Logika Matematika Penarikan Kesimpulan dan Contohnya
Logika sendiri sebenarnya merupakan salah satu bagian dari ilmu filsafat yang akan membuat kita mengambil kesimpulan.
2. Disjungsi
Disjungsi itu adalah pernyataan majemuk dengan penghubung kata ‘atau’, secara matematis itu berarti p atau q. Disjungsi bernilai benar kalau salah satu pernyataan benar atau kedua pernyataan benar. Untuk nilai ingkarannya dari p atau q itu adalah ~ p dan ~ q
Contoh pernyataan disjungsi dalam logika matematika penarikan kesimpulan
Sekolah libur pada hari Sabtu
Sekolah libur pada hari minggu
Disjungsinya adalah sekolah libur pada hari Sabtu atau minggu
Untuk ingkarannya adalah sekolah tidak libur pada hari Sabtu dan minggu.
3. Implikasi
Implikasi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan jika dan maka, secara matematis ditulis p => q. Di sini p itu adalah penyebab dan q itu adalah konsekuensi atau akibat, penilaian implikasi dari pernyataan majemuk itu adalah sebagai berikut.
- Jika p benar dan q benar, maka implikasinya benar
- Jika p benar dan q salah, maka implikasinya salah
- Jika p salah dan q salah, maka implikasinya benar
- Jika p salah dan q benar, maka implikasinya benar
Untuk ingkaran dari implikasi p=>q itu adalah p ^ ~ q. Berikut ini kami akan berikan contoh pernyataannya.
Dani mendapat uang hari Jumat
Dani pergi ke Yogyakarta
Maka pernyataan implikasinya adalah Jika Dani mendapat uang hari Jumat, maka Dani pergi ke Yogyakarta
Untuk ingkaran dari pernyataan tersebut berarti jika Dani mendapat uang hari Jumat dan Dani tidak pergi ke Yogyakarta.
4. Biimplikasi
Biimplikasi adalah kalimat majemuk dengan penghubung ‘jika dan hanya jika’, persamaannya ditulis p⬄q. Berikut ini kami akan berikan contoh dari pernyataan Biimplikasi ini.
Andi memberi uang pada adiknya
Andi lulus ujian
Untuk pernyataan Biimplikasinya adalah Andi memberi uang pada adiknya jika dan hanya jika Andi lulus ujian.
Kuantor
Dalam logika matematika Penarikan kesimpulan itu bukan hanya ada pernyataan saja, akan tetapi ada yang namanya kuantor. Ini yang menentukan sebuah pernyataan itu bersifat kesemuanya atau hanya untuk beberapa jenis saja. Itu akan berpengaruh sekali pada penarikan kesimpulan terutama dalam logika matematika.
Kuantor itu ada 2 yakni kuantor universal dan kuantor eksistensial, di mana kedua kuantor ini jelas berbeda. Untuk kuantor universal ini adalah sebuah penarikan kesimpulan yang berisikan pernyataan yang menyatakan keseluruhan. Biasanya ditulis ‘semua’ atau ‘setiap’. Untuk kuantor eksistensial itu biasanya menyatakan beberapa bagian saja, biasanya memakai ‘beberapa’ atau ‘ada’.
Halaman:

