Nonton Film Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026), Sinopsis dan Pemerannya
Apakah kamu sedang mencari informasi lengkap tentang film horor terbaru yang berjudul Petaka Gunung Welirang? Yuk, temukan jawabannya hanya di sini!
- Sinopsis: Lima sahabat merayakan kelulusan dengan mendaki Gunung Welirang, melanggar pantangan setempat, lalu diteror oleh kejadian mistis di Alas Lali Jiwo—termasuk suara gamelan, kemunculan sosok Ratu dan pasukannya—membuat mereka terpisah dan berjuang untuk selamat sementara tim SAR melakukan pencarian.
- Unsur produksi & tema: Diangkat dari pengalaman nyata Maya Azka, syuting langsung di kawasan Gunung Welirang dengan penggunaan elemen alami (kabut, cahaya) dan memasukkan mitos lokal serta konsep wuku/weton; horor dibangun dari suasana dan lapisan cerita yang mengangkat konsep sebab–akibat, bukan semata jump scare.
- Rilis & pemeran: Diproduseri StarVision Plus, berdurasi sekitar 105 menit, dirilis serentak di bioskop tahun 2026; menampilkan pemeran lintas generasi (mis. Antonio Blanco, Alika Jantinia, Giulio Parengkuan, Razan Zu, Jinan Safa) dan disarankan ditonton di sumber resmi.
Film horor nampaknya masih merajai dunia perbioskopan tanah air. Salah satu film horor terbaru yang akan tayang adalah: Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026).
Hal menarik yang ditawarkan film ini adalah mengangkat mitos lokal yang ada di sekitaran gunung Welirang. Dan yang lebih epiknya, pengambilan gambarnya langsung dilakukan di kawasan gunung Welirang.
Nah, kalau kamu ingin tahu seperti apa sinopsis Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026), silakan kamu baca artikel ini sampai selesai, ya! 😉🎬
Daftar Isi
- Sinopsis Film Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026)
- Jadwal Tayang dan Tempat Nonton Film Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026)
- Para Pemeran Film Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026)
- Fakta Menarik Film Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026)
Sinopsis Film Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026)

Film ini menceritakan tentang lima sahabat yang berencana mendaki gunung Welirang sebagai bentuk perayaan kelulusan sekolah.
Mulanya semua berjalan normal, sepanjang perjalanan mereka tertawa bersama, bercanda, dan semakin akrab satu sama lain.
Bahkan, dalam perjalanan menuju gunung Welirang ini mulai tumbuh perasaan cinta di antara mereka. Di saat akan mulai melakukan pendakian.
Kelima sahabat ini dikasih tahu tentang pantangan-pantangan yang tidak boleh dilakukan selama melakukan pendakian di gunung Welirang.
Awalnya, mereka mengiyakan saja yang dikatakan oleh petugas pos jaga. Tetapi, setelah melakukan pendakian di gunung Welirang.
Kelima sahabat yang usianya masih muda-muda ini sama sekali tidak meyakini pantangan yang diperca oleh warga sekitar.
Mereka berusaha membuktikan mitos-mitos yang diyakini masyarakat hanyalah bualan saja dengan cara melanggar semua pantangan.
Awalnya, ada yang ragu untuk melakukannya. Tetapi, karena setelah melanggar tidak terjadi apa-apa mereka semakin berani.
Namun, suasana penuh canda tawa karena menertawakan mitos yang diakui masyarakat mendadak lenyap saat mereka sampai di suatu kawasan yang bernama Alas Lali Jiwo.
Saat melintasi hutan yang dikenal angker itu, kelima sahabat ini mulai mengalami gangguan seperti suara gamelan di tengah hutan yang tidak diketahui dari mana datangnya.
Sejak mendengar suara gamelan ini berbagai gangguan mulai mengalami kejadian menyeramkan yang tidak bisa diterima nalar.
Teror demi teror datang silih berganti, mereka terus merasa diawasi sampai dengan kejadian mistis mengerikan yang tidak bisa diterima akal.
Situasi semakin mencekam saat kelima sahabat ni harus terpisah satu sama lain. Meski demikian, mereka terus terus bergerak untuk bisa keluar dari Alas Lali Jiwo serta berharap mendapatkan bantuan dari pendaki lain.
Saat mereka berjuang untuk bisa selamat, kemunculan sosok perempuan yang disebut Ratu bersama pasukan kerajaannya menjadikan perayaan kelulusan kelima pemuda tadi menjadi perjuangan hidup dan mati.
Sementara itu, kabar hilangnya kelima pemuda ini telah sampai di telinga petugas dan tim SAR. Tak ingin sesuatu yang buruk terjadi, operasi pencarian lima pendaki yang hilang ini segera dilakukan. Para petugas mulai menyisir setiap jengkal gunung Welirang untuk menemukan kelima sahabat itu.
Di sisi lain, kelima pemuda yang hilang itu sudah hampir sampai di titik nadir karena teror yang terus berlangsung dan perbekalan kian menipis. Apakah kelima sahabat tadi bisa ditemukan dalam keadaan selamat? Pastikan nonton film ini secara utuh di tempat yang resmi, ya!
Jadwal Tayang dan Tempat Nonton Film Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026)
Melansir dari Lembaga Sensor Film Indonesia, film yang diproduseri oleh StarVision Plus dengan genre drama dan horor ini akan dirilis dan bisa ditonton secara serentak di semua bioskop tanah air.
Film dengan durasi sekitar 105 menit ini akan memberikan pengalaman menonton yang luar biasa karena unsur horornya tidak bertumpu pada jump scare, melainkan dibangun berdasarkan suasana dan banyak hal lain sehingga menghadirkan suasana yang mencekam.
Supaya rasa horor yang ada di film ini terasa, pastikan untuk nonton di tempat yang resmi. Hingga saat ini belum ada informasi film ini bisa ditonton lewat streaming di semua situs.
Pesan Mamikos jangan mengakses situs ilegal untuk nonton film apapun karena sangat merugikan kreator selaku pembuat film.
Tak hanya itu nonton film di luar sumber resmi termasuk sebuah kejahatan karena sudah melanggar undang-undang hak cipta.
Para Pemeran Film Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026)
Film ini menjadi menarik karena menghadirkan para bintang lintas generasi, mulai dari generasi X, generasi milenial, hingga generasi Z.
Dilibatkannya para bintang dari lintas generasi ini tentu menjadikan film ini dapat ditonton bersama keluarga. Adapun aktor dan aktris yang terlibat dalam film ini antara lain:
- Antonio Blanco akan berperan sebagai Satria.
- Alika Jantinia akan berperan sebagai Naya.
- Giulio Parengkuan akan berperan sebagai Arga.
- Razan Zu akan berperan sebagai Noval.
- Jinan Safa akan berperan sebagai Tita.
- Ramon Y. Tungka akan berperan sebagai Pak Joko.
- Agus Kuncoro akan berperan sebagai Om Heru.
- Shatora Narajan akan berperan sebagai Baskara.
- Jameelah Saleem akan berperan sebagai Sekar.
- Hana Saraswati akan berperan sebagai Putri Welirang.
- Ruth Marini akan berperan sebagai Ibu Marsih.
- Gilbert Pattiruhu akan berperan sebagai Bapak Satria.
- Astri Nurdin akan berperan sebagai Santi.
- Tutus Thomson akan berperan sebagai Petugas Jaga.
- Cak Ukil akan berperan sebagai Cokro.
- Derry Oktami akan berperan sebagai Kuncen Gunung.
- Lucky Moniaga akan berperan sebagai Bapak Penambang.
Fakta Menarik Film Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026)
Berikut ini beberapa fakta menarik dari film Petaka Gunung Welirang yang harus kamu ketahui.
1. Diangkat dari Kisah Asli
Film ini diangkat dari pengalaman yang pernah dicatat oleh Maya Aska. Di dalam naskahnya, Upi, selaku penulis skenario film berusaha untuk mempertahankan pengalaman-pengalaman mistis yang pernah dialami oleh Maya Azka seperti hilang arah meski sudah berada di jalur yang benar, merasa diikuti, dan mendengar suara-suara yang tak lazim.
Meski demikian tim produksi telah melakukan pengembangan untuk menciptakan suasana yang lebih mencekam dan kebutuhan sinematik. Selain itu, nama yang ada di karakter film ini bukan nama asli demi menjaga privasi pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Tetapi, tentang esensi teror dan kengerian selama melakukan pendakian tetap dipertahankan sebagaimana yang diceritakan oleh Maya Azka.
2. Syuting di Lokasi Asli
Tidak seperti film horor lainnya yang kebanyakan dilakukan di hutan buatan atau lokasi lain yang berbeda dengan yang tidak sesuai dengan sumber cerita.
