Kumpulan Contoh Kalimat Lugas dan Kiasan Bahasa Indonesia beserta Artinya

Kumpulan Contoh Kalimat Lugas dan Kiasan Bahasa Indonesia beserta Artinya – Keberagaman budaya Indonesia menjalar ke seluruh aspek, salah satunya bahasa.

Berbagai jenis kalimat tersaji begitu indah menjadi sebuah karya. Tidak ketinggalan contoh kalimat lugas dan kiasan dalam bahasa Indonesia yang sangat menarik.

Kedua kalimat tersebut memiliki sifat bertolak belakang dari segi maknanya. Jika kalimat lugas sering disebut konotasi, sedangkan pada kiasan dikenal dengan sebutan denotasi.

Perbedaan Mendasar Kalimat Lugas dan Kiasan

https://www.freepik.com/author/jcomp

Sekilas kalimat konotasi dan denotasi jarang terdengar padahal penggunaanya biasa dipakai masyarakat untuk berkomunikasi. Simak perbedaan mendasar kedua kalimat tersebut dibawah ini.

1. Definisi menurut KBBI

Secara harfiah denotasi atau kalimat lugas yaitu sekelompok kata memiliki arti sebenarnya dan bersifat dapat dinilai secara objektif.

Sebaliknya, konotasi atau kiasan muncul dari pikiran dan perasaan seseorang yang tertuang dalam suatu ungkapan.

Kalimat lugas banyak digunakan dalam kegiatan pendidikan. Pada dasarnya sesuai dengan panduan berbahasa Indonesia yang baik. Karena ungkapan tersebut berasal dari objek asli pada kehidupan.

Lain hal nya dengan konotasi yang banyak terdapat dalam karya sastrawan.

Karena makna kiasan hasil dari ungkapan hati perasaan sehingga berbeda dengan objek kenyataan. Biasanya dikaitkan dengan perumpamaan atau ibarat.

2. Ciri khusus masing-masing kalimat

Pada denotasi makna sudah pasti jelas dan lugas. Bukti tersebut didukung dengan validasi panca indera manusia.

Baik itu penglihatan, penciuman, pengecap, dan sentuhan. Sedangkan, pada makna kias semuanya tidak dapat dibuktikan dengan panca indera.

Selain itu makna dari kata kiasan sedikit rancu terdengar, namun jika mengetahui artinya maka akan bermakna. Biasanya dikaitkan dengan nilai norma yang berlaku  di lingkungan tertentu. 

Dalam arti konotasi dibagi berbagai jenis bentuk kiasan seperti dibawah ini.

  • Metafora biasanya dilakukan untuk perbandingan dua buah kalimat yang ada. Contohnya seperti “waktu adalah uang” makna yang tersirat memang tidak dalam arti sebenarnya. Namun, contoh tersebut membandingkan dua hal yaitu “waktu” juga “uang”.
  • Ibarat atau perumpamaan ini biasanya memakai kata awalan seperti atau sebagai. Contohnya “Tinggi pemain basket itu seperti pohon kelapa” maksudnya yaitu saking tingginya pemain basket seakan-akan setinggi pohon
  • Hiperbola digunakan dalam arti yang dilebih-lebihkan namun dengan makna humor. Contohnya “aku rela mati karenamu” sebagai makna saking dalamnya rasa cinta seseorang.
  • Personifikasi menggunakan benda mati sebagai kiasan. Biasanya sesuai dengan imajinasi yang sedang berpikir salah satu contohnya “matahari tersenyum mengawali hari”. Arti kiasan tersebut adalah cuaca pagi yang cerah.
  • Sinekdoke menggambarkan satu hal kecil mewakili seluruhnya, juga sebaliknya. Seperti kepala bisa mewakili perhitungan jumlah ternak maupun urang.
  • Otomatopoeia menggambarkan tindakan dengan suara atau tiruan lain seperti “Air mendidih mendesis dan bergejolak”.

Berbagai Contoh Kalimat Lugas dan Kiasan beserta Artinya

1. “Kambing Hitam”

Pak Anto sedang memandikan “kambing hitam” kesayangannya. Hal tersebut memberikan gambaran secara nyata objek yang terlihat yaitu kambing peliharaan berwarna hitam.

Susi dijadikan “kambing hitam” pada kasus pencurian tersebut. Berbeda dengan konotasi tersebut dengan makna bahwa kambing hitam ini adalah orang yang dikorbankan sebagai pelaku.

2. “Tangan Panjang”

Setiap hari minggu, Ari rajin berjualan kaos dengan “tangan panjang” di depan rumah. Sesuai dengan barang kaos dan memiliki model tangan panjang. 

Buah mangga di pohon teh Sari habis diambil si “tangan panjang”. Makna perumpamaan disini pencuri yang mengambil semua buah mangga. 

3. “Tangan Kanan”

Adab kesopanan mengajarkan jika makan harus menggunakan “tangan kanan”. Dari kalimat tersebut arti sebenarnya memang tangan kanan yang biasa digunakan untuk makan.

Perusahaan swasta memiliki banyak “tangan kanan” di lapangan. Yang dimaksudkan adalah orang kepercayaan perusahaan yang ada di lapangan.

4. “Bau Kencur”

Bau kencur pada seblak memang menggugah selera. Secara objektif bau bisa dirasakan oleh indera penciuman, maka termasuk kedalam makna sebenarnya.

Sebagai karyawan baru, Tika dianggap hanya anak “bau kencur”. Kalimat tersebut menunjukan bahwa sebagai karyawan baru Tika belum cukup mempunyai pengalaman dan dianggap anak baru.

5. “Gulung Tikar”

Selepas solat taraweh, Ahmad selalu membantu pengurus masjid untuk gulung tikar. Hal ini merupakan tindakan yang terlihat dilakukan.

Akibat pandemi covid-19, usaha makanan bibi menjadi gulung tikar. Artinya usaha yang dilakukan mengalami kebangkrutan.

6. “Manis”

Buah mangga yang dipetik dari pohon secara langsung memiliki rasa manis. Manis tersebut bisa secara objektif dirasakan oleh indera pengecap.

Senyum Dahlia sungguh manis, sampah susah dilupakan. Memiliki arti kiasan yang sebenarnya yaitu sebutan cantik.

7. “Tulang Punggung”

Sejak terkena osteoporosis, tulang punggung kakek selalu terasa sakit. Tulang punggung ini merupakan salah satu organ tubuh manusia.

Karena sudah ditinggal Ayah, Asep terpaksa menjadi tulang punggung keluarga di usia muda. Makna yang tergambar di atas adalah Asep menjadi tumpuan keluarga selepas Ayahnya meninggal.

8. “Angkat Tangan”

Dalam film itu, penjahat angkat tangan karena takut ditembak Polisi. Angkat tangan ini ditujukan sebagai penyerahan diri sesungguhnya.

Saat kebangkrutan perusahaan terjadi, direktur angkat tangan akan gaji karyawan. Dimaksud angkat tangan adalah lepas tanggung jawab dalam pemberian gaji karyawan.

9. “Makan Hati”

Tips menambah darah adalah dengan perbanyak makan hati ayam. Hal ini berupa bentuk makanan bisa dikonsumsi.

Hidup dengan kesendirian, membuat Nisa makan hati setiap hari. Makan hati ini berarti kesedihan serta kekecewaan.

10. “Meja Hijau”

Saat belajar di Rumah, Andi memakai meja hijau favoritnya untuk menulis. Objek meja hijau terlihat jelas oleh mata.

Kasus pencurian ayam sampai dibawa ke meja hijau. Artinya kasus tersebut sampai diselesaikan di pengadilan.

Perbedaan kedua kalimat tersebut nampak jelas apabila sudah mengetahui contoh kalimat lugas dan kiasan. Makna dari sebuah bahasa dijadikan sarana berkomunikasi sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat.

Ciri keduanya saling bertolak belakang antara kenyataan dan perumpamaan.

Perhatikan pemilihan makna, jangan sampai merugikan dan membuat orang lain sakit hati dengan konotasi negatif. 

Keberagaman bahasa yang Indonesia punya patut dicintai dan dilestarikan. Salah satunya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Selain itu, banyak keuntungan apabila kita mengetahui berbagai contoh kalimat lugas dan kiasan bahasa Indonesia beserta artinya.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta