21 Contoh Soal SAS Matematika Kelas 6 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Jawabannya
Apakah kamu sudah siap mengerjakan soal SAS matematika nanti? Uji pemahamanmu terlebih dahulu, ya!
11. Seorang siswa ingin menyusun sebuah kubus besar berukuran 4 x 4 x 4 menggunakan kubus satuan.
Jika ia baru memiliki 40 kubus satuan, berapa banyak kekurangan kubus satuan yang harus ia cari?
A. 14 kubus satuan
B. 24 kubus satuan
C. 34 kubus satuan
D. 64 kubus satuan
Jawaban: B
Pembahasan:
Total kubus satuan untuk membuat kubus besar = 4 x 4 x 4 = 64 kubus
Kekurangan kubus satuan = 64 – 40 = 24 kubus
Topik: Visualisasi Spasial
12. Nuna mengamati sebuah objek balok misterius dari berbagai sudut pandang. Dari arah depan tampak sebuah bidang persegi panjang berukuran 6 x 4. Jika diamati dari samping, tampak bidang persegi panjang berukuran 3 x 4. Sementara jika dilihat dari arah atas, tampak bidang persegi panjang berukuran 6 x 3. Volume dari balok tersebut adalah …
A. 18 satuan volume
B. 24 satuan volume
C. 72 satuan volume
D. 108 satuan volume
Jawaban: C
Pembahasan: Dari analisis sudut pandang, dimensi balok tersebut:
panjang (p) = 6, lebar (l) = 3, dan tinggi (t) = 4
Maka,
Volume = p x l x t
= 6 x 3 x 4
= 72 satuan volume
13. Sebuah susunan maket kubus terdiri atas satu lapisan mendatar dengan formasi:
baris paling belakang diisi oleh 3 buah kubus, baris tengah diisi oleh 2 buah kubus, dan baris paling depan diisi oleh 1 buah kubus.
Berapakah akumulasi total kubus yang membentuk susunan tersebut?
A. 3 kubus
B. 5 kubus
C. 6 kubus
D. 9 kubus
Jawaban: C
Pembahasan: Jumlahkan langsung dari visualisasi formasi setiap baris:
Total kubus = 3 + 2 + 1 = 6 kubus
Topik: Lokasi atau Sistem Koordinat Bidang
14. Pada sebuah bidang koordinat Kartesius dua dimensi, letak kedudukan titik X diidentifikasi berada tepat pada kolom nomor 3 dan baris nomor 5.
Penulisan bentuk notasi koordinat titik X yang benar adalah …
A. X(5, 3)
B. X(3, 5)
C. X(-3, 5)
D. X(3, -5)
Jawaban: B
Pembahasan:
Aturan penulisan notasi titik koordinat mengikuti asas (x, y). Komponen nilai kolom (sumbu mendatar/x) ditulis terlebih dahulu kemudian disusul nilai baris (sumbu tegak/y)
15. Diketahui titik koordinat L terletak pada posisi (2, 4) dan titik koordinat M berada di posisi (6, 4).
Berapakah jarak spasial horizontal yang memisahkan posisi titik L dan titik M tersebut?
A. 2 satuan
B. 4 satuan
C. 6 satuan
D. 8 satuan
Jawaban: B
Pembahasan:
Karena nilai y sama (y = 4), maka perpindahan hanya terjadi secara horizontal pada sumbu x.
Jarak horizontal = xakhir – xawal
= 6 – 2
= 4 satuan
16. Denah digital sebuah wilayah perkotaan mengadopsi prinsip sistem koordinat. Posisi rumah Pak Beni terdapat di titik (3, 2) sedangkan lokasi kantornya berada di titik (3, 7). Berapakah jarak vertikal dari rumah Pak Beni menuju ke kantornya?
A. 3 satuan
B. 5 satuan
C. 7 satuan
D. 9 satuan
Jawaban: B
Pembahasan: Karena nilai x sama (x = 3), perpindahan posisi tegak lurus terjadi pada rentang sumbu y.
Jarak vertikal = y_akhir – y_awal
= 7 – 2
= 5 satuan
Topik: Skala Peluang Suatu Kejadian
17. Di antara pilihan peristiwa di bawah ini, mana jenis kejadian yang memiliki derajat nilai skala peluang paling mendekati angka 1 (peristiwa yang hampir pasti terjadi)?
A. Melempar sebuah dadu bermata enam lalu muncul angka 8.
B. Peristiwa matahari terbit dari arah timur esok hari.
C. Mendapatkan nilai ujian 100 tanpa belajar sama sekali.
D. Semua tumpukan es yang ada di wilayah kutub mendadak mencair malam ini.
Jawaban: B
Pembahasan: Dalam teori skala peluang, nilai 0 mencerminkan kemustahilan mutlak, sedangkan nilai 1 mencerminkan kepastian mutlak.
18. Terdapat sebuah kantong kain berisi 5 butir bola berwarna merah dan 5 butir bola berwarna biru yang berukuran sama. Mayang mengambil secara acak satu butir bola dari kantong tersebut tanpa menengok isinya. Bagaimana peluang Mayang untuk mendapatkan bola merah?
A. Mustahil terjadi
B. Pasti terjadi
C. Peluangnya seimbang (setengah)
D. Kecil kemungkinan terjadi
Jawaban: C
Pembahasan:
Jumlah bola merah = 5
Total seluruh bola = 5 + 5 = 10
Nilai Peluang = 5/10 = 1/2 (seimbang)
Topik: Menghitung Peluang Kejadian Tunggal
19. Sebuah dadu konvensional bermata enam dilempar undi sebanyak satu kali. Berapakah besaran nilai peluang munculnya mata dadu bernomor 4?
A. 1/6
B. 2/6
C. 3/6
D. 4/6
Jawaban: A
Pembahasan:
Angka dadu yang diharapkan hanya ada satu variasi, yaitu {4}, sedangkan ruang sampel total dadu ada enam kemungkinan yaitu {1, 2, 3, 4, 5, 6}.
Maka, nilai peluangnya adalah ⅙
20. Sebuah huruf dipilih secara acak dari huruf-huruf pembentuk kata “MATEMATIKA”.
Berapakah peluang terpilihnya huruf ‘A’?
A. 1/10
B. 2/10
C. 3/10
D. 4/10
Jawaban: C
Pembahasan:
Total huruf pada kata “MATEMATIKA” = 10 huruf
Banyaknya huruf ‘A’ = 3 huruf
Peluang memilih huruf ‘A’ = 3/10
Topik: Membandingkan Peluang Kejadian
21. Kian dan Maya sedang bermain melempar dadu mata enam. Kian menang jika muncul angka 6, sedangkan Maya menang jika muncul angka yang nilainya lebih besar dari angka 3. Berdasarkan aturan tersebut, siapakah yang memiliki peluang memenangkan permainan lebih besar?
A. Kian memiliki peluang lebih tinggi
B. Maya memiliki peluang lebih tinggi
C. Keduanya memiliki peluang yang sama besar
D. Peluang keduanya bernilai nol
Jawaban: B
Pembahasan:
Peluang kemenangan Kian: angka {6} = 1/6
Peluang kemenangan Maya: angka {4, 5, 6} = 3/6 = 1/2
Karena 3/6 > 1/6, maka peluang kemenangan Maya jauh lebih besar
Halaman:

