Contoh Teks Editorial tentang Pemilu, Narkoba, dan Alat Elektronik

Contoh Teks Editorial tentang Pemilu, Narkoba, dan Alat Elektronik – Apakah kamu seseorang yang cukup sering membaca koran atau surat kabar, majalah, atau media cetak lainnya? Jika iya, mungkin kamu sudah sering melihat atau bersinggungan secara langsung dengan teks editorial.

Teks editorial adalah sebuah tulisan mengenai pandangan dari tim redaksi terhadap isu-isu hangat yang fenomenal, aktual, dan kontroversial. Biasanya, teks editorial sendiri dipublikasikan pada rubrik opini.

Nah, kalau kamu ingin tahu bagaimana bentuk teks editorial, di bawah ini Mamikos telah menyiapkan contoh-contoh teks editorial tentang pemilu, narkoba, dan alat elektronik yang dapat kamu pelajari.

Apa Itu Teks Editorial?

Sumber: Pexels.com / @Alexander Mils

Sebelum membaca contoh teks editorial tentang pemilu, narkoba, dan alat elektronik. Pertama, kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan teks editorial.

Dengan memahami maksud dan tujuan dari teks editorial, hal tersebut akan memudahkan kamu untuk menulis teks editorial itu sendiri.

Teks editorial adalah sebuah teks yang ditulis dan disusun oleh tim redaksi media.

Teks ini di dalamnya berisikan pandangan dan sikap resmi dari media terhadap peristiwa atau kejadian yang bersifat aktual, fenomenal, atau kontroversial. 

Nama lain dari teks editorial adalah tajuk rencana, teks ini biasanya ada dalam rubrik opini dalam surat kabar atau bisa juga majalah. Pada rubrik opini, selain terdapat teks editorial, ada juga surat pembaca. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), editorial diartikan sebagai sebuah artikel yang ada dalam majalah atau surat kabar yang mengungkapkan tentang pendirian dari editor dan pimpinan redaksi surat kabar dan majalah tentang beberapa pokok masalah.

Secara sederhananya, teks editorial mengungkapkan pendapat pribadi dari tim redaksi mengenai isu atau masalah yang bersifat aktual.

Adapun masalah yang dibahas dalam teks ini cukup beragam, bisa tentang masalah sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, kesehatan, alam, maupun yang lainnya.

Meskipun di dalam teks editorial terdapat sebuah opini dari tim redaksi. Teks editorial bukanlah teks opini.

Hal ini dikarenakan pendapat yang ada dalam teks editorial merupakan opini dari redaksi, bukan opini dari penulis.

Fungsi dari teks editorial sendiri yaitu untuk mempengaruhi dan meyakinkan para pembaca mengenai isu-isu tertentu.

Karena hal inilah, teks editorial memiliki manfaat yang baik untuk memancing pemikiran pembaca agar lebih kritis dalam menghadapi masalah atau isu tertentu dalam kehidupan.

Tidak hanya itu, teks editorial juga dapat mempengaruhi pembaca untuk melakukan tindakan tertentu pula.

Seperti Apa Ciri-Ciri Teks Editorial?

Ada banyak sekali jenis teks, salah satunya tentu saja teks editorial. Setiap jenis teks memiliki ciri atau karakteristiknya masing-masing sehingga berbeda satu sama lain.

Nah, kalau teks editorial, berikut adalah beberapa ciri-cirinya.

1. Membahas tentang Isu Hangat dan Sesuai Fakta (Aktual dan Faktual)

Ciri-ciri dari teks editorial yang pertama adalah membahas tentang isu-isu hangat yang banyak dibicarakan oleh khalayak umum. Dalam kata lain, teks editorial harus bersifat aktual.

Selain itu, informasi yang dibahas dalam teks ini juga harus berdasarkan fakta yang terjadi sebenarnya di lapangan.

2. Bersifat Sistematis dan Logis

Ciri-ciri dari teks editorial yang kedua adalah bersifat sistematis dan logis. Teks editorial harus disusun secara sistematis dengan mengikuti kaidah kebahasaan dan strukturnya.

Dimana, penjelasan dalam teks juga haruslah logis atau masuk akal alias tidak bersifat fiktif atau berdasarkan imajinasi.

3. Berisikan Pendapat (Argumentatif)

Ciri-ciri teks editorial yang ketiga adalah di dalamnya berisikan pendapat. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, teks editorial di dalamnya memuat pendapat pribadi dari redaksi terkait isu yang dibahas.

Dimana, teks editorial sendiri akan menyatakan berbagai argumen berdasarkan sudut pandang dari redaksi. Argumen atau pendapat redaksi ini juga digunakan untuk mempengaruhi atau meyakinkan para pembaca.

4. Menggunakan Kalimat yang Lugas

Ciri-ciri dari teks editorial yang keempat biasanya teks ini menggunakan kalimat yang jelas, singkat, dan padat. Dalam kasta lain, teks editorial bersifat lugas atau tidak bertele-tele.

Bagaimana Struktur Penulisan Teks Editorial?

Dalam ciri-ciri teks editorial di atas disebutkan bahwa teks editorial harus ditulis secara sistematis dengan mengikuti strukturnya. Hal ini sudah jelas bahwa penulisan teks editorial tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Jika ingin membuatnya, kamu harus mengikuti dan memenuhi beberapa struktur berikut:

1. Tesis (Pernyataan Pendapat)

Struktur teks editorial yang pertama adalah pernyataan pendapat tesis.

Pada bagian ini berisikan sudut pandang dari penulis atau redaksi mengenai isu yang dibahas berupa sebuah pernyataan. Dimana pernyataan pendapat ini akan diperkuat oleh argumen nantinya.

2. Argumentasi

Struktur  teks editorial yang kedua adalah argumentasi, ini merupakan bagian yang didalamnya memuat sebuah alasan atau bukti yang digunakan oleh redaksi untuk memperkuat dan mendukung pernyataan atau tesis sebelumnya.

Argumentasi sendiri bisa dalam bentuk pernyataan umum, data-data hasil penelitian, pendapat ahli, fakta, maupun yang lainnya.

4. Penegasan Ulang

Struktur teks editorial yang terakhir adalah penegasan ulang, bagian ini di dalamnya berisikan penegasan ulang dari redaksi  untuk memperkuat kembali pendapat yang telah didukung oleh fakta dalam argumentasi.

Bagaimana Kaidah Kebahasaan Teks Editorial?

Selain struktur penulisan, teks editorial juga memiliki kaidah kebahasaan yang harus dipenuhi, berikut adalah beberapa diantaranya:

1. Adverbia

Kaidah kebahasaan dalam teks editorial yang pertama adalah adverbia. Adverbia merupakan kata keterangan.

Jenis adverbia yang biasanya muncul dalam teks ini adalah adverbia frekuentatif atau kata keterangan yang menggambarkan makna yang berkaitan dengan tingkat kekerapan atau seringnya terjadi sesuatu.

Beberapa contoh katanya adalah bisanya, sering, selalu, jaran, kadan-kadan, dan yang lainnya.

2. Konjungsi

Kaidah kebahasaan dalam teks editorial yang kedua adalah konjungsi atau kata penghubung. Konjungsi antarkalimat banyak digunakan dalam teks ini, contohnya seperti bahkan, sesungguhnya, hingga malahan.

3. Verba Material

Kaidah kebahasaan teks editorial yang ketiga adalah verba material. Ini merupakan sebuah kata kerja yang menyatakan atau menunjukan suatu perbuatan yang dilakukan secara fisik atau peristiwa.

Beberapa contohnya seperti membaca, menulis, menendang, dan yang lainnya.

4. Verba Rasional

Keempat  adalah verba rasional atau kata kerja yang menunjukan atau menyatakan hubungan intensitas dan milik.

Contoh dari intensitas seperti pengertian B adalah C, dan contoh milik seperti “mengandung pengertian B memiliki C”.

5. Verba Mental

Terakhir adalah verbal mental atau kata kerja yang menerapkan sebuah persepsi, afeksi, dan  kognisi.

Contohnya seperti melihat dan merasa (persepsi), suka dan khawatir (afeksi), kemudian berpikir dan mengerti (kognisi).

Seperti Apa Contoh Teks Editorial Tentang Pemilu, Narkoba, dan Alat Elektronik?

1.  Contoh Teks Editorial tentang Pemilu


Sumber: academia.edu/Andy Nadir

2. Contoh Teks Editorial tentang Narkoba

Sumber: Brainly.com

3. Contoh Teks Editorial tentang Alat Elektronik

Sumber: Uc.ac.id / KOMPAS

Penutup

Itulah dia beberapa contoh teks editorial tentang pemilu, narkoba, dan alat elektronik.

Dengan mengetahui bagaimana contoh penulisannya, hal tersebut tentunya akan membantu memudahkan kamu untuk menulis teks editorial dengan baik, benar, dan menarik.

Sekian informasi yang bisa Mamikos berikan mengenai contoh teks editorial tentang pemilu, narkoba, dan alat elektronik.

Jika kamu ingin membaca contoh teks editorial yang lainnya. Kamu dapat mengunjungi blog Mamikos Info  karena akan ada banyak artikel yang mengupas tentang teks editorial dan jenis teks lainnya.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta