Pahami 5 Hal Ini Sebelum Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum

 Lailla | Sen, 14 Okt 2019

Pahami 5 hal ini sebelum menjadi mahasiswa jurusan Ilmu Hukum – Mahasiswa ilmu hukum lulusannya dianggap mampu menjadi wakil masyarakat, apalagi jika sudah terjun di dunia politik. Jurusan ilmu hukum pun dianggap sebagai jurusan yang populer. Di beberapa Perguruan Tinggi, persaingan untuk bisa diterima di jurusan tersebut sangat ketat dan hanya segelintir orang yang mampu lolos seleksi untuk menjadi mahasiswa ilmu hukum. Selain itu, passing grade jurusan ilmu hukum yang tinggi membuat semakin sulitnya menembus jurusan tersebut. Cobalah pahami 5 hal ini sebelum menjadi mahasiswa jurusan ilmu hukum.

Pahami 5 Hal Ini Sebelum Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum

1. Tidak mudah bosan ketika membaca buku tebal


Sebenarnya tidak mudah bosan ketika harus membaca buku tebal tidak hanya berlaku bagi calon mahasiswa ilmu hukum saja. Hampir semua mahasiswa di semua jurusan yang memiliki referensi buku tebal memang mengharuskan mahasiswa untuk bisa memahaminya. Jika kamu adalah mahasiswa ilmu hukum, biasanya dosen akan memintamu untuk membawa berbagai macam buku tebal. Referensi yang dijadikan bahan kuliah tidak hanya bersumber dari buku terbitan nasional juga. Kamu akan dibiasakan dengan berbagai macam referensi internasional.

Jangan bayangkan bahwa mahasiswa ilmu hukum senantiasa rapi. Banyak yang beranggapan bahwa mahasiswa ilmu hukum bersaudara dengan anak sastra, sehingga memang identik pada buku-buku bacaan tebal. Bagaimana cara agar kamu tidak bosan atau mengantuk ketika membaca buku tebal?

Mulailah dengan membiasakan diri untuk membaca buku-buku tipis berbahasa inggris untuk memulai kebiasaan baru. Jika masih belum dapat membiasakan, kamu bisa mencari buku cerita anak-anak, kemudian beranjak ke buku khusus remaja. Secara bertahap, kamu akan terbiasa dengan membaca buku sekaligus mempelajari banyak kosakata baru. Jangan langsung membaca buku tebal dengan kosakata sulit apabila saat ini kamu tidak suka membaca, apalagi tidak terbiasa dengan referensi berbahasa inggris.

Referensi yang tepat ketika belajar materi ilmu hukum bisa kamu dapatkan dari berbagai macam sumber. Jadilah anggota perpustakaan agar kamu tidak perlu membayar biaya peminjaman. Waktu yang sangat terbatas untuk datang ke perpustakaan dan mengantre buku bacaan dapat disiasati dengan mengunduh buku secara gratis. Saat ini sudah banyak tersedia aplikasi di ponsel untuk mengakses, bahkan mengunduh buku-buku elektronik (ebook). Kamu yang tertarik dengan versi buku cetak pun dapat langsung memesan online di toko-toko buku yang menyediakan jasa tersebut.

Ada pula jurnal-jurnal bacaan penunjang, baik jurnal berbahasa Indonesia maupun jurnal berbahasa Inggris. Tanyakanlah pada pihak kampus atau perpustakaan terkait jurnal ilmu hukum. Terdapat Perguruan Tinggi yang berlangganan jurnal internasional atau jurnal nasional berbayar, sehingga kamu dapat memanfaatkannya tanpa harus mengeluarkan biaya.

2. Menjadi orang yang terorganisir


Manajemen waktu yang baik adalah kunci keberhasilan mahasiswa ilmu hukum. Selain diwajibkan membaca buku-buku tebal berbahasa Indonesia dan berbahasa asing, kamu pun akan dituntut untuk bisa mengerjakan banyak hal secara efektif dan efisien. Bentuk evaluasi dan ujian yang akan kamu jalani ketika menempuh studi pun tidak sama dengan ujian di sekolah menengah. Kamu akan ditanya soal ujian yang didasarkan pada studi kasus. Begitu pun juga dengan tugas-tugas harian perkuliahan.

Apabila kamu tidak menguasai materi yang diajarkan, sebaiknya kamu langsung bertanya pada dosen atau temanmu yang lebih paham. Hal tersebut dikarenakan tugas kuliah dan ujian yang biasanya tidak sama seperti pada buku teks, tetapi pengembangan materi. Memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik akan sangat menguntungkanmu. Biasanya, untuk dapat memecahkan tugas berupa kasus, mahasiswa perlu membaca banyak buku referensi yang perlu dipahami dan dikaitkan satu sama lain.

Manajemen waktu yang baik bagi mahasiswa ilmu hukum juga penting agar kamu tidak terbiasa begadang. Tidak semua tugas bisa diselesaikan hanya dengan begadang. Sebaiknya kamu membiasakan diri untuk membuat prioritas pekerjaan atau tugas dari skala kesulitan dan lama waktu pengerjaan. Selain itu, kamu juga bisa membuat daftar referensi buku kuliah agar tidak kesulitan apabila diminta membuat tugas dengan tema tertentu. Saran dari alumni mahasiswa ilmu hukum yang sukses adalah pandai-pandailah mengambil start lebih awal. Selain akan lebih siap ketika mendapatkan tugas baru, kamu pun bisa mengembangkan pengetahuan yang sudah didapatkan.

3. Peka terhadap kasus-kasus yang terjadi di sekitar


Mahasiswa ilmu hukum tidak hanya dituntut untuk banyak membaca buku kitab undang-undang saja. Kepekaan mahasiswa ilmu hukum dilatih dengan adanya kasus-kasus yang terjadi di sekitar. Apabila kamu sedang menonton televisi atau pemberitaan yang berkaitan dengan kasus kriminalitas, kamu bisa mulai menganalisis apa saja yang terjadi, sumbernya, hingga proses yang akan terjadi selanjutnya.

Perlu kamu ketahui bahwa mahasiswa ilmu hukum tidak hanya belajar kasus-kasus tentang korupsi. Bahkan, korupsi hanya menjadi sepersekian dari materi yang dipelajari mahasiswa ilmu hukum. Ruang lingkup yang luas, tidak hanya masalah hukum tentang manusia saja, tetapi juga tentang alam sekitar, termasuk hewan dan tumbuhan. Pernahkah kamu mendengar kasus yang dihadapi oleh Elle Woods pada film Legally Blonde? Dia tidak memperjuangkan hak manusia, tetapi justru hak asasi hewan.

Sumber belajar tentang hukum pun sangat bervariasi. Apabila kamu nyaman belajar dari media visual, sering membaca pemberitaan di media cetak akan sangat membantu. Kamu juga dapat menonton film yang berkaitan dengan hukum, kemudian mendiskusikannya dengan teman-teman. Contoh film bertema hukum sangat banyak, salah satunya adalah I Am Sam yang membahas tentang hak asuh anak yang berasal dari difabel penderita kelainan mental.

4. Siap ditanya berbagai masalah hukum


Persepsi orang-orang tentang mahasiswa ilmu hukum yang hafal segala bentuk pasal-pasal dan jenis hukuman masih melekat erat di sekitar kita. Bahkan, tidak jarang ada yang bertanya hal terkait hak waris pada mahasiswa ilmu hukum. Oleh karena itu, kamu perlu membaca buku-buku tambahan selain buku perkuliahan. Apabila kamu benar-benar tidak paham terhadap topik yang ditanyakan, usahakan untuk mencari tahu terlebih dahulu baru menanggapi pertanyaan orang lain.

Tidak jarang pula mahasiswa ilmu hukum akan dimintai saran atau sudut pandang terkait hal-hal yang masih berhubungan dengan hukum. Bahkan, orang-orang tidak akan menanyakan status semestermu. Yang mereka tahu, mahasiswa ilmu hukum adalah orang yang lebih tahu dan paham tentang hukum dibandingkan orang biasa. Padahal, ruang lingkup ilmu hukum sangat luas dan tidak semua hal tuntas dipelajari di dalam kelas.

Kira-kira, apa saja yang akan dipelajari mahasiswa ketika masuk di jurusan ilmu hukum? Pastikan bahwa konsentrasi jurusan susah sesuai minat dan passionmu.

1. Hukum Perdata

Materi yang dipelajari pada hukum perdata adalah kaidah hukum berkaitan dengan aturan perbuatan atau hubungan manusia atau badan hukum perdata untuk kepentingan para pihak. Tentunya, urusan antarmanusia ini tidak melibatkan kepentingan publik yang lebih luas. Penerapan hukum perdata dapat dilihat pada kontrak pekerja pada perusahaan.
Jika tertarik dengan hukum perdata, kamu perlu mengambil beberapa mata kuliah terkait, seperti hukum Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), hukum pasar modal, hukum ekonomi, hukum perbankan, dan sebagainya.

2. Hukum Ekonomi atau Hukum Dagang

Yang akan kamu pelajari adalah berbagai macam hukum tentang aktivitas perdagangan, serta aspek hukum dan legal dalam aktivitas ekonomi. Mata kuliah yang dapat kamu pelajari adalah Hukum Ekonomi, Hukum Internasional, Hukum Penanaman Modal, Hukum Perusahaan, dan sebagainya.

3. Hukum Ekonomi Internasional
4. Hukum Pidana
5. Hukum HTN ( Hukum Tata Negara)
6. Hukum Administrasi Negara
7. Hukum dan Perkembangan Masyarakat
8. Hukum dan Teknologi

Konsentrasi pada jurusan ilmu hukum tersebut akan membuatmu mudah dalam menentukan karier selanjutnya.

5. Memiliki peluang karier yang sangat luas


Jika kamu beranggapan bahwa mahasiswa ilmu hukum hanya bisa menjadi pengacara, hakim pengadilan, atau notaris saja, maka persepsi tersebut perlu diubah. Karier yang bisa dijalani lulusan mahasiswa ilmu hukum sangatlah beragam. Kamu dapat menjadi spesialis pencegah kerugian retail yang tentunya memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan. Selain itu, kamu pun dapat menjadi manajer keamanan di perusahaan atau tempat kerja.

Apabila kamu sudah menentukan jenis karier yang akan dijalani setelah lulus dari program studi ilmu hukum, pertimbangkan berbagai macam mata kuliah yang akan diambil. Biasanya, setelah semester awal, mahasiswa akan diberi kebebasan untuk mengambil mata kuliah pilihan sesuai minatnya. Ambillah mata kuliah yang spesifik sesuai minat jenjang kariermu.

Sudah yakin dengan jurusan ilmu hukum di fakultas idamanmu? Apabila kampus yang kamu pilih jauh dari rumah, kamu dapat merantau ke kampus impian. Soal hunian, tidak perlu khawatir karena ada aplikasi pencari kost terbaik Mamikos yang akan membantumu memilih tempat tinggal nyaman. Mamikos menyediakan info kost lengkap, termasuk harga sewa kamar harian, mingguan, bulanan, serta tahunan. Ada pula deskripsi mengenai lingkungan sekitar dan fasilitas kamar kost. Tanpa perlu datang langsung ke lokasi kost, foto kamar kost sudah bisa kamu ketahui. Kamu pun dapat menghubungi sang pemilik kost dari nomor telepon yang tertera.

Klik dan dapatkan kost yang kamu idamkan: