100+ Contoh Tembung Andhahan Bahasa Jawa Berbagai Jenisnya Lengkap beserta Penjelasannya
Jika kamu sedang mencari contoh tembung andhahan dalam bahasa Jawa, maka pada artikel ini kamu dapat menemukan contoh lengkap dengan penjelasannya.
Seselan
Pengertian dari seselan yaitu imbuhan pada tembung lingga yang letaknya berada di tengah kata atau yang di dalam bahasa Indonesia sama dengan sisipan. Jenis seselan dalam bahasa jawa yaitu, in, um, er, dan el.
Contoh Tembung Andhahan dengan Seselan
- Um + gantung akan berubah menjadi gumantung
- Um + ayu akan berubah menjadi kumayu
- In + tangis akan berubah menjadi tinangis
- In + serat akan berubah menjadi sinerat
- El + dewer akan berubah menjadi delewer
- El + beber akan berubah menjadi beleber
- Er + cuwil akan berubah menjadi ceruwil
- Er  + titis akan berubah menjadi teritis
Panambang atau akhiran
Pengertian dari panambang merupakan imbuhan di dalam bahasa Jawa yang letaknya berada di belakang tembung lingga. Apabila di dalam bahasa Indonesia mirip dengan akhiran.
Contoh Tembung Andhahan dengan Panambang
- Kobong + an akan berubah menjadi kobongan
- Gawa + an akan berubah menjadi gawan (bukan menjadi gawaan)
- Tuku +Â an akan berubah menjadi tukon (bukan menjadi tukuan)
- Lali + an akan berubah menjadi lalen (bukan menjadi lalian)
- Sore + an akan berubah menjadi soren (bukan menjadi sorean)
- Paro + an akan berubah menjadi paron (bukan menjadi paroan)
- Jawil + i akan berubah menjadi jawili
- Kandha +Â i akan berubah menjadi kandhani (bukan menjadi kandhai)
- Nesu +Â i akan berubah menjadi nesoni (bukan menjadi nesoii)
- Bali +Â i akan berubah menjadi baleni (bukan menjadi balii)
- Ombe +Â i akan berubah menjadi ombeni (bukan menjadi ombei)
- Tangan + e akan berubah menjadi tangane
- Bodho +Â i akan berubah menjadi bodhoni (bukan menjadi bodhoi)
- Tulis + ake akan berubah menjadi tulisake
- Tata + ake akan berubah menjadi tatakake (bukan menjadi tataake)
- Turu + ake akan berubah menjadi turokke (bukan menjadi turuake)
- Bali + ake akan berubah menjadi balikake (bukan menjadi baliake)
- Suwe + ake akan berubah menjadi suwekake (suweake)
- Jodho + ake akan berubah menjadi jodhokake (jodhoake)
- Dudut + a akan berubah menjadi bukan menjadita
- Dudut + na akan berubah menjadi bukan menjaditna
- Dudut + ana akan berubah menjadi bukan menjaditana
- Dudut + en akan berubah menjadi bukan menjaditen
- Omah +Â ku akan berubah menjadi omahku
- Omah + mu akan berubah menjadi omahmu
- Omah + e akan berubah menjadi omahe
- Mata + e akan berubah menjadi matane (bukan menjadi matae)
- Sapi + e akan berubah menjadi sapine (bukan menjadi sapie)
- Kebo + e akan berubah menjadi kebone (bukan menjadi keboe)
- Buku + e akan berubah menjadi bukune (bukan menjadi bukue)
- Bapak + ne bukan akan berubah menjadi bapakne tetapi akan berubah menjadi bapake
- Dijaluk +Â ne akan berubah menjadi dijalukne tetapi akan berubah menjadi dijalukake
- Swara + ing akan berubah menjadi swaraningÂ
- Aran + ing akan berubah menjadi araningÂ
- Tutup + an akan berubah menjadi tutupan (bukan menjadi tutupan dengan penambahan huruf ganda yang keliru)
- Golek + an akan berubah menjadi golekan (bukan menjadi golekaan)
- Sapu + i akan berubah menjadi saponi (bukan menjadi sapui atau sapoi)
- Waca + ake akan berubah menjadi wacakake (bukan menjadi wacaake)
- Anak + e akan berubah menjadi anake (bukan menjadi anake tanpa penyesuaian bunyi)
Penutup
Demikian penjelasan dan contoh tembung andhahan. Semoga artikel singkat ini menambah wawasan kamu tentang terbentuknya tembung andhahan.
Halaman:
