Memahami Contoh Teks Editorial Beserta Pengenalan Isunya

Memahami Contoh Teks Editorial Beserta Pengenalan Isunya – Jika ingin mengetahui pendapat dan keberpihakan media terkait isu-isu terkini, simak teks editorialnya.

Mengapa demikian? Anda akan segera memahaminya setelah melihat contoh teks editorial beserta pengenalan isunya.

Teks editorial biasanya membahas isu menarik yang sedang menjadi perbincangan.

Artikel ini merangkum pengertian, fungsi, jenis, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, struktur, cara menyusun, dan contoh teks editorial beserta pengenalan isunya. 

Pengertian Teks Editorial 

https://unsplash.com/@zahraamiri_

Sebelum melihat contoh teks editorial beserta pengenalan isunya, Anda perlu memahami pengertian teks editorial lebih dahulu. Teks editorial merupakan salah satu tulisan jurnalistik yang penting.

Dirangkum dari berbagai sumber, teks editorial berisi gagasan, ide, maupun pendirian yang ditulis menggunakan kaidah penyusunan teks opini. Namun, teks editorial harus dilengkapi fakta, bukti, dan argumen atau pendapayang logis.

Penulis harus menuliskan pendapatnya berdasarkan fakta dengan dukungan data-data. Pada teks editorial, penulis dapat menyampaikan isu dan pendapat dengan tema yang beragam di antaranya pendidikan, kesehatan, lingkungan maupun opini publik lain. 

Anda bisa menemukan teks editorial pada media-media seperti surat kabar atau majalah, baik cetak maupun digital. 

Meskipun serupa, teks editorial bukanlah opini. Isi teks editorial bukan pendapat pribadi penulisnya, tetapi mewakili pendapat redaksi sebuah media massa dalam menanggapi isu-isu tertentu. 

Jadi, opini dalam teks editorial ditulis oleh redaksi dan dianggap sebagai pandangan resmi penerbit atau media terkait suatu isu aktual.

Sebelum Anda menyimak contoh teks editorial beserta pengenalan isunya, yuk, pahami dahulu fungsi teks editorial.

Fungsi Teks Editorial

Opini dalam teks editorial bisa berupa kritik, penilaian, prediksi, harapan, dan saran mengenai sebuah isu atau peristiwa tertentu. 

Fungsi teks editorial adalah memengaruhi atau memancing pembaca untuk mengetahui sebuah isu yang sedang dibahas oleh redaksi. Pada situasi tertentu, teks editorial juga dapat memantik tindakan nyata dari pembaca dan stakeholder terkait..

Ciri-ciri Teks Editorial 

Dari pembahasan di atas, apakah Anda sudah mengenali ciri-ciri sebuah teks editorial?

Jika belum, silakan menyimak ulasannya lebih dahulu sebelum membaca contoh teks editorial beserta pengenalan isunya. 

1. Aktual dan Faktual

Ciri pertama teks editorial adalah mengangkat kejadian atau permasalahan nyata dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Penyajian argumentasinya juga tetap disandarkan pada fakta. 

Redaksi bisa menyoroti masalah aktual di bidang politik, sosial, ekonomi, maupun politik. Isunya bisa bermacam-macam, misalnya kenaikan bahan bakar, pergantian menteri, atau pengakhiran PPKM. 

2. Sistematis dan Logis

Penyusunan teks editorial harus sistematis dengan struktur yang jelas dan sesuai kaidah kebahasaannya. Pembahasannya harus masuk akal, bukan khayalan dan angan-angan.

3. Argumentatif

Teks editorial berisi dari redaksi sebuah media. Jadi, isinya adalah argumen-argumen yang ada dalam sudut pandang redaksi.

Jenis-jenis Teks Editorial

Untuk memahami contoh teks editorial beserta pengenalan isunya, Anda perlu mengenal jenis-jenisnya.

Ada tiga jenis teks editorial, yaitu interpretative editorial, controversial editorial, dan explanatory editorial. 

1. Interpretative Editorial

Teks editorial interpretatif disusun untuk menjelaskan sebuah isu dalam peristiwa tertentu yang diangkat.

Isinya bisa bersifat positif, negatif, atau netral tergantung pada pandangan penulis editorial terhadap isu tersebut.

Tentu saja, teks tersebut dilengkapi fakta-fakta sehingga pembaca dapat memahami kondisi atau peristiwa yang dibahas dengan perspektif media tersebut.

2. Controversial Editorial

Editorial kontroversial bertujuan untuk menyebarkan sudut pandang redaksi dalam menanggapi sebuah isu. Teks editorial ini umumnya dapat meyakinkan pembaca agar berpihak pada pandangan redaksi. 

Sayangnya, sudut pandang yang berlawanan digambarkan secara negatif. Intinya, redaksi berusaha menggiring pembaca untuk sepakat dengan sudut pandang redaksi benar.

3. Explanatory Editorial

Teks editorial eksplanatori hanya menyajikan sebuah masalah atau isu. Penilaian atau tanggapan terhadap isu tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pembaca. Jadi, hanya merangsang pembaca untuk berkepentingan terhadap suatu isu. 

Permasalahan yang diangkat dalam teks editorial jenis ini umumnya kepentingan terkait sosial, politik, dan ekonomi. Dengan demikian, pembaca dapat menilai dan membayangkan solusinya dengan mudah. 

Kaidah Kebahasaan dalam Penyusunan Teks Editorial

Sampai di sini, semoga Anda sudah bisa membayangkan bentuk teks editorial.

Jika Anda diminta menyusun contoh teks editorial beserta pengenalan isunya, ada beberapa kaidah kebahasaan yang harus diperhatikan, yaitu

Adverbia  

Adverbia adalah kata keterangan yang dipakai dalam teks editorial. Yang sering dipakai adalah adverbia frekuentatif, misalnya selalu, biasanya, sering, kadang-kadang, jarang, dan sebagian besar waktu.

Konjungsi 

Konjungsi adalah kata penghubung. Adapun yang sering dipakai adalah konjungsi antarkalimat, misalnya bahkan, malahan, dan sesungguhnya.

Verba Material 

Verba material adalah kata kerja yang menunjukkan peristiwa atau perbuatan fisik, misalnya menjual, membeli, dan memakai.

Verba Relasional

Verba relasional adalah kata kerja yang menunjukkan hubungan intensitas (A adalah B) dan milik.(A memiliki B).

Verba Mental

Verba mental merupakan kata kerja yang menerapkan afeksi (senang, khawatir, sedih), persepsi (merasa, melihat, mendengar), dan kognisi (berpikir, mengerti, memahami).

Struktur Teks Editorial

Selain kaidah kebahasaan, struktur teks editorial juga harus diperhatikan saat Anda membuat contoh teks editorial beserta pengenalan isunya. 

Ada tiga unsur yang harus ada dalam struktur sebuah teks editorial, yaitu pengenalan isu, pernyataan pendapat (argumentasi), dan penegasan. 

1. Pengenalan Isu (Tesis)

Pengenalan isu (tesis) merupakan bagian pendahuluan dalam teks editorial. Pada bagian ini, redaksi mengenalkan masalah yang akan dibahas.

Masalah tersebut sebisa mungkin aktual (masih hangat dibicarakan), kontroversial, dan fenomenal.

2. Penyampaian Pendapat (Argumentasi)

Bagian ini berisi pendapat redaksi disertai fakta, pernyataan ahli, hasil penelitian dan referensi yang valid dan memperkuat pendapat.

Tujuannya untuk memengaruhi dan meyakinkan pembaca agak berpihak dengan opini redaksi.

3. Penegasan Ulang Pendapat (Reiteration)

Bagian ini berisi penegasan kembali pendapat yang dikemukakan, kesimpulan, harapan, saran, atau rekomendasi terkait masalah dan isu yang dibahas.

Cara Menyusun Teks Editorial

Setelah memahami struktur dan kaidah kebahasaan, Anda mungkin tertarik untuk mencoba menyusun contoh teks editorial beserta pengenalan isunya. Secara umum, langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. memilih topik atau permasalahan paling aktual yang kira-kira menarik bagi pembaca;
  2. mengumpulkan data pendukung berupa fakta-fakta yang berhubungan dengan topik yang dibahas;.
  3. menyusun teks editorial dengan memperhatikan tiga unsur yang harus ada, fakta-fakta, dan kalimat yang mudah dipahami pembaca; 
  4. mengecek kesesuaian antara pendapat dan data-data pendukung yang dipakai; dan
  5. menyunting teks editorial yang sudah disusun agar sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar.

Contoh Teks Editorial beserta Pengenalan Isunya 

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, Anda bisa menyimak contoh teks editorial beserta pengenalan isunya.

Teks editorial ini diadaptasi dari artikel berjudul “Selamat Tinggal PPKM” pada Harian Republika edisi 22 Desember 2022.

Pengenalan Isu (Tesis)

Dalam sambutannya pada acara Outlook Perekonomian Indonesia 2023 di Jakarta pada tanggal 21 Desember 2022, Presiden menyatakan, “Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berpeluang disetop akhir tahun ini.”

Artinya, aturan terkait pembatasan kegiatan masyarakat di era pandemi Covid-19 tidak berlaku lagi mulai awal tahun depan. PPKM yang selama ini diterapkan guna mengendalikan penularan Covid-19 akan diakhiri.

Pandemi Covid-19 akan beralih status menjadi endemi. Penularan virus Covid-19 tidak dianggap mengkhawatirkan lagi. Penderita kasus Covid-19 akan mendapat penanganan seperti penderita penyakit flu pada umumnya.

Penularan Covid-19 dianggap tak membawa dampak yang signifikan pada kehidupan sosial kemasyarakatan. Bisa jadi, kekebalan komunal memang telah terbentuk seiring gencarnya program vaksinasi Covid-19.

Pendapat (Argumentasi)

Program vaksinasi Covid-19 telah memenuhi target minimal, yaitu 70 persen dari jumlah masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa rakyat Indonesia pernah mengalami tekanan hebat akibat pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia bahkan masuk kategori darurat. Saat itu, jumlah kasus positif sempat menyentuh angka 56 ribu penderita dalam sehari. 

Varian delta yang sangat menular dan mematikan juga menyerang masyarakat kita. Akibatnya, menurut Jokowi, muncul usulan penguncian atau lockdown wilayah sebagai salah satu pilihan. Namun, Pemerintah tidak mengambil opsi ini.

Pemerintah memilih untuk menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kemudian berubah menjadi PPKM. Perubahan kebijakan hanya merupakan bentuk penyesuaian kondisi. 

Tujuan kedua kebijakan tersebut sama, yaitu mengendalikan penularan Covid-19 melalui pembatasan mobilitas manusia dan barang.

Selain PPKM, protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat selama dua tahun masa pandemi. Hal ini karena level PPKM di suatu wilayah bervariasi mulai dari level 1 hingga level 4.

Namun, apa pun kebijakan yang diterapkan, jumlah kasus penularan Covid-19 selalu tinggi ketika memasuki masa liburan. Artinya, penyakit ini lebih mudah menular ketika pembatasan mobilitas dan pergerakan masyarakat lebih longgar.

Dalam penyebarannya, virus korona memang membutuhkan inang, yakni manusia itu sendiri. Ketika interaksi fisik antarmanusia berkurang, tingkat penularan pun , dan sebaliknya. 

Tingkat mobilitas masyarakat selalu tinggi pada masa liburan. Kita tentu berharap, masa libur akhir tahun 2022 tidak menjadi momentum penularan Covid-19. 

Kekebalan komunal yang diperoleh melalui program vaksinasi 1, 2, dan booster diharapkan bisa meredam jumlah kasus positif Covid-19. 

Pada sisi lain, pencabutan PPKM diharapkan bisa memacu aktivitas perdagangan dan memperkuat aktivitas perekonomian masyarakat. Kita harus tetap optimis, pencabutan PPKM bakal berdampak positif terhadap perekonomian nasional. 

Bantuan yang diberikan kepada masyakarat kecil sebagai kompensasi selama masa pandemi sebagian bersumber dari refocuring anggaran di berbagai lembaga pemerintah. 

Dengan pencabutan  PPKM, kebijakan refocusing tentu tidak bisa dilakukan seperti ketika masa pandemi. Hal ini berimbas pada berkurangnya program pemerintah terkait pemberian kompensasi. 

Padahal, banyak kalangan memprediksi resesi ekonomi bakal terjadi tahun depan. Karena penghentian kebijakan PPKM yang berimbas tidak adanya refocusing anggaran, masyarakat terdampak resesi belum tentu bisa mendapatkan bantuan.

Penegasan Ulang

Semua orang berharap, krisis dan resesi ekonomi tak akan pernah melanda Indonesia. Krisis pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19 sudah cukup. 

Untuk itu, kita harus tetap disiplin menerapkan gaya hidup sehat dan protokol kesehatan yang sudah dijalankan selama pandemi. Warga harus tetap menerapkan prokes saat berada dalam kerumunan massa. Dengan demikian, penularan virus bisa dikendalikan.

Slogan “pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat” semoga tetap bisa terwujud dengan pencabutan kebijakan PPKM. Selamat tinggal pandemi Covid-19. Semoga tidak ada lagi PPKM atau kebijakan serupa di masa mendatang.

Penutup

Demikian, rangkuman tentang pengertian, fungsi, jenis, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, struktur, cara menyusun, dan contoh teks editorial beserta pengenalan isunya. Semoga bermanfaat.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta