Lingkungan Kerja Toxic, Sebaiknya Resign atau Bertahan?

Posted in: Tips Kerja Worker
Tagged: Resign tips loker

Lingkungan Kerja Toxic, Sebaiknya Resign atau Bertahan? – Lingkungan kerja toxic, sebaiknya resign atau bertahan? –

Berada di lingkungan kerja yang nyaman dan bisa membuat berkembang adalah harapan bagi setiap orang.

Namun, di ternyata tidak semua lingkungan kerja baik dan justru toxic. Alhasil pekerjaan yang dilakukan jadi tidak maksimal dan kamu merasa tertekan. 

Alternatif Resign atau Bertahan di Lingkungan Kerja Toxic

https://unsplash.com/@villxsmil

Pernah membaca postingan orang-orang yang sudah bekerja? Ada yang mengungkapkan kekesalannya di media sosial karena atasan tidak adil dan selalu merasa benar, ada yang mengeluh karena rekannya tidak kooperatif, dan masalah-masalah lainnya. Mereka bukan tidak bersyukur sudah mendapat pekerjaan, tetapi hanya lelah karena berada di lingkungan kerja toxic. 

Jika terus berada di lingkungan toxic, performa kerja akan menurun dan hasil kerja menjadi tidak maksimal. Tidak hanya itu, karyawan rentan mengalami masalah kesehatan mental. Biasanya solusi yang ditawarkan adalah pindah tempat kerja. Nyatanya pindah kerja tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang kamu sudah terlanjur nyaman dengan gaji atau kesulitan menemukan pekerjaan yang sesuai. Lalu langkah apa yang perlu dilakukan? 

1. Cari Tahu Penyebab Lingkungan Kerja Toxic

Target perusahaan yang tinggi biasanya membuat atasan menuntut karyawan untuk bekerja lebih dari kemampuannya hingga terbiasa lembur. Atasan juga memaksakan kehendak, padahal karyawan mempunyai ide yang lebih baik. Kerja yang tidak profesional, karyawan yang tidak dihargai, hingga gaji yang tidak sepadan bisa membuat karyawan merasa bahwa atasannya lah yang menyebabkan tempat kerja menjadi toxic. 

Kasus persaingan dengan sesama rekan kerja pun bisa menjadikan tempat kerja toxic. Ada rekan kerja yang pandai mencari muka pada atasan, mengakui hasil kerja orang lain sebagai hasil kerjanya, senang bergunjing, hingga menghasut rekan kerja lain untuk membenci karyawan karena disayang atasan. Kasus-kasus seperti itu lumrah ditemukan di tempat kerja karena alasan uang dan jabatan. 

Sebelum kamu memutuskan akan resign atau tetap bertahan di tempat kerja, cari tahu terlebih dahulu penyebab lingkungan kerja toxic. Jangan sampai kamu terburu-buru resign di minggu pertama bekerja hanya karena salah menilai orang-orang di sekitarmu. Terkadang seseorang bisa merasa sedang berada di lingkungan toxic karena kurang bersosialisasi dan terlalu banyak menduga. 

2. Evaluasi Diri 

Apakah tempat kerjamu toxic atau justru kamu yang bermasalah? Seringkali seseorang langsung menganggap rekan kerjanya toxic dan tidak bisa diajak kerja sama. Padahal justru orang tersebut lah yang tidak bisa berbaur, memaksakan idealisme, dan kurang bisa menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan. 

Apabila hanya satu-dua orang yang tidak cocok dengan kamu, hal tersebut dianggap wajar. Namun, jika hampir seluruh rekan di tempat kerja merasakan ketidakcocokan dengan kamu ketika bekerja, ada baiknya kamu mengevaluasi diri. Kamu dapat bertanya pada rekan kerja, atasan, hingga HRD untuk mendapatkan masukan. Selama terbuka terhadap kritik, kamu akan menjadi lebih baik. 

3. Curhat dengan HRD

Masalah yang dihadapi di tempat kerja bisa mendapatkan solusi dengan bercerita pada HR. Dibandingkan bercerita dengan sesama rekan kerja yang berpeluang untuk dibocorkan pada rekan yang lain, bercerita pada HR bisa dilakukan. Apalagi jika HR sudah lama bekerja di tempat tersebut dan memahami karakter karyawannya.

Manfaatkan layanan keluhan HR di tempar kerja, baik dengan bertemu langsung atau menggunakan media sosial. Mintalah solusi praktis dan langkah yang perlu kamu lakukan untuk menghindari masalah yang sama. 

4. Belajar Cuek dengan Lingkungan Sekitar

Ingin resign tapi merasa berat karena terlanjur nyaman dengan gaji besar? Cobalah menutup mata ketika menyaksikan ada hal yang tidak sesuai keinginan. Kamu juga perlu menutup telinga ketika mendengar pembicaraan yang menyakiti hati. Ingat kembali bahwa tujuanmu bekerja adalah mendapatkan pengalaman serta mencari penghasilan. 

Jangan biarkan suasana negatif yang dibawa orang lain merusak kinerjamu. Tetaplah fokus pada tugas yang kamu kerjakan agar hasilnya bisa maksimal dan berhentilah mengeluh. Dengan mengabaikan hal yang berpotensi menguras emosi, lambat laun kamu akan terbiasa dan orang yang membuatmu tidak nyaman akan bosan. 

Bagaimana pun juga, tempat kerja yang kamu anggap toxic saat ini adalah tempatmu mencari penghasilan. Dengan menjelek-jelekkan tempat kerja, kamu justru akan semakin lelah dan merasa menjadi karyawan paling menyedihkan. 

5. Jangan Banyak Bercerita Topik di Luar Pekerjaan

Apakah kamu dan rekan kerja sering membahas kondisi kantor yang toxic? Misalnya membicarakan atasan yang tidak adil, hingga rekan kerja yang menyebalkan. Sebaiknya mulai saat ini kamu menghindari mengobrol di luar bahasan pekerjaan. Kamu tidak tahu apakah teman ngobrolmu memiliki kepentingan atau memang tulus mendengarkan ceritamu.

Membicarakan kesalahan orang lain dan kondisi tempat kerja toxic memang seru, tetapi cerita tersebut bisa menjadi bumerang untuk kamu di kemudian hari. Apabila ada teman yang mengajakmu bergosip, menolak dengan halus atau berpura-pura sibuk mengerjakan hal lain bisa menjadi solusi.

6. Lakukan Upgrade Diri

Tingkatkan kualitas diri di tempat kerja agar kamu bisa terlepas dari lingkungan kerja toxic. Ketika kamu merasa atasan di departemen tempatmu bekerja tidak profesional dan sering memberikan tekanan, kamu bisa meng-upgrade diri agar bisa naik posisi. Selain menjadi semakin berkembang, kamu akan bertemu atasan berbeda yang berpotensi tidak toxic. 

7. Cari Peluang Kerja Lain

Keputusan untuk resign memang mudah. Kamu hanya perlu mengajukan surat pengunduran diri dan atasan pun akan menyetujui permohonanmu. Tentunya setelah kamu menyelesaikan tanggungan pekerjaan yang dimiliki. Resign secara asal-asalan tanpa mempertimbangkan karier selanjutnya, justru akan membuatmu mengalami kesulitan ekonomi. 

Ketika kamu sudah merasa lingkungan kerjamu toxic, sempatkan waktu untuk mencari peluang kerja lainnya. Pekerjaan kantor yang sangat padat bisa disiasati dengan menambah pekerjaan sebagai dropshipper, reseller, atau pekerjaan lain yang tidak terlalu menguras waktu. Apabila waktu luang setelah bekerja yang kamu miliki cukup banyak, kamu dapat mencari pekerjaan terkait bidang jasa. Bukan tidak mungkin jika kamu akan lebih sukses bekerja di tempat tersebut. 

8. Yakin Akan Resign? Periksa Dana Darurat

Jika semua langkah di atas sudah kamu terapkan dan kamu sudah menyerah, artinya kamu perlu mengutamakan kesehatan mental dan resign. Namun, jangan terburu-buru resign kerja karena ada hal penting yang perlu dilakukan.

Periksa dana darurat yang kamu miliki. Dana darurat tersebut akan menjadi penolongmu untuk sementara waktu sebelum mendapatkan pekerjaan baru. Jumlah dana darurat bervariasi bergantung jumlah tanggungan yang kamu miliki. Semakin banyak tanggunganmu, seperti keluarga, anak, pasangan, dan orang tua, semakin besar pula dana darurat yang perlu disiapkan. Jika dana darurat sudah aman dan keluarga mendukungmu untuk resign, kamu sudah bisa memberikan keputusan terbaik. 

9. Belajar dari Cerita Orang Lain

Penyesalan setelah resign wajar kamu rasakan, apalagi jika alasanmu resign karena atasan yang toxic. Sebelum kamu memutuskan pergi dari tempat kerjamu yang sekarang, baca lagi kisah orang-orang yang resign dari tempat kerjanya. Sebab, ada orang yang justru mengalami kesulitan ekonomi setelah pindah tempat kerja, tetapi ada pula yang bisa sukses membangun bisnis sesuai passion.

Setelah membaca informasi lingkungan kerja toxic, sebaiknya resign atau bertahan, apakah kamu sudah membuat keputusan? Pertimbangkan baik-baik keputusan yang akan kamu buat sebelum menyesal. Tidak ada salahnya mengambil jeda libur atau cuti agar keputusanmu memang dibuat dengan kepala dingin dan tidak hanya karena emosi. Semoga bermanfaat.

Kontributor: Lailla Khusnul Khotimah


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah