5 Komponen Laporan Keuangan yang Sering Digunakan Beserta Penjelasannya

Posted in: Mapel Pelajar

5 Komponen Laporan Keuangan yang Sering Digunakan Beserta Penjelasannya – Tahukah kamu jika komponen laporan keuangan tidak hanya dimiliki oleh perusahaan besar saja, melainkan usaha kecil juga bisa memilikinya? Ya, usaha kecil UMKM pada dasarnya juga memiliki laporan keuangan yang membantu pelaksanaan bisnisnya supaya bisa lebih berkembang.

Penggunaan data laporan keuangan itu sangat dibutuhkan supaya pemasukan dan pengeluaran bisa terdokumentasi sepenuhnya. Sama halnya dengan pembukuan, menulis laporan juga selalu membutuhkan informasi yang jelas baik itu untuk kebutuhan usaha atau pendapatan usaha.

Tanpa adanya data konkret dari sebuah laporan keuangan, bisnis kecil seperti UMKM akan sulit berkembang karena kurangnya informasi pengeluaran hingga pemasukan dananya. Oleh karena itu setiap pelaku bisnis disarankan untuk selalu mencatat dan melaporkan kebutuhannya.

Dengan begitu, kamu jadi tahu bagaimana langkah yang harus diambil untuk strategi usaha ke depannya. Jadi, laporan yang disusun secara rapi juga dapat membantu proses pemeriksaan. Proses ini sangat dibutuhkan untuk melihat prospek keuangan bisnis usaha di periode terakhir.

5 Bentuk Komponen Laporan Keuangan yang Wajib Diketahui 

unsplash.com/@towfiqu999999

Jika disebutkan, laporan keuangan itu ada 5 jenisnya dan terdiri dari laporan keuangan (neraca), laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan posisi keuangan (arus kas) serta laporan lain-lain (di sektor UMKM).

Kelima jenis pelaporan tersebut akan sangat membantu bisnis untuk mengatur keuangannya. Untuk lebih jelasnya berikut ini kami jelaskan kelima jenis komponen yang perlu kamu ketahui, karena setiap komponen memiliki fungsi dan karakteristiknya masing-masing.

1. Komponen Laporan Keuangan Neraca

Komponen pertama sangat dibutuhkan dalam usaha karena pendataannya menggambarkan sifat dan kekuatan finansial yang sedang terjadi saat ini. Informasi di dalam pendataan meliputi aset, modal usaha (ekuitas) di dalam periode tertentu dan kewajiban pembayaran atau liabilitas.

Setiap laporan akan menjadi persiapan untuk strategi bisnis di periode mendatang. Berikut ini penjelasan singkat mengenai ketiga informasi yang ada di dalam laporan Neraca.

Aset

Dalam Neraca, ada dua jenis aset yaitu berwujud (Tangible) dan tidak berwujud (Intangible). Kedua jenis aset memiliki fungsi untuk memajukan dan mengembangkan strategi usaha ke depannya. 

Dari dua jenis aset tersebut, ada unsur yang bisa kamu dapatkan. Aset berwujud dibagi menjadi dua tipe yaitu aset lancar dan tetap. 

Aset lancar terdiri dari perlengkapan, persediaan, piutang, kendaraan dan aset berwujud lainnya. Sedangkan aset tetap terdiri dari bangunan, kendaraan, peralatan dan sumber daya fisik lainnya.

Lalu ada juga aset tidak berwujud seperti suatu hak paten, hak cipta, Goodwill (hak akuisisi) dan aset tidak berujud lainnya. Semua komponen laporan keuangan itu diperlukan untuk membangun bisnis usaha di masa depan.

Kewajiban (Liabilitas) 

Dalam unsur kewajiban, ada dua kategori yang harus kamu pahami yaitu kewajiban jangka panjang dan kewajiban layar. Kedua kategori tersebut bisa meliputi pembayaran tagihan, gaji karyawan, sewa gedung atau kewajiban pembayaran utang dengan tempo.

Komponen laporan keuangan ini sangat penting dan harus diwaspadai untuk menjalankan bisnis ke depannya. Selain itu, usaha juga cenderung memburuk ketika setiap kewajiban tidak dilaksanakan oleh pelaku usaha yang bertanggung jawab.

Modal Usaha (Ekuitas)

Secara garis besar, ekuitas meliputi aset usaha berupa saham yang ada di dalamnya. Modal usaha ini bisa dibagi ke dalam dua pihak yaitu dari investor dan pemilik usaha. 

Komponen lain yang bisa menjadi contohnya adalah pembagian dividen antara kedua pemegang aset. Strategi bisnis juga dipengaruhi oleh modal usaha yang dimiliki. 

Oleh karena itu, setiap pelaku usaha harus berhati-hati dalam menganalisis data supaya kebutuhan bisa terpenuhi. Mulai dari pembagian likuiditas sampai aset residual, semuanya perlu direncanakan.

2. Komponen Laporan Keuangan Data Laba Rugi Komprehensif

Laporan kedua digunakan untuk pendataan keuangan di periode atau kuartal tertentu. Dari data laporan ini, kamu dapat melakukan evaluasi bagaimana kinerja perusahaan atau usaha di periode tersebut. Ketika laba lebih besar, maka perusahaan sedang bergerak di jalur positif.

Namun ketika laporan memberikan data kerugian, maka usaha perlu diperbaiki lagi sistem dan strategi pemasarannya. Dengan begitu, persiapan untuk merencanakan strategi yang lebih baik bisa dilakukan lebih cepat ketika data laporan sudah di dapatkan.

Untuk komponen laporan keuangan data laba rugi ada 4 unsur yang harus kamu ketahui. Berikut ini 4 unsur penting yang terdapat di dalam laporan keuangan Laba Rugi.

Pendapatan

Sebagai salah satu aktivitas perusahaan, penjualan produk bisa mempengaruhi laporan laba rugi secara signifikan. Ketika penjualan produk usaha mencapai target yang sudah ditentukan atau melebihinya, maka perusahaan sedang bergerak ke arah positif.

Pergerakan itu bisa meningkatkan laba dan menghindarkan perusahaan dari kerugian. Tapi jika pendapatan berkurang karena produk usaha utamanya tidak laku, maka perusahaan akan mendapat kerugian dan bergerak ke arah negatif.

Pengeluaran

Komponen laporan keuangan pada dasarnya juga dipengaruhi oleh pengeluaran baik itu dari segi aktivitas bisnis atau kebutuhan administrasi. Untuk aktivitas yang terjadi bisa meliputi pembelian, gaji karyawan, biaya promosi, biaya penjualan dan yang lainnya.

Sedangkan untuk aktivitas administrasi bisa meliputi pembayaran utang, pembayaran pajak dan kewajiban pembayaran lain. Ketika perusahaan bisa memanajemen keuangan dengan sangat baik, maka pengeluaran bukan menjadi hal yang perlu diwaspadai.

Keuntungan di Luar Aktivitas Operasional (Gain)

Laporan keuangan usaha pada dasarnya digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang ada. Salah satunya adalah pendapatan dari pergerakan pasar saham atau mendapat untung dari aktivitas yang terjadi ketika sedang terjadi demand.

Kerugian di Luar Aktivitas Operasional (Loss)

Kerugian di sektor ini bisa menyebabkan usaha mendapat penurunan atau bergerak negatif. Alasannya adalah terjadi pembengkakan yang mengakibatkan kegiatan operasional menjadi terganggu. Biasanya aktivitas mempengaruhi aset perusahaan di periode tertentu.

3. Komponen Laporan Keuangan Perubahan Ekuitas

Data dari laporan ini pada dasarnya berisi tentang aktivitas pergerakan ekuitas atau modal yang terjadi di dalam suatu periode. Sebagai contoh, terjadi kenaikan modal yang awalnya 900juta menjadi 1500juta dalam waktu satu periode.

Kenaikan ini tentunya memiliki dampak positif bagi usaha yang sedang berkembang. Biasanya para pemilik kepentingan baik itu dari investor hingga pemilik usaha, mendapatkan keuntungan lebih ketika perusahaan bergerak di jalur positif.

Hal inilah yang dimasukkan ke dalam data komponen laporan keuangan ekuitas. Ketika terjadi pergerakan keuangan dalam satu periode dan meningkatkan modal perusahaan. 

Maka strategi dan ekuitas yang dimiliki juga akan semakin berkembang dan bertambah. Namun ketika perusahaan bergerak di jalur negatif, maka modal akan berkurang dan pemilik kepentingan akan mendapatkan kerugian. 

Dari sini biasanya para pemilik saham melakukan evaluasi mengenai prospek atau strategi perusahaan ke depannya. Ketika rancangan sudah dibuat sejak awal, maka langkah selanjutnya adalah melaksanakannya. 

Tentu pelaksanaan didasari dengan keburukan sistem yang terjadi di periode sebelumnya. Jika strateginya benar, maka prospek perusahaan akan jauh lebih berkembang.

4. Komponen Laporan Keuangan Perubahan Arus Kas

Salah satu jenis laporan yang biasanya digunakan untuk menganalisis arus masuk atau arus keluar kas perusahaan ada di sini. Komponen laporan arus kas keluar meliputi aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Untuk lebih jelasnya, kami berikan penjelasan berikut.

Arus Kas Aktivitas Operasi

Di dalam arus kas ini ada banyak kegiatan usaha yang bisa dilaporkan. Aktivitas yang bisa didapatkan dari aktivitas perusahaan adalah pengiriman produk, penjualan produk, produksi, pengumpulan pembayaran dan penerimaan piutang.

Dari beberapa aktivitas di atas, kas masuk bisa meliputi asuransi, royalti, penyewaan aset, penjualan barang, penjualan jasa dan penerimaan kas. Lalu di sisi lain ada juga aktivitas keluar yang meliputi pembayaran karyawan, bunga dan pemasok.

Arus Kas Aktivitas Investasi

Sebagaimana yang kita ketahui komponen laporan keuangan dari investasi bisa berupa beli dan jual aset tetap. Instrumen di dalamnya berupa utang, ekuitas pasar modal dan unsur lain. Baik itu penjualan atau pendapatan saham, semuanya masuk ke dalam laporan ini.

Arus Kas Aktivitas Pendanaan

Sistemnya hampir sama seperti aktivitas investasi namun lebih cenderung ke pemasukan. Arus ini memiliki beberapa unsur di antaranya saham, obligasi, pembayaran dividen tunai dan pelunasan piutang. 

Semua tipe pembayaran termasuk peningkatan modal juga masuk ke sini. Investor yang melakukan pendanaan juga akan dikategorikan sebagai aktivitas pendanaan. 

Meskipun sifat yang dimilikinya hampir sama dengan aktivitas investasi, tapi tetap saja perbedaannya pada upaya pendanaan dan penambahan modal usaha.

5. Komponen Laporan Keuangan Lain di Sektor UMKM

Untuk laporan terakhir terdapat di dalam kebijakan usaha yang dibutuhkan oleh setiap akuntansi UMKM. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) terdapat perumusan khusus yang digunakan sebagai standar perhitungan laporan usaha utama secara menyeluruh.

Rumus perhitungan ini digunakan untuk usaha mikro kecil hingga menengah berdasarkan 3 jenis laporan keuangan. Ketiga jenis laporan keuangan itu adalah Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas. Ketiganya memiliki fungsi penting untuk data informasi yang diperlukan.

IAI berharap, standar laporan akuntansi ini bisa digunakan oleh setiap akuntan yang bertugas. Dengan kesamaan struktur dan pengelolaan data, IAI memiliki harapan tinggi pada kemajuan usaha tingkat menengah ke atas atau UMKM di masa mendatang.

Oleh karena itu komponen ini dikhususkan untuk sektor UMKM karena perusahaan besar pasti sudah memiliki sistemnya masing-masing. Selain itu, perancangan dari laporan juga bertujuan untuk membantu UMKM supaya lebih pintar dalam merancang strategi pemasarannya.

Sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas, pencatatan dan dokumentasi data itu sangat penting. Ada banyak komponen yang harus diperhatikan supaya keuangan dalam usaha dapat digunakan seefisien dan semaksimal mungkin.

Selain itu perencanaan strategi juga semakin mudah untuk dilakukan ketika semua sektor dalam badan usaha memahami apa yang perlu diperbaiki ke depannya. Pendanaan dan pengeluaran juga perlu dilakukan dengan bijak berdasarkan daya yang sudah dirangkum sebelumnya.

Laporan keuangan tidak hanya berguna untuk kebutuhan perusahaan dari dalam saja. Fungsi utama dari laporan adalah memberikan informasi kepada audit di setiap tahunnya. Tujuannya supaya mereka bisa memberi arahan tentang manajemen perusahaan yang menjadi lebih baik.

Dengan begitu, kamu bisa melakukan analisis data lebih dalam dan menciptakan sistem yang lebih baik. Sistem pembangunan usaha yang baik adalah dengan merancang, mengevaluasi, meneliti dan memutuskan strategi untuk memajukan prospek perusahaan di masa depan.

Oleh karena itu, pastikan terlebih dahulu kamu sudah memahami cara manajemen bisnis yang baik dengan memulainya dari membuat laporan dan merancangnya dengan detail. Cari akuntan berpengalaman supaya kelima komponen laporan keuangan di atas bisa diimplementasikan.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah