Jenis-jenis Pondasi Rumah yang Sering Digunakan beserta Gambar dan Penjelasannya Lengkap
Rencana rancangan rumah menentukan jenis pondasi yang digunakan. Kalau kamu belum tahu tentang apa saja jenis pondasi rumah yang ada, simak di artikel ini.
- Pentingnya pondasi: pondasi yang kuat menentukan umur bangunan—pilih material dan tipe yang tidak mudah rapuh untuk menghindari biaya perbaikan tinggi; pertimbangkan ketinggian rumah, kondisi tanah, waktu, dan biaya saat memilih.
- Klasifikasi utama: ada dua kelompok—pondasi dangkal (kedalaman <3 m) untuk tanah keras, contoh: tapak, jalur, rakit, batu kali, sumuran—dan pondasi dalam (≥3 m) untuk tanah lunak atau bangunan besar, contoh: bored pile, tiang pancang, piers, cakar ayam.
- Jenis dan karakteristik singkat: batu kali murah dan sederhana tapi kurang untuk rumah bertingkat; rakit cocok untuk menyebar beban di tanah lembek; sumuran murah tapi sulit kontrol kualitas; cakar ayam kuat tapi mahal; ada juga solusi khusus seperti crawlspace, rubanah (full/daylight) dan pondasi kayu untuk kondisi tertentu.
Menentukan jenis-jenis pondasi rumah terbilang cukup penting. Pasalnya, dalam membangun sebuah rumah dibutuhkan struktur yang kuat.
Jika bahan material yang dipilih cepat rapuh, maka rumah yang dibangun pun tidak akan bertahan lama. Tentunya hal ini akan memakan lebih banyak biaya untuk membangun ulang.
Berikut informasi mengenai beragam jenis pondasi rumah dilengkapi dengan gambar dan penjelasannya. 🏠
Jenis-jenis Pondasi Rumah

Setelah mengetahui betapa pentingnya pondasi rumah, pastinya kamu tidak ingin memilih pondasi yang buruk, bukan?
Oleh karena itu, sangat penting dalam menentukan jenis pondasi yang tepat. Pada dasarnya, pondasi terbagi menjadi dua, yakni pondasi dangkal dan pondasi dalam.
Pondasi dangkal adalah pondasi yang kedalamannya kurang dari 3 meter, sedangkan pondasi dalam adalah pondasi yang mempunyai kedalaman mencapai 3 meter atau lebih.
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan sebelum menentukan pondasi rumah yang tepat.
Pertama, perhatikan rumah yang akan dibangun. Karena semakin tinggi rumah, maka semakin kuat pondasi yang dibutuhkan. Kedua, perhatikan jenis tanah di lokasi pembangunan.
Setiap lokasi pembangunan pastinya mempunyai tanah yang berbeda. Jadi, kamu bisa memastikan jenis tanahnya untuk menentukan pondasi yang tepat.
Selain itu, kamu juga bisa melihat dari segi waktu dan biaya pengerjaan pembangunan pondasi rumah.
Jenis-jenis Pondasi Rumah yang Mempunyai Kualitas Bagus
Setelah mengetahui cara menentukan pondasi rumah, sekarang kamu bisa memilih jenis pondasi rumah yang cocok untuk membuat rumah idaman.
Berikut beberapa jenis pondasi rumah yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Pastinya rumahmu akan bertahan lama dan awet dari bencana alam.
1. Pondasi Tipe Dangkal

Ternyata, pondasi tipe dangkal termasuk jenis-jenis pondasi rumah yang dibagi berdasarkan fungsinya.
Secara umum, jenis pondasi rumah ini dibuat pada kedalaman yang rendah, yakni hanya 1/3 dari panjang pondasi. Jika dilihat, kedalaman maksimal dari pondasi tersebut adalah 3 meter.
Biasanya, pondasi dangkal digunakan hanya pada wilayah yang mempunyai kondisi permukaan tanah kuat.
Dengan begitu, pondasi yang dibuat bisa menampung dan menahan beban bangunan.
Ada beberapa jenis-jenis pondasi rumah tipe dangkal yang biasa digunakan, mulai dari pondasi tapak, jalur, sumuran, rakit, umpak, plat beton lajur, dan pondasi strauss pile.
Pondasi tipe dangkal juga dikenal lebih ekonomis dibandingkan jenis pondasi lainnya karena proses pengerjaannya relatif cepat dan tidak membutuhkan alat berat yang kompleks. Hal ini membuatnya cocok digunakan untuk pembangunan rumah tinggal 1–2 lantai.
Namun, sebelum memilih pondasi ini, penting untuk melakukan uji tanah sederhana guna memastikan daya dukung tanah benar-benar memadai agar tidak terjadi penurunan (settlement) yang dapat menyebabkan retak pada bangunan di kemudian hari.
2. Pondasi Tipe Dalam

Jenis-jenis pondasi rumah yang kedua adalah pondasi tipe dalam. Jenis pondasi ini termasuk ke dalam jenis yang dilihat berdasarkan fungsinya.
Pondasi tipe dalam biasanya akan digunakan pada permukaan tanah yang mempunyai tekstur tidak terlalu kokoh.
Jika dilihat dari kedalamannya, jenis pondasi ini mempunyai kedalaman lebih dari 3 meter.
Biasanya pondasi tersebut akan digunakan pada bangunan yang ukurannya cukup lebar.
Sementara jika dilihat dari jarak antar tiang bangunan, maka akan mempunyai ukuran sekitar 6 meter.
3. Pondasi Rumah Jenis Jalur

Pondasi rumah jenis jalur merupakan salah satu jenis-jenis pondasi rumah yang banyak digunakan.
Jenis pondasi ini lebih dikenal sebagai pondasi memanjang atau strip foundations. Biasanya, pondasi rumah tersebut akan digunakan untuk bangunan yang mempunyai beban memanjang.
Jika dilihat secara umum, jenis pondasi rumah ini akan dibuat dengan kolom memanjang. Bentuknya sendiri berupa trapesium atau persegi.
Biasanya, jenis pondasi jalur akan dibangun bersama campuran bahan material lainnya. Contohnya pecahan batu, cor beton tanpa tulang, dan batu kali.
4. Jenis Pondasi Rumah Tapak

Jenis-jenis pondasi rumah yang juga sering ditemui dan digunakan adalah pondasi tapak.
Jenis pondasi tapak juga dikenal sebagai pad foundations. Biasanya, detail pondasi tersebut akan dibangun dalam bentuk bulat atau melingkar.
Namun, ada juga pondasi tapak yang dibuat dalam bentuk kotak atau persegi. Akan tetapi, pondasi tapak juga bisa dibangun dalam bentuk yang bertingkat.
Biasanya, pondasi tapak akan dibangun dengan struktur lapisan beton bertulang. Selain itu lapisan tersebut mempunyai ketebalan yang sama.
Halaman:



