Advertisement
Source : davidadinugroho.files.wordpress.com

11 Contoh Tembang Macapat Lan Paugerane yang Baik dan Benar

Pada artikel ini akan dijelaskan tentang paugeran apa saja yang ada di dalam tembang macapat. Jadi simak artikel ini baik-baik, ya!

1 Desember 2025 Zuly Kristanto

Tembang macapat merupakan salah satu genre sastra Jawa baru yang penulisan atau penciptaannya terikat dengan aturan-aturan tertentu.

Nah, aturan inilah yang dinamakan paugeran. Di dalam penciptaan tembang macapat ada tiga jenis paugeran yang tidak boleh dilanggar.

Sebab, apabila sampai dilanggar tembang yang dibuat tidak bisa disebut sebagai tembang macapat. Yuk, simak ulasan lengkap mengenai contoh tembang macapat lan paugerane berikut! 📖😊✨

Tiga Paugeran Tembang Macapat

11 Contoh Tembang Macapat Lan paugerane yang Baik dan Benar
davidadinugroho.files.wordpress.com
15 Contoh Tembang Macapat Maskumambang Bahasa Jawa beserta Artinya

Berikut ini tiga paugeran tembang macapat:

  • Guru gatra, yaitu jumlah jumlah baris dalam satu bait tembang macapat.
  • Guru lagu, yaitu jatuhnya suara terakhir pada setiap baris tembang macapat
  • Guru wilangan, yaitu jumlah suku kata dalam satu baris tembang macapat

Selain paugeran yang terdiri dari guru gatra, guru lagu, dan guru wilanga, pada tembang macapat ada dua istilah lain, yakni cakepan dan titi laras.

Cakepan dapat dimaknai dengan isi atau lirik lagu. Sementara, titi laras adalah not yang dipakai untuk iringan tembang macapat. Ada dua jenis titi laras yakni laras pelog dan laras slendro.

Tentang berapa jumlah pasti dari tembang macapat hingga kini masih menjadi perdebatan para ahli dan pemerhati sastra Jawa. Namun, sejauh ini yang umum diketahui khlayak ramai.

Jumlah tembang macapat adalah 11 macam dan masing-masing macam dari tembang macapat ini memiliki paugeran yang berbeda-beda.

19 Contoh Tembang Kinanthi Tema Pendidikan dan Lingkungan Sekolah beserta Artinya

Fungsi Paugeran dalam Tembang Macapat

Paugeran dalam tembang macapat bukan sekadar aturan teknis, tetapi menjadi fondasi utama yang menentukan keindahan dan keabsahan sebuah tembang.

Tanpa mengikuti guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu dengan benar, sebuah karya tidak dapat disebut sebagai tembang macapat. Paugeran berfungsi menjaga keteraturan irama, kejelasan bunyi, serta keharmonisan antara lirik dan nada agar tembang nyaman didengar dan mudah dihafalkan.

11 Macam-macam Tembang Macapat Bahasa Jawa dan Penjelasannya

Peran Cakepan dan Titi Laras dalam Tembang Macapat

Selain paugeran utama, cakepan dan titi laras memiliki peran penting dalam menyempurnakan tembang macapat. Cakepan menentukan isi pesan, nilai moral, nasihat, atau cerita yang ingin disampaikan melalui tembang.

Sementara itu, titi laras berfungsi mengatur tinggi rendahnya nada agar selaras dengan suasana isi tembang. Penggunaan laras pelog biasanya memberi kesan sakral, sedangkan laras slendro cenderung terasa lebih ringan dan mengalir.

Keunikan 11 Jenis Tembang Macapat

Sebelas jenis tembang macapat seperti Maskumambang, Mijil, Sinom, Kinanthi, Asmaradana, Gambuh, Dhandhanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, dan Pocung memiliki ciri khas watak dan fungsi masing-masing.

Ada yang digunakan untuk menggambarkan fase kehidupan manusia, ada pula yang berfungsi sebagai sarana nasihat, pendidikan, hingga refleksi kehidupan. Inilah yang membuat tembang macapat tidak hanya bernilai seni, tetapi juga kaya makna filosofis.

11 Macam Tembang Macapat beserta Paugeran dan Artinya

Berikut ini ada 11 contoh tembang macapat lan paugerane.

1. Tembang Maskumambang

Maskumambang merupakan tembang dengan watak sengsara, kesedihan, dan nestapa. Secara filosofi, maskumambang memberikan gambaran keadaan manusia ketika berada di dalam kandungan ibunya.

Contoh

Nadyan silih bapa biyung kaki nini

sadulur myang sanak

kalamun muruk tan becik

nora pantes yen den nuta

Paugeran Tembang Maskumambang

Tembang maskumambang memiliki paugeran sebagai berikut.

Guru Gatra

Jumlah gatra dalam tembang maskumbang adalah empat

Guru Lagu

Gatra 1 = i

Gatra 2 = a

Gatra 3 = i

Gatra 4:  = a

Guru Wilangan

Gatra 1 =  12 kata

Gatra 2 = 6 kata

Gatra 3 = 8 kata

Gatra 4 = 8 kata

2. Tembang Mijil

Mijil adalah tembang yang menempati urutan kedua dari kesebelas tembang macapat.

Tembang mijil memiliki watak sedih, tertarik (cinta) dan benar-benar tergila serta rasa perihatin.

Mijil memberikan gambaran tentang peristiwa kelahiran bayi manusia.

Apabila dilihat dari arti mijil sendiri dalam kamus bahasa Jawa memiliki persamaan makna dengan kata mbrojol dan mencolot yang artinya muncul/keluar.

Contoh

Poma kaki padha dipun eling

ing pituturingong

sira uga satriya arane

Kudu anteng jatmika ing budi

Luruh sarta wasis

samubarang tanduk

Paugeran Tembang Mijil

Tembang mijil memiliki paugeran sebagai berikut.

Guru Gatra

Tembang mijil memiliki jumlah gatra sebanyak enam

Guru Lagu

Gatra 1 = i

Gatra 2 = o

Gatra 3 = e

Gatra 4 = i

Gatra 5 = i

Gatra 6 = o

Guru Wilangan

Gatra 1 = 10 kata

Gatra 2 = 6 kata

Gatra 3 = 10 kata

Gatra 4 = 10 kata

Gatra 5 = 6 kata

Gatra 6 = 6 kata

Halaman:

Advertisement