Kata Penghubung: Pengertian, Contoh, dan Jenis Kata Penghubung

Kata Penghubung: Pengertian, Contoh, dan Jenis Kata Penghubung – Dalam Bahasa Indonesia, ada berbagai macam struktur kalimat yang bisa kita pelajari lebih dalam. Biasanya, ada macam-macam jenis kata yang kita gunakan dalam kalimat yang kita ucapkan sehari-hari. Salah satu kata yang umumnya digunakan dalam Bahasa Indonesia adalah kata penghubung. Apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan kata penghubung?

Pengertian, Contoh, dan Jenis Kata Penghubung Dalam Bahasa Indonesia

unsplash.com

Agar bisa memahami Bahasa Indonesia yang baik dan benar, ada baiknya bagi kita untuk tahu struktur kata yang membentuk suatu kalimat. Kita akan lebih mudah dalam menggunakan Bahasa Indonesia agar bisa membuat kalimat yang baik, jelas, dan padat. Kata penghubung adalah salah satu jenis kata yang bisa kamu pelajari dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Berikut ini akan Mamikos jelaskan tentang pengertian, contoh, dan jenis kata penghubung.

Pengertian Kata Penghubung

Kata penghubung atau kata sambung atau biasa disebut dengan konjungsi adalah sebuah kata tugas yang berfungsi untuk menggabungkan klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat dan paragraf dengan paragraf. Selain itu, kata penghubung dalam Bahasa Indonesia juga bisa diartikan dengan kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat. Sedangkan pengertian lain dari kata tersebut adalah kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam konstruksi.

Lalu, di mana kita bisa melihat penggunaannya? Kata penghubung antar klausa sering kita jumpai di tengah sebuah kalimat. Sementara untuk kata hubung antar kalimat dan antar paragraf biasanya terdapat di awal sebuah paragraf.

Contoh dan Jenis Kata Penghubung

Setelah kamu mengetahui apa itu kata penghubung, ada baiknya kalau kamu juga mengetahui jenis-jenisnya. Berdasarkan fungsi, kata hubung atau konjungsi terdiri dai 16 jenis. Berikut penjelasan Mamikos tentang contoh dan jenis kata penghubung.

Kata Penghubung Aditif atau Gabungan

Kata hubung aditif atau gabungan merupakan kata penghubung yang berfungsi menghubungkan antar klausa, kalimat dan paragraf yang memiliki kedudukan yang sama. Kata yang sering digunakan untuk kata hubung ini adalah dan, lagipula, dan serta.

Contoh:

  1. Ibu sedang menulis dan Ayah memperbaiki motor.
  2. Ayah, Ibu serta Adik akan ke Surabaya bulan depan.

Kata Penghubung Waktu

Kata hubung waktu memiliki fungsi sebagai kata hubung yang menjelaskan hubungan waktu antara dua hal. Kata hubung waktu bisa menjelaskan hubungan yang sederajat maupun tidak sederajat. Contoh kata hubung yang biasa digunakan adalah sebelumnya, selanjutnya, bilamana, sejak, sesudah dan lainnya.

Contoh:

  1. Setelah kata sambutan dari ketua panitia acara selanjutnya adalah pemberian hadiah.
  2. Mereka sudah ada disana sejak dini hari.
  3. Citra membaca buku yang sebelumnya dia pinjam dari temannya.

Kata Penghubung Pertentangan

Kata hubung pertentangan merupakan bentuk kata hubung yang menghubungkan dua buah kalimat, kata, ataupun klausa yang sederajat namun mempertentangkan kedua bagian tersebut. Kata yang biasa dipakai pada kata hubung ini adalah tetapi, melainkan dan sedangkan.

Contoh:

  1. Gedung itu besar tetapi tidak terawat.
  2. Banyak yang ingin kuliah tetapi tidak punya biaya.
  3. Mereka tidak berbohong, melainkan mengatakan kebenaran.

Kata Penghubung Pilihan

Kata hubung pilihan atau disjungtif adalah bentuk kata penghubung yang berfungsi menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih dengan tujuan untuk memilih. Kata yang biasa digunakan adalah atau, ataupun, maupun.

Contoh:

  1. Kamu mau membeli buku atau pensil?
  2. Soto ataupun sop ayam sama saja, keduanya dia suka.
  3. Baik pagi, siang maupun malam, kerjanya hanya tiduran saja.

Kata Penghubung Tujuan

Kata hubung tujuan adalah kata penghubung yang menjelaskan maksud, tujuan suatu kejadian atau tindakan. Kata hubung yang biasa digunakan di antaranya adalah guna, untuk, agar, dan supaya.

Contoh:

  1. Ayah memperbaiki sepeda untuk Tito.
  2. Mereka membersihkan sungai supaya tidak banjir lagi saat musim hujan tiba.
  3. Polisi mengatur lalu lintas agar jalanan tidak macet.
  4. Ibu menghukum Adik guna memberinya pelajaran.

Kata Penghubung Sebab

Kata hubung sebab atau kausal merupakan bentuk kata hubung yang menjelaskan kejadian yang terjadi akibat suatu sebab tertentu atau khusus. Kata hubungnya adalah sebab dan karena.

Contoh:

  1. Banjir yang terjadi kemarin karena saluran air tersumbat oleh sampah.
  2. Aldi jatuh sakit karena bekerja terlalu keras.
  3. Mereka percaya dengan cerita itu sebab mereka sudah pernah mengalaminya sendiri.

Kata Penghubung Akibat

Kata hubung akibat atau konsekutif merupakan bentuk kata hubung yang menerangkan bahwa suatu keadaan tersebut dapat terjadi karena penyebab yang lainnya. Contoh kata hubung yang digunakan adalah sehingga, sampai, dan akibatnya.

Contoh:

  1. Guntur malas belajar akibatnya dia tidak lulus Ujian Nasional.
  2. Anak-anak terlalu asyik bermain petak umpet sampai mereka lupa hari sudah petang.

Kata Penghubung Urutan

Kata hubung ini berfungsi menyatakan urutan suatu hal. Kata hubung yang sering dipakai di antaranya adalah lalu dan kemudian.

Contoh:

  1. Lelehkan dulu menteganya, setelah panas baru kemudian masukan telurnya.
  2. Kita mampir ke Sidoarjo terlebih dahulu lalu baru kita ke Malang.

Kata Penghubung Syarat

Kata hubung syarat atau kondisional adalah jenis kata hubung yang menerangkan bahwa kejadian tersebut dapat terjadi apabila syarat-syaratnya terpenuhi. Kata hubung yang sering digunakan adalah jika, jikalau, kalau, dan apabila.

Contoh:

  1. Semua mahasiswa pasti lulus kalau rajin mengerjakan skripsi.
  2. Rina tidak akan sakit apabila kemarin menjaga daya tahan tubuhnya.
  3. Tuti akan datang jika Aldi menjemputnya.

Kata Penghubung Tak Bersayarat

Kata hubung ini berfungsi menyatakan bahwa suatu hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat yang harus terpenuhi. Contoh kata hubung yang sering digunakan adalah walaupun, meskipun, dan biarpun.

Contoh:

  1. Mereka tetap bermain walaupun cuaca panas.
  2. Andi tetap pergi kuliah meskipun sedang pusing.
  3. Adik tetap pergi biarpun Ayah melarangnya.

Kata Penghubung Perbandingan

Kata hubung ini berguna untuk menghubungkan dua hal dan kemudian membandingkannya. Kata yang sering dipakai di antaranya adalah seperti, sebagai, bagai, dan bagaikan.

Contoh:

  1. Anak kembar yang mirip itu bagaikan pinang dibelah dua.
  2. Jalannya selalu lambat seperti siput.
  3. Mereka tidak pernah akur bagai kucing dan anjing.

Kata Penghubung Pembenaran

Kata hubung ini biasa disebut juga dengan konsesif adalah suatu kata hubung yang berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan suatu hal sekaligus menolak hal lainnya. Contoh kata hubung pada konjungsi ini adalah walaupun, meskipun, biar, dan biarpun.

Contoh:

  1. Mereka tetap diam walaupun tahu siapa pencurinya.
  2. Anak-anak itu tetap bermain meskipun sudah dilarang.
  3. Makanan itu tetap laku meskipun hampir semua tahu makanan itu tidak sehat.

Kata Penghubung Korelatif

Kata hubung ini bertujuan untuk menghubungkan dua kalimat yang masih memiliki hubungan sehingga bagian yang satu langsung mempengaruhi bagian yang lain atau kalimat yang satu melengkapi kalimat yang lain. Contoh kata hubung ini adalah tidak hanya … tetapi juga, sedemikian rupa … sehingga, dan bukannya … melainkan.

Contoh:

  1. Kakakku tidak hanya seorang mahasiswa tetapi juga seorang pengusaha baju.
  2. Baik Lionel Messi maupun Ronaldo keduanya adalah pemain sepak bola yang hebat.

Kata Penghubung Penegas

Kata hubung ini berfungsi sebagai penegas atau meringkas bagian kalimatnya sebelumnya. Contoh kata yang sering dipakai adalah bahkan, apalagi, yaitu, dan yakni.

Contoh:

  1. Pak Anto adalah orang yang sangat kaya bahkan melebihi kekayaan seorang presiden.
  2. Jalanan Jakarta selalu macet apalagi ketika turun hujan.
  3. Beberapa tempat liburan favoritnya, yaitu hutan, laut, dan gunung.

Kata Penghubung Pembatas

Kata hubung ini bertujuan untuk menyatakan suatu batasan terhadap suatu keadaan atau kejadian. Kata hubung yang sering digunakan adalah kecuali, selain, dan asal.

Contoh:

  1. Mereka tidak boleh pulang kecuali ada mereka sudah menyelesaikan tugas akuntansi.
  2. Peserta rapat menyetujui usulan ketua asal keinginan mereka juga dipenuhi.
  3. Selain petugas perpustakaan, yang lain dilarang masuk.

Kata Penghubung Penjelas

Kata hubung ini berfungsi untuk menjelaskan kalimat sebelumnya agar lebih terperinci. Kata yang sering dipakai diantaranya adalah bahwa.

Contoh:

  1. Mereka yakin bahwa Lina bukan pencuri sebenarnya.
  2. Ibu bilang bahwa Ayah akan pulang minggu depan.
  3. Pencuri itu berjanji bahwa dia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Nah, itu tadi pengertian, contoh, dan jenis kata penghubung yang bisa Mamikos jelaskan. Dari penjelasan tersebut, semoga kamu bisa menggunakan Bahasa Indonesia yang lebih baik dan lebih benar lagi, ya. Untuk kamu yang sedang bingung mencari tempat tinggal dekat kampus idaman, kamu bisa install aplikasi Mamikos untuk mempermudahmu.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah