Advertisement
Source : tirto.id

15 Contoh Tembang Macapat Maskumambang Bahasa Jawa beserta Artinya

Pada artikel ini, Mamikos akan membahas mengenai tembang maskumambang sampai tuntas. Jadi simaklah dengan cermat, ya!

4 Desember 2025 Zuly Kristanto

Di dalam susunan tembang macapat, tembang maskumambang menempati urutan yang pertama.

Tembang maskumambang yang memiliki watak kecemasan, ketidakberdayaan, dan kesusahan merupakan gambaran kehidupan manusia saat menjalani kehidupan selama 9 bulan di dalam kandungan ibunya.

Yuk, simak ulasan selengkapnya mengenai contoh tembang macapat maskumambang bahasa Jawa di bawah ini! 📖📚

Pengertian Tembang Maskumambang

Contoh Tembang Macapat Maskumambang Bahasa Jawa beserta Artinya
tirto.id
11 Macam-macam Tembang Macapat Bahasa Jawa dan Penjelasannya

Tembang Maskumambang tersusun dari dua kata yakni kata ‘mas‘ dan kata ‘kumambang’. Kata ‘mas’ atau ’emas’ memiliki makna berharga.

Sementara kata ‘kumambang‘ memiliki makna mengambang, yang dimaksud dengan mengambang di sini adalah gambaran dari janin yang berada di dalam rahim seorang ibu.

Janin ini masih memiliki keterikatan yang sangat erat sekaligus sangat bergantung pada ibu terkait makanan, minuman, dan perlindungan.

Ada pula yang memberikan tafsiran bahwa kata ‘mas’ dalam kata maskumambang merupakan  keadaan janin dimana belum diketahui jenis kelaminnya apakah laki-laki atau perempuan.

Jika kemudian dimaknai secara menyeluruh, tembang Maskumambang ini mengerucut pada sesuatu yang sangat berharga, yakni berupa janin yang masih hidup di dalam kandungan ibunya.

Sehingga, meskipun secara fisik belum menjadi bayi, namun keberadaan janin tetaplah suatu anugerah yang luar biasa dari Sang Pencipta.

9 Contoh Tembang Macapat Mijil Bahasa Jawa beserta Artinya

Selain itu, dalam sejumlah referensi lain dikatakan bahwa Maskumambang berasal dari kata ‘mas’ dari kata ‘premas’.

Kata premas adalah sebutan punggawa dalam upacara Shaministis. Tugas dari punggawa ini adalah mengucap mantra yang isinya tetembangan (ambang) yang disertai dengan sajian berupa bunga-bunga.

Di dalam sebuah dokumen kuno yang kemudian dikenal dengan serat Purwakara, Maskumambang memiliki arti Ulam Toya. Ulam Toya memiliki arti ikan air tawar.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan dalam beberapa lukisan, tembang Maskumambang dilukiskan dengan wujud ikan air tawar.

Seperti tembang macapat lainnya, penciptaan tembang maskumambang terikat dengan 3 aturan baku atau yang juga disebut dengan paugeran, yakni guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan.

11 Contoh Tembang Macapat Bahasa Jawa beserta Artinya Lengkap

Sejarah Tembang Maskumambang

Hingga kini belum diketahui secara pasti tentang kapan tembang maskumambang diciptakan untuk pertama kalinya.

Tetapi apabila ditilik dari kedudukannya sebagai bagian dari tembang macapat. Bisa dibayangkan bahwa tembang maskumbang telah berusia hampir lebih dari 4 abad.

Tembang macapat merupakan jenis sastra Jawa baru yang kelahirannya ditandai dengan mulai surutnya pengaruh majapahit di atas tanah Jawa, dan mulai menguatnya pengaruh islam di pesisir utara Jawa, khususnya di daerah Demak.

Salah satu dokumen tertua yang memuat atau berisikan informasi tembang macapat adalah serat subrata yang berangka tahun 1540 M.

Setelah dipopulerkan oleh para wali yang menyebarkan agama islam di tanah Jawa.

Tembang Macapat yang di dalamnya termasuk tembang maskumambang mencapai masa keemasan seiring dengan berdirinya kerajaan-kerajaan islam di tanah Jawa.

Di masa ini tembang merupakan sarana yang dianggap sangat ampuh untuk berbagai kebutuhan hidup.

Selain digunakan untuk menyampaikan pengetahuan tentang berbagai hal mulai dari kebutuhan hidup sehari-hari hingga tata pemerintahan, tembang juga digunakan untuk memberi wasiat orang tua kepada anaknya.

Tak hanya berhenti sampai di sini. Tembang juga digunakan sarana untuk menciptakan mantra-mantra atau doa-doa perlindungan dan tolak bala kepada Tuhan.

Meski demikian, tembang tetap dijadikan sebagai hiburan bagi orang Jawa di kala itu.

Uniknya dalam hiburan yang diwujudkan dalam bentuk tembang ini, yang dapat dijangkau tembang bukan menghilangkan kesedihan semata.

Melainkan juga berisikan nasehat yang dapat difungsikan sebagai pengingat diri dan penumbuh semangat ketika orang merasa terpuruk dan berputus asa.

Halaman:

Advertisement