9 Fungsi Daun Beserta Penjelasan dan Bagian-bagiannya yang Siswa Perlu Ketahui

9 Fungsi Daun Beserta Penjelasan dan Bagian-bagiannya yang Siswa Perlu Ketahui – Setiap bagian dari tumbuhan memiliki peranannya sendiri. Termasuk fungsi daun yang memiliki peran penting bagi tumbuhan.

Tanpa daun tumbuhan akan mengalami kekurangan sumber energi
dan nutrisi yang dibutuhkan kelangsungan hidup mereka.

Sebelum membahas lebih tentang fungsi daun, ada baiknya kamu
untuk lebih memahami tentang daun, struktur, dan bentuk-bentuk tulang penyusunnya.

Simak penjelasan Mamikos di artikel ini sampai selesai, ya.

Bagian Daun dan Fungsinya

canva.com/@sdbower

Daun dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian luar dan bagian
dalam.

Bagian luar daun mencakup pelepah daun, tangkai daun, helai
daun, stipula, dan pangkal daun.

Sementara itu, bagian dalam daun melibatkan struktur
jaringan yang bekerja sama untuk mendukung fungsi daun secara keseluruhan.

Meliputi epidermis dengan stomata untuk pertukaran gas, jaringan palisade yang kaya klorofil untuk fotosintesis, dan pembuluh-pembuluh xilem dan floem.

Dengan pembagian ini, struktur daun menyelaraskan
fungsionalitas yang kompleks, menciptakan suatu sistem yang efisien untuk
kelangsungan hidup dan pertumbuhan tumbuhan.

Struktur Daun Bagian Luar dan Fungsinya

Semua bagian daun bekerja sama untuk mendukung fungsi vital
daun dan pertumbuhan tumbuhan secara keseluruhan.

Simak penjelasan berikut tentang struktur daun bagian luar
sebelum merujuk pada fungsi daun pada tumbuhan.

1. Pelepah Daun

Merupakan pangkal daun yang menghubungkan daun dengan batang
atau ranting. Fungsi pelepah daun sebagai penyangga daun dan tempat melekatnya
pembuluh-pembuluh pengangkut air dan zat makanan.

Pelepah daun memainkan peran penting dalam menyediakan
dukungan struktural dan membantu dalam transportasi nutrisi antara daun dan
bagian lain tumbuhan.

2. Tangkai Daun

Tangkai daun merupakan batang kecil yang menghubungkan
pelepah daun dengan helai daun yang berperan sebagai penghubung antara dua
bagian tersebut.

Tugasnya adalah menyediakan jalur transportasi tambahan
untuk air, nutrisi, dan produk fotosintesis antara daun dan bagian lain
tumbuhan.

3. Helai Daun

Merupakan bagian yang paling lebar dan datar pada daun.
Helai daun memiliki struktur yang mendukung fungsi utama daun dalam
fotosintesis dan pertukaran gas.

Helai daun berperan sebagai penyerap energi matahari dan
mengubahnya menjadi energi kimia sebagai hasil proses fotosintesis.

Helai daun memiliki stomata (porus) pada epidermis bawah
yang memfasilitasi pertukaran gas dengan lingkungan sekitar.

4. Stipula

Struktur kecil di sekitar pangkal tangkai daun yang bisa
berupa daun kecil atau struktur mirip selaput. Fungsinya bervariasi, termasuk
melindungi tunas baru dan memberikan dukungan tambahan.

5. Pangkal Daun

Pangkal daun merupakan area di mana pelepah daun melekat
pada batang. Karakteristik pangkal daun seperti warna dan bentuk dapat
bervariasi antar spesies tumbuhan.

Struktur Daun Bagian Dalam dan Fungsinya

Struktur daun bagian dalam melibatkan beberapa lapisan dan
jaringan yang bekerja bersama-sama untuk mendukung fungsi-fungsi vital
tumbuhan.

Berikut adalah penjelasan mengenai komponen-komponen yang
menyusun dan fungsinya.

1. Jaringan Epidermis

Fungsi jaringan epidermis yang utama adalah memberikan
perlindungan dan melibatkan dalam pertukaran gas.

Selain itu, epidermis atas berfungsi mencegah kehilangan
air.  Sementara stomata pada epidermis
bawah memfasilitasi pertukaran gas dan pengaturan kelembaban.

2. Jaringan Palisade

Jaringan palisade menjadi tempat utama terjadinya proses
fotosintesis.

Sel-sel palisade padat yang berada di bagian atas helai daun
mengandung kloroplas untuk menangkap energi matahari. Sel-sel ini menyusun
lapisan yang mendukung optimalisasi penyerapan cahaya matahari.

3. Jaringan Spongy

Fungsi jaringan spongy adalah sebagai tempat pertukaran gas
(karbon dioksida dan oksigen) dan penyimpanan produk fotosintesis.

Selain itu ruang antarsel pada jaringan spongy memfasilitasi
pergerakan gas dan berperan dalam pengaturan tekanan air di dalam daun.

4. Pembuluh Xilem dan Floem

Pembuluh xilem berperan sebagai saluran pengangkut air dan mineral dari akar ke daun.

Sementara pembuluh floem berfungsi mengangkut produk
fotosintesis, seperti glukosa, dari daun ke bagian-bagian lain tumbuhan.

Pembuluh floem juga pendukung proses transportasi nutrisi
dan air dalam tumbuhan.

5. Jaringan Mesofil

Sebagai penyedia struktur dan tempat terjadinya fotosintesis,
jaringan mesofil mengandung kloroplas untuk menghasilkan energi kimia dari
sinar matahari.

Jaringan mesofil juga berfungsi untuk mendukung pertumbuhan
dan perkembangan sel-sel tumbuhan.

6. Sel Penutup Stoma

Fungsi utamanya adalah mengatur pembukaan dan penutupan
stomata untuk mengontrol pertukaran gas dan penguapan air.

Sel penutup stoma juga mencegah kehilangan air yang
berlebihan dan melindungi stomata dari keadaan lingkungan yang keras.

7. Trikhoma (Rambut Daun)

Trikhoma dalam daun berfungsi untuk meningkatkan
perlindungan terhadap daun dan mengurangi penguapan air.

Selain itu, trikhoma menyediakan lapisan udara yang dapat
mengurangi penguapan air melalui efek insulasi.

Bentuk Tulang Daun

Tiap jenis daun memiliki cara adaptasi khusus yang
memungkinkan tumbuhan untuk bertahan dan tumbuh di lingkungan mereka.

Salah satu bentuk adaptasi tersebut terlihat pada struktur
tulang daun yang dapat bervariasi tergantung pada spesies tumbuhan dan kondisi
lingkungan di tempat tumbuhan tersebut hidup.

·     
Daun Sejajar

Jenis daun yang memiliki tulang bergaris-garis sejajar, di
mana tulang-tulang tersebut menyatu di setiap ujungnya.

Sebagai contoh, pada daun dengan pola venasi garis pita dan
garis bangun, terdapat satu tulang daun utama yang membujur di tengah daun,
disertai dengan tulang-tulang lain yang sejajar dengan tulang utama tersebut.

·      Daun Menyirip

Pada daun menyirip, terdapat tulang daun yang tersusun mirip
sirip ikan, teratur mulai dari tangkai hingga ujung helai daun.

Tumbuhan yang memiliki jenis daun seperti ini meliputi daun
singkong, daun papaya, daun kapas, dan daun jarak.

·     
Daun Menjari

Memiliki tulang daun yang menyerupai susunan jari tangan, di
mana beberapa tulang memencar dari ujung tangkai daun seperti jari-jari tangan.

Beberapa tumbuhan dengan jenis daun menjari termasuk daun singkong, daun papaya, daun kapas, dan daun jarak.

·     
Daun Melengkung

Daun dengan tulang melengkung memiliki tulang daun yang
berbentuk seperti garis-garis melengkung.

Daun gadung, daun sirih, dan daun genjer adalah contoh tumbuhan dengan jenis daun melengkung.

·     
Daun Berduri

Terakhir, bentuk daun ini memiliki duri dan biasanya
terdapat pada tanaman jenis konifera seperti pinus, cemara, dan pohon salam.

Tanaman dengan daun berduri ini umumnya memiliki stomata
yang cekung.

Fungsi Daun

Fungsi daun ini mencakup aspek-aspek yang melibatkan energi,
pertukaran gas, adaptasi, dan regulasi lingkungan yang bersama-sama mendukung
kelangsungan hidup tumbuhan.

Berikut adalah pemaparan yang lebih rinci mengenai fungsi
daun:

1. Fungsi daun dalam proses fotosintesis.

  • Menangkap
    energi matahari.

Sebagai bagian utama tempat fotosintesis, fungsi daun
mencakup peran penting dalam menangkap energi matahari melalui pigmen hijau
yang disebut klorofil.

Klorofil ini terletak di dalam kloroplas sel tumbuhan dan
berperan sebagai molekul yang mengubah energi cahaya menjadi energi kimia.

  • Mengubah
    CO2 dan air menjadi glukosa.

Dalam proses fotosintesis, fungsi daun melibatkan
pengambilan karbon dioksida (CO2) dari udara melalui stomata di permukaannya,
bersamaan dengan penyerapan air melalui akar.

Daun kemudian menggabungkan CO2 dan air ini untuk membentuk
glukosa, sebagai sumber utama energi tumbuhan.

  • Menghasilkan
    oksigen.

Selama fotosintesis, fungsi daun melibatkan pelepasan
oksigen sebagai produk sampingan.

Oksigen kemudian dilepaskan melalui stomata dan akan
membantu keberlangsungan hayati proses respirasi pada berbagai organisme.

2. Fungsi daun dalam pertukaran gas.

Melalui pori-pori mikroskopis yang disebut stomata, fungsi
daun adalah memfasilitasi pertukaran gas.

Proses pertukaran memungkinkan masuknya CO2 yang dibutuhkan
untuk fotosintesis dan pelepasan oksigen sebagai produk sampingan.

3. Fungsi daun sebagai transpirasi dan tenguapan air.

Daun terlibat dalam proses transpirasi, di mana air diserap
melalui akar dan dikeluarkan melalui stomata daun.

Fungsi daun dalam transpirasi adalah untuk membantu mengatur
keseimbangan air dalam tumbuhan dan mendukung penyerapan nutrisi dari tanah.

4. Fungsi daun sebagai perlindungan dan adaptasi.

Beberapa tanaman memiliki daun dengan senyawa-senyawa kimia
yang berperan sebagai mekanisme pertahanan terhadap serangga atau hewan
pengganggu.

Bentuk dan struktur daun dapat beradaptasi untuk
memaksimalkan penerimaan cahaya atau mengurangi penguapan air.

Hal ini menunjukkan fungsi daun dalam memungkinkan adaptasi
tumbuhan terhadap lingkungannya.

5. Fungsi daun sebagai dalam penyimpan cadangan makanan.

Beberapa tanaman menyimpan cadangan makanan dalam bentuk
amilum di jaringan daun yang dapat digunakan kembali saat dibutuhkan.

6. Fungsi daun dalam pengaturan suhu dan keseimbangan air.

Melalui proses transpirasi, di mana air menguap dari
permukaan daun, tumbuhan dapat mendinginkan diri mereka sendiri, mirip dengan
efek pendinginan pada manusia melalui keringat.

Selain transpirasi, daun juga mengatur keseimbangan air
dalam tumbuhan dengan mengontrol jumlah air yang hilang melalui stomata.

Transpirasi membantu tumbuhan bertahan dalam kondisi
lingkungan yang bervariasi.

7. Fungsi daun dalam komunikasi dan respons terhadap lingkungan.

Beberapa tanaman memiliki kemampuan untuk mendeteksi
perubahan cahaya sepanjang hari melalui daunnya. Fungsi ini memungkinkan
tumbuhan merespons perubahan musim atau kondisi lingkungan lainnya.

Daun juga dapat merespons terhadap serangan hama atau kondisi lingkungan yang merugikan.

Produksi senyawa-senyawa kimia atau perubahan warna daun dapat menjadi respons terhadap stres biotik atau abiotik.

8. Fungsi Daun dalam mendukung pertumbuhan dan pembentukan buah.

Daun terlibat dalam produksi hormon-hormon tumbuhan seperti auksin, yang berperan dalam pengaturan pertumbuhan.

Hormon ini dapat memengaruhi elongasi sel, pembentukan akar, dan proses pertumbuhan lainnya.

Setelah fase fotosintesis, daun berkontribusi pada pembentukan buah.

Beberapa daun dapat bertransformasi menjadi struktur yang mendukung dan melindungi buah, serta berpartisipasi dalam penyerapan nutrisi untuk perkembangan buah.

9. Fungsi daun dalam interaksi ekologis

Daun tidak hanya penting bagi tumbuhan itu sendiri, tetapi
juga menjadi sumber makanan untuk berbagai satwa, seperti hewan herbivora.

Interaksi ini menciptakan hubungan ekologis yang penting
dalam rantai makanan dan ekosistem.

Setelah daun mati dan gugur, daun yang membusuk memberikan kontribusi pada siklus nutrisi tanah.

Proses dekomposisi menghasilkan bahan organik yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman baru.

Penutup

Itulah tadi rangkuman materi mengenai daun dan fungsi daun yang
ternyata tidak hanya bagi tumbuhan itu sendiri.

Jika kamu masih mencari materi lain yang berkaitan dengan fungsi bagian tumbuhan atau pembahasan Biologi, pastikan untuk mencari di blog Mamikos ya.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta