Kartu Pra Kerja: Cara Daftar, Syarat, Fungsi dan Besar Saldonya

 Bella Carla | Rab, 04 Des 2019

Kartu Pra Kerja – Di negara kita, pengangguran menjadi salah satu tantangan besar bagi pemerintah untuk mencari solusi menyejahterahkan mereka. Istilah pengangguran ini sendiri merujuk kepada ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan lowongan pekerjaan untuk setiap penduduk yang ada dalam jangkauan pemerintahannya. Fenomena pengangguran terjadi sebagai dampak ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah kesempatan kerja (lowongan pekerjaan).

Kartu Pra Kerja: Cara Daftar, Syarat, Fungsi dan Besar Saldonya

Fenomena pengangguran hanya terjadi ketika jumlah angkatan kerja yang ada pada suatu negara jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah lowongan kerja yang ada dalam negara tersebut. Dampaknya, sebagian angkatan kerja menjadi tidak dapat bekerja dan terpaksa menganggur untuk sementara waktu hingga tersedia lowongan pekerjaan tambahan yang baru dan yang sesuai dengan kualifikasi yang mereka miliki.

Baru-baru ini Presiden Joko Widodo berencana akan merealisasikan janjinya kepada masyarakat di Indonesia untuk membantu para pengangguran yang ada. Target sasaran kartu pra-kerja ini sendiri adalah anak muda usia produktif lulusan SMA atau SMK, dan perguruan tinggi, serta mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang akan atau sedang mencari kerja. Mungkin masih ada diantara kamu yang masih belum mengerti seputar kartu pra kerja ini. Nah, berikut Mamikos rangkum garis besar seputar kartu pra kerja mulai dari pengertiannya, syarat mendaftar, fungsinya, hingga besaran saldo yang akan didapatkan nantinya.

Kartu Pra Kerja

Apa itu Kartu Pra Kerja? Bagaimana Cara Daftar, Syarat, Fungsi dan Besar Saldonya?

Apa itu Kartu Pra Kerja?

Kartu pra kerja merupakan kartu bantuan pelatihan vokasi yang akan diberikan kepada pencari kerja, pekerja buruh aktif, dan terkena putus hubungan kerja (PHK) yang membuat peningkatan kompetensi. Penerima insentif ini nantinya akan mendapatkan dana maksimal selama tiga bulan di mana insentif tersebut akan menjadi bekal bagi pengguna kartu untuk mencari pekerjaan. Sebagai contoh, insentif dapat digunakan sebagai uang transportasi untuk mengikuti kursus atau pelatihan. Dana tersebut akan dikirimkan melalui rekening pengguna. Dalam hal ini, pemerintah bekerja sama dengan Project Management Office (PMO).

Selain mendapatkan insentif, pengguna kartu pra kerja juga mendapatkan kursus peningkatan skill tanpa dipungut biaya. Kursus tersebut dapat dilakukan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) pemerintah, swasta, dan training center industri. Pemerintah juga kabarnya akan menggandeng sejumlah platform digital seperti Gojek, Bukalapak, dan Tokopedia. Platform tersebut akan membantu proses seleksi penyelenggara kursus maupun sebagai penyedia jasa dompet digital (e-wallet).

Syarat Kartu Pra Kerja

Kartu pra kerja Presiden Jokowi akan mulai dijalankan tahun depan. Pemerintah menargetkan ada 2 juta pekerja yang masuk dalam program ini. Menteri Ketenagakerjaan mengatakan, syarat untuk bisa ikut program ini sangat mudah, bahkan enteng-enteng saja. Syaratnya hanya kamu harus terdaftar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dengan umur di atas 18 tahun, dan tidak sedang melakukan pendidikan apapun.

Selain itu, terdapat dua kategori program kartu pra kerja. Pertama yakni untuk angkatan kerja baru, dan kedua khusus bagi korban PHK. Bagi kamu yang mendaftar sebagai korban PHK, nanti pada saat pelatihan juga dapatkan insentif kemudian setelah dalam kurun waktu tertentu misalnya maksimal 3 bulan setelah pelatihan. Jika memenuhi syarat tersebut nantinya pemerintah akan memberikan insentif kepada para pemilik kartu

Cara Daftar Kartu Pra Kerja

Ada delapan cara untuk bisa mendapatkan kartu pra-kerja, berikut Mamikos rangkum singkatnya:

  1. Pertama-tama calon peserta harus mendaftarkan diri melalui kemenaker.go.id
  2. Kedua, pemerintah akan melakukan proses seleksi secara online. Hasilnya pun akan diumumkan melalui situs Kemenaker.
  3. Ketiga, kalau calon peserta lulus seleksi, mereka perlu memilih lembaga pelatihan vokasi melalui website atau aplikasi.
  4. Keempat, peserta nantinya akan mengikuti pelatihan sesuai pilihan mereka, baik secara tatap muka maupun daring. Biaya pelatihan berkisar Rp 3 juta hingga Rp 7 juta akan ditanggung pemerintah.
  5. Kelima, setelah mendapatkan sertifikasi kompetensi dapat mengikuti uji kompetensi, biaya akan disubsisidi dari program kartu pra-kerja hingga Rp 90.000.
  6. Keenam, peserta akan mendapat insentif persiapan melamar pekerjaan sebesar Rp 500.000.
  7. Ketujuh, peserta akan memberikan penilaian dan evaluasi proses pelatihan yang telah diikuti.
  8. Terakhir, peserta harus mengisi survei kepekerjaan yang dilakukan secara periodik untuk mendapat data apakah sudah mendapatkan kerja atau belum.

Fungsi Kartu Pra Kerja

Kartu pra kerja ini dikeluarkan dengan fungsi untuk membantu warga Indonesia mendapat penghidupan yang lebih layak. Kartu pra kerja ini akan diberikan bagi anak-anak muda yang baru tamat dari sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, atau lulusan perguruan tinggi yang akan mencari kerja. Melalui kartu ini, para lulusan sekolah bisa mendapatkan program pelatihan keterampilan atau vocational training. Adanya kartu prakerja bukan berarti sekadar menggaji pengangguran. Memang diperuntukan bagi yang belum bekerja, tapi fungsinya sebagai penunjang selama proses membentuk keahlian diri sebelum terjun ke dunia kerja.

Manfaat Ikut Pelatihan Kartu Pra Kerja

Adapun berikut 7 manfaat mengikuti pelatihan Kartu Pra Kerja yang sudah Mamikos rangkumkan untuk kamu:

1. Efektivitas Kerja

Individu yang terlatih dinilai lebih mampu menggunakan bahan dan peralatan kerja dengan lebih baik dan ekonomis. Selain itu, risiko kecelakaan dan kerusakan peralatan menjadi lebih minimal bila ditangani oleh orang  yang sudah telah terlatih. Sehingga dapat mengurangi biaya produksi per unit dan mempekerjakan karyawan bersertifikasi menjadi keuntungan sendiri bagi industri maupun perusahaan.

2. Lebih Produktif

Individu yang sudah terlatih biasanya akan lebih mampu menunjukkan produktivitas yang lebih besar dan kualitas hasil kerja yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak terlatih. Pelatihan akan meningkatkan keterampilan setiap individu dalam melakukan pekerjaan tertentu. Sekaligus ikut mempengaruhi kuantitas dan kualitas output perusahaan.

3. Standarisasi Prosedur

Standarisasi yang telah dilakukan banyak perusahaan kerap membuat tuntutan kinerja lebih tinggi. Dengan begitu, perusahaan umumnya membutuhkan individu yang telah terampil atau memiliki pengalaman pelatihan untuk bisa mencapai target.

4. Minim Pengawasan

Apabila individu mengikuti pelatihan yang tepat, tanggung jawab pengawasan akan berkurang. Sehingga perusahaan dapat lebih menghemat energi dan menyalurkannya pada kebutuhan yang lebih mendesak. Namun, bukan berarti menghilangkan sepenuhnya kebutuhan akan pengawasan, melainkan lebih pada mengurangi kebutuhan pengawasan yang terperinci dan konstan. Sehingga individu yang sudah bersertifikat pelatihan umumnya dianggap lebih menguntungkan.

5. Lebih Terampil

Ketika sebuah keterampilan baru dibutuhkan, perusahaan sering kali menghadapi kesulitan besar dalam mencari karyawan. Sehingga, sertifikasi pelatihan dapat menjadi pertimbangan untuk menemukan karyawan yang diharapkan mampu mempersingkat proses seleksi.

6. Moral Yang Baik

Moral seorang karyawan dianggap lebih baik ketika telah mengikuti pelatihan yang tepat. Program pelatihan yang baik akan membentuk sikap individu yang memiliki kerja sama dan loyalitas yang lebih besar. Sehingga dengan pelatihan, diharapkan kendala ketidakpuasan, keluhan, ketidakhadiran, dan rotasi dapat dikurangi di antara karyawan.

7. Menggunakan Keterampilan Secara Sistematis

Dengan adanya program pelatihan, tentu akan membantu mempersingkat waktu belajar untuk mencapai kinerja yang diharapkan. Seorang karyawan pun  tidak lagi belajar melalui coba-coba atau dengan mengamati orang lain yang sudah tentu lebih membuang waktu perusahaan. Sehingga sertifikasi pelatihan dari lembaga terpercaya dapat meningkatkan nilai calon karyawan di mata perusahaan.

Besaran Saldo/Gaji Pengangguran Kartu Pra Kerja

Untuk tahap awal, pemerintah akan memberikan kartu pra kerja terhadap 2 juta orang mulai 2020. Kartu Pra Kerja ini nantinya akan dicetak secara digital di mana nantinya akan berisi saldo sekitar Rp3.650.000 sampai Rp7.650.000. Kemudian, dana tersebut juga dialokasikan untuk membiayai sertifikasi dengan estimasi biaya tertinggi Rp900.000. Kemudian, insentif pasca-pelatihan sebesar Rp500.000, dan terakhir biaya pengisian survei yang dilakukan tiga kali dan diberikan insentif sebesar Rp50.000.

Kartu Pra Kerja memungkinkan seseorang untuk mendapat pelatihan kerja. Jadi mereka bisa mengasah keterampilan masing-masing sebelum mencari kerja. Pelatihannya kelak bakal digawangi oleh banyak instruktur profesional. Baik yang bekerjasama dengan kementerian atau lembaga, badan usaha milik negara, hingga perusahaan swasta. Dengan kualitas diri yang terbentuk lebih baik, bukan tidak mungkin nantinya mereka bisa dengan muda diterima oleh perusahaan impian.

Sekilas, banyak yang menyalahartikan fungsi kartu ini. Kartu Pra Kerja bukanlah dibuat untuk menggaji pengangguran. Padahal, Kartu Pra Kerja nantinya diperuntukkan lebih untuk memfasilitasi anak-anak Indonesia agar memiliki peluang masuk ke dunia kerja. Program tersebut bisa dibilang merupakan investasi yang dilakukan pemerintah juga.

Nah, semoga info seputar Kartu Pra Kerja yang sudah Mamikos rangkum di atas bisa bermanfaat untuk kamu ya. Jangan lupa untuk selalu berkunjung ke situs blog Mamikos untuk mendapatkan informasi ter-update dan informasi menarik lainnya. Unduh aplikasi Mamikos juga untuk akses yang lebih praktis lagi. Temukan pula informasi seputar lowongan kerja, kost-kostan, serta sewa apartemen, hingga sewa rumah kontrakan.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu: