Advertisement
Source : thejakartapost.com

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial Pengangguran dan Kemiskinan

Bagaimana cara menjelaskan sebuah fenomena sosial berupa pengangguran dan kemiskinan melalui teks eksplanasi? Simak contohnya di sini.

11 September 2025 Fajar Laksana

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial Pengangguran dan Kemiskinan – Banyak orang beranggapan bahwa contoh teks eksplanasi fenomena sosial adalah sebatas penjelasan topik saja. Padahal ada beberapa elemen pendukung yang perlu ada dalam konteks tersebut.

Ada tiga aspek penting contoh teks eksplanasi fenomena sosial yaitu pernyataan umum, sebab akibat, dan interpretasi. Ketiganya perlu ada agar teks tersebut dapat dijelaskan secara runtut dan mudah dipahami bagi para pembaca.

Jadi, kita tidak bisa hanya menyusun sebuah paragraf panjang tanpa ada tiga konteks tersebut. Akan lebih baik jika langsung saja memberikan contoh agar mudah dalam memahami materi ini. πŸ“–πŸ˜Šβœ¨

Memahami Teks Eksplanasi untuk Menjelaskan Fenomena Sosial

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial Singkat Pengangguran, Kemiskinan
thejakartapost.com

Teks eksplanasi merupakan jenis teks dalam bahasa Indonesia yang memuat keterangan secara runtut, lengkap beserta sebab-akibat, dan diakhiri dengan kesimpulan atau intepretasi yang jelas.

Penggunaan praktek penulisan teks eksplanasi merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa sekolah, bahkan mahasiswa, karena teks eksplanasi dapat memperlihatkan bagaimana cara berlogika seseorang.

Ketika menulis teks eksplanasi, kamu tentu membutuhkan obyek yang kamu rasa perlu untuk disampaikan dan dijelaskan, tanpa ada obyek tertentu, teks eksplanasi tidak mungkin ditulis.

Seperti yang telah disampaikan di atas, teks eksplanasi bersifat menjelaskan suatu peristiwa atau fenomena, bukan menghakimi.

Pada titik ini perlu diingat, jangan sampai teks eksplanasi yang kamu buat bukannya mengupas suatu isu tapi malah merendahkan obyek yang kamu tulis.

Artinya, teks eksplanasi juga menjadi media untuk siswa dan mahasiswa bersikap secara obyektif, tanpa menampilkan justifikasi apapun.

Agar kamu lebih memahami maksud dari teks eksplanasi, berikut ada beberapa contoh teks eksplanasi yang bertema fenomena sosial berupa pengangguran dan kemiskinan.

Contoh Teks Eksplanasi Petir Dilengkapi Struktur dan Kaidah Kebahasaannya

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial

Sebagai contoh teks eksplanasi fenomena sosial kami mengangkat tema pengangguran dan kemiskinan.

Jadi meskipun ada banyak contoh yang dibuat namun tidak melenceng dari kedua teks tersebut.

Contoh-contoh teks eksplanasi fenomena sosial di bawah ini telah disusun secara sistematis. Diawali dengan judul, kemudian dalam satu teks dikelompokkan per-bagiannya.

Contoh Teks Eksplanasi yang Ada Konjungsi Kausalitasnya Lengkap

1. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial: Pengangguran Usia Muda

Pernyataan umum:

Saat ini jumlah pengangguran di Indonesia semakin meningkat meskipun jumlah lapangan kerja sebenarnya naik.

Lebih mencengangkan lagi saat ini jumlah pengangguran usia produktif ternyata lebih dominan.

Bahkan tidak jarang kita temui para pemuda usia produktif lebih memilih berdiam diri dibandingkan bekerja.

Apa sebenarnya alasan sosial yang membuat mereka memiliki pola pikir seperti itu.

Sebab akibat:

Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang menginginkan kehidupan santai tanpa harus berusaha keras.

Apalagi ketika kondisi memang memungkinkan bagi manusia tersebut untuk bertindak malas seperti sekarang.

Jadi jika ada orang memilih menganggur tentu saja itu adalah sebuah sifat alami karena mereka tidak memiliki urgensi. Manusia tersebut ketika tidak memiliki urgensi tentu tidak akan melakukan sebuah tindakan respon.

Oleh karena itu wajar jika banyak pemuda tanpa tanggungan yang memilih untuk menganggur saja. Orang tua yang memiliki uang untuk memberi uang jajan pada mereka juga menjadi salah satu alasan penting.

Ketika manusia tersebut masih bisa mendapatkan sesuatu tanpa bekerja tentu saja mereka akan memilih jalan tersebut. Meskipun saat kita lihat secara keseluruhan incom sangat sedikit namun mereka menerimanya.

Respon seperti itu tentu adalah sedikit faktor yang mempengaruhi meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia. Apalagi sekarang banyak lapangan kerja menetapkan standar tinggi hanya untuk bergabung.

Sehingga harapan para pemuda tersebut untuk keluar dari zona malas mereka semakin berkurang.

Jadi, wajar saja jika sekarang cukup banyak orang menganggur karena memang mendapatkan uang saku dari orang tuanya.

Konflik internal setiap individu seperti ini semakin menular dengan mudahnya akses media sosial. Jadi sifat malas generasi muda tidak hanya dialami di kota besar saja, justru pedesaan sekarang mulai seperti ini.

Banyak orang mencari pembenaran atas tindakan mereka sebagai pengangguran dan tidak berguna melalui media sosial. Sehingga sekarang tidak mengherankan ketika jumlahnya menjadi semakin besar.

Halaman:

Advertisement