5 Contoh Limbah Anorganik dan Cara Pemanfaatannya Menjadi Produk Berguna

5 Contoh Limbah Anorganik dan Cara Pemanfaatannya Menjadi Produk Berguna – Pernahkan kamu menemukan tumpukkan sampah berupa kain, kaleng, atau kaca dari sisa produksi sebuah pabrik?

Sampah-sampah tersebut merupakan limbah anorganik. Berikut penjelasan mengenai limbah anorganik dan pemanfaatannya.

Limbah anorganik dikenal dengan limbah yang sangat sulit terurai dibandingkan dengan limbah organik. Penguraian limbah anorganik ini memerlukan waktu hingga 500 tahun agar bisa sempurna terurai. 

Lamanya penguraian tersebut tentunya menjadi dampak yang buruk bagi tata lingkungan maupun kebersihan lingkungan di bumi ini. Ditambah masih minimnya pengetahuan tentang pemilahan dan pengelolaan limbah anorganik ini membuat keberadaannya semakin menumpuk di bumi.

Pengertian Limbah Anorganik

https://unsplash.com/@angelacompagnone

Limbah anorganik adalah jenis limbah yang tidak mudah diurai oleh bakteri karena bukan merupakan bahan berupa hewani atau tumbuhan.

Contoh dari limbah anorganik ini antara lain adalah kertas, kaca, kaleng, plastik, dan sejenisnya.

Meskipun pada akhirnya akan terurai, namun diperlukan waktu hingga beratus-ratus.

Penumpukkan yang dibiarkan begitu saja pada limbah anorganik ini pun akan membuatkan banyak penyakit bermunculan seperti diare, DBD, hingga kolera.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK per tahun 2019, disebutkan bahwa sampah di Indonesia berjumlah sekitar 67,8 ton.

Dari keseluruhan itu terdiri atas 57 persen sampah organik, 15 persen sampah plastik, 11 persen sampah kertas, dan 17 persen sampah lainnya.

Angka di atas tentunya cukup menunjukkan bahwa sampah anorganik berjenis plastik dan kertas sangat mendominasi lingkungan kita.

Maka dari itu diperlukan pengelolaan yang tepat untuk mengurangi penumpukkan limbah anorganik yang ada.

Jenis-jenis Limbah Anorganik

Berdasarkan wujudnya, limbah anorganik dibedakan menjadi tiga jenis yakni limbah anorganik padat, cair, dan gas. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis limbah anorganik tersebut:

1. Padat

Limbah anorganik padat merupakan limbah yang bentuknya keras dan padat. Biasanya di dalamnya terkandung zat kimia yang menimbulkan pengerasan tersebut.

Contoh dari limbah anorganik ini antara lain adalah botol, kaca, besi, plastik dan sebagainya.

2. Cair

Adapun limbah berwujud cair merupakan limbah berbahaya yang biasanya bersumber dari hasil produksi pabrik atau perusahaan.

Mereka rata-rata membuang hasil limbah tersebut ke sungai sehingga dampaknya bisa terlihat dan menyatu langsung. 

Selain dari pabrik, limbah cair ini pun bisa berasal dari rumah tangga misalnya cairan bekas cuci baju yang berasal dari detergen atau sabun cuci.

3. Gas

Limbah gas ini rata-rata dihasilkan oleh pabrik yang melakukan pembakaran atau pemanasan dalam proses produksinya.

Limbah gas ini bisa terlihat dari cerobong-cerobong asap. Kandungan dari gas ini biasanya berupa CO yang bahaya jika terhirup oleh manusia. 

Ciri-ciri Limbah Anorganik

Adapun ciri-ciri dari limbah anorganik adalah sebagai berikut:

  • Tidak mudah terurai
  • Memerlukan waktu yang lama untuk proses penguraiannya
  • Rata-rata terbuat dari bahan sintesis dan zat kimia
  • Dapat diolah atau didaur ulang menjadi produk baru

Sumber Limbah Anorganik

Limbah anorganik dapat berasal dari berbagai sumber di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Kawasan industri
  • Kawasan rumah tangga
  • Kawasan pasar
  • Kawasan supermarket
  • Kawasan perkantoran

Contoh Limbah Anorganik dan Pemanfaatannya

Salah satu ciri dari limbah anorganik ini adalah bisa didaur ulang atau dimanfaatkan kembali menjadi barang baru.

Berikut adalah contoh-contoh limbah organik serta cara pemanfaatannya menjadi produk berguna:

1. Plastik

Limbah plastik dapat ditemukan hampir di semua tempat termasuk di rumah. Tumpukkan dari limbah plastik ini bisa dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki nilai lebih. Contohnya, limbah plastik bisa didaur ulang menjadi lampu hias. 

Pembuatan dari lampu hias ini cukup mudah yakni hanya dengan menggunting bagian botol bekas, lalu sisanya dapat dikreasikan menurut selera.

Produk lain hasil pemanfaatan limbah plastik ini adalah tas atau dompet yang terbuat dari plastik bekas kopi, mainan anak yang terbuat dari botol plastik, atau anyaman yang terbuat dari kumpulan sedotan plastik. 

2. Logam

Pemanfaatan limbah logam memang tidak semudah limbah lainnya karena tidak bisa dirangkai dengan mudah.

Akan tetapi, limbah logam ini jika pemanfaatan bisa dikreasikan menjadi produk berguna maka harga jualnya bisa lebih sangat tinggi.

Limbah logam bisa diolah kembali menjadi bahan baku untuk membuat bangunan.

Sederhananya, logam yang menumpuk sebagai sisa dari produksi sebuah pabrik bisa dimanfaatkan untuk properti di rumah atau peralatan dapur.

3.  Kaca

Limbah kaca biasanya diolah kembali menjadi kerajinan berupa hiasan atau mozaik. Limbah kaca dengan warna yang beragam akan lebih indah dijadikan hiasan mozaik untuk dipajang di rumah.

Bahkan, kerajinan mozaik ini dapat memiliki harga jual yang tinggi jika diekspor ke luar negeri.

Selain kerajinan mozaik, limbah kaca dapat didaur menjadi figura, cermin, vas bunga, guci, tempat sabun, tempat tisu, kaligrafi, dan lainnya.

Produk dari limbah kaca ini dapat membuka peluang bisnis yang cukup menjanjikan loh.

4. Kertas

Limbah kertas pun merupakan limbah yang mudah ditemukan bahkan di rumah sekali pun. Macam-macam olahan dari limbah ini bisa dibuat misalnya untuk pembungkus makanan.

Saat ini sudah banyak digunakan kertas bekas sebagai bungkus makanan yang dipakai oleh para pedagang kaki lima.

Selain itu, kertas ini juga bisa didaur ulang menjadi kertas baru dengan tekstur yang lebih kasar.

Kertas tersebut nantinya bisa dijadikan kertas hiasan ketika membuat bullet journal. Pemanfaatan limbah kertas ini juga bisa diolah kembali menjadi mainan anak.

5. Kaleng

Limbah kaleng bisa diperoleh dari bekas konsumsi kaleng susu atau kaleng sarden. Bekas-bekas kaleng tersebut bisa diolah dan dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna misalnya seperti pot bunga.

Agar bisa diperjual belikan, kaleng bisa diolah menjadi mainan-mainan anak seperti kapal-kapalan atau mainan lainnya sesuai dengan kreativitas pengrajin.

Kemudian, pengrajin bisa memberikan cat warna untuk menutupi label dan sebagai penambah daya tarik pembeli.

Dampak Negatif Penumpukkan Limbah Anorganik

Dampak dari keberadaan limbah anorganik jika tidak dimanfaatkan tentunya dapat merusak lingkungan maupun merusak kesehatan manusia. Ambil contoh dari contoh limbah anorganik di atas, berikut beberapa dampak tersebut:

  1. Pembakaran limbah anorganik dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia khususnya pada pernafasan.
  2. Limbah anorganik yang dibuang ke laut dapat menimbulkan kelestarian habitat hidup ikan dan hewan lainnya terganggu
  3. Tertimbunnya limbah anorganik dalam tanah akan membuat tanah menjadi tidak subur untuk ditanami tumbuhan
  4. Penumpukkan limbah anorganik di wilayah pemukiman dapat mengundang bakteri, kuman, dan bibit penyakit
  5. Estetika dari lingkungan menjadi rusak karena keberadaan limbah anorganik yang tercecar di mana-mana
  6. Penumpukkan limbah anorganik di beberapa tempat dapat memenuhi ruang yang seharusnya kosong dan diisi dengan benda yang lebih bermanfaat.

Demikian pembahasan mengenai 5 contoh limbah anorganik dan cara pemanfaatannya menjadi produk berguna. Melalui artikel ini semoga kita bisa lebih bijak dalam mengelola limbah.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta