Metagenesis Tumbuhan Lumut dan Paku beserta Ciri-ciri dan Perbedaannya
Tumbuhan lumut dan paku sama-sama mengalami metagenesis. Ketahui ciri-ciri serta berbedaan metagenesis yang terjadi pada keduanya di sini!
Metagenesis Tumbuhan Lumut dan Paku beserta Ciri-ciri dan Perbedaannya — Pada kelas 11, siswa akan mempelajari metagenesis tumbuhan lumut dan paku.
Tidak semua tumbuhan mengalami peristiwa metagenesis. Peristiwa metagenesis tumbuhan lumut dan paku merupakan beberapa contoh yang bisa kita temui di alam.
Untuk mengetahui lebih lanjut metagenesis tumbuhan lumut dan paku, Mamikos sudah menyiapkan penjelasannya. Simak, ya!
Pengertian Metagenesis
Daftar Isi [hide]

Sebelum membahas metagenesis tumbuhan lumut dan paku, kita ketahui lebih dulu yuk apa itu metagenesis.
Metagenesis merujuk pada siklus hidup organisme yang memiliki tahap reproduksi seksual dan aseksual yang bergantian.
Konsep ini umumnya dikenal dalam studi tentang tumbuhan dan beberapa jenis hewan, seperti cnidaria (contoh: ubur-ubur) dan beberapa jenis alga.
Dalam metagenesis, organisme akan melalui dua fase generatif yang berbeda:
1. Fase Aseksual (Sporofit)
Pada fase ini, organisme berkembang biak secara aseksual.
Misalnya, dalam kasus tumbuhan paku, sporofit adalah fase dominan dimana tumbuhan ini menghasilkan spora melalui proses pembelahan sel yang disebut meiosis.

Advertisement
Spora yang dihasilkan adalah haploid, artinya mengandung setengah jumlah kromosom dari organisme induk.
2. Fase Seksual (Gametofit)
Spora yang dihasilkan oleh sporofit tumbuh menjadi individu baru yang disebut gametofit. Fase ini berkembang biak secara seksual.
Pada tumbuhan paku, gametofit menghasilkan gamet (sel kelamin) melalui proses mitosis.
Gamet ini bertemu dengan gamet lain untuk melakukan fertilisasi dan menghasilkan zigot, yang kemudian akan tumbuh menjadi sporofit baru, memulai siklus lagi.
Metagenesis memastikan bahwa organisme dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi lingkungan melalui variasi genetik yang diciptakan oleh rekombinasi genetik pada fase seksual.
Lumut (Bryophyta)

Mari kita ketahui lebih dulu pengertian tumbuhan lumut agar nantinya kita lebih mengerti metagenesis tumbuhan lumut dan paku.
Lumut adalah tumbuhan non-vaskular, yang berarti mereka tidak memiliki pembuluh angkut seperti tumbuhan paku.
Lumut berkembang biak melalui spora, tetapi tidak seperti tumbuhan paku, lumut memiliki fase gametofit sebagai fase dominan dalam siklus hidupnya.
Tumbuhan ini kecil, biasanya hanya setinggi beberapa sentimeter dan sering ditemukan menempel pada batu, tanah, atau permukaan lain di lingkungan yang lembap.
Lumut juga memiliki peranan penting dalam ekosistem, seperti membantu mencegah erosi dan sebagai indikator kualitas lingkungan yang baik.