Kelakuan Lucu Jaman Kecil Saat Ramadhan, Kamu Nomor Berapa ?

 Posted on Senin, Mei 21st, 2018  Posted in Ramadhan  Mamikos

Bulan Ramadhan yang kita tunggu sudah tiba. Semakin dewasa, terkadang kita sering mengenang masa kecil yang mengasyikkan, baik bersama keluarga maupun sahabat. Pengalaman yang sangat berkesan pada bulan Ramadhan bersama teman-teman pun menjadi momen yang tidak terlupakan. Apakah kamu masih ingat dengan kelakuan masa kecil saat Ramadhan tiba? Yuk baca 10 kelakuan jaman kecil pas saat Ramadhan ini pasti bikin kamu senyum sendiri, siapa tau salah satunya adalah kebiasaan yang pernah kamu lakukan!

Kenangan Lucu Saat Masih Kecil di Bulan Ramadhan

1. Bolos shalat tarawih karena ingin main petasan

Saat ini petasan sudah bukan hal yang biasa dimainkan ketika Ramadhan tiba. Namun, belasan atau puluhan tahun lalu, suara ledakan petasan sudah biasa terdengar ketika tarawih tiba. Biasanya, petasan dimainkan oleh anak laki-laki untuk mengagetkan jamaah shalat yang melintas atau hanya sekadar iseng untuk membuat suasana semakin meriah.

Anak laki-laki rela menyisakan uang jajannya hanya untuk membeli petasan agar bisa bermain dengan teman-temannya. Jika kamu adalah salah satu anak dengan kebiasaan ini, maka bisa jadi kamu adalah anak yang membuat orang-orang di sekitarmu merasa kesal dan terganggu.

Jangan-jangan, kamu pernah dimarahi orang tua karena ketahuan bolos tarawih, ya? Selain itu, Ada pula yang sengaja berangkat tarawih hanya untuk bermain bersama teman-teman. Jika penceramah sudah menyampaikan materi, tidak mengherankan jika banyak anak-anak yang lebih asyik mengobrol.

2. Membangunkan sahur warga sambil berkeliling

Kamu pernah ikut teman-teman membangunkan sahur warga masyarakat di sekitar rumahmu? Momen membangunkan sahur sambil membawa kentongan atau alat musik biasanya menjadi kenangan tersendiri. Jika saat itu belum ada listrik yang masuk desa, biasanya anak-anak akan membawa obor. Sepanjang perjalanan mereka bercanda dan bercengkerama. Tidak jarang mereka juga langsung mengenakan sarung dan memakai peci agar bisa ke masjid setelah sahur berakhir.

3. Mengantre di depan penceramah untuk meminta tanda tangan

Apakah sekolahmu adalah salah satu sekolah yang rutin membagikan buku agenda Ramadhan setiap tahun? Banyak yang mendadak rajin ke masjid karena buku ini. Terdapat banyak daftar aktivitas yang harus dikerjakan, mulai dari shalat wajib berjamaah, shalat sunnah, tadarus Al-Quran, serta puasa. Diantara aktivitas-aktivitas tersebut, pasti ada salah satu kegiatan yang membutuhkan tanda tangan penceramah Ramadhan sebagai bukti bahwa kamu benar-benar hadir.

Antrian mengular akan muncul pada saat selesai ceramah Subuh dan ceramah tarawih, sehingga tidak jarang anak-anak berebut mendapatkan antrian pertama. Meskipun terdengar merepotkan, tapi dengan adanya buku tersebut ibadah Ramadhanmu menjadi semakin rajin, kan?

4. Berwudhu sambil minum air kran

Rasa haus yang muncul di tengah hari membuat godaan puasa menjadi semakin berat, ditambah lagi jika ibumu memasak makanan berbuka. Jika sudah tidak kuat menahan haus, mungkin kamu pernah berpura-pura wudhu sambil memperlama bagian kumur. Ketika kamu menyadari tidak ada yang melihat, air yang ada di mulut akan ditelan sekadar untuk membasahi kerongkongan. Pernah melakukannya?

5. Jalan-Jalan setelah shalat Subuh

Salah satu agenda yang sering dilakukan anak-anak adalah jalan-jalan. Biasanya, mereka melakukannya setelah shalat Subuh selesai agar tidak terlalu panas. Lokasinya bisa jauh dari rumah, tapi juga bisa dekat rumah jika diisi dengan agenda bermain tali, gundu, atau permainan lainnya.

Jika kamu tinggal di pedesaan, mungkin kamu pernah berjalan-jalan di pematang sawah atau di kebun setelah melaksanakan shalat di surau. Bahkan, tidak jarang ada yang membawa kembang api untuk dinyalakan bersama-sama sepanjang perjalanan.

6. Mengikuti pesantren kilat

Agenda pesantren kilat adalah salah satu agenda wajib yang biasanya diadakan pihak sekolah atau TPA/TPQ. Momen ini sudah pasti menjadi salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu. Jangka waktu pelaksanaannya bervariasi, mulai dari 2 hari bahkan sampai 1 minggu. Agenda pesantren kilat sangat erat dengan kegiatan untuk meningkatkan iman, seperti kajian, shalat sunnah, shalat wajib berjamaah, sahur dan buka bersama, serta renungan malam. Agenda terakhir memang seringkali membuat anak-anak menjadi takut.

Selain karena dilakukan dalam kondisi lampu mati, biasanya pihak penyelenggara akan meminta anak-anak melakukan introspeksi. Ada yang memutar film tentang orang tua, kematian, bahkan surga dan neraka, sehingga tidak mengherankan banyak yang menangis. Jika kamu pernah mengikuti sesi ini, apakah kamu menjadi takut atau justru malah tertidur selama sesi berlangsung?

7. Berpura-pura puasa hanya karena malu

Jika bulan Ramadhan sangat identik dengan puasa, biasanya anak-anak yang belum terbiasa menahan haus dan lapar akan berpura-pura puasa. Alasannya sepele hanya karena malu dengan teman-temannya. Jika di luar rumah mereka mengatakan pada teman-teman puasa, tetapi jika sudah sampai rumah anak-anak akan langsung membuka tudung nasi untuk mencicipi masakan ibu.

Bagaimana kalau ada teman yang tidak sengaja melihat? Pasti alasan tidak sengaja makan atau tidak sengaja minum masih menjadi senjata untuk melindungi diri agar tidak terlalu malu. Pernah mengalaminya?

8. Lebih sering mandi agar tidak haus

Kebiasaan menunda-nunda mandi barangkali tidak berlaku lagi pada saat Ramadhan tiba. Terik matahari yang membuat dahaga akan membuatmu betah berlama-lama bermain air. Bahkan, tidak jarang anak-anak menelan air yang tidak sengaja masuk ketika mandi. Kebiasaan mandi siang hari ini juga menjadi salah satu cara untuk menyegarkan badan.

9. Belajar puasa dan tidak menangis

Ketika masih kecil, orang tua sering menawari untuk berpuasa setengah hari apabila sang anak belum kuat menahan lapar sehari penuh. Tentunya pencapaian berpuasa setengah hari banyak membuat anak-anak bangga, apalagi ketika orang-orang bertanya rekor terlama puasa. Setelah adzan dzuhur berkumandang, biasanya anak-anak akan berbuka terlebih dahulu, kemudian melanjtkan puasa hingga maghrib tiba.

Namun, terkadang ada anak yang usil dan membuat menangis ketika bermain. Jika kamu pernah mendapatkan perlakuan nakal dari teman sampai menangis, apakah kamu pernah mendengar perkataan bahwa menangis bisa membatalkan puasa?

Bagi anak yang takut puasanya batal, ia akan diam-diam menangis agar tidak ketahuan. Namun, tidak jarang ada yang menahan diri agar air matanya tidak keluar. Tingkah lucu masa kecil tersebut masih teringat hingga saat ini.

10. Berebut takjil bersama teman-teman

Adzan maghrib yang berkumandang menjadi salah satu penanda bahwa puasa hari itu sudah berakhir. Ketika masih anak-anak, apakah kamu pernah berusaha mencari tahu menu takjil yang ada di masjid? Biasanya menu berbuka antara satu masjid dengan masjid yang lain tidak sama, sehingga banyak yang melakukan survey terlebih dahulu agar bisa mendapatkan menu berbuka porsi besar. Tidak jarang juga anak-anak akan melakukan ngabuburit atau menunggu waktu berbuka sambil jalan-jalan atau mengaji di surau.

Sekian informasi mengenai 10 kelakuan jaman kecil pas saat Ramadhan ini pasti bikin kamu senyum sendiri yang dapat Mamikos berikan. Adakah salah satu kebiasaan yang masih terkenang hingga saat ini? jika kamu rindu dengan masa kecil dan ingin mencoba mengenang masa lalu, kamu bisa pulang ke kampung halaman untuk beberapa waktu.

Gunakan aplikasi pencari kost mamikos untuk memudahkan proses pencarian hunian sementara yang lokasinya tidak jauh dari kampung halaman. Terdapat berbagai macam jangka waktu sewa kamar kost, mulai dari harian hingga tahunan. Selamat mencari!