Advertisement
Source : Getty Images/Stockyme

15 Judul Cerita Rakyat dan Asal Daerahnya serta Pesan Ceritanya

Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikannya tersendiri seperti keberadaan cerita rakyat yang penuh pesan moral. Simak beberapa judul cerita rakyat dan asal daerahnya di bawah ini.

27 November 2025 Fatma

Pengemis tersebut kemudian mengambil ranting pohon dan menancapkannya ke tanah sambil meminta mereka untuk mencabutnya.

Tidak ada seorang yang bisa berhasil mengambil ranting tersebut. Saat pengemis tersebut mencabutnya, dari lubang bekas ranting tadi tiba-tiba keluar banyak air dengan deras.

Air yang muncul tersebut membuat seluruh desa terendam dan Nyi Endit beserta pengawalnya tewas.

Tenggelamnya desa tersebut membentuk danau besar dan dinamai dengan Situ Bagendit.

Pesan yang bisa diambil dari cerita ini, yaitu bahwa sikap untuk menjadi seorang yang dermawan begitu penting.

Selain itu, harta yang dimiliki tidak akan selamanya ada sehingga akan lebih baik jika juga digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

4 Cerita Rakyat Jawa Timur yang Penuh Makna dan yang Menakjubkan

5. Cerita Rakyat Malin Kundang

Kali ini terdapat judul cerita rakyat dan asal daerahnya yang mungkin sudah banyak dikenal, yaitu Malin Kundang dari Sumatera Barat.

Mengisahkan tentang anak bernama Malin Kundang yang tinggal bersama ibunya yaitu Mande Rubayah.

Setelah tumbuh dewasa, Malin pergi merantau dengan tujuan untuk bisa memperbaiki kondisi kehidupannya dengan sang ibu.

Setelah begitu lama merantau, Malin akhirnya kembali ke daerah asalnya bersama dengan istrinya yang cantik dan kaya raya.

Ibunya yang sudah lama menunggu kedatangan Malin merasa senang dan tidak sabar untuk bertemu dengan anaknya.

Namun, siapa sangka bahwa Malin yang kembali dari perantauannya sudah berubah.

Dirinya tidak mau mengakui ibunya yang dianggapnya mempermalukan diri di depaitrinya.

Apa yang dialami oleh Mande Rubayah ini membuat dirinya merasa sakit hati dengan perlakuan yang diberikan oleh anaknya.

Ia kemudian mengutuk Malin Kundang untuk menjadi batu dan tidak lama kemudian, permintaan ini dikabulkan.

Pesan yang bisa diambil dari cerita rakyat ini, yaitu sebagai anak harus bisa menjaga perasaan orangtua.

Hindari untuk menjadi anak yang durhaka karena ada banyak hal yang orangtua usahakan agar anaknya bisa hidup bahagia.

6. Cerita Rakyat Datu Pemberani

Selanjutnya ada Kisah Datu Pemberani yang menjadi judul cerita rakyat dan asal daerahnya, yaitu dari Kalimantan Selatan.

Menceritakan tentang seorang Datu Wani yang memiliki keberanian begitu besar dalam membela rakyatnya.

Terutama dengan adanya ancaman yang mulai berdatangan untuk rakyat di Desa Mandampa.

Dikisahkan bahwa Datu Wani memiliki keris yang sakti dan digunakan untuk melawan serta mengusir para penjajah.

Oleh karena itu, dirinya juga mendapatkan sebutan sebagai Sang Pemberani.

Sayangnya, setelah Datu Wani meninggal, keris sakti yang dimilikinya tersebut menjadi rebutan di antara tujuh anaknya.

Namun, hal ini tidak berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Ketujuh anak tersebut akhirnya bersatu dalam upaya untuk melawan para penjajah yang ada.

Pesan yang bisa diambil dari cerita rakyat ini, yaitu jika diperlukan, akan lebih baik untuk mendahulukan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi.

Apalagi jika menyangkut hajat hidup dari orang banyak, maka hal tersebut menjadi sebuah tindakan yang terpuji.

7. Cerita Rakyat Sangkuriang

Sangkuriang merupakan salah satu judul cerita rakyat dan asal daerahnya, yaitu dari Tanah Sunda.

Terdapat seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang hidup bersama dengan ibunya, yaitu Dayang Sumbi. Mereka juga hidup bersama dengan anjing kesayangan yang diberi nama Tumang.

Pada suatu hari, Sangkuriang dibuat kesal dengan Tumang dan membuatnya membunuh anjing tersebut.