Film ini justru melakukan pengambilan gambar atau syuting langsung di kawasan gunung Welirang. Hal ini tentu menjadi nilai lebih bagi film ini dibandingkan dengan film horor lainnya.
Dengan melakukan syuting langsung di lokasi telah membuat penonton ini bisa ikut membayangkan bagaimana kisah asli yang menjadi inspirasi terciptanya film ini.
Selain itu, film ini juga menggunakan unsur-unsur alami yang membuat visualnya menjadi lebih hidup dan menarik. Misalnya: beberapa kabut yang ada di scene film ini adalah kabut asli yang muncul di kawasan Welirang, lalu penggunaan cahaya bulan dan lampu senter untuk adegan malam benar-benar membuat para penonton seperti ikut melakukan pendakian sungguhan.
3. Sisipkan Unsur Wuku dan Weton
Hal menarik lain yang membuat film ini wajib ditonton adalah dimunculkannya konsep wuku dan weton yang jarang ditemukan di film kebanyakan.
Bagi mayoritas orang Jawa yang paham tentang hitung-hitungan ini bisa menebak dengan cukup presisi tentang nasib yang dialami oleh masing-masing karakter hanya berdasarkan kapan mereka melakukan pendakian.
Hal ini dikarenakan unsur wuku dan weton bagi mayoritas orang Jawa bisa digunakan untuk menemukan titik terendah seseorang berdasarkan hari kelahirannya. Biasanya, mereka yang sedang berada di titik terlemah akan sering mengalami kesialan atau bahkan nasib tragis.
Memang hal seperti ini sulit untuk diterima nalar dan sangat tidak logis dari kaca mata modern, tetapi bukan itu yang penting. Orang-orang Jawa tahu semua hari sama, tetapi sama yang dimaksud tidak sama yang setara.
Di antara semua hari yang baik ini, orang Jawa memilih hari yang paling baik dibandingkan dengan baiknya yang sedikit. Selama ratusan tahun, orang Jawa melakukan penghitungan ini sebagai bentuk usaha lolos, untuk bisa berada di ‘selaning garu’ sehingga bisa selamat sampai tujuan.
4. Mengingatkan Hukum Sebab Akibat
Unsur horor yang dimunculkan di film ini bukan karena muncul secara tiba-tiba, tetapi lebih disebabkan karena ada ‘marah’ akibat ada sesuatu yang mengganggu keselarasan alam.
Menonton film ini tidak hanya memberikan hiburan bagi kita, melainkan turut mengajak kita untuk intropeksi diri terhadap semua yang telah kita lakukan dalam kehidupan ini.
Bisa jadi nasib baik maupun nasib buruk yang sedang kita alami saat ini merupakan akibat dari perbuatan kita di masa lalu, baik itu perbuatan yang disengaja maupun tidak disengaja.
5. Punya Banyak Layer
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian dari film Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026) adalah banyak layer yang dimiliki.
Jika sekilas melihat cuplikan resminya, bisa jadi orang akan mengira bahwa film ini akan bercerita tentang percintaan remaja.
Hal ini dikarenakan berdasarkan cerita dibuka dengan narasi yang ceria, tetapi perlahan film berubah menjadi mencekam dan teror.
Adapun teror yang muncul di film ini, jika dirunut ke Belakang masalahnya bisa dikatakan ‘sederhana’ yakni hanya karena ada beberapa anak kota yang tidak hanya melakukan pendakian gunung Welirang, tetapi juga telah melanggar pantangan sekaligus keyakinan warga setempat.
Semoga informasi tentang film horor terbaru yang berjudul Petaka Gunung Welirang: Misteri Alas Lali Jiwo (2026) dapat kamu jadikan panduan sebelum nonton filmnya di tempat yang resmi. 🎬💥
Referensi:
Petaka Gunung Welirang [Referensi]. Tautan: https://www.kapanlagi.com/film/petaka-gunung-welirang-id14632.html
Petaka Gunung Welirang [Referensi]. Tautan: https://lsf.go.id/film/petaka-gunung-welirang/1210
Sinopsis dan Daftar Pemain Film Petaka Gunung Welirang [Referensi]. Tautan: https://www.idntimes.com/hype/entertainment/sinopsis-dan-daftar-pemain-film-petaka-gunung-welirang-00-pb72b-vqg52g
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




