Guru Wilangan Lan Guru Lagune Tembang Macapat Sinom Kasebut Yaiku?

Guru Wilangan Lan Guru Lagune Tembang Macapat Sinom Kasebut yaiku? – Guru wilangan lan guru lagune Tembang Macapat Sinom kasebut yaiku terdiri dari baris yang berbeda.

Sebelum mempelajarinya, kamu harus mengetahui sejarah dan watak dari sajak ini.

Macapat merupakan puisi tradisional Jawa yang sarat makna. Sajak ini menggambarkan kehidupan manusia sejak dari kandungan hingga wafat. Dalam lirik tersebut, terdapat pesan dan nasihat berharga.

Sejarah dan Watak Tembang Macapat

Mengutip buku Macapat Tembang Jawa, Indah, dan Kaya Makna karya Zahra Haidar, karya sastra Jawa ini merupakan warisan budaya Indonesia.

Selain Jawa, kamu bisa menemukan sajak sejenis di Bali dan Sunda. Sejarah mengenai Macapat masih ditelusuri sampai saat ini. 

Pada zaman penyebaran Islam di Tanah Jawa, para Wali Songo menggunakan lirik ini untuk berdakwah. Syair yang ada di dalamnya juga menjelaskan nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-qur’an.

Umumnya, Macapat dibacakan dengan nada tertentu. Kemudian, lirik ini harus sesuai dengan aturan sastra Jawa. Lalu, ada pula aturan lagu yang berkaitan dengan watak isi liriknya.

Jadi, setiap tembang memiliki watak yang berbeda. Maka dari itu, pembaca tembang harus mengerti watak dari setiap jenis sajak. Selain itu, irama yang digunakan pun harus menjelaskan nilai-nilainya.

Macapat terdiri dari 11 jenis, yaitu Maskumambang, Kinanti, Megatruh, Mijil, Sinom, Asmarandana, Pangkur, Dandanggula, Gambuh, Durma, dan Pucung.

Setiap sajaknya menceritakan kehidupan manusia sejak lahir hingga meninggal dunia.

Lalu, 11 jenis lirik tersebut memiliki watak tersendiri, seperti bijaksana, gembira, dan jenaka. Selain itu, Macapat berisi wejangan atau nasihat yang disampaikan dengan baik.

Lalu, Guru wilangan lan guru lagune Tembang Macapat Sinom kasebut yaiku?

Guru Wilangan Lan Guru Lagune Tembang Macapat Sinom Kasebut yaiku?

Macapat adalah bentuk puisi tradisional Jawa yang menggunakan aturan tertentu. Aturan tersebut adalah Guru Gatra, Guru Lagu, dan Guru Wilangan. Lalu, apa saja yang termasuk ke dalam tiga aturan ini?

Guru Gatra yaitu banyaknya jumlah larik atau baris di dalam satu bait. Kemudian, Lagu merupakan persamaan bunyi sajak di akhir kata yang ada di setiap baris.

Sedangkan untuk Wilangan, banyaknya jumlah suku kata di dalam setiap baris.

Jadi, Guru wilangan lan guru lagune Tembang Macapat Sinom kasebut yaiku? Perbedaan dari setiap lirik terletak pada Guru Gatra, Lagu, dan Wilangan.

Susunannya pun membuat Macapat terdengar indah dan memiliki ciri khas tersendiri.

Tembang Macapat Sinom

Sinom dalam bahasa Jawa adalah daun yang muda. Sajak ini menjelaskan masa muda, masa indah, dan masa yang penuh harapan.

Jadi, Sinom menggambarkan makna penting dari masa muda.

Lirik ini berisi nasihat, rasa persahabatan, dan keramahtamahan. Dalam Sinom, anak muda digambarkan sakti, gagah perkasa, dan bijaksana.

Guru wilangan lan guru lagune Tembang Macapat Sinom kasebut yaiku:

– Guru Gatra: 9
– Lagu: a, i, a, i, i, u, a, i, a
– Wilangan: 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12

Jadi, itulah informasi mengenai Guru wilangan lan guru lagune Tembang Macapat Sinom beserta sejarah dan wataknya.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta