Mengenal Jenis Arus Listrik AC dan DC beserta Contoh dan Penjelasannya

Mengenal Jenis Arus Listrik AC dan DC beserta Contoh dan Penjelasannya – Arus listrik AC dan DC sangat bermanfaat dalam aktivitas sehari-hari manusia agar perangkat elektronik bisa berfungsi dengan baik.

Meski keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu mengalirkan kebutuhan energi listrik, ternyata keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan terkadang membuat kita bingung.

Nah, bagi kamu yang masih bingung mengenai arus listrik AC dan DC, maka sebaiknya simak ulasan kali ini. Mamikos akan mengajak kamu untuk mengenali jenis arus listrik AC dan DC beserta contohnya!

Pengertian Arus Listrik

https://www.freepik.com/author/pvproductions/2

Sebelum membahas lebih jauh mengenai jenis arus listrik AC dan DC maka sebaiknya kita perlu membahas pengertian arus listrik.

Arus listrik adalah aliran muatan listrik yang melewati suatu titik tertentu ke titik yang lain dalam rangkaian listrik per satuan waktu.

Penyebab terjadinya arus listrik yaitu beda potensial atau tegangan pada media penghantar antara dua titik.

Semakin, tegang besar tegangan yang dimiliki antara kedua titik tersebut maka semakin besar pula nilai arus yang akan mengalir dari kedua titik tersebut.

Satuan arus listrik internasional melambangkan A (ampere), yang mana dalam penulisan rumus arus listrik ditulis dengan simbol I (current).

Umumnya, arah arus listrik akan mengikuti arah aliran muatan positif. Sehingga dengan kata lain arah aliran arus listrik dari positif menuju muatan negatif. 

Berdasarkan arah alirannya, arus listrik dibedakan menjadi dua jenis, yaitu arus listrik searah (Direct Current/DC) dan arus listrik bolak balik (Alternating Current/AC).

Pengertian Arus Listrik AC

Arus listrik alternating current merupakan salah satu jenis arus listrik besar yang arah arusnya berubah-ubah atau bolak-balik.

Arus bolak-balik ini kemudian membentuk sebuah gelombang yang arahnya selalu berubah sewaktu-waktu dan dinamakan dengan gelombang sinus atau disebut juga dengan sinusoida.

Arus listrik AC di Indonesia dikelola dan berada dibawah naungan PLN yang menerapkan arus listrik bolak-balik dengan frekuensi 50 HZ.

Adapun tegangan standar yang diterapkan dalam penggunaan kebutuhan rumah tangga di masyarakat yaitu sebesar 220 volt.

1. Keunggulan Arus Listrik AC 

Penggunaan arus AC memiliki beberapa keunggulan dan kekurangan yaitu: 

  • Arus listrik AC bisa digunakan untuk menyalurkan listrik yang berada di tempat jauh dikarenakan AC memiliki kerugian yang lebih kecil dibandingkan dengan DC. Listrik akan disalurkan menggunakan voltage yang tinggi yang sudah di step up dari trafo.
  • Arus listrik AC sangat mudah didapatkan yaitu hanya menggunakan generator sedangkan DC akan lebih sulit.
  • Lebih mudah untuk diproduksi dan harga lebih murah.

2. Kekurangan Arus Listrik AC 

  • Arus listrik AC kurang efisien digunakan untuk perangkat elektronik yang membutuhkan arus tetap.
  • Tidak dapat disimpan dalam kurun waktu yang lama dan tidak mudah untuk dipindah-pindahkan.
  • Arus listrik AC memiliki tegangan yang tinggi sehingga sangat berbahaya jika terkena langsung.

3. Contoh Penggunaan Arus Listrik AC

Berikut di bawah ini contoh penggunaan arus listrik AC: 

  • Lampu-lampu yang digunakan di rumah umumnya menggunakan arus listrik AC sehingga dapat menghasilkan cahaya yang diperlukan untuk menerangi ruangan. Lampu pijar dan lampu LED menggunakan listrik AC.
  • Perangkat elektronik di rumah seperti TV, komputer, over, kompor listrik, dan perangkat elektronik lainnya mengandalkan arus listrik AC. Arus listrik AC digunakan untuk menyuplai energi sehingga perangkat elektronik tersebut bisa berfungsi.

Pengertian Arus Listrik DC

Arus listrik DC (Direct Current) adalah aliran arus listrik yang bergerak dalam satu arah. Pada arus listrik DC, arah aliran atau muatan listrik tetap tidak berubah sepanjang waktu atau konstan. 

Meski awalnya arus listrik DC dikatakan satu arah, yaitu dimulai dari kutub positif menuju kutub negatif.

Namun, menurut pengamat bahwa sebenarnya arus listrik DC mengalir dari kutub negatif menuju kutub positif.

Hal inilah yang kemudian membuat lobang-lobang yang bermuatan positif sehingga terlihat seperti mengalir dari kutub positif menuju ke kutub negatif. 

Arus listrik DC dapat dihasilkan melalui sumber-sumber listrik seperti baterai, sel surya, atau generator DC.

1. Keunggulan Arus Listrik DC

Penggunaan arus DC memiliki beberapa keunggulan dan kekurangan yaitu:

  • Sumber energi arus listrik DC berasal dari proses kimiawi, hasil induksi elektromagnetik dan bahkan berasal dari sumber energi alam yang terbarukan. Sehingga arus listrik DC lebih mudah dibawa dan dapat disimpan dalam waktu yang lama.
  • Lebih aman bagi manusia ketika terkena langsung, sebab tegangan energi tidak terlalu tinggi.

2. Kekurangan Arus Listrik AC 

  • Sulit untuk mentransmisikan energi untuk jarak jauh.
  • Sulit untuk diubah arus tegangannya, sebab memerlukan konverter yang mahal dan canggih.
  • Tidak cocok diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

3. Contoh Penggunaan Arus Listrik DC

Berikut di bawah ini contoh penggunaan arus listrik DC: 

  • Baterai adalh contoh sumber arus listrik DC. Arus listrik yang dihasilkan dari baterai dapat digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik portable dan kendaraan listrik.
  • Aki mobil termasuk contoh arus listrik DC, aki mobil digunakan untuk menyediakan energi untuk mobil untuk kebutuhan pengapian, penerangan, dan sistem elektronik lainnya dalam mobil.
  • Panel surya menghasilkan arus listrik DC melalui efek fotovoltaik. Ketika sinar matahari jatuh pada sel surya, energi cahaya diubah menjadi energi listrik. Arus listrik DC yang dihasilkan oleh panel surya dapat digunakan untuk mengisi baterai dan mengisi daya perangkat elektronik.

Perbedaan Arus Listrik AC dan DC

Meski keduanya memiliki fungsi utama mengalirkan energi listrik, keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan dan perlu kamu ketahui, yaitu: 

  • Arus listrik AC digunakan untuk mendistribusikan listrik yang jaraknya jauh. Sedangkan arus listrik DC tidak bisa mentransferkan energi yang jauh karena akan kehilangan energi.
  • Sumber energi listrik AC berasal dari generator listrik yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Sedangkan arus listrik DC dihasilkan dari sumber energi seperti baterai, aki, dan panel surya.
  • Penggunaan arus listrik AC digunakan untuk kebutuhan luas seperti kebutuhan rumah tangga, industri, dan lainnya. Sedangkan arus listrik DC hanya bisa digunakan untuk perangkat elektronik seperti hp, komputer.
  • Arus listrik AC memiliki karakteristik gelombang yang membentuk gelombang sinusoidal. Sedangkan arus listrik DC memiliki bentuk gelombang konstan tanpa perubahan arah.

Penutup

Demikian ulasan mengenai Mengenal jenis arus listrik AC dan DC beserta contoh dan penjelasannya yang perlu kamu ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu. 

Jika kamu ingin mencari tahu informasi penting lainnya, kamu bisa mengunjungi blog Mamikos. Akan ada banyak sekali artikel menarik yang wajib kamu ketahui. 

Pastikan download dan install aplikasi Mamikos di smartphone kesayangan kamu, ya!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta