Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku, Ciri-Ciri dan Contoh Kalimatnya




Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku, Ciri-Ciri dan Contoh Kalimatnya – Pengertian kata baku dan tidak baku bisa dipahami dari teknik penulisannya. Karena, penggunaannya saat di dalam artikel berbeda. Sesuai dengan kebutuhan tulisan tersebut serta digunakan untuk apa atau siapa.

Contohnya seperti ini, bila naskah tersebut ditujukan untuk khalayak ramai seperti berita, dimana semua kalangan bisa membacanya. Maka, penggunaannya tidak boleh santai, harus sesuai aturan hingga kaidah yang ada.

Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku

unsplash.com/@pickawood

Hal ini harus dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh pembacanya. Secara kasat mata berita memang diperuntukkan bagi usia 30 tahun keatas. Walaupun usia di bawah tersebut juga mengaksesnya.




Hanya saja, pengertian kata baku dan tidak baku ini akan berubah bila kebutuhannya untuk kalangan anak muda. Bagaimana caranya media mengikat mereka dengan berbagai bahasa santai sekaligus ringan ketika membacanya.

Dari ilustrasi tersebut, kamu sudah sedikit paham bukan, arti secara luas dari dua kaidah penulisan tersebut? Bagaimana kalau digunakan untuk iklan atau sarana promosi? Jawabannya tidak jauh berbeda.

Karena, pada dasarnya penentuan menggunakan salah satu diantaranya bukan dari media, melainkan siapa pembacanya. Setiap jenjang usia pasti akan merasakan kenyamanan tersendiri dalam membaca.

Misalnya, seorang Ayah dengan umur 40 tahun, lebih menyukai pola kata sesuai aturan KBBI. Hal tersebut terpengaruh berdasarkan kepada pola pikirnya. Inilah alasan mengapa sangat penting mempelajarinya.

Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku

Jika sudah mengerti arti kedua kaidah penulisan ini secara luas serta menurut contohnya dalam dunia nyata. Saatnya, kamu mengetahui bagaimana pengertiannya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.




Pengetian dari kata baku adalah sebuah teknik menulis yang harus dikuasai oleh seseorang. Karena, setiap bentuknya mempunyai aturan tersendiri. Semuanya sudah diatur melalui kamus besar bahasa Indonesia.

Jadi, sebelum menorehkan sesuatu ke dalam kertas kamu, harus lihat dulu apakah rangkaian huruf tersebut sudah benar atau belum. karena, saat dibaca nanti sedikit kurang nyaman bila terjadi kesalahan.

Memang, dari pengucapan rasanya sama terdengar biasa saja. Tetapi, dalam pandangan mata ada hal yang mengganjal. Biasanya mood untuk melanjutkan membaca akan menghilang karena, kesalahan tersebut.

Selanjutnya, adalah kata tidak baku dimana kamu dapat indentifikasinya dengan mudah. Karena, menggunakan bahasa sehari-hari, misalnya saja menulis “Bro.” atai “Sis.” Kedua ini sangat jarang ditemui dalam kabar berita.




Tetapi, apakah ada yang menggunakan artikel dalam bentuk seperti itu? Harus diakui, seluruh naskah yang ada terbit selama ini sudah diseragamkan, sehingga hanya sedikit website menggunakan teknik tersebut.

Jika, masih ditemukan hal seperti itu biasanya ada dua faktor. Pertama akibat typo atau kesalahan tulis. Biasanya, pengetahuan penulis mengenai hal tersebut masih kurang. Kedua adalah salah pengucapan serta ejaan.

Bahkan, untuk penulisan cerpen, cerbung, sampai novel, sudah banyak yang menggunakan rangkaian harus sesuai dengan kaidah. Jadi, sejak sekarang pelajari lebih lanjut agar tidak salah dalam menerapkannya

Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku Beserta Cirinya

Untuk memudahkan dalam mengingatnya, kamu harus mengetahui apa saja cirinya. Dimana, rangkaian huruf sesuai aturan tersebut tidak akan terpengaruh oleh bahasa daerah. Perlu diakui Indonesia mempunyai puluhan bahasa.




Menariknya, setiap daerah mempunyai maksudnya serta maknanya tersendiri. Misalnya, daerah Jawa jalan biasa diartikan sebagai mlaku. Biasanya, tulisan itu dilarang digunakan karena, pembacanya bukan hanya warga Jateng atau Jogja saja.

Melainkan seluruh Indonesia, terkadang mereka kurang paham apa maksudnya. Sebuah informasi itu harus mudah dipahami, dimengerti oleh setiap pembacanya. Hal ini juga termasuk ejaan berbahasa asing.

Pengertian Kata Baku dan tidak baku berdasarkan ciri selanjutnya adalah bentuk percakapannya. Tetapi, dalam dialog Indonesia, bukan daerah. Berikutnya, digunakan sesuai dengan kalimatnya, sehingga menjadi satu kesatuan.

Membuatnya nyaman untuk dibaca, bukan juga menegaskan sesuatu dimana, sifatnya adalah anti pleonasme atau sebuah kalimat untuk menegaskan mengenai sebuah kalimat ekspresif. Sementara untuk ciri-ciri kata tidak baku sebaliknya.




Sudah dipengaruhi oleh perkembangan zaman. Tidak heran bila terdengar seperti percakapan anak muda gaul seperti, “Gue, Loe” serta masih banyak lagi. Pada intinya, saat membuatnya jangan sampai muncul istilah baru.

Karena, semuanya masih dalam koridor serta aturan. Walau begitu, untuk kamusnya sendiri tetap diperbaharui setiap waktu. jadi, tetap mengikuti bagaimana perkembangan yang ada sesuai dengan kebutuhannya.

Bagaimana, cukup mudah dalam memahaminya bukan? Sayangnya, dalam beberapa naskah, penulis masih sering melakukan kesalahan. Hanya saja, prosentasenya lebih sedikit karena keduanya memang hampir mirip.

Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku Berdasarkan Fungsi

Selanjutnya, akan membedah pengertian keduanya berdasarkan fungsinya. Dalam penulisan sesuai ketentuan yang berlaku akan ditemukan beberapa peran penting. Dimana, tulisan itu merupakan bagian dari pemersatu antar bangsa.

Bila dilihat dari ciri-ciri Kata baku diatas sepertinya, tidak heran jika digunakan untuk menyatukan keberagaman tersebut. Perlu diketahui bahwa, negara ini punya percakapan daerah begitu banyak.

Penerapannya sangat berati sehingga, semua orang bisa paham serta mengerti maksud hingga tujuannya bagaimana. Walaupun saat ini sudah ada google translate sebagai penerjemah rasanya semua itu kurang efektif bila digunakan.




Pengertian Kata Baku dan tidak baku berdasarkan pada fungsi berikutnya adalah sebagai bentuk ciri khas dan memperkuat nasionalisme. Walau dalam percakapan mereka menggunakan dialog masing-masing wilayah.

Tetapi, saat membaca sesuatu, gaya yang ditonjolkan tetaplah Indonesia sesuai aturan serta kaidah berlaku. Dengan begini nasionalisme masyarakat secara otomatis akan naik, sehingga kecintaan terhadap negeri ini meningkat.

Salah satu contoh yang bisa diambil adalah, beberapa warga daerah sulit berbahasa Indonesia. karena, mereka tidak pernah sama sekali membacanya. Di berbagai daerah masih sering ditemui seperti itu.

Fungsi terakhir dengan menggunakan kalimat sesuai kaidah adalah wibawa yang akan terangkat dengan sendirinya. Perlu diketahui, saat orang membaca teks Indonesia dengan baik dan benar, terasa luar biasanya.




Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku Berdasarkan Kebutuhannya

Pada dasarnya menggunakan kalimat sesuai kaidah bahasa Indonesia merupakan sebuah kebutuhan terutama untuk berbagai media. Karena, dalam penyampaian informasi ada sebuah tuntutan berupa pemahaman dari apa yang tertulis.

Contohnya seperti ini, ada sebuah kalimat, “ aktivitas mereka hanya lari saja.” Dari sepenggal tersebut dapat sebenarnya sampai kepada kamu bukan. Bahwa, seseorang sedang melakukan aktifitas lari.

Tetapi, secara keseluruhan maksud dan tujuannya terasa belum tersampaikan secara penuh. Menurut pengertian Kata Baku dan tidak baku menyebutkan bahwa, penulisan seperti itu salah, dan membuat mood pembaca berubah.

Walaupun dalam keseluruhan ceritanya mereka mampu memahami apa keinginan penulis. Namun tidak enak untuk dibaca. Kondisi tersebut menjadi bagian psikologis manusia, bahwa melakukan kesalahan itu tidak enak rasanya.

Ada perasaan mengganjal sehingga, info penting menjadi basi dan hambar. Bukan lagi sebuah kata mewah. Melainkan, seperti percakapan kepada teman sejak kecil, kurang elegan dan tidak profesional.

Secara kaidah akan melanggar pengertian kata baku dan tidak baku secara keseluruhan karena, apa yang disampaikan hanya bisa masuk, tetapi langsung keluar lagi. Walau orang awam kondisi tersebut pasti akan terjadi.

Berbeda dengan tulisan ini, “kwitansinya terletak di meja.” Bila dibaca secara seksama, kamu pasti langsung paham maksudnya. Bila disitu ada tanda seru, maka kemungkinan akan segera mengambilnya.

Inilah yang dimaksud dengan kebutuhan. Dimana, penggunaannya sudah ditetapkan secara eksplisit hanya saja beberapa orang sulit untuk mengungkapkan kesalahan tersebut. Oleh karena itu, hati-hati dalam menggunakan.

Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku Sesuai Kaidahnya

Perlu diketahui dalam penulisannya memang harus sesuai kaidah tetapi, apakah kata tidak baku dilarang digunakan? Sebenarnya, penggunaannya cukup penting walau hanya di beberapa artikel tertentu saja.

Misalnya, sebuah naskah berhubungan dengan bahasa jawa atau sunda. Maka, penggunaannya sulit untuk terlepas, jadi usahakan kembali melihat bagaimana pengertian kata Baku dan tidak baku agar seluruh strukturnya benar.

Bahkan, pada artikel resmi, kalimat tersebut juga tetap digunakan. Hanya saja, tergantung pada konteksnya. Dengan begini, saat menggunakannya dilarang sembarangan tetap, melihat keperluannya sebagai apa.

Agar mudah membedakan perlu teknik khusus. Mungkin, menghafal seluruh kalimat dalam kamus cukup sulit. Oleh karena itu, ada trik mudah yaitu coba lafalkan, hanya saja harus benar.

Seperti, “kwitansi,” bukan “kui tansi” hal tersebut salah begitu juga memberikan nasehat bukan nasihat. Poin utamanya adalah dialog sata mengucapkannya. jangan sampai terpengaruh pada logat daerah.

Agar secara keseluruhan dapat digunakan dengan benar. Perlu diingat, pengucapan keduanya juga hampir sama. Jadi, perlu tingkat hati-hati tinggi. Selain itu, jangan lupa menghafalnya.

Sehingga, perbendaharaan kalimatnya banyak dan jelas. Perlu diketahui, dalam penulisan ada beberapa penulisan yang hampir mirip, menurut kamu itu sudah benar. Ternyata, saat diperiksa dalam kampus ternyata salah.

Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku Sesuai Contohnya

Akhirnya, masuk juga ke bagian contohnya. Dimana, disini nanti kamu bisa melihat secara jelas bagaimana kesalahannya selama ini. Agar lebih mudah dalam memahaminya, coba simak ilustrasi di bawah ini.

Bukan hanya itu saja terkadang mereka atau bahkan, kamu sendiri seing salah dalam menuliskan ‘Bis” dapat diganti dengan nama Bus. Kondisi itu terus berulang hingga saat ini walau armadanya.

Contohnya:

Adi naik Bus ke Jogja dari Solo

Adi naik Bis ke Jogja dari Solo

Menurut identifikasi di atas maka pilihan atas adalah salah, sementara yang benar pada bagian bawahnya. Jika, dibaca sepintas akan terasa bagaimana perbedaan kata baku dan tidak baku sesuai contohnya.

Hal sekecil ini seharusnya sudah tidak peru karena, mereka dibekali dengan ilmu pengetahuan tinggi. Bila tidak percaya? Cobalah sejak sekarang untuk mempelajari kata apa saja yang termasuk berbagai kategori

Agar dalam membuat sebuah artikel tidak akan merusak kalimat secara keseluruhan sehingga, semua orang malas untuk datang mengunjungi lagi. Tidak perlu bingung mencarinya dengan kamus tersebut bisa diakses secara online juga.

Kesimpulan Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku

Dari semua hal yang sudah disampaikan di atas bisa ditarik satu garis kesimpulan. Bila keduanya ini memang berbeda. Bukan hanya dari sisi penulisan saja, melainkan penggunaannya dalam berbagai kebutuhan.

Ada ketentuan serta kaidah tertentu harus dipenuhi oleh setiap penulis sebelum memutuskan untuk membuat sebuah kalimat seperti itu. Lihat dulu untuk siapa artikel tersebut. Selanjutnya, pantaskan diri seperti mereka.

Dengan begini, gaya bahasa akan terbentuk dengan sendirinya. Seni dalam membaca akan mengalir dalam setiap tulisan tersebut. Bagaimana, sudah cukup mengerti bukan secara keseluruhan walau tidak menggunakan contoh.

Perlu diketahui bahwa, pembuatannya tidak mudah apalagi, saat belum terbiasa membuatnya. Hanya saja dengan melihat pengertian kata baku dan tidak baku secara menyeluruh membuat perbedaan itu mudah dipahami.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah