Nonton Film Uang Passolo (2026) Diangkat dari Kisah Nyata dari Budaya Bugis Makassar, Sinopsis dan Daftar Pemeran
Antara Cinta dan Gengsi Orang Tua, Film Uang Passaloh (2026) menceritakan tentang tradisi yang niatnya baik bisa terasa menjerat ketika gengsi mengambil alih.
Daftar Pemeran Film Uang Passolo (2026)
Film ini menggandeng banyak aktor dan aktris lokal Sulawesi Selatan yang berbakat. Berikut daftar pemerannya:
1. Imran Ismail sebagai Rizky
Imran adalah aktor lokal Makassar yang merasa bangga bisa terlibat dalam film yang mengangkat cerita keseharian masyarakat Sulawesi Selatan. Ia berharap semakin banyak film bertema lokal di masa depan.
2. Masyita Aspar sebagai Bibah
Masyita adalah kreator konten asal Makassar yang debut di dunia seni peran melalui film ini. Ia mengaku ini adalah pengalaman pertamanya bermain film dan banyak belajar selama proses syuting.
3. Tumming dan Abu
Dua komedian lokal ini berperan sebagai teman dekat Rizky. Karakter mereka berfungsi sebagai comic relief (pencair suasana) yang selalu memberikan saran kocak sekaligus dukungan kepada Rizky.
4. Irmawati Jabbar sebagai Ibu dari Rizky
Ibu dari Rizky yang ikut merasakan dilema dan perjuangan anaknya dalam menghadapi tuntutan adat.
Selain keempat aktor di atas masih ada aktor lokal lainnya seperti Adhy Basto, Godfred Orindeod, Reinold Lawalata, dan Sukri Basto. Mereka tampil sebagai karakter pendukung yang melengkapi dinamika sosial dalam budaya Bugis-Makassar.
Mengenal Uang Passolo, Tradisi Pernikahan Bugis–MakassarÂ
Dalam tradisi pernikahan Bugis – Makassar, uang passolo merujuk pada amplop uang yang dibawa tamu saat menghadiri pesta, lalu diserahkan kepada pihak keluarga penyelenggara.Â
Masyarakat memaknainya sebagai bentuk dukungan sosial di mana tamu membantu meringankan biaya hajatan, sementara tuan rumah menerima bantuan dengan rasa hormat.Â
Tradisi ini bekerja seperti jaringan solidaritas yang menjaga relasi kekerabatan tetap kuat, terutama ketika keluarga menggelar acara besar.
Akan tetapi, realitanya sebagian orang memandang passolo sebagai hubungan timbal balik. Karena relasi sosial berjalan lama, muncul kebiasaan mengingat besaran sumbangan agar bisa membalasnya saat tamu tersebut mengadakan hajatan di kemudian hari.Â
Pada titik ini, uang passolo bergeser menjadi beban psikologis. Terutama ketika lingkungan mulai menilai status keluarga dari kemewahan acara dan tebal tipisnya amplop.
Kalau kamu nonton film Uang Passolo (2026), film ini mampu memotret sisi itu dengan cara yang mudah dipahami. Film menempatkan tradisi sebagai latar yang menunjukkan bagaimana ekspektasi uang passolo dapat mendorong keluarga mengambil keputusan pesta yang melampaui kemampuan.Â
Dari sudut pandang pasangan muda, uang passolo berubah menjadi tekanan. Mereka ingin menikah sederhana, tetapi keluarga berharap pesta besar agar pantas sekaligus mendapatkan passolo.Â
Fakta Menarik Produksi Film Uang Passolo (2026)
Berikut ini beberapa fakta menarik dari produksi film Uang Passolo (2026):
1. Digarap Sineas Makassar Berpengalaman
Film Uang Passolo disutradarai oleh Andi Burhamzah, sineas asal Makassar yang sebelumnya menggarap sejumlah film lokal seperti Ambo Nai Sopir Andalan (2022), Mappacci – Malam Pacar (2023), dan Cinta sama dengan Cindolo Na Tape (2018).Â
Sementara itu, naskah film ditulis oleh Chairul Rijal Juanda, penulis yang dikenal lewat karya seperti The Mother Giveth The Sons Taketh (Ri Balla’) dan Lidah Ayah. Kolaborasi keduanya membuat film ini kuat secara lokal, tetapi tetap rapi secara struktur cerita.
Halaman:

