Contoh-Contoh Soal BEP Terbaru dan Dilengkapi Jawabannya Lengkap

Contoh-Contoh Soal BEP Terbaru dan Dilengkapi Jawabannya Lengkap – BEP adalah singkatan dari Break Even Point merupakan istilah dalam akuntasi yang mengacu pada situasi di mana pendapatan dan pengeluaran perusahaan sama dalam periode akuntansi tertentu.

Atau pengertian lebih sederhananya adalah kondisi di mana total biaya dan total pendapatan sama, artinya tidak ada kerugian atau keuntungan untuk bisnis yang kamu jalankan.

Dengan kata lain, kamu telah mencapai tingkat produksi di mana biaya produksi sama dengan pendapatan suatu produk.

Contoh Sederhana

https://www.pexels.com/@dziana-hasanbekava/

Contohnya seperti ini, “Perusahaan A membelanjakan Rp. 1.000.000 untuk biaya produksi dan juga memperoleh pendapatan senilai Rp.1.000.000.

Dalam kasus seperti itu, perusahaan hanya mencapai Break Even Point, yang berarti tidak kehilangan apa pun, tetapi juga tidak menghasilkan apa-apa.

Untuk setiap bisnis baru, ini merupakan  perhitungan penting dalam rencana bisnis. Menghitung Break Even Point adalah alat analisis keuangan utama yang digunakan oleh pemilik bisnis.

Setelah kamu mengetahui biaya tetap dan variabel untuk produk yang dihasilkan bisnis kamu atau perkiraannya yang baik, kamu dapat menggunakan informasi tersebut untuk menghitung BEP perusahaan kamu.

Perusahaan dapat menggunakan perhitungan untuk menentukan berapa banyak unit produk yang harus mereka jual pada titik harga tertentu  untuk mencapai BEP.

Cara Menghitung Break Even Point

Ada dua cara menghitung BEP, yang pertama berdasarkan unit dan yang kedua adalah berdasarkan rupiah. Sebelum kamu menghitung BEP, kamu perlu mengetahui beberapa hal berikut ini:

  • Biaya Tetap adalah biaya yang tidak berubah dengan output yang bervariasi (misalnya, gaji, sewa, mesin bangunan).
  • Harga Jual per Unit adalah harga jual (unit selling price) per unit. 
  • Biaya Variabel adalah biaya yang tergantung pada volume penjualan, seperti bahan yang dibutuhkan untuk produksi atau manufaktur.

Berikut rumus untuk menghitung BEP dalam unit:

BEP (Unit) = Biaya Tetap / (Pendapatan Per Unit – Biaya Variabel Per Unit)

Itulah titik impas akuntansi.

Sedangkan rumus menghitung BEP dalam rupian yaitu seperti berikut:

Titik Impas (Penjualan dalam rupiah) = Biaya Tetap / (Harga Penjualan per Unit x BEP dalam Unit

Itulah titik impas keuangan.

Contoh-Contoh Soal BEP Terbaru dan Dilengkapi Jawabannya Lengkap

Bagi kamu yang sedang menjacari contoh soal BEP, jangan khawatir karena dibawah ini adalah beberapa contoh soal BEP di lengkapi dengan jawabannya. Mari simak penjelasannya.

Contoh Soal BEP 1

1. Jumlah penerimaan yang didapatkan oleh perusahaan sebelum dipotong total biaya disebut…

A. Total biaya
B. harga jual
C. Pendapatan bersih
D. Penerimaan kotor
E. Biaya tetap

Jawaban: D

2. Dalam menentukan harga jual, hal pertama yang harus diperhatikan adalah…

A. Modal
B. Material
C. Bahan
D. Kelebihan produksi
E. Produksi

Jawaban: A

3. Total biaya produksi per hari bisa diperoleh dari…

A. Penerimaan kotor-biaya pengeluaran
B. Biaya tetap + biaya variabel
C. Biaya penyusutan + biaya tetap + biaya variabel
D. Total biaya : jumlah produk
E. Harga jual x jumlah produk

Jawaban: B

4. Pak Mamat memiliki sebuah usaha toko sepeda dengan Fixed cost sebesar Rp.5.000.000. Variable Cost adalah sebesar Rp 200.000/unit, dengan harga jual Rp 1.500.000/unit. Hitunglah BEP per unitnya yaitu :

A. 3.56
B. 3.80
C. 4.5
D. 4.2
E. 4

Jawaban: B

5. Pada Bauran pasar (marketing mix) terdapat data data sebagai berikut:

1. Biaya bahan baku yang digunakan.
2. Biaya sewa lokasi pemasaran
3. Biaya pembuatan produk
4. Biaya promosi produk
5. Hasil survey harga untuk produk sejenis

Dalam menentukan harga suatu produk perlu diperhatikan adalah…

A. 1, 2 dan 4
B. 3, 4 dan 5
C. 2, 3 dan 5
D. 1, 3 dan 5
E. 2, 3 dan 4

Jawaban : D

Contoh Soal BEP 2

6. Untuk tujuan apa saja proposal usaha makanan ini dipakai?

A. Proposal bisnis kuliner ini dapat digunakan untuk mencari investor, mengikuti kompetisi ide bisnis.

B. Proposal bisnis makanan digunakan sebagai bahan publikasi sebagai rancangan awal inisasi bisnis agar lebih terstruktur.

C. Proposal bisnis kuliner digunakan sebagai bahan analisis SWOT dan rancangan rencana awal keuangan.

D. Proposal bisnis kuliner digunakan sebagai bagian dari administrasi perijinan usaha bisnis kuliner sebelum usaha dibuka.

E. Proposal bisnis kuliner digunakan dalam menetapkan strategi pemasaran sebelum memulai usaha.

Jawaban: A

7. Pak Rusli memiliki sebuah toko mebel dengan Fixed Cost sebesar Rp 10.000.000. Variable Cost usahanya adalah sebesar Rp.500.000/unit, dengan harga jual Rp2.500.000/unit, hitung BEP Rupiahnya yaitu…

A. Rp 12.700.000
B. Rp 13.500.000
C. Rp 12.500.000
D. Rp 13.700.000
E. Rp11.500.000

Jawaban: C

8. Sebelum produk dikenalkan kepada konsumen, wirausaha harus melakukan…

A. Uji coba produk
B. Percobaan
C. Analisis gagasan
D. Prosedur persiapan
E. Komersialisasi

Jawaban: A

9. Adapun tujuan dari perhitungan harga pokok produksi adalah…

A. Memenangkan persaingan

B. Menentukan harga jual

C. Menghitung harga pokok

D. Menentukan penawaran

E. Menilai penghematan dari proses produksi

Jawaban: E

10. Setiap pengusaha atau pemilik modal sebelum menanamkan uang atau modal pada sebuah usaha pasti akan menghitung untung rugi usaha yang akan digeluti terlebih dahulu. Mengapa BEP/titik impas menjadi penting?

A. Karena dapat memperjelas bagaimana BEP bisa dihitung oleh logika dan nalar

B. Pokoknya segala biaya yang diperlukan untuk membuat usaha berjalan atau dapat dimulai

C. Karena titik ini bisa menunjukkan mulai kapan usaha anda memberikan keuntungan yang sesungguhnya

D. Karena BEP ini bisa dapat menentukan jumlah bahan baku yang anda mau diproduksi

E. Untuk menghitung perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk BEP

Jawaban: C

Contoh Soal BEP 3

11. Sebuah perusahaan yang memproduksi Smartphone ingin mengetahui jumlah unit yang harus diproduksinya agar dapat mencapai break even point (BEP) atau titik impasnya.

Biaya Tetap Produksinya adalah sebesar Rp 500 juta sedangkan biaya variabelnya adalah sebesar Rp 1 juta.

Harga jual per unitnya adalah sebesar Rp 1,5 juta. Berapakah unit yang harus diproduksi agar dapat mencapai Break Even Point unit atau titik impasnya?

A. 1.500 unit
B. 1.200 unit
C. 1.100 unit
D. 1.000 unit
E. 1.200 unit

Jawaban: D

12. Yang bukan merupakan pertimbangan dalam menghasilkan produk adalah…

A. Adanya jaminan keamanan dalam pemakaian

B. Mudah dalam pemakaian

C. Efisien dalam penggunaan

D. Kualitas produk yang rendah

E. Hemat dalam pemakaian

Jawaban: D

13. Sebuah usaha kerajinan miniatur dari lilin menetapkan harga produk Rp 10.000/unit. Biaya tetap Rp 10.000.000. Biaya tidak tetap Rp 5.000. Berapa produksi pada keadaan titik impas?

A. 2.500
B. 2.250
C. 3.500
D. 2.000
E. 2.400

Jawaban: D

14. Biaya produksi yang jumlahnya berubah sesuai dengan jumlah produksi yang dihasilkan disebut…

A. Fix cost

B. Semi variable cost

C. total Variable cost

D. Variable cost

E. Total revenue

15. Biaya tenaga produksi disebut sebagai…

A. Gaji
B. Tunjangan
C. Modal
D. Mesin
E. Biaya tetap

Jawaban: A

Nah itulah 15 contoh soal BEP beserta jawabannya. Untuk membaca artikel penting lainnya, silahkan kamu kunjungi halaman blog atau info Mamikos!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta