Mengenal Fungsi dan Struktur Jaringan Penyokong pada Tumbuhan beserta Penjelasannya

Mengenal Fungsi dan Struktur Jaringan Penyokong pada Tumbuhan beserta Penjelasannya – Bila diteliti dengan begitu dalam, setiap makhluk hidup yang ada di dunia memiliki susunan atau struktur yang kompleks.

Hal tersebut juga berlaku pada tumbuhan. Dalam tubuh tumbuhan terdapat sebuah jaringan bernama jaringan penyokong yang amat penting fungsinya untuk kehidupan tanaman.

Cari tahu fungsi dan struktur jaringan penyokong pada tumbuhan dengan membaca artikel ini hingga tuntas!

Yuk, Baca Fungsi dan Struktur Jaringan Penyokong pada Tumbuhan 

https://slideplayer.info/slide/2931670/

Jaringan pada tumbuhan terbagi 2, yaitu jaringan meristem atau embrional dan jaringan dewasa.

Jaringan meristem atau embrional merupakan jaringan yang mengalami perubahan untuk menjadi jaringan dewasa atau permanen. Jaringan penyokong merupakan salah satu dari jaringan permanen.

Jaringan Penyokong 

Jaringan penyokong merupakan jaringan pada tumbuhan yang tugasnya adalah menyokong, mendukung, atau menunjang bentuk tubuh dari tumbuhan.

Tumbuhan tingkat tinggi tidak selalu mendapatkan air untuk bertahan hidup namun tetap tegak berdiri karena kehadiran dari jaringan penyokong.

Hal tersebut juga berlaku bagi tumbuhan kecil saat kekurangan air dan terpaan angin begitu kuat, jaringan penyokong mendukungnya sehingga tetap berdiri.

Jaringan penyokong atau jaringan mekanik tidak dapat ditemukan pada tumbuhan tingkat rendah. Namun, terdapat tekanan dinding sel atau turgor yang mampu menguatkannya.

Jaringan penyokong dapat ditandai dengan ciri-ciri khasnya. Diantaranya adalah terbentuk dari sel yang masih hidup, memiliki dinding kuat dan tebal, dan telah mengalami perubahan atau diferensiasi spesialisasi.

Fungsi Jaringan Penyokong

Selain memberikan bentuk tubuh tumbuhan, fungsi dari jaringan penyokong ternyata bukan hanya itu. Berikut ini detail fungsi dari jaringan penyokong yang perlu kamu tahu:

  • Sebagai pelindung jaringan pengangkut
  • Sebagai pelindung biji yang masih dalam bentuk embrio
  • Membantu menegakkan batang dan memperkuat daun
  • Membantu memperkuat jaringan parenkim yang menyimpan udara
  • Melindungi seluruh bagian tubuh tumbuhan dari kerusakan yang bersifat mekanis
  • Itulah fungsi lebih mendetail dari jaringan penyokong pada tubuh tumbuhan. Informasi tersebut hanya setengah dari fungsi dan struktur jaringan penyokong pada tumbuhan.

Bagaimana dengan struktur jaringan penyokong pada tumbuhan? Lanjut baca, ya!

Struktur Jaringan Penyokong

Struktur jaringan penyokong terdiri dari 2 macam, yaitu jaringan kolenkim dan sklerenkim. Masing-masingnya memiliki struktur dan ciri-ciri yang berbeda. Berikut ini penjelasannya:

1. Kolenkim

https://slideplayer.info/slide/2931670/

Jaringan kolenkim merupakan jaringan penguat pada tumbuhan yang masih muda dan juga pada tumbuhan herba. 

Jaringan ini dapat terdapat pada bagian tubuh tumbuhan yang masih melakukan perpanjangan atau pertumbuhan yang mengalami penebalan dinding tak teratur.

Penebalan ini tepatnya terjadi pada sudut sel yang mengandung selulosa tebal. Jaringan kolenkim dilengkapi dinding yang lentur, lunak, dan mengandung banyak lignin. Selnya berisikan kloroplas dan zat tanin.

Dapat dengan mudah ditemukan pada daun, batang, akar yang terlihat dan terkena sinar matahari, dan bunga serta buah.

Ciri-ciri jaringan kolenkim

Berikut ini ciri-ciri dari jaringan kolenkim:

  1. Selnya masih hidup berbentuk segi enam dengan ukuran beragam.
  2. Terletak pada organ tumbuhan dikotil seperti pada bunga, batang, dan daun.
  3. Dinding sel mengalami penebalan yang tak teratur.
  4. Selnya terdiri dari zat tanin dan kloroplas.
  5. Dinding menebal berkat bantuan selulosa dan pektin sehingga lentur dan tak mudah patah.
  6. Merupakan jaringan permanen pertama dari parenkim.

Demikianlah ciri-ciri dari jaringan kolenkim.

Jenis-jenis jaringan kolenkim

Karena penebalan yang terjadi tidak merata, maka pengelompokan jenis kolenkim terbuat dari letak penebalannya. Terdapat 4 jenis kolenkim yaitu angular, lamellar, annular, dan lakunar. Berikut ini penjelasannya:

  1. Angular, penebalan pada sudut dan tetap memanjang dengan sumbu sel. Terjadi pada daun Vitis sp, Solanum tuberosum, dan Begonia ap.
  2. Lamellar, penebalan pada dinding sel yang sejajar dengan permukaan organ yang membuat pola-pola irisan. Contohnya adalah Sambucus javanica.
  3. Annular, penebalan pada ruang antarsel. Contohnya Alathea, Salvina, dan Malva.
  4. Lakunar, penebalan merata terjadi pada dinding sel. Dapat ditemukan dengan mudah pada daun wortel dan tumbuhan merambat.

Itulah jenis-jenis dari jaringan kolenkim berdasarkan penebalan dinding selnya.

2. Sklerenkim

https://slideplayer.info/slide/2931670/

Jaringan sklerenkim terdapat pada bagian tubuh tumbuhan yang tidak lagi aktif tumbuh dan berkembang. Sel-selnya mengalami penebalan bersifat sekunder yang dibantu oleh zat lilin lignin.

Jaringan ini membantu memperkuat tumbuhan dari adanya tekanan dan peregangan.

Ciri-ciri jaringan sklerenkim

Berikut ini ciri-ciri dari jaringan sklerenkim yang perlu kamu tahu:

  1. Sel-selnya telah mati tanpa protoplasma
  2. Dinding tebal dari lignin yang kaku
  3. Penebalan dinding sel merata 

Demikianlah ciri-ciri dari jaringan sklerenkim. Ternyata lebih sederhana dari jaringan kolenkim.

Jenis-jenis jaringan sklerenkim

Jaringan sklerenkim, berdasarkan sel penyusunnya, terbagi menjadi dua jenis yaitu sklereid atau sel batu dan serabut atau serat. Berikut ini penjelasan mendetailnya:

1. Sklereid

Sklereid merupakan sel dewasa yang telah mati dengan protoplas yang aktif selama organ tetap hidup.

Bisa berbentuk bulat maupun bentuk lain, lebih pendek dari serabut atau serat, dan bisa soliter maupun dalam himpunan.

Karena bentuk yang berbeda-beda, maka sklereid terbagi menjadi 5 macam, yaitu:

  1. Makrosklereid, bentuknya seperti tongkat dan bisa ditemukan pada kacang-kacangan, terutama kulit buahnya.
  2. Brakisklereid, bentuknya seperti insang dan bisa ditemukan pada daging dari buah pir.
  3. Trikoslereid, bentuk nya panjang layakya benang.
  4. Asterosklereid, bentukya bercabang layaknya bintang dan bisa ditemukan pada daun.
  5. Osteoklereid, berbentu layaknya tulang karena ujungnya menebal dan dapat ditemukan pada daun dan kulit dari biji tanaman dikotil.

Itulah jenis-jenis dari sklereid bagian dari sklerenkim.

2. Serabut

Serabut atau serta sklerenkim tersusun dari banyak sel mati sepanjang 2 mm dengan ujung dan samping yang meruncing.

Dinding sel dari serabut sklerenkim tebal karena kandungan zat kayu dan lamela selulosa. Hal ini membuat lumet selnya mengalami penyempitan.

Serat sklerenkim bentuknya poligon, baik itu segi lima atau pun segi enam dengan noktah layaknya saluran sempit yang miring. Serat ini terbentuk pada saat pemberhentian pertumbuhan organ terjadi.

Serat sklerenkim terbagi menjadi dua macam yaitu xilari (serat xilem) dan extraxilari (serat di luar xilem). Berikut ini penjelasan detailnya:

  1. Xilari, terbentuk dari komponen utama kayu dengan dinding berlignin sehingga kaku dan keras.
  2. Extraxilari, ada yang mengandung lignin dan ada yang tidak. Amat bermanfaat bagi manusia karena bisa dipakai sebagai bahan utama dari pembuatan tekstil pakaian, karung goni, dan pembuatan tali.

Itulah dua macam dari serat atau serabut sklerenkim. Ternyata sel-sel matinya bisa bermanfaat untuk kebutuhan manusia, ya.

Ini pulalah yang menjadi ahir dari artikel fungsi dan struktur jaringan penyokong pada tumbuhan kali ini.

Bagaimana, Sudah Paham Fungsi dan Struktur Jaringan Penyokong Tumbuhan?

Jaringan penyokong merupakan jaringan permanen atau dewasa yang memberi bentuk, melindungi, dan memperkuat organ pada tubuh tumbuhan.

Jaringan ini tersusun atas dua macam yaitu kolenkim dan sklerenkim. Kolenkim masih terbentuk dari sel yang masih tumbuh sedangkan sklerenkim terbentuk dari sel yang sudah mati.

Semoga penjelasan fungsi dan struktur jaringan penyokong pada tumbuhan ini makin membuatmu paham, ya!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta