Ke Mana Setelah Lulus SMK / SMA? Ini Beberapa Pilihan yang Bisa Jadi Inspirasi
Apakah kamu sudah menentukan arah selepas lulus sekolah menengah? Simak inspirasi kegiatan yang bisa kamu pilih.
Tertarik untuk berkarier di bidang yang membutuhkan gelar sarjana? Artinya, kuliah wajib kamu tempuh, misalnya di Program Diploma (D1, D2, D3) atau Program Sarjana (S1).
Tidak hanya belajar tentang teori, kamu juga akan mendapatkan materi terkait praktik langsung.
Jangan khawatir jika kamu berasal dari SMK yang ingin langsung kuliah karena ada universitas yang menawarkan program akselerasi khusus seperti Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau Program Fast Track, sehingga kamu bisa menyelesaikan studi lebih cepat.
Perguruan Tinggi merupakan tempat yang bisa kamu manfaatkan untuk membangun relasi jangka panjang. Pertimbangan rata-rata gaji lulusan universitas yang lebih tinggi dibandingkan lulusan sekolah menengah pun bisa kamu dapatkan.
Namun, kamu juga perlu mengantisipasi hambatan yang mungkin dihadapi, seperti faktor finansial, waktu kuliah yang panjang, akses pendidikan yang lebih sulit jika kamu berasal dari daerah terpencil, dan pengalaman praktik awal yang kurang karena di perkuliahan banyak belajar teori.
Agar proses perkuliahan sukses, tidak ada salahnya mencari bantuan pendidikan melalui beasiswa yang berasal dari pemerintah, universitas, atau pihak swasta. Jangan malas mencari informasi dan melamar beasiswa, ya!
Kamu juga bisa kuliah sambil bekerja dengan memilih kampus yang menyediakan fasilitas tersebut, seperti di Universitas Terbuka (UT) atau kampus yang fleksibel lainnya.
3. Berwirausaha
Momen setelah lulus SMA/SMK sangat tepat untuk kamu yang ingin membangun bisnis sendiri. Apalagi jika di SMK kamu sudah mendapatkan banyak bekal untuk memulai usaha.
Dengan berwirausaha, kamu bisa menjadi pemilik untuk mengatur usaha secara penuh. Tidak ada yang membatasi ide-idemu dan jadwal bekerjamu setiap hari. Semakin sukses bisnis yang kamu bangun, semakin besar pula pemasukanmu.
Namun, kamu tidak boleh berhenti belajar. Karena bisnis bisa menjadi aset yang berkembang, sangat penting memahami prinsip manajemen, keuangan, penjualan, customer service, dan hal lainnya.
Selain itu, siapkan juga modal awal untuk membangun bisnis. Manfaatkan tabungan pribadi, pinjaman, hingga investor.
Jaga kesehatan karena di awal merintis bisnis, kamu harus siap bekerja lebih agar sistem bisnis dapat dibangun. Risiko gagal juga tinggi jika kamu tidak mengikuti perkembangan sekitar.
Ada bisnis terkait pelayanan di bidang jasa, jual-beli barang, penjualan, produksi, makanan dan minuman, dan bisnis di dunia digital.
Tips Mamikos, hindari memulai bisnis yang terlalu rumit apalagi tidak kamu mengerti seluk-beluknya. Kamu juga perlu realistis bahwa bisnis tidak bisa mendadak sukses tetapi harus dibangun bertahap. 💸
4. Mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi
Cobalah untuk mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuanmu secara spesifik, misalnya dengan ikut pelatihan.
Terdapat lembaga yang menawarkan program pelatihan singkat mulai dari 1 bulan yang sertifikatnya diakui industri.
Beberapa contoh pelatihan yang tersedia misalnya coding bootcamp bagi kamu yang tertarik menjadi programmer, sertifikasi Cloud (AWS, Google Cloud, Azure), sertifikasi K3 untuk kamu yang ingin terjun di dunia industri, sertifikasi digital marketing, hingga sertifikasi di bidang analisis data.
Waktu pelatihan dan sertifikasi yang cepat dalam hitungan bulan memungkinkan kamu untuk bisa fokus pada kemampuan tertentu. Jadi, kamu bisa langsung praktik setelah lulus pelatihan.
Dibandingkan dengan kuliah formal, biaya pelatihan dan sertifikasi biasanya lebih terjangkau. Waktunya pun lebih fleksibel karena ada yang menawarkan program secara online tanpa harus tatap muka.
Agar program pelatihan bisa kamu ikuti dengan lancar, pastikan bahwa sertifikat yang akan didapatkan memang kredibel karena tidak semua sertifikat diakui industri.
Setelah mendapatkannya, bangun portofolio dan pengalaman praktik karena kemudahan akses pelatihan bisa membuat banyak orang memiliki sertifikat sama denganmu.
Halaman:

