Contoh Teks Eksposisi untuk Menyampaikan Kritik Sosial Secara Singkat

Contoh Teks Eksposisi untuk Menyampaikan Kritik Sosial Secara Singkat – Teks eksposisi adalah contoh teks yang paling mudah.

Sebab, teks eksposisi ini bentuknya singkat, dan disertai dengan data yang valid serta pendapat yang mendukung data.

Bila kamu ingin mempelajari atau mencoba membuat teks eksposisi, kamu perlu membaca artikel di bawah ini. Terdapat informasi tentang contoh teks eksposisi untuk menyampaikan kritik sosial. Selamat menyimak!

Pengertian
Teks Eksposisi

https://cerita.wanitabaik.com/

Teks
eksposisi merupakan sebuah bentuk teks ataupun tulisan, yang memuat mengenai
informasi ataupun pengetahuan.

Secara
umum, teks eksposisi sendiri mempunyai tujuan untuk dapat memberikan penjelasan
ataupun uraian tentang suatu ide, pokok pikiran, pendapat, informasi, ataupun pengetahuan
kepada para pembaca tanpa adanya maksud untuk memengaruhi.

Hal
ini yang membuat tujuan dari teks eksposisi yaitu untuk memberitahukan
informasi ataupun pengetahuan berdasarkan fakta, yang sesuai dengan adanya sudut
pandangan tertentu.

Dalam
membuat sebuah teks eksposisi, seringkali ditujukan dalam membahas isu-isu yang
terdapat di masyarakat, seperti Covid-19, isu mengenai pendidikan, isu mengenai
ekonomi, dan juga sebagainya.

Dengan
ditulisnya sebuah teks eksposisi, maka pembaca akan bisa mempunyai sudut
pandang secara lebih luas di dalam menanggapi isu-isu yang hangat di tengah
masyarakat.

Selain itu, teks eksposisi pada dasarnya mempunyai bentuk seperti sebuah retorika, yang mana bisa digunakan dalam menjelaskan mengenai uraian ilmu pengetahuan, sekaligus untuk menjawab berbagai macam pertanyaan.

Oleh sebab itu, sebagian besar teks di dalam buku pelajaran ataupun ensiklopedia, pada konsepnya adalah bentuk pengembangan dari teks eksposisi.

Hal itu bisa dilihat pada teks lainnya, seperti berita, esai, prosedur, dan juga laporan.

Unsur-Unsur
Teks Eksposisi

1.
Memiliki Gagasan

Unsur
yang pertama dari sebuah teks eksposisi, yakni teks yang akan mengandung sebuah
gagasan.

Teks
eksposisi sendiri mempunyai berbagai gagasan, seperti penilaian, komentar, serta
saran dari penulis terkait pada suatu topik yang sedang dibahas.

Berbagai
gagasan di dalam teks eksposisi, bisa mengajak pembaca untuk dapat ikut dalam menanggapi
masalah yang sedang dibahas oleh penulis.

2.
Mengandung Fakta

Unsur kedua dari sebuah teks eksposisi, yaitu mengandung fakta yang sebenarnya.

Sebagai teks nonfiksi, maka akan menyajikan sebuah informasi hingga gagasan dengan sesuai fakta yang sungguh-sungguh terjadi.

Fakta
di dalam teks eksposisi seringkali berbentuk informasi, misalnya seperti waktu,
tanggal, tempat peristiwa, dan juga pernyataan yang bisa dibuktikan
kebenarannya.

Pada
akhirnya, fakta akan semakin membuat gagasan dari seorang penulis untuk menjadi
lebih kuat, sehingga bisa menguatkan keyakinan dari pembaca terhadap gagasan ataupun
masalah tertentu.

Ciri-Ciri
Teks Eksposisi

1.
Memberikan Informasi atau Pengetahuan

Seperti
yang telah dijelaskan pada sebelumnya jika teks eksposisi bukanlah sebuah teks
fiksi, namun berisikan mengenai teks nonfiksi.

Oleh
karena itu, teks eksposisi pada umumnya akan berisikan mengenai informasi ataupun
pengetahuan.

Informasi
yang diperoleh dari teks eksposisi, dapat menambahkan pada wawasan seseorang
(sebagai pembaca) serta menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari.

2.
Menggunakan Bahasa yang Baku

Dikarenakan
termasuk sebagai teks nonfiksi serta isinya berbentuk informasi ataupun
pengetahuan, maka penulisan dari teks eksposisi harus menggunakan bahasa yang
baku.

Dalam
hal ini, bahasa baku yang dimaksud, yakni seperti kata-kata yang sejalan dengan
KBBI, kalimat yang sejalan dengan PUEBI, dan lain sebagainya.

3.
Berisi tentang Sebuah Fakta

Teks
eksposisi berisikan mengenai sebuah fakta yang seringkali didukung dengan berbagai
data-data yang akurat, sehingga keasliannya pun dapat dipertanggungjawabkan.

Oleh
karena itu, ketika ingin menulis sebuah teks eksposisi yang baik, maka dibutuhkan
untuk mencari sumber-sumber data yang sangat akurat supaya tidak terjadi
kesalahan.

4.
Format Penulisannya Singkat, Jelas, dan Padat

Ciri
dari teks eksposisi yang selanjutnya yaitu format dari penulisannya yang singkat,
jelas, dan juga padat.

Dengan
bentuk format penulisan yang seperti itu, maka pembaca pun akan dengan mudah untuk
menerima informasi ataupun pengetahuan, yang terdapat di dalam teks eksposisi.

5.
Bersifat Objektif dan Tidak Memihak

Ciri-ciri
yang terakhir dari teks eksposisi, yaitu teks eksposisi harus memiliki sifat
objektif serta tidak memihak pada salah satu pihak ataupun beberapa kepentingan
saja.

Jadi,
untuk seorang penulis teks eksposisi harus dapat memastikan bila setiap menulis
teks eksposisi harus berdasarkan pada fakta.

Struktur
Teks Eksposisi

1.
Tesis

Bagian
ini merupakan bagian yang pertama, dan sekaligus sebagai pembuka dari sebuah teks
eksposisi.

Tesis
sendiri bisa dipahami sebagai bagian yang mempunyai fungsi, untuk dapat menyajikan
pengenalan isu, masalah, gagasan utama, hingga dalam pandangan penulis secara
umum, yang terkait dengan topik ataupun masalah yang sedang dibahas.

Tesis
juga dapat dikatakan juga sebagai bentuk pernyataan pendapat. Sebelum memulai dalam
menulis teks eksposisi, penulis harus menentukan pada tujuan dari teks
eksposisi dengan terlebih dahulu.

2.
Rangkaian Argumen

Bagian yang kedua dari struktur teks eksposisi yaitu pada rangkaian argumen.

Setelah tesis mengenalkan pada suatu isu ataupun masalah yang baru hangat dibahas oleh banyak orang, teks eksposisi akan dilanjutkan dengan membuat rangkaian argumen.

Rangkain
argumen ini bisa dipahami sebagai pendapat denga berbentuk alasan yang logis,
informasi sesuai dengan hasil temuan, fakta yang sedang terjadi, sampai dengan
pernyataan dari para ahli.

Jadi,
tidak heran apabila pada bagian ini, kamu akan bisa banyak menemukan pendapat
sebagai bagian penjelasan terhadap tesis yang telah dijelaskan sebelumnya.

3.
Penegasan Ulang

Bagian yang terakhir dari struktur teks eksposisi, yakni penegasan ulang.

Setelah penulis selesai menyampaikan isu ataupun masalah serta telah didukung dengan berbagai alasan ataupun pendapat yang sesuai fakta, berikutnya akan disajikan sebuah penutup atau simpulan.

Tujuan
dari penegasan ulang sendiri, yaitu untuk dapat memberikan penegasan terhadap sebuah
pendapat awal, sekaligus untuk menyajikan simpulan serta saran terhadap
keseluruhan dari masalah yang dibahas.

Jenis-Jenis
Teks Eksposisi

1.
Eksposisi Definisi

Teks
eksposisi definisi adalah teks eksposisi yang bertujuan dalam mengungkapkan
pengertian ataupun definisi dari suatu topik.

2.
Eksposisi Proses

Teks
eksposisi proses sebenarnya merupakan teks yang berisikan beberapa tahap ataupun
cara dalam menghasilkan sesuatu dari awal sampai akhir.

3.
Eksposisi Ilustrasi

Teks
eksposisi ilustrasi merupakan sebuah teks eksposisi yang memiliki tujuan dalam
memberikan gambaran secara lebih sederhana antara satu topik dengan topik yang
lain.

Teks
jenis ini seringkali akan menjelaskan kesamaan ataupun kemiripan sifat dari
suatu topik yang sedang dibahas.

4.
Eksposisi Pertentangan

Teks
eksposisi pertentangan bisa dapat dipahami sebagai bentuk teks yang berisikan
beberapa hal pertentangan, dari hal yang satu dengan hal yang lainnya.

5.
Eksposisi Laporan

Teks
eksposisi laporan adalah bentuk teks eksposisi yang mempunyai tujuan untuk dapat
menyajikan suatu laporan dari sebuah peristiwa ataupun pada objek tertentu.

6.
Eksposisi Perbandingan

Teks
eksposisi perbandingan merupakan sebuah teks yang berisikan ide serta gagasan
utama untuk dapat dibandingkan antara hal yang satu dan dengan hal yang lain.

Cara
Membuat Teks Eksposisi

1.
Tentukan Tema

Pertama, kamu harus menentukan tema saat ingin membuat sebuah teks eksposisi.

Dengan adanya tema, maka arah dari tulisan akan menjadi dengan lebih jelas, sehingga tulisan pesan dari teks eksposisi dapat dibaca serta disimak secara baik oleh pembaca.

2.
Kumpulkan Sumber Untuk Bahan Tulisan

Kedua,
kumpulkan sumber yang dapat berasal dari sebuah buku ataupun artikel yang dapat
dijumpai di internet.

Akan
menjadi lebih bagus lagi, terlebih lagi bila dalam menulis sebuah teks
eksposisi diberikan sumber yang berupa data terbaru dari suatu peristiwa,
seperti keberadaan virus covid-19.

Dengan
adanya sebuah sumber, maka tulisan eksposisi akan bisa membuat para pembaca
mengetahui lebih banyak mengenai sebuah informasi.

3.
Buat Kerangka Tulisan

Setelah
menentukan tema serta mengumpulkan berbagai sumber, maka langkah yang selanjutnya
yaitu membuat sebuah kerangka tulisan.

Dengan
adanya kerangka tulisan, maka kamu akan dapat mengetahui hal-hal apa saja yang
perlu untuk ditulis di dalam teks eksposisi.

4.
Kembangkan Kerangka Tulisan

Terakhir,
kerangka tulisan yang sudah dibuat, kemudian akan dikembangkan kembali supaya
tulisan dari teks eksposisi mempunyai banyak informasi.

Selain itu, dengan adanya pengembangan ini, teks eksposisi akan menjadi lebih terstruktur, sehingga pada saat membacanya tidak menjadi bingung.

Contoh
Teks Eksposisi untuk Menyampaikan Kritik Sosial

1.
Contoh Teks Eksposisi Mengenai Hutan

Nasib
Hutan Indonesia Semakin Suram

Tesis:

Bila
Pemerintah tidak cepat untuk bertindak dalam waktu sepuluh tahun mendatang,
hutan di Sumatra akan musnah. Hilangnya hutan Sumatra akan diikuti juga oleh
musnahnya hutan di Kalimantan.

Rangkaian
Argumen:

Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda untuk perbaikan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kecenderungannya justru kian memburuk. Kebakaran hutan masih saja terus terjadi, hingga penebangan liar yang kian meningkat.

Diperburuk lagi dengan adanya rencana pembukaan lahan hutan lindung untuk pertambangan. Keadaan tersebut jelas akan menambah suramnya nasib hutan.

Keterpurukan pada sektor kehutanan, bersumber dari sistem pengelolaan yang telah didominasi oleh pemerintah pusat serta mengesampingkan keberadaan dari masyarakat lokal.

Adanya konflik-konflik semacam konflik dengan antar masyarakat lokal, masyarakat lokal dengan perusahaan, ataupun antara masyarakat lokal dengan pemerintah, kian memperburuk kondisi dari kehutanan di Indonesia.

Selain itu, lemahnya penegakan hukum juga menyebabkan semakin parahnya kerusakan pada hutan. Kerusakan hutan sudah mencapai kurang lebih sekitar dua juta hektar per tahunnya.

Hal ini berarti setiap menitnya, Indonesia telah kehilangan hutan dengan seluas tiga hektar atau sama saja dengan enam kali luas dari lapangan sepak bola.

Namun, kenyataan di lapangan justru terlihat sebaliknya. Beberapa hal justru semakin mempercepat laju dari kerusakan hutan di Indonesia, yang hampir dua kali lipat.

Penyebabnya, antara lain, terdapat tekanan masyarakat akibat sebuah krisis ekonomi. Kondisi yang demikian mengakibatkan merajalelanya tindakan penebangan liar.

Sebelum itu, kondisi hutan di Indonesia benar-benar sangat memprihatinkan. Dalam kurun waktu selama lima puluh tahun, hutan alam di Indonesia telah mengalami penurunan dengan luas sebesar 64 juta hektare.

Pembukaan hutan alam di wilayah dataran rendah, di Sulawesi, sudah memusnahkan beragam keanekaragaman hayati. Berjuta-juta spesies flora serta fauna telah musnah dengan percuma.

Pembukaan lahan dengan cara melakukan membakar hutan, kian menambah masalah kerusakan pada hutan. Munculnya El Nino juga semakin memperburuk kondisi dari hutan.

Selama bulan Januari hingga Oktober, 45% dari keseluruhan dari titik kebakaran terkonsentrasi di kawasan Provinsi Riau. Kemudian, pada bulan Oktober telah terjadi kenaikan pada jumlah titik kebakaran yang cukup signifikan di kawasan Provinsi Riau, Sumatra Barat, serta Jambi.

Di Pulau Sumatra berdasarkan pada titik kebakaran terjadi di hutan rawa gambut yakni sebanyak 49%, alang-alang sebanyak 13%, hutan dataran rendah sebanyak 10%, permukiman ataupun pertanian masyarakat sebanyak 10%, perkebunan sebanyak 8%, serta sisanya rawa (non gambut).

Kebakaran hutan juga memberikan kerugian yang tidak sedikit. Tahun 1997 diperkirakan kerugiannya dapat mencapai $3 hingga $4,4 miliar atau sekitar Rp2 hingga 4 triliun.

Penegasan
Ulang:

Rupanya
kedua masalah itu juga belum cukup. Pemerintah semakin menambah masalah lagi
dengan adanya rencana pembukaan kawasan hutan lindung, untuk dijadikan areal
pertambangan. Kebijakan tersebut jelas kian menyempurnakan derita dari hutan di
Indonesia.

2.
Contoh Teks Eksposisi Mengenai Bencana Lingkungan

Pembangunan
Serta Bencana Lingkungan

Tesis:

Bumi masa ini sedang menghadapi beragam masalah lingkungan yang cukup serius. Enam dari masalah lingkungan utama tersebut seperti ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan serta hewan, kerusakan habitat alam, hingga peningkatan polusi serta kemiskinan.

Dari adanya hal tersebut, bisa dibayangkan betapa besar bentuk kerusakan alam yang telah terjadi sebab jumlah populasi yang sangat besar, konsumsi pada sumber daya alam serta polusi yang meningkat, sedangkan untuk teknologi saat ini belum bisa menyelesaikan segala permasalahan tersebut.

Rangkaian
Argumen:

Para ahli telah menyimpulkan bila masalah tersebut disebabkan dengan adanya praktik pembangunan yang tidak pernah memperhatikan kelestarian alam, atau dinamakan sebagai pembangunan yang tidak berkelanjutan.

Seharusnya, konsep dari pembangunan yaitu demi memenuhi kebutuhan manusia sekarang ini, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pada generasi mendatang dalam upaya memenuhi kebutuhannya.

Penerapan konsep pembangunan yang berkelanjutan pada sekarang ini, ternyata masih jauh dari harapan. Kesulitan dalam penerapannya terutama terjadi pada negara berkembang, salah satunya yaitu Indonesia.

Sebagai contoh, setiap tahunnya di Negara Indonesia diperkirakan telah terjadi penebangan hutan yang seluas 3.180.243 ha (atau seluas 50 kali dari luas kota Jakarta).

Hal ini juga diikuti dengan punahnya beragam flora serta fauna langka. Kenyataan ini pun sangat jelas menggambarkan proses kehancuran alam yang terjadi sekarang ini, yang diikuti juga dengan bencana bagi manusia.

Pada tahun 2005 sampai dengan 2006, tercatat sudah terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, serta 13 bencana tsunami.

Bencana longsor serta banjir tersebut, diakibatkan oleh perusakan hutan serta pembangunan yang mengabaikan pada kondisi alam.

Bencana alam lainnya yang menimbulkan jumlah korban banyak sekali terjadi, sebab adanya praktik pembangunan yang telah dilakukan tanpa memperhatikan pada potensi bencana.

Misalnya, banjir yang sudah terjadi di Jakarta pada bulan Februari 2007, bisa dipahami sebagai dampak atas pembangunan kota yang mengabaikan bentuk pelestarian lingkungan.

Menurut tim ahli dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama dari banjir di Jakarta yaitu pembangunan kota yang mengabaikan pada fungsi daerah resapan air dan juga tampungan air.

Hal ini kian diperparah dengan adanya saluran drainase kota yang ternyata tidak terencana serta tidak terawat, dan tumpukan sampah hingga limbah di sungai. Akhirnya, debit dari air hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya bencana banjir yang kian tidak terelakkan.

Penegasan
Ulang:

Masalah lingkungan di atas adalah masalah serius yang memang harus segera diatasi.

Walaupun tidak mungkin untuk mengatasi keenam masalah utama dari lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari berbagai solusi untuk dapat mencegah bertambah buruknya kondisi dari bumi.

Pelajar

Itu tadi pembahasan mengenai contoh teks eksposisi untuk menyampaikan kritik sosial.

Semoga artikel di atas dapat membantu kamu dalam memahami lebih detail mengenai teks eksposisi yang disertai contohnya.

Kamu
bisa juga berlatih untuk membuat teks eksposisi, sebab bentuk dari teks
eksposisi ini cukup mudah untuk dipahami. Kamu pun bisa berpendapat dengan
menuangkan data pada hasil tulisanmu.

Demikian pembahasan mengenai contoh teks eksposisi untuk menyampaikan kritik sosial. Kamu dapat membaca artikel lainnya tentang contoh teks atau kebahasaan pada kolom yang tersedia di Mamikos.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta