Advertisement
Source : freepik.com/author/jannoon028

Materi Seni Rupa Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2

Mengenal lebih jauh terkait materi seni rupa kelas sd kurikulum merdeka semester 1 dan 2 secara lengkap pada artikel di bawah ini!

3 Juli 2026 Kristina.S

d. Seni Kerajinan
Biasanya menggunakan bahan seperti kain, kayu, logam, atau tanah liat untuk menghasilkan benda yang memiliki nilai estetika dan fungsi praktis.

Fungsi Seni Rupa

Seni rupa memiliki berbagai fungsi yang dapat dikelompokkan menjadi dua kategori besar, yaitu fungsi individu dan fungsi sosial.

1. Fungsi Individu

Seni rupa diciptakan untuk memenuhi kebutuhan personal seniman atau penikmat seni, seperti:

  • Ekspresi Diri: Sebagai sarana seniman untuk mengekspresikan emosi, ide, atau pandangan hidup.
  • Kebutuhan Estetika: Untuk memuaskan hasrat akan keindahan visual.
  • Terapi Psikologis: Seni sering digunakan sebagai medium untuk relaksasi atau terapi emosi.

2. Fungsi Sosial

Seni rupa juga memiliki peran penting dalam masyarakat, seperti:

  • Media Komunikasi: Banyak karya seni rupa yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau nilai-nilai tertentu, seperti seni propaganda.
  • Pendidikan: Seni digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, seperti ilustrasi dalam buku teks.
  • Identitas Budaya: Banyak seni rupa yang mencerminkan budaya dan tradisi suatu masyarakat, seperti batik Indonesia.
  • Ritual atau Upacara: Dalam banyak kebudayaan, seni rupa digunakan dalam konteks keagamaan atau adat istiadat, seperti patung dewa dalam agama Hindu-Buddha
6 Contoh Karya Seni Rupa Murni Beserta Gambarnya yang Wajib Diketahui Siswa

Perkembangan Seni Rupa

Seni rupa terus berkembang seiring waktu, dipengaruhi oleh teknologi, budaya, dan perubahan sosial. Berikut adalah beberapa tahapan penting dalam perkembangan seni rupa:

1. Seni Rupa Tradisional

Seni rupa tradisional mencerminkan kebudayaan lokal dan biasanya diwariskan secara turun-temurun. Contohnya adalah seni ukir Bali, wayang kulit, batik, dan seni hias pada rumah adat.

2. Seni Rupa Modern

Perkembangan seni rupa modern terjadi pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, ketika seniman mulai bereksperimen dengan bentuk, warna, dan gaya. Gerakan seni modern meliputi impresionisme, ekspresionisme, dan kubisme.

3. Seni Rupa Kontemporer

Seni rupa kontemporer adalah seni yang berkembang setelah era modern dan sering mencerminkan isu-isu terkini, seperti politik, lingkungan, dan teknologi. Seni kontemporer bersifat eksperimental dan sering memanfaatkan media baru, seperti video art, seni digital, dan seni instalasi.

Nah, setelah mempelajari secara umum pengertian, jenis dan fungsi seni rupa, mari kita simak pembelajaran seni rupa untuk anak kelas 5 SD pada kurikulum Merdeka.

Semester 1

1. Pengenalan Elemen Seni Rupa

Materi awal pada semester 1 membahas elemen-elemen dasar seni rupa yang meliputi:

  • Garis: Bentuk dasar seni rupa yang digunakan untuk menciptakan struktur atau pola. Siswa diajak mengenal jenis-jenis garis, seperti garis lurus, melengkung, zig-zag, putus-putus, dan spiral.
  • Warna: Pengenalan warna primer (merah, kuning, biru) dan warna sekunder (hijau, ungu, oranye) serta konsep gradasi warna. Siswa belajar mencampur warna untuk menciptakan efek tertentu.
  • Bentuk dan Ruang: Pemahaman tentang bentuk dua dimensi (persegi, lingkaran, segitiga) dan tiga dimensi (kubus, bola, kerucut). Selain itu, siswa diajak memahami ruang positif dan negatif dalam seni rupa.
  • Tekstur: Mengenalkan tekstur visual (dilihat) dan tekstur nyata (dirasakan) yang ditemukan di lingkungan sekitar, seperti tekstur daun, kain, kayu, dan lainnya.

2. Menggambar Dekoratif

Pada tahap ini, siswa diajak untuk menggambar dengan gaya dekoratif. Tema yang sering digunakan melibatkan unsur-unsur budaya lokal atau motif tradisional Indonesia, seperti:

  • Motif batik khas daerah, seperti kawung, parang, atau mega mendung.
  • Motif hias flora dan fauna yang sederhana.

Tujuan Pembelajaran:

  • Mengembangkan kemampuan siswa dalam membuat pola dan motif dekoratif.
  • Memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal melalui seni rupa.

3. Membuat Kolase

Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan cara menempelkan berbagai bahan ke permukaan bidang datar. Siswa belajar menggunakan:

  • Kertas bekas, majalah, daun kering, kain perca, atau biji-bijian.
  • Teknik dasar pemotongan dan penempelan.

Tujuan Pembelajaran:

  • Melatih keterampilan motorik halus siswa.
  • Mendorong siswa menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan daur ulang dalam karya seni.

4. Seni Rupa Nusantara

Dalam materi ini, siswa diperkenalkan pada kekayaan seni rupa tradisional Indonesia, seperti:

  • Seni anyaman (tas, tikar, atau topi).
  • Seni ukir dari daerah tertentu seperti Jepara, Bali, dan Toraja.
  • Seni patung tradisional sebagai bentuk tiga dimensi.

Tujuan Pembelajaran:

  • Menumbuhkan rasa bangga terhadap seni rupa Indonesia.
  • Meningkatkan wawasan siswa tentang kekayaan budaya Nusantara.

Halaman:

Advertisement