Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya, Kaidah Kebahasaan & Cara Membuatnya
Penasaran bagaimana cara untuk membuat sebuah contoh teks anekdot beserta strukturnya? Simak uraian di bawah ini.
Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya, Kaidah Kebahasaan & Cara Membuatnya – Saat mengalami kondisi lucu, menuangkannya menjadi sebuah anekdot sepertinya menyenangkan.
Apalagi jika Anda bisa membuatnya sendiri dengan berpedoman pada contoh teks anekdot beserta strukturnya yang baik dan benar.
Secara umum, teks jenis anekdot merupakan bentuk salah satu cerita kategori singkat yang intinya lucu, namun dibuat dengan maksud mengkritik. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya
Daftar Isi [hide]

Kaidah Kebahasaan Anekdot
Untuk membuat sebuah anekdot, ada kaidah bahasa yang harus dipenuhi agar tidak melenceng dari definisi dari cerita tersebut. Berikut ini beberapa kaidah kebahasaan, yang melekat pada sebuah anekdot.
Kaidah kebahasaan ini, akan menjadi pembeda utamanya dengan karya tulis lainnya. Jadi, kalau Anda ingin membuatnya, maka hal pertama yang perlu dilakukan tentu memahami kaidah tersebut.
1. Mengurutkan Kejadian Menurut Waktu Kejadian
Ada daftar kejadian yang diurutkan berdasarkan kapan terjadinya, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami jalan cerita yang ingin ditampilkan.
2. Menggunakan Keterangan untuk Waktu Lampau

Advertisement
Biasanya merupakan cerita yang sudah terjadi sebelumnya, seperti “Bulan lalu, Bapak A dan B bertemu di kantor C”
3. Menggunakan Kata Sifat, Majemuk, dan Benda
Ada penggunaan berbagai jenis kata dalam cerita teks anekdot ini, penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan cerita dan apa yang ingin disampaikan.
4. Ada Kata Penghubung
Antar kalimat, sering menggunakan kata penghubung untuk membuat sebuah kesatuan cerita yang sesuai tema dan tujuan pembuatannya.
5. Pertanyaan Retorik
Untuk membuat pembaca lebih tertarik, maka penggunaan pertanyaan yang tak butuh jawaban juga menjadi salah satu kaidahnya. Biasa juga disebut dengan pertanyaan retorik. Contohnya saja “Apakah orang mati punya kesempatan untuk hidup lagi?”
6. Gaya Bahasa Metafora
Kebanyakan anekdot juga menggunakan bahasa metafora, yang menyebutkan kata-kata kiasan tanpa membandingkan antara satu dengan yang lainnya, seperti “Jangan sampai tertipu buaya darat”