Dayang Sumbi yang tahu bahwa anjing kesayangannya telah dibunuh merasa kesal dengan Sangkuriang. Ia kemudian mengusir anaknya dari rumah dan hidup sendirian.

Setelah begitu lama merantau, Sangkuriang akhirnya memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya yang sudah banyak memiliki perubahan.

Dirinya bahkan tidak mengenali ibunya sendiri dan malah terpesona dengan paras Dayang Sumbi.

Sebelum mereka menikah, Dayang Sumbi memberikan persyaratan untuk Sangkuriang agar membangun kapal besar dan membendung Sungai Citarum dalam satu malam saja.

Sangkuriang hampir berhasil memenuhi persyaratan tersebut berkat kesaktian yang dimilikinya.

Namun, Dayang Sumbi meminta warga untuk memukul alu serta menghidupkan api agar langit menjadi terang. Alhasil, usaha yang telah dilakukan oleh Sangkuriang menjadi gagal.

Dirinya yang tahu bahwa Dayang Sumbi secara sengaja menggagalkan usaha tersebut menjadi marah besar.

Ia membuang sumbatan untuk Sungai Citarum yang kemudian menjadi Gunung Manglayang. Sementara perahu besar yang sudah dibuat dibuang dan menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Pesan yang bisa diambil dari cerita rakyat Sangkuriang, yaitu sebagai seorang anak harus bisa menghargai orangtuanya. Terutama dengan sifat angkuh dan sombong yang tidak memiliki guna bagi diri sendiri.

8. Cerita Rakyat Selendang Bidadari

Selendang terbang milik bidadari merupakan judul cerita rakyat dan asal daerahnya dari Sumatera Barat.

Menceritakan seorang pemuda yang gagah dan memiliki paras yang tampan bernama Datu Awang Sukma.

Pada suatu hari, dirinya melihat ada 7 bidadari yang cantik sedang mandi di sebuah telaga.

Sayangnya, para bidadari tidak ada yang tahu dan menyadari bahwa Datu Awang Sukma sedang mengintip mereka.

Bahkan, selendang yang mereka gunakan untuk bisa kembali ke kahyangan juga dibiarkan begitu saja. Lantas, Datu Awang Sukma mencuri salah satu selendang tersebut.

Saat para bidadari sudah selesai mandi dan akan kembali ke kahyangan, Putri Bungsu menyadari bahwa selendangnya tidak ada.

Akibatnya, ia harus ditinggal oleh kakaknya dan menetap di bumi dahulu.

Setelah mengetahui hal ini, Datu Ayang Sukma keluar dari persembunyiannya dan menawarkan bantuan yang harus bidadari tersebut dengan terpaksa terima.

Mereka kemudian menikah dan memiliki seorang anak perempuan. Namun, suatu hari Putri Bungsu akhirnya menemukan kembali selendangnya yang disembunyikan.

Dirinya memutuskan untuk kembali ke kahyangan menggunakan selendang tersebut.

Sebelum pergi, Putri Bungsu meninggalkan pesan untuk memberikan sinyal saat anaknya merindukan ibunya. Ia akan kembali untuk melihat anaknya jika diperlukan.

Pesan dari cerita ini, yaitu bahwa kejujuran merupakan sebuah hal yang penting untuk dimiliki. Jika tidak, maka nantinya konsekuensi akan didapatkan, baik cepat maupun lambat.

9. Cerita Rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih

Bawang Merah dan Bawang Putih merupakan judul cerita rakyat dan asal daerahnya yaitu dari Riau.

Menceritakan tentang dua bersaudara bernama Bawang Merah dan Bawang Putih yang memiliki sifat begitu berbeda.

Bawang Merah digambarkan sebagai seorang yang malas, sombong, dan jahat sementara Bawang Putih merupakan seorang anak yang baik, lembut, rajin, dan begitu menyayangi sesamanya.

Mereka berdua hidup bersama ayahnya yang menikah dengan ibu dari Bawang Merah.

Sayangnya, ibu tiri tersebut memiliki watak atau sifat yang sama dengan anaknya. Ibu dan anak tersebut selalu berusaha untuk membuat Bawang Putih tersakiti di rumahnya sendiri.

Meskipun perlakuan yang diterima tidak baik, tetapi Bawang Putih tetap halus dan berlaku begitu baik kepada saudaranya tersebut.

Pesan moral dari cerita ini, yaitu bahwa sebagai manusia perlu untuk selalu hidup dengan sebaik mungkin. Hal ini akan membawa kebaikan bagi diri sendiri nantinya.

Halaman:

Advertisement