Contoh Soal Jurnal Penutup Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang

Contoh Soal Jurnal Penutup Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang – Sebelum kita masuk ke contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang akan lebih baik jika memahami materi pendukung.

Karena jika langsung contoh soal belum tentu nanti bisa mengerjakan dengan bentuk lain.

Kita perlu memahami bagaimana fundamental teorinya agar nanti pengerjaan dapat berjalan lancar. Oleh karena itu disini sudah disediakan materi paling lengkap terkait jurnal penutup.

Baik itu untuk perusahaan jasa atau dagang sebenarnya sama saja tidak ada perbedaan signifikan. Dalam pembuatan pembukuannya nanti kita tetap harus memahami bagaimana nominal transaksi.

Cara Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Jasa dan Dagang

https://www.pexels.com/@karolina-grabowska/

Secara umum penutupan buku memiliki tujuan untuk pemindahan akun nominal dan dividen menuju retained earning. Jadi nantinya pada akhir periode sebuah perusahaan bisa mendapatkan ekuitas.

Mengapa harus kita harus menutup buku tentu saja untuk memisahkan semua akun tersebut.

Sehingga nantinya proses pembukuan umum dari kegiatan entitas dapat berjalan lebih mudah.

Secara lebih spesifik lagi kegiatan menutup akun ini digunakan untuk menyesuaikan bagaimana bentuk pembukuannya.

Jadi dari buku besar akan pindah pada nota lebih spesifik tergantung pada transaksinya.

Untuk proses penutupannya sebenarnya ada empat cara yang bisa kita gunakan.

Berikut ini adalah penjelasan dari keempat cara tersebut sehingga Kamu dapat menerapkan sendiri setelah memahaminya.

1. Menutup dengan saldo kredit 

Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah menutupnya dengan membuat saldo kredit.

Jadi pemasukan dari transaksi entitas dapat dijadikan sebagai saldo kredit untuk menutup akunnya.

Berikut ini kami cantumkan juga contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang.

Terkait dengan bagaimana penutupan menggunakan saldo kredit pada triwulan pertama.

Misalnya jika penjualan sebesar 100.000 kemudian pendapatan sewa sebesar 15.000.

Maka kita bisa menjadikannya sebagai ikhtisar laba rugi sebesar 115.000 dari hasil penjumlahan dua transaksinya.

2. Menutup dengan saldo debit 

Ini sebenarnya sama saja hanya posisi pada pembukuannya kita taruh menjadi ikhtisar laba rugi debit.

Bagaimana ini bisa terjadi ketika entitas tersebut memang hanya melakukan pengeluaran saja.

Berikut ini contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang terkait penutupannya.

Akan kami cantumkan beberapa data agar dapat dijadikan sebagai contohnya.

Ikhtisar laba rugi : 500.000
Return pembayaran : 25.000
Diskon penjualan : 500
Harga pokok penjualan : 474.500

Jadi kita dapat menjadikan contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang sebagai acuan.

Perhitungan harga pokok tadi dapat dijadikan sebagai pengurang dari total pendapatan.

3. Penutupan menggunakan ikhtisar laba rugi

Jika memang tidak terjadi sama sekali transaksi pada sebuah momen maka kita dapat menutupnya menggunakan ikhtisar laba rugi. Jadi memang dalam setiap pembukuan harus ada model transaksinya.

4. Jurnal penutup prive

Menutup menggunakan akun penarikan privat juga boleh dilakukan sebagai sumbernya, jadi nanti dalam pembukuan kita akan menemukan anggaran sebagai detail dalam ikhtisar debet kredit.

Metode ini paling mudah dan praktis apabila memang tidak terdapat detail transaksi. Jadi menutupnya akan semakin sederhana karena tinggal memasukkan saja satu-satunya transaksional terjadi.

Dengan menggunakan empat metode tersebut tentu saja kita dapat melakukan manajemen secara optimal.

Nantinya proses menutup juga dapat kita lakukan secara lebih sederhana dan mudah dipahami.

Contoh Soal Jurnal Penutup Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang Periodik

Apabila kita menginginkan sistem pembuatannya secara periodik maka harus menggunakan prediksi pendapatan.

Bagaimana melakukan prediksi pendapatan yaitu dengan merangkum semua kemungkinan transaksi berulang dari entitas.

Misalnya ketika kita memiliki kontrak dari pihak penyewa gedung maka otomatis setiap bulan itu akan dibayarkan. Sehingga kita dapat meringkasnya dalam satu kolom ikhtisar laba rugi saja.

Dalam pembuatan contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang sendiri tidak semua entitas punya transaksi berulang. Sehingga ini tidak dapat digunakan pada entitas personal.

Jika proses pembayaran berulang tadi sudah dilakukan pada bulan sebelumnya atau forward payment maka tidak bisa juga dilakukan.

Jadi harus kembali kita menutupnya secara periodik dengan menggunakan pendekatan debit.

Metode seperti ini memang paling tepat digunakan apabila sebuah entitas memang menawarkan jasa.

Jadi selalu ada transaksi secara periodik setiap bulan untuk dicantumkan dalam tabel pembayarannya.

Kita dapat menggunakan contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang sederhana.

Akan kami sediakan beberapa data dan bagaimana cara menutupnya secara periodik.

Hasil bayar sewa gedung : 50.000
Kontrak dagang A : 15.000
Kontrak dagang B : 15.000

Dari data tersebut kita bisa langsung jumlahkan saja menjadi ikhtisar laba rugi dengan nominal sebesar 80.000.

Ini akan menyederhanakan proses dan tidak perlu terlalu panjang dalam mengerjakannya.

Sebagai catatan tambahan nantinya akan ada banyak akun seperti pengembalian bunga sampai retur pembayaran bisa masuk.

Jadi jumlahnya tidak terbatas pada pembayaran secara periodik dari akun luar.

Membuat Contoh Soal Jurnal Penutup Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang Perpetual

Menutup transaksi secara perpetual akan terjadi ketika ada terminasi dari sebuah kontrak periodik. Jadi entitas nantinya tidak akan melakukan transaksi dalam bentuk debet atau kredit lagi pada entitas lainnya.

Proses ini dapat kita lakukan sendiri dengan mengubah bagaimana metode pembayarannya dalam kolom kredit. Jadi semua pembayarannya akan menjadi debit dan berubah pada kolom iterasi transaksinya.

Memang dalam contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang kita harus selesaikan sebagai penyesuaian. Seperti tujuan utamanya yaitu mempersingkat dan menjelaskan detail transaksi.

Dalam menutup aktivitas akun secara perpetual harus diperhatikan juga bagaimana pengaruhnya pada akun lainnya. Apakah proses tersebut nantinya akan mengganggu neraca ekuitas atau tidak pada entitas.

Jika memang tidak berpengaruh maka langsung saja pindahkan dari lajur kredit menuju debet. Namun ketika terminasi tersebut memang memberikan dampak pada akun lainnya perlu kita pecah dulu.

Akun terpengaruh dari terminasi harus kita berikan penjelasan pada kolom penyesuaian.

Seperti contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang dimana ada perubahan pada metode pembayarannya.

Jika proses terminasi ini memang sudah dijelaskan maka langsung saja kita masukkan lagi pada kolom penyesuaian. Jadi pada buku besar nanti tidak terpengaruh bagaimana akun akan berlaku.

Memang metode tersebut cukup rumit karena harus melihat apakah ada transaksi terpengaruh atau tidak.

Kita juga harus melihat dalam sebuah kontrak misalnya apakah terminasi ini berdampak secara langsung atau tidak.

Apabila ternyata dampaknya tidak secara langsung pada angka maka akuntan dapat membiarkannya saja.

Cukup kita berikan catatan atau keterangan kaki terhadap perubahan sistem kredit tersebut.

Perbedaan Penutupan pada Entitas Perseorangan dan Persekutuan

Agar lebih jelas lagi kita harus mengetahui apa bedanya menutup buku dalam perusahaan perseorangan dan persekutuan.

Jadi nantinya dapat menerapkan sistem akuntansi secara tepat agar mudah dipahami.

1. Entitas perseorangan 

Pada entitas perseorangan proses menutupnya dapat langsung menggunakan ikhtisar laba rugi. Dalam ikhtisar tersebut akan dijelaskan apa saja transaksi terjadi di dalamnya.

Baik ikhtisar tersebut nanti akan dijadikan debit atau kredit sama saja selama masih ada keterangannya.

Jadi memang harus menyesuaikan dari dalam buku besar seperti apa transaksinya apakah perpetual atau periodik.

Jadi pada contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang nantinya akan terdapat dua akun besar. Itu masih harus dibedah bagaimana terminasi dan pengambilan.

Apakah menggunakan prive atau dikeluarkan dalam bentuk transaksi secara lateral.

Jika ternyata pengambilannya menggunakan prive maka harus dilihat dulu pada buku besar apakah ada perubahan lateral atau tidak.

2. Entitas persekutuan 

Pada entitas persekutuan kita harus lebih memperhatikan bagaimana akun kecil dalam periodiknya.

Apakah memang memiliki periodical payment account atau hanya menggunakan sistem lateral saja.

Proses pengurangan contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang.

Ini nantinya akan kita pakai sebagai acuan pengubahan dan juga penyesuaian dalam akuntansi.

Jika memang terjadi dampak literal pada pembayaran persekutuan dagang maka harus menggunakan perubahan nominal. Dari akun kredit harus kita dapatkan dalam ikhtisar laba rugi.

Sebagai catatan apabila transaksi lateral periodikal dalam entitas sudah berakhir sebelum terminasi. Maka kita perlu melihat bagaimana periodical payment account dari bulan sebelumnya.

Kedua perbedaan tersebut tentu saja dapat menjadi referensi paling mudah dalam pembuatannya nanti. Jadi kita bisa mulai masuk pada contoh soal dan bagaimana menyelesaikannya secara tepat.

Contoh Soal Jurnal Penutup Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang 1

Berikut ini akan kami berikan data buku besar dari sebuah entitas maju pantang mundur.

Tentukan bagaimana penyesuaian pembukuannya dari list transaksi lateral berikut agar menjadi benar.

Penjualan 

Return penjualan Rp 1.500.000
Potongan penjualan Rp 25.000
Penjualan bersih Rp 15.000
Harga pokok penjualan Rp 150.000
Pemasaran Rp 200.000
Depresiasi gedung Rp 15.000
Depresiasi peralatan Rp 30.000
Perlengkapan toko Rp 45.000
Administrasi umum Rp 30.000
Beban gaji Rp 150.000

Dari data tersebut dapat kita cari arus kas dan aktivasi operasi terkait akuntansi keuangannya.

Kita bisa mengambil contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang seperti berikut.

Ikhtisar laba rugi 

Pendapatan total – beban entitas

1.750.000 – 950.000

Ikhtisar laba rugi = 800.000

Apabila kita menggunakan penutupan beban kredit maka ikhtisar laba rugi tersebut akan memiliki nilai debet.

Jadi pada akun penjualannya nanti akan ditaruh pada kolom debet sesuai penutupannya.

Contoh Soal Jurnal Penutup Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang 2

Berikut ini adalah contoh kedua dari apabila datanya diambil dari buku besar dan menutupnya menggunakan beban debet. Berikut ini adalah detail akuntansi sebagai acuan data penggunaan.

Penjualan 

Return penjualan Rp 1.500.000
Potongan penjualan Rp 25.000
Kontrak dagang Rp 55.000
Penjualan bersih Rp 15.000
Harga pokok penjualan Rp 150.000
Diskon Rp 70.000
Pemasaran Rp 200.000
Depresiasi gedung Rp 15.000
Depresiasi peralatan Rp 30.000
Perlengkapan toko Rp 45.000
Administrasi umum Rp 30.000
Beban gaji Rp 150.000

Dengan menggunakan data dari contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang kita dapat menutupnya. Pertama kita buat dulu ikhtisar transaksi dibutuhkan pada akun.

Ikhtisar laba rugi = pendapatan – pengeluaran

1.500.000 – 1.250.000

Ikhtisar laba rugi = 250.000

Ketika kita menggunakan penutupan beban debit maka nantinya ikhtisar tersebut berada pada kolom kredit.

Kita dapat menjadikannya sebagai bentuk penyesuaian terhadap akun bersangkutan.

Apabila sudah mengetahui beberapa contoh tadi tentu saja kita dapat lebih mudah dalam melakukan perhitungan. Jadi silakan pakai contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa dan perusahaan dagang sebagai referensi.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta