7 Contoh Teks Negosiasi Penawaran Barang secara Singkat dan Strukturnya
Bagaimana contoh teks negosiasi penawaran barang antara penjual dan pembeli yang baik dan benar? Temukan jawabannya hanya di artikel ini.
Ketika diminta untuk membuat contoh teks negosiasi penawaran barang beserta strukturnya, seharusnya kamu tidak perlu kebingungan lagi setelah membaca habis artikel di bawah ini.
Salah satu fungsi negosiasi adalah supaya penawaran yang diajukan saling diterima oleh kedua belah pihak. Biasanya dilakukan oleh kedua perusahaan yang ingin melakukan jual beli.
Atau contoh lainnya kegiatan tawar-menawar antara pedagang dan pembeli di toko. Banyak sekali contoh negosiasi di kehidupan sehari-hari. Untuk menambah wawasan kamu, simak selebihnya berikut! 📖✍️
Daftar Isi
- Contoh Teks Negosiasi Penawaran Barang yang Tepat
- 1. Teks Negosiasi Dialog dan Narasi
- 2. Teks Negosiasi Jual Beli beserta Strukturnya
- 3. Contoh Teks Negosiasi Penawaran Barang Singkat
- 4. Teks Negosiasi Pembelian Sepatu
- 5. Contoh Teks Negosiasi Penawaran Barang di Pasar
- 6. Contoh Teks Jual Beli Motor
- 7. Contoh Teks Negosiasi Penawaran Laptop Bekas
- Pengertian Teks Negosiasi
- Ciri-ciri Teks Negosiasi
- Jenis-jenis Teks NegosiasiÂ
- Struktur Teks Negosiasi Lengkap
- Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi
- Penutup
Contoh Teks Negosiasi Penawaran Barang yang Tepat

Apabila kamu membutuhkan beberapa contoh teks negosiasi penawaran yang benar, maka kamu sudah datang ke tempat yang tepat. Berikut telah dikumpulkan beberapa contoh singkat dan lengkap:
1. Teks Negosiasi Dialog dan Narasi
Nia ingin membeli baju baru untuk hadiah ulang tahun ibunya. Ia pun mengunjungi sebuah toko pakaian di pasar.
Nia: “Permisi Kak, apakah di sini menjual baju gamis ukuran L?”
Penjual: “Iya Dik. Kami punya beberapa pilihan, silakan mau yang mana.”
Nia: “Kalau yang harganya terjangkau, kira-kira yang mana?”
Penjual: “Untuk gamis warna zamrud ini harganya Rp150 ribu saja.”
Nia: “Ada lagi selain itu, Kak?”Â
Penjual: “Gamis biru dengan tali ini Rp200, tetapi bisa kurang.”
Nia: “Boleh liat gamis merah yang digantung tidak Kak? Kalau boleh tahu harganya berapa?”
Penjual: “Harganya Rp250 ribu. Bahannya adem dan tidak menerawang.”
Nia: “Boleh lebih murah lagi tidak harganya?”
Penjual: “Gamis ini emang paling laris di sini. Kualitasnya benar-benar bagus. Memang, mau harga berapa Dik?”
Nia: “Bagaimana jika Rp200.000?”
Penjual: “Wah, belum bisa Dik.”
Nia: “Ya sudah, kalau Rp220 bagaimana?”
Penjual: “Masih belum boleh Dik. Tambah lagi Rp10 ribu, itu harga yang paling murah. Jadi Rp230 ribu saja.”
Nia: “Baiklah kalau sudah tidak bisa turun lagi. Saya beli gamisnya.”
Penjual: “Baik, saya bungkus dulu bajunya.”
Setelah penjual memberikan gamis tersebut kepada Nia, ia pun langsung membayarnya dan membawa pulang hadiah untuk ibunya.
2. Teks Negosiasi Jual Beli beserta Strukturnya
Orientasi
Penjual: “Selamat datang, ada yang bisa saya bantu Kak?”
Permintaan
Pembeli: “Iya Pak, saya sedang mencari meja belajar lipat. Apakah ada?”
Pemenuhan
Penjual: “Tentu saja ada. Ada yang terbuat dari plastik, kayu dan aluminium. Mau yang mana?”
Penawaran
Pembeli: “Saya tertarik dengan meja lipat aluminium, berapa harganya?”
Penjual: “Rp50 ribu, karena bahannya kokoh dan awet tahan lama.”
Pembeli: “Boleh kurang jadi Rp30 ribu?”
Penjual: “Maaf Kak, terlalu besar potongannya. Bagaimana kalau Rp45 ribu? Itu saja untung saya sudah tipis.”Â
Pembeli: “Ya sudah, bagaimana kalau turun sedikit menjadi Rp40 ribu?”
Penjual: “Wah, tetap tidak bisa. Saya hanya bisa memberikan harga paling murah Rp45 ribu.”
Persetujuan
Pembeli: “Oke pak, saya terima tawarannya.”
Penjual: “Ya, terima kasih atas pembeliannya.”
3. Contoh Teks Negosiasi Penawaran Barang Singkat
Anita melihat tas yang indah terpampang di suatu toko. Ia pun mendatangi toko tersebut dan berniat untuk membelinya. Terjadilah tawar-menawar harga antara penjual tas dan Anita.
Penjual: “Selamat datang di Serba-Serbi Tas, mau beli apa Kak?”
Anita: “Tadi saya melihat tas itu dari jauh, boleh saya lihat?”
Penjual: “Baik, tunggu sebentar.”
Penjual pun menurunkan tas incaran Anita dari etalase dan meletakkannya di atas meja. Keduanya berlanjut melakukan tawar-menawar.
Penjual: “Silakan dicek dulu bahannya.”
Anita: “Wah, bagus. Kira-kira berapa harganya?”
Penjual: “Rp500.000.”
Anita: “Mahal sekali, Rp300.000 boleh tidak?”
Penjual: “Wah, tidak boleh. Saya bisa rugi Kak.”
Anita: “Lalu, boleh kurang berapa?”
Penjual: “Rp450.000 bagaimana? Ini tas impor, loh.”
Anita: “Boleh, Pak. Saya ambil tas ini.”
Penjual: “Mau warna lain?”Â
Anita: “Tidak, putih saja bagus.”
Penjual: “Baiklah, ini tasnya. Terima kasih, Kak.”
Anita: “Sama-sama.”
4. Teks Negosiasi Pembelian Sepatu
Orientasi
Pembeli: “Selamat pagi, Pak.”
Penjual: “Selamat pagi, ada yang mau dibeli?”
Permintaan
Pembeli: “Iya Pak, apakah ada sepatu untuk futsal?”
Pemenuhan
Penjual: “Ada. Silakan lihat-lihat sendiri di rak belakang sana.”
Pembeli: “Berapa harga sepatu futsal yang ini, Pak?”
Penjual: “Itu Rp200 ribu, harga paling murah dibandingkan toko lain.”
Penawaran
Pembeli: “Rp150 ribu ya Pak, boleh tidak?”
Penjual: “Belum bisa, Kak. Itu stok terakhir, kemarin sudah diburu orang.”
Pembeli: “Bagaimana jika saya tambah Rp10 ribu? Sehingga menjadi Rp160 ribu?”
Penjual: “Naikkan sedikit lagi Kak.”
Persetujuan
Pembeli: “Rp170 ribu?”
Penjual: “Kalau mau Rp180 ribu saya lepas.”
Pembeli: “Ya sudah pak, berhubung tidak bisa ditawar lagi.”
Penjual: “Baiklah. Ada yang mau dibeli lagi Kak?”
Pembeli: “Itu saja Pak. Tolong dimasukkan kardus ya.”Â
Penutup
Penjual: “Ya, ini dia barangnya. Terima kasih.”
Pembeli: “Terima kasih kembali Pak.”
Halaman:



