Jenis-jenis Pawarta Berita dalam Bahasa Jawa beserta Penjelasannya
Dapatkan penjelasan lengkap tentang berbagai jenis pawarta berita dalam Bahasa Jawa di dalam artikel ini.
2. Pawarta Lisan
Jenis pawarta berikutnya dalam konteks bentuk adalah pawarta lisan.
Sesuai dengan namanya, pawarta lisan dibuat dan disampaikan secara lisan, atau dalam istilah Bahasa Jawa-nya gethok tular.
Di dalam jenis pawarta lisan biasanya tidak akan ditemui bentuk dalam versi tulisnya, mengingat sifatnya yang memang disampaikan dari mulut ke mulut.
Penggunaan pawarta lisan sampai hari ini masih relevan di masyarakat-masyarakat pedesaan di Jawa yang kadang berbagi informasi secara lisan pada waktu-waktu tertentu.
Mungkin istilah yang paling cocok adalah ngerasani, rasan-rasan, atau kalau menggunakan nada negatif bisa menggunakan istilah ghibah.
Namun, perlu dibedakan secara tegas bahwa pawarta lisan tidak sama dengan ghibah.
Sebab, pada sebuah pawarta lisan yang disampaikan pasti terdapat sisi faktual dan aktual yang bisa dipertanggungjawabkan.
Hanya saja, karena ‘jarak yang begitu dekat’ pawarta lisan sering bercampur dengan intensi personal atau emosi personal sehingga membuatnya seolah-olah sebagai ghibah.
3. Pawarta Cetak
Jenis pawarta berita Bahasa Jawa secara bentuk berikutnya adalah pawarta cetak.
Pawarta cetak berarti berita yang disajikan dan disebarkan dalam bentuk cetak seperti koran dan majalah.
Meski pembaca pawarta cetak Bahasa Jawa sudah semakin sedikit, namun nyatanya media cetak yang menggunakan Bahasa Jawa sampai saat ini masih eksis.
Beberapa pawarta cetak Bahasa Jawa yang masih ada hingga saat ini antara lain Panjebar Semangat, Jayabaya, dan Djaka Lodhang, serta majalah Bahasa Jawa lain terbitan Balai Bahasa Jawa Timur, Balai Bahasa Jawa Tengah, dan Balai Bahasa Yogyakarta.
Sementara itu pawarta cetak Bahasa Jawa yang berbentuk koran saat ini sudah melebur ke dalam koran-koran yang dominan Bahasa Indonesia, seperti Solo Pos dan Kedaulatan Rakjat.
Eksistensi pawarta cetak bahasa Jawa yang masih bertahan tersebut menunjukkan bahwa masih ada minat dari masyarakat Jawa untuk membaca pawarta cetak.
4. Pawarta Internet
Jenis terakhir dalam pawarta bertia berbahasa Jawa secara bentuk adalah pawarta internet.
Pawarta internet bisa dikatakan sebagai jenis pawarta Bahasa Jawa yang masih baru, sebab muncul setelah era internet dan digital menyebar.
Sehingga, masih tidak banyak media-media pawarta internet Bahasa Jawa yang mengkhususkan secara utuh websitenya menggunakan Bahasa Jawa secara menyeluruh.
Beberapa media pawarta internet yang ada antara lain Solo Pos versi internet, yang kolom Bahasa Jawanya bisa ditemui.
Sementara untuk website khusus yang menggunakan Bahasa Jawa, memuat Bahasa Jawa, dan seluruhnya Bahasa Jawa masih sangat jarang.
Halaman:


