf mati. 

Kelima huruf tersebut adalah ق (qaf), ط (tha), ب (ba), ج (jim), dan د (dal). Qalqalah Kubra secara harfiah berarti “getaran besar” dan menghasilkan bunyi yang lebih keras dan nyaring daripada qalqalah sugra.

Penerapan qalqalah kubra memberikan dimensi ritmis yang khas dalam bacaan Al-Quran. 

Ketika seorang pembaca Al-Quran bertemu dengan salah satu dari huruf-huruf qalqalah tersebut di akhir kata, dia harus mengucapkannya dengan getaran yang kuat, menghasilkan efek yang menonjol dan khas dalam bacaan. 

Contohnya, dalam kata “بَيْتٌ” (baytun), huruf ba pada akhir kata mengalami qalqalah kubra sehingga diucapkan dengan getaran yang lebih berat dan nyaring.

Contoh Qalqalah Kubra dalam Surat Pendek

Berikut ini adalah beberapa contoh qalqalah kubra dalam surat pendek yang harus kamu pelajari

1. Al-Falaq ayat 1

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ

Huruf qaf (ق) pada lafal terakhir walaupun berharakat kasrah, cara membacanya tetap disukunkan dan dibaca memantul

2. Al Buruj ayat 20

وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌۚ

Huruf tha (ط) pada lafal terakhir meskipun berharakat dhammah, cara membacanya tetap disukunkan dan dibaca memantul.

 3. Al Falaq ayat 3

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ

Huruf ba (ب) pada lafal terakhir walaupun harakat fathah, cara membacanya tetap disukunkan dan dibaca memantul keras.

4. Qaaf ayat 5

فِيْٓ اَمْرٍ مَّرِيْجٍ

Huruf jim (ج) pada lafal terakhir meskipun berharakat tanwin kasrah, cara membacanya tetap disukunkan dan dibaca memantul.

5. Al Ikhlas ayat 1

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

Huruf dal (د) pada lafal terakhir meskipun berharakat dhammah, cara membacanya tetap disukunkan dan dibaca memantul.

6. Al Hajj ayat 5

مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Huruf jim (ج) terletak pada lafal terakhir meskipun berharakat tanwin kasrah, cara membacanya tetap disukunkan dan dibaca memantul dengan tekanan kuat.

7. Al Buruj ayat 2

وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ

Huruf dal (د) terletak pada lafal terakhir meskipun berharakat kasrah, cara membacanya tetap disukunkan dan dibaca memantul. 

8. Ali Imran ayat 18

قَائِمًا بِالْقِسْطِ

Huruf tha (ط) pada lafal terakhir meskipun berharakat kasrah, cara membacanya tetap disukunkan dan dibaca memantul. 

9. Hud ayat 70

إِلَى قَوْمِ لُوطٍ

Huruf tha (ط) pada lafal terakhir meskipun berharakat kasrah tanwin, cara membacanya tetap disukunkan dan dibaca memantul. 

10. At Thariq ayat 1

وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ

Huruf qaf (ق) pada lafal terakhir walaupun berharakat kasrah, cara membacanya tetap disukunkan dan dibaca memantul.

Keutamaan Belajar Tajwid

Setelah belajar contoh qalqalah kubra dalam surat pendek, yuk simak beberapa keutamaan belajar tajwid.

Menghormati Al-Quran

Belajar tajwid merupakan wujud penghormatan terhadap Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam. 

Al-Quran tidak hanya dianggap sebagai kumpulan kata-kata, tetapi sebagai firman Allah yang suci dan mulia. 

Dengan memperhatikan aturan tajwid, seorang Muslim menegaskan komitmennya untuk tadarus Al-Quran dengan penuh rasa hormat, memperhatikan setiap detil dalam pengucapannya, dan memastikan bahwa pesan-pesan Allah disampaikan dengan baik dan benar.

Meningkatkan Kualitas Ibadah

Belajar tajwid tidak hanya tentang teknik melafalkan huruf-huruf Al-Quran, tetapi juga tentang memperdalam pengalaman spiritual dalam ibadah. 

Fokus pada pengucapan yang benar dan memperhatikan aturan tajwid membantu seorang Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadahnya. 

Dengan berusaha keras untuk membaca Al-Quran dengan baik, seorang Muslim dapat mencapai tingkat konsentrasi yang lebih tinggi, memperdalam hubungannya dengan Allah, dan merasakan kedekatan yang lebih besar dalam ibadahnya. 

Ini membantu menciptakan pengalaman ibadah yang lebih bermakna dan memperkuat ikatan spiritual dengan Sang Pencipta.

Memperkaya Pemahaman Al-Quran

Belajar tajwid tidak hanya sekadar tentang teknik melafalkan huruf-huruf Al-Quran, tetapi juga membantu dalam memperkaya pemahaman terhadap Al-Quran. 

Dengan memperhatikan nuansa-nuansa yang terdapat dalam aturan tajwid, seorang Muslim dapat lebih memahami makna dan pesan yang terkandung dalam setiap ayat Al-Quran. 

Hal ini membuka pintu bagi refleksi mendalam terhadap ajaran Islam dan memperdalam penghayatan terhadap nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Quran.

Menjaga Kesinambungan Tradisi Islam

Belajar tajwid merupakan bagian dari warisan tradisi Islam yang telah berlangsung selama berabad-abad. 

Dengan mempelajari dan mengajarkan tajwid, umat Islam menjaga kesinambungan tradisi agama mereka. 

Ini juga membantu memastikan bahwa pengetahuan tentang tajwid tidak hilang atau terabaikan dari generasi ke generasi. 

Dengan menjaga tradisi tajwid, umat Islam memastikan bahwa bacaan Al-Quran akan tetap autentik dan sesuai dengan ajaran Islam yang diterima secara turun-temurun.

Memberikan Rasa Ketenangan dan Kehangatan

Belajar tajwid juga dapat memberikan rasa ketenangan dan kehangatan bagi seorang Muslim. 

Saat seorang Muslim menghabiskan waktu untuk mendengarkan atau membaca Al-Quran dengan baik dan benar, mereka merasakan kehadiran spiritual yang mendalam. 

Suara yang merdu dan pengucapan yang tepat dapat membawa ketenangan dan kehangatan dalam hati, membantu mereka merasa dekat dengan Allah dalam setiap bacaan.

Menjaga Warisan Budaya

Selain menjadi bagian dari warisan agama, belajar tajwid juga menjaga warisan budaya umat Islam. 

Berbagai teknik dan aturan dalam tajwid telah diteruskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari identitas budaya umat Islam. 

Dengan memahami dan menghargai tajwid, umat Islam menjaga kekayaan budaya mereka yang khas dan memastikan bahwa praktik-praktik tradisional ini terus dihargai dan diperhatikan oleh masyarakat Muslim di seluruh dunia.

Memperkuat Hubungan dengan Al-Quran

Belajar tajwid membantu memperkuat hubungan pribadi seseorang dengan Al-Quran. 

Dengan memahami aturan-aturan tajwid dan menerapkannya dalam membaca Al-Quran, seseorang dapat merasakan kedekatan yang lebih dalam dengan kitab suci mereka. 

Hal ini membuka pintu bagi pengalaman spiritual yang mendalam dan memperkaya hubungan pribadi dengan ajaran Islam.

Meningkatkan Kualitas Dakwah

Kemampuan untuk membaca Al-Quran dengan baik dan benar merupakan aset yang berharga dalam menyebarkan ajaran Islam. 

Dengan mempelajari tajwid, seseorang dapat menjadi duta yang lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan Al-Quran kepada orang lain. 

Suara yang merdu dan pengucapan yang tepat dapat menarik perhatian pendengar dan membantu mereka memahami ajaran Islam dengan lebih baik.

Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab

Belajar tajwid membangun rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat Islam untuk membaca Al-Quran dengan baik dan benar. 

Dengan menyadari pentingnya mempelajari aturan-aturan tajwid, seorang Muslim merasa bertanggung jawab untuk menghormati Al-Quran dan memastikan bahwa bacaannya sesuai dengan tuntunan yang benar.

Memberi Penghargaan kepada Guru

Memahami tajwid juga merupakan bentuk penghargaan kepada guru-guru yang telah mendidik dan mengajarkan tajwid kepada umat Islam. 

Para guru tajwid telah mengabdikan waktu dan usaha mereka untuk menyebarkan pengetahuan tentang Al-Quran dan tajwid kepada murid-murid mereka. 

Dengan belajar tajwid dengan baik, umat Islam menghormati upaya guru-guru tersebut dan memperkuat ikatan sosial yang erat dalam komunitas Muslim.

Penutup

Itulah beberapa contoh qalqalah kubra dalam surat pendek yang Mamikos siapkan untukmu. Semoga bermanfaat, ya.

FAQ

Apa huruf qalqalah Kubra?

Qalqalah kubra merujuk pada bunyi getaran yang dihasilkan oleh huruf qalqalah saat diwaqafkan di akhir kalimat. Dari ayat tersebut, terlihat adanya huruf ba (ب) yang dihentikan atau diwaqafkan di tengah kalimat.

Bagaimana cara membaca qalqalah Kubro?

Qalqalah kubra merujuk pada fenomena qalqalah yang terjadi di akhir kalimat yang diwaqafkan, yang ditandai dengan huruf-huruf yang memiliki harakat sukun atau mati. Dalam membacanya, qalqalah kubra dilakukan dengan memantulkan huruf qalqalah dengan jelas, besar, dan tebal.

Kenapa disebut qalqalah sugra?

Qalqalah sugra mengacu pada fenomena qalqalah yang terjadi ketika ada huruf qalqalah dengan harakat sukun asli, bukan karena diwaqafkan. Dari ayat tersebut, terlihat adanya huruf ba yang diwaqafkan tepatnya di tengah kalimat. Dari ayat tersebut, juga terlihat terdapat huruf jim yang diwaqafkan di tengah kalimat.

Bisakah Quran dibaca tanpa Tajwid?

Walaupun membaca Al-Qur’an dengan penerapan Tajwid dianggap sebagai standar ideal, namun tidak dianggap sebagai sesuatu yang dilarang atau haram untuk membacanya tanpa menerapkan Tajwid, terutama bagi mereka yang sedang belajar atau belum sepenuhnya memahami kaidah-kaidah Tajwid.

Mengapa mempelajari tajwid?

Inti dari ilmu Tajwid adalah memastikan bahwa pembaca Al-Qur’an menjadi terampil dalam membaca dengan memperhatikan pengucapan yang tepat untuk setiap huruf, sesuai dengan aturan dan karakteristik yang berlaku untuk huruf tersebut, tanpa adanya kesalahan atau kelalaian baik dari segi kelebihan maupun kekurangan.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Malang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah