Materi Induksi Elektromagnetik Kelas 12 beserta Penjelasannya Lengkap

Materi Induksi Elektromagnetik Kelas 12 beserta Penjelasannya Lengkap – Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan dunia listrik dan magnet, bukan?

Keduanya memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, dan salah satu konsep penting yang menghubungkannya adalah induksi elektromagnetik.

Walaupun terdengar rumit, jangan khawatir! Dalam artikel ini, Mamikos akan membahasnya secara sederhana dan menyenangkan. Yuk, pelajari!

Pengertian

pexels.com/@roman-castillo-326726117

Dalam Induksi Elektromagnetik kelas 12, induksi elektromagnetik diartikan sebagai fenomena di mana perubahan medan magnet yang melalui suatu ruang menghasilkan medan listrik di sekitarnya.

Artinya, ketika ada perubahan medan magnet, akan ada arus listrik yang terinduksi.

Proses ini menjadi dasar bagi banyak teknologi modern yang kita gunakan sehari-hari, seperti pembangkit listrik tenaga magnet dan transformator.

Lingkup dari topik Induksi Elektromagnetik dapat diuraikan dalam tiga kategori utama: GGL Induksi, Induktansi Diri, dan Penerapan Induksi Elektromagnetik.

Setiap kategori ini akan kita jabarkan lebih lanjut dalam beberapa subtopik.

Gaya Gerak Listrik (GGL)

Gaya gerak listrik (GGL) induksi merujuk pada kejadian ketika arus listrik muncul dalam sebuah kumparan yang ditembus oleh sejumlah garis medan magnet.

Jumlah garis medan magnet yang melintasi suatu permukaan disebut sebagai fluks magnetik. Formula untuk menghitung fluks magnetik adalah sebagai berikut:

Φ = AB cos θ

Dengan keterangan:

θ = sudut yang dibentuk oleh
luas permukaan bidang dan induksi magnetik

fluks magnetik (Wb)

A = luas bidang (m2)

B = induksi magnetik (Wb/m2)

Ketika kita berbicara tentang GGL induksi, ada dua prinsip dasar yang dapat diterapkan, yaitu Hukum Faraday dan Hukum Lenz.

A. Hukum Faraday

Dalam Induksi Elektromagnetik kelas 12 hukum Faraday diartikan sebagai aturan dasar dalam induksi elektromagnetik.

Michael Faraday yang merupakan seorang ilmuwan asal Inggris mengatakan bahwa perubahan medan magnet yang melintasi suatu area tertentu akan menghasilkan gaya gerak listrik (gaya gerak listrik induksi) dalam kawat yang melingkupi area tersebut.

Semakin cepat perubahan medan magnet, semakin besar gaya gerak listrik yang dihasilkan. Dalam bentuk matematis, besar GGL induksi Faraday dihitung dengan rumus berikut:

Dengan keterangan:

s : GGL Induksi (Volt)

N : Jumlah lilitan

∆Ф: Perubahan Fluks magnetik (Wb)

∆t : Perubahan waktu (s)

Ketika laju perubahan fluks magnetik terjadi dalam waktu yang sangat singkat, hampir mendekati nol, rumus tersebut dapat disederhanakan menjadi:

Dengan:   Laju perubahan fluks magnetik masih diukur dalam weber per detik (Wb/s).

B. Hukum Lenz

Apabila hukum Faraday mengulas tentang GGL induksi, maka hukum Lenz membahas tentang arus listrik yang muncul ketika magnet bergerak memotong medan magnet.

Hukum Lenz Induksi Elektromagnetik kelas 12 dapat dirumuskan sebagai berikut:

“Hukum Lenz menyatakan
bahwa arus induksi akan mengalir dalam penghantar atau kumparan dengan arah
yang berlawanan dengan gerakan yang menyebabkannya, atau dengan kata lain,
medan magnet yang dihasilkannya akan selalu berusaha untuk melawan perubahan
fluks magnet yang menyebabkannya.”

Rumus hukum Lenz antara lain:

Jika Φ = AB cos θ, maka :

Jika kita menggerakkan sebuah batang konduktor sepanjang l dalam medan magnet B dengan kecepatan v, maka gaya gerak listrik induksi (GGL) yang dihasilkan akan berkaitan dengan ketiga besaran tersebut.

Dalam pengerjaannya, ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

ε = B.l.

v

Dengan keterangan:

Dengan:

ε = ggl induksi (V)

B = medan magnet (T)

l = panjang konduktor (m)

v = kecepatan konduktor (m/s)

Induktansi

Induktansi diri merupakan induktansi yang muncul dalam suatu kumparan karena adanya gaya gerak listrik induksi yang dipengaruhi oleh medan magnet.

Dalam pembahasan materi induktansi ini, kita akan mencakup induktansi diri, induksi solenoida, induktansi toroida, dan induktansi silang. Mari mulai ke penjelasan pertama:

1. Induktansi Diri

Jika suatu rangkaian terdapat di sekitar medan magnet, ini akan menghasilkan gaya gerak listrik induksi (GGL induksi).

Kemunculan GGL induksi yang disebabkan oleh keberadaan medan magnet ini disebut sebagai GGL induktansi diri. Nilai dari GGL induksi ini bergantung pada seberapa cepat kuat arus berubah seiring waktu.

Induksi Elektromagnetik kelas 12 berikut rumus induktansi diri yang dapat digunakan:

Dengan keterangan berupa:

L : Induktansi diri (Henry, (H))

∆I : Perubahan kuat arus listrik (Ampere, (A))

∆t : perubahan waktu (sekon, (s))

Jika kita ingin mengukur nilai GGL induksi pada suatu saat tertentu (ketika ∆t mendekati nol), maka rumus yang digunakan ialah:

Persamaan yang dimiliki sebelumnya 

Dari dua persamaan yang ada, maka subtitusi akan dilakukan:

 

Keterangan rumus:

L : Induktansi diri (H)

N : Jumlah lilitan

Ф : Fluks magnetik (Wb)

I : Kuat arus listrik (A)

2. Induksi Solenoida dan Toroida Solenoid

Solenoid merupakan suatu kumparan penghantar panjang (l) dengan jumlah lilitan (N). rumus yang digunakan pada persamaan Solenoida ialah:

Keterangan rumus diatas:

L : Induktansi diri solenoid (H)

N : Jumlah lilitan

µ0 : Permeabilitas vakum/udara = 4π x 10-7 Wb/A.m

l : Panjang solenoid (m)

A : Luas penampang (m2)

3. Energi yang
Tersimpan dalam Induktor

Energi yang tersimpan dalam medan magnet suatu induktor dapat ditentukan dengan menghitung energi yang pada induktor yang dialiri arus listrik I.

Untuk menghitungnya kita bisa anggap induktor sebagai solenoid dengan besar induksi magnet di pusat solenoida. Berikut rumus yang dapat digunakan:

4. Induktansi Silang

Ketika suatu kumparan memiliki
jumlah lilitan N1 dan mengalirkan arus listrik I1, dan kemudian didekatkan
dengan kumparan lain yang memiliki jumlah lilitan N2, maka kumparan kedua akan
mengalami induksi. Fenomena ini dikenal sebagai induksi silang.

Rumus yang dapat digunakan ialah:

Penerapan Induksi Elektromagnetik

Dalam materi Induksi Elektromagnetik kelas 12, energi gerak berubah menjadi energi listrik. Konsep ini digunakan dalam pembangkit energi listrik seperti generator dan dinamo.

Dalam generator dan dinamo, terdapat kumparan dan magnet. Saat kumparan atau magnet berputar, ini mengakibatkan perubahan jumlah garis medan magnet dalam kumparan.

Perubahan ini menyebabkan terjadinya gaya gerak listrik induksi di dalam kumparan.

Generator dan dinamo mengubah
energi mekanik menjadi energi gerak rotasi, yang selanjutnya menghasilkan gaya
gerak listrik induksi secara berkelanjutan dan berulang secara berkala.

1. Elektromagnetisme

Elektromagnetisme adalah fenomena di mana listrik dan magnetisme berinteraksi. Ini menciptakan dasar bagi banyak teknologi modern.

Salah satu aplikasi utama adalah elektromagnet, yang merupakan kumparan yang dapat menghasilkan medan magnet ketika arus mengalir melaluinya.

2. Induksi Elektromagnetik

Induksi elektromagnetik adalah prinsip di mana perubahan dalam medan magnet menghasilkan arus listrik dalam suatu kawat atau rangkaian listrik.

Hal ini digunakan dalam pembangkit listrik, di mana generator menggunakan prinsip ini untuk menghasilkan listrik yang kita gunakan sehari-hari.

3. Arus Bolak-Balik

Arus bolak-balik adalah arus listrik yang berubah arahnya secara berkala. Ini sering digunakan dalam rumah tangga dan industri karena mudah diubah dan diatur.

Arus bolak-balik sangat penting dalam transformator, yang digunakan untuk mengubah tegangan listrik dari satu tingkat ke tingkat yang lain.

Penerapan Praktis dari Induksi Elektromagnetik

Induksi elektromagnetik adalah konsep fisika yang mendasar dengan beragam penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut contoh tiga aplikasi utamanya yang termasuk dalam materi Induksi Elektromagnetik kelas 12 penerapan praktisnya:

1. Generator Listrik

Konsep Dasar: Generator listrik adalah alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik melalui prinsip induksi elektromagnetik.

Cara Kerja: Ketika seorang generator berputar, kumparan dalamnya bergerak melalui medan magnet yang kuat. Hal ini menyebabkan perubahan medan magnet dalam kumparan, yang menghasilkan arus listrik yang dapat digunakan sebagai sumber energi listrik.

Aplikasi: Generator digunakan dalam pembangkit listrik, seperti pembangkit listrik tenaga air dan angin, untuk menghasilkan listrik yang kita gunakan di rumah, sekolah, dan industri.

2. Motor Listrik

Konsep Dasar: Motor listrik menggunakan prinsip induksi elektromagnetik untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, yang menghasilkan gerakan.

Cara Kerja: Motor memiliki kumparan yang ditempatkan dalam medan magnet.

Ketika arus listrik mengalir melalui kumparan, medan magnet dalamnya berubah, menyebabkan rotor (bagian berputar motor) bergerak, dan ini menciptakan gerakan mekanik.

Aplikasi: Motor listrik digunakan dalam berbagai perangkat dan mesin sehari-hari, seperti kipas angin, mesin cuci, mobil, dan banyak lagi.

3. Transformator

Konsep Dasar: Transformator adalah perangkat yang menggunakan prinsip induksi elektromagnetik untuk mengubah tegangan listrik dari tingkat yang satu ke tingkat yang lain.

Cara Kerja: Transformator terdiri dari dua kumparan yang terpisah, yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder, yang terhubung oleh inti besi.

Ketika arus listrik mengalir melalui kumparan primer, ini menciptakan medan magnet yang menginduksi arus listrik dalam kumparan sekunder, mengubah tegangan listriknya.

Aplikasi: Transformator digunakan dalam sistem kelistrikan untuk mengubah tegangan listrik sebelum disalurkan ke rumah-rumah kita.

Ini memungkinkan listrik untuk dikirimkan melalui jarak yang jauh dengan kerugian energi yang minimal.

Penutup

Dalam materi Induksi Elektromagnetik kelas 12 ini, kamu telah mempelajari dasar-dasar tentang bagaimana listrik dan magnetisme saling berinteraksi, serta bagaimana prinsip-prinsip Induksi Elektromagnetik kelas 12 diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pemahaman tentang konsep Induksi Elektromagnetik kelas 12, kamu dapat menjelajahi dunia teknologi modern, dari pembangkit listrik hingga motor listrik.

Ingatlah, ilmu Induksi Elektromagnetik kelas 12 adalah salah satu dasar dari perkembangan teknologi yang telah mengubah dunia kita.

Teruslah belajar dan eksplorasi, karena dengan pengetahuan ini, kita dapat menjadi kontributor bagi kemajuan teknologi dan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Semoga pengetahuan ini bermanfaat dan menginspirasi kamu untuk terus mendalami ilmu pengetahuan fisika.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta