Pengertian Senyawa, Sifat, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

Posted in: Pelajar Pendidikan

Pengertian Senyawa, Sifat, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya – Begitu banyak senyawa yang tersebar di sekitar kita. Kehidupan manusia pasti bersinggungan dengan senyawa.

Di sekolah menengah biasanya siswa akan belajar mengenai senyawa pada pembelajaran kimia. Berikut adalah pengertian senyawa, sifat, ciri-ciri, dan contohnya yang perlu kamu pahami.

Pengertian Senyawa

https://www.duniadosen.com/

Pengertian senyawa adalah sebuah zat tunggal yang terdiri dari dua zat atau lebih yang bisa terjadi karena reaksi kimia. Zat yang ada dalam senyawa masih bisa diuraikan saat ada reaksi kimia didalamnya. Zat tersebut nantinya akan berubah bentuk menjadi sesuatu yang lebih sederhana.

Senyawa juga bisa didefinisikan sebagai zat baru yang terbentuk dari gabungan beberapa macam unsur dari reaksi kimia yang bereaksi satu dengan yang lainnya. Adapun reaksi kimia pada senyawa bisa kamu lihat dengan memperhatikan percobaan gula yang kamu letakkan pada sebuah sendok, lalu dibakar di atas api.

Tentunya kamu bisa melihat bahwa perubahan pada gula yang menjadi warna hitam dan mempunyai rasa yang pahit. Sifat gula setelah dibakar juga akan sangat berbeda dengan gula yang dalam bentuk aslinya sebelumnya berwarna putih dan rasa yang manis.

Berdasarkan contoh tersebut, gula diketahui adalah bentuk senyawa, sedangkan gula kemudian memiliki warna hitam dan rasa pahit karena proses pembakaran yang disebut unsur karbon.

Hal ini bisa terjadi karena gula memiliki susunan kimia diantaranya seperti oksigen, hidrogen, hingga karbon (C12H22O11). Contoh di atas tentu bisa membuktikan bahwa senyawa merupakan zat murni yang bisa terbentuk dari dua unsur atau lebih dari sebuah reaksi kimia.

Pada dasarnya, senyawa juga bisa diuraikan lagi menjadi sebagaimana unsur pembentuknya. Di sisi lain, banyak juga sifat unsur yang berbeda dengan sifat-sifat dari senyawa.

Sebagai contoh, air atau H20 merupakan hasil dari penggabungan antara hidrogen dan oksigen yang ada dalam bentuk gas. Namun, sebenarnya oksigen mempunyai sifat yang dapat membantu pembakaran.

Tetapi, air adalah zat yang bisa melakukan peredaman pada saat kebakaran terjadi. Air bisa dipisahkan menjadi unsur hidrogen dan oksigen dengan menggunakan cara elektrolisis.

Terdapat tiga hal di dalam pengertian senyawa yang perlu diketahui bagi pembelajar kimia. Berikut tiga hal yang dimaksud:

1. Perbedaan Senyawa dengan Unsur dan Campuran  

Meskipun sebenarnya sama-sama zat tunggal, namun pengertian senyawa dan unsur tentu bisa berbeda..

Unsur merupakan zat tunggal yang tidak bisa diubah menjadi zat yang lebih sederhana. Unsur tentu akan tetap mempertahankan karakteristik atau sifat-sifat aslinya. 

Adapun contoh-contoh unsur yang umum di kehidupan sehari-hari diantaranya besi, emas, timah, seng, tembaga, dan nikel.

Contoh campuran diantaranya adalah air sungai,  batuan, paduan logam, garam yang beryodium, teh manis, susu coklat, kopi, dan masih banyak lagi.

2. Proses Membentuk Senyawa

Setelah memahami pengertian senyawa, kini saatnya kamu belajar proses pembentukan senyawa. Senyawa bisa terbentuk dari pencampuran zat secara kimia, pembakaran, atau penguraian.

Contohnya adalah sifat air yang berbeda dengan sifat unsur penyusunnya yakni gas hidrogen dan oksigen. Wujud dari air diantaranya adalah cairan, sedangkan wujud dari hidrogen dan oksigen adalah gas.

Air juga bisa digunakan untuk memadamkan api. Namun, hidrogen merupakan zat yang mudah terbakar dan oksigen adalah zat yang diperlukan dari proses pembakaran tersebut.

3. Penamaan Rumus Senyawa

Pemberian nama suatu senyawa bisa dilakukan dengan cara menuliskan nama unsur logam terlebih dahulu, lalu baru diikuti nama unsur non logam dan diakhiri dengan istilah -ida.

Apabila senyawa terdiri atas beberapa unsur non logam, maka penamaan senyawa harus memakai awalan yang menyatakan jumlah atom unsur penyusun.  Untuk awalan yang digunakan sebagai berikut:

  • Jumlah unsur 1: Mono
  • Jumlah unsur 2: Di
  • Jumlah unsur 3: Tri
  • Jumlah unsur 4: Tetra
  • Jumlah unsur 5: Penta
  • Jumlah unsur 6: Heksa
  • Jumlah unsur 7: Hepta
  • Jumlah unsur 8: Okta
  • Jumlah unsur 9: Nano
  • Jumlah unsur 10: Deka

Setelah memahami pengertian senyawa, kini saatnya kamu belajar contoh penamaan pada senyawa:

  • N2O3 (dinitrogen trioksida)
  • PCl5 (fosfor pentaklorida)
  • NaCl (natrium klorida)

Jenis Senyawa

Setelah memahami pengertian senyawa, kini saatnya kamu juga belajar jenis-jenis senyawa. Senyawa kimia bisa dibedakan dengan mengetahui jumlah dari atom penyusunnya.

Agar bisa menemukan unsur-unsur penyusun dari suatu senyawa, maka hal ini bisa dilakukan dengan analisis kualitatif.

Senyawa kimia bisa ditemukan dalam bentuk padat, cair, dan gas. Berikut merupakan penjelasan lengkap mengenai jenis dan manfaat senyawa kimia pada kehidupan sehari-hari kamu:

1. Senyawa Kimia Asam

Jenis senyawa kimia asam selalu bisa dijabarkan dengan rumus umum HA. Jika senyawa ini kamu larutkan dalam air (H2O), maka akan menghasilkan pH yang lebih kecil dari 7.

Senyawa asam juga dapat memberikan ion H+ pada senyawa lain (basa), bisa menimbulkan korosif, serta mengubah kertas lakmus biru menjadi merah.

Tentu senyawa ini bisa menyebabkan rasa masam pada materi yang bercampur dengannya. Contohnya adalah dari senyawa asam dan manfaatnya dalam kehidupan sehari -hari adalah:

  • Asam Klorida (HCl)

Asam Klorida merupakan senyawa asam yang bisa dihasilkan oleh lambung dan berguna untuk membunuh kuman atau bakteri yang ada di dalam lambung.

  • Asam Sulfat (H2SO4)

Asam Sulfat biasa digunakan dalam pembuatan pupuk dan elektrolit untuk komponen aki.

  • Asam Nitrat (HNO3)

Asam Nitrat biasa digunakan dalam bahan baku pembuatan senyawa organik seperti halnya nitro benzena, trinitro, toluena, dan lain-lain.

Tak hanya itu, asam nitrat bahkan juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan peledak seperti TNT.

  • Asam Benzoat (C6H5COOH)

Asam Benzoat bisa dimanfaatkan sebagai desinfektan. Asam Benzoat juga bisa digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan phenol.

  • Asam Fluorida (HF)

Asam Klorida berguna untuk menghilangkan karat pada logam. Selain itu, zat ini juga bisa melarutkan benda-benda yang terbuat dari kaca maupun silika.

2. Senyawa Kimia Basa

Kebalikan dari senyawa asam, senyawa basa adalah jenis senyawa kimia yang menerima atau menyerap ion H+. Senyawa ini mempunyai pH yang lebih besar dari 7 dan mampu melepaskan ion. Senyawa ini tidak bisa dipisahkan secara fisika, memiliki rasa yang pahit, dan terasa licin pada kulit.

Selain itu, bisa senyawa ini juga bisa mengubah lakmus merah menjadi biru. Basa juga akan menghasilkan OH- saat dilarutkan di dalam air. Contoh dari senyawa basa dan manfaatnya dalam kehidupan sehari -hari adalah:

  • Kalium Hidroksida (KOH)

Kalium Hidroksida merupakan senyawa basa yang sering dipakai untuk bahan baku pembuatan sabun cuci atau sabun mandi. Tak hanya itu, KOH juga bermanfaat sebagai elektrolit untuk pembuatan baterai alkali.

  • Magnesium hidroksida atau (Mg(OH)2) 

Magnesium hidroksida adalah senyawa basa yang biasa digunakan sebagai obat-obatan. Pada umumnya jenis senyawa ini akan digunakan untuk mengobati sakit maag.

  • Natrium Hidroksida (NaOH)

Natrium Hidroksida biasanya akan digunakan untuk bahan baku pada pembuatan sabun cuci. Sehingga NaOH bisa juga digunakan untuk membersihkan saluran pipa yang tersumbat oleh kotoran.

  • Stronsium Hidroksida (Sr(OH)2)

Strontium Hidroksida biasa dipakai sebagai stabilisasi dalam industri plastik.

  • Amonium Hidroksida (NH3)

Senyawa Amonium Hidroksida juga biasa dipakai sebagai bahan baku pembuatan pupuk dan asam nitrat.

3. Senyawa Oksida

Senyawa oksida merupakan jenis senyawa kimia yang tercipta dari oksidasi unsur dari oksigen di udara. Senyawa ini memang disusun dari unsur oksigen maupun unsur lainnya. Contohnya adalah:

  • Air (H2O)

Hidrogen dioksida atau yang biasa disebut dengan air merupakan pelarut yang digunakan dalam berbagai campuran yang ada.  Pada kehidupan sehari-hari air digunakan untuk memasak, mandi, dan lain-lain.

  • Karbon Dioksida (CO2) 

Karbon dioksida merupakan senyawa kimia berupa gas cair yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak mudah terbakar, bahkan hanya sedikit bersifat asam.

Senyawa ini umumnya dimanfaatkan tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis. Fungsi lain dari CO2 yaitu untuk proses pengelasan, mencegah dari terjadinya kebakaran, hingga karbonasi minuman.

  • Seng Oksida (ZnO)

Senyawa ZnO biasa dipakai untuk untuk vulkanisasi karet, tabir surya, aditif beton bertulang, sifat-sifat antibakteri dan antijamur, lotion perawatan kulit, hingga zat aditif untuk makanan.

4. Senyawa Ionik

Pengertian senyawa ion atau senyawa ionik merupakan jenis senyawa yang bisa bersifat netral secara keseluruhan. Senyawa Ionik dibentuk dari ion yang mana terdiri dari ion positif maupun ion negatif.

Ion positif dikenal sebagai kation dan ion negatif disebut anion. Contoh dari senyawa ionik diantaranya adalah Natrium Klorida dengan (Na+) dan (Cl-).

Untuk lebih jelasnya berikut adalah contoh dari senyawa ionik dan manfaatnya dalam kehidupan sehari -hari kamu:

  • Garam Dapur (NaCl)

NaCl adalah senyawa yang tersusun dari senyawa ion unsur Natrium (Na) serta Klorida (Cl). 

Satu elektron dari Na bisa ditarik oleh Cl lalu akan terbentuk gaya tarik elektrostatis antara Na dan Cl yang membentuk NaCl. 

  • Kalsium Klorida (CaCl2)

Senyawa Kalsium Klorida terdiri dari satu atom Kalsium (Ca) serta dua atom Klorida (Cl). Biasanya, senyawa ini dipakai sebagai bahan campuran untuk anti korosi kolam renang.

  • Natrium Fluorida (NaF)

Kombinasi antara satu atom natrium (Na) dan atom Fluor (F) tentu akan membentuk ikatan ionik Natrium Fluorida (NaF).

Natrium Fluorida biasanya ditemukan pada komposisi pasta gigi untuk menguatkan struktur gigi, termasuk memutihkan gigi.

5. Senyawa Organik

Senyawa organik merupakan jenis senyawa kimia yang memiliki penyusun dari karbon atau hidrogen. Pada senyawa ini juga terdapat unsur lain seperti halogen, oksigen, fosfor, hingga belerang.

Adapun contoh dari senyawa organik dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  • Alkohol

Alkohol adalah senyawa organik organik yang tersusun dari atom karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O) dengan rumus CnH2n+1OH.

Pada kehidupan sehari-hari, alkohol bisa bermanfaat sebagai bahan pembersih kaca, desinfektan, hingga menjadi bahan pengawet.

  • Asam Amino

Asam amino merupakan senyawa organik penyusun protein yang memiliki kandungan gugus amino (NH2), gugus asam karboksilat (COOH), juga satu gugus yang lain.

Rumus dasar dari asam amino yaitu CH2CHCOOH. Asam amino mempunyai beberapa fungsi diantaranya adalah sebagai penyusun protein atau polipeptida pada tubuh.

Fungsi inilah yang mampu mendukung reaksi metabolisme sel-sel tubuh, sehingga mampu membantu metabolisme karbohidrat serta metabolisme protein pada tubuh.

  • Amida

Amida merupakan senyawa yang dibentuk dari reaksi asam dan amina. Amida juga akan membentuk zat seperti protein, sutra, hingga obat-obatan seperti paracetamol.

Pada umumnya, senyawa ini biasa digunakan untuk mengobati batuk, pewarna warna obat-obatan, dan yang lain-lain.

Jenis Senyawa Secara Umum

Setelah memahami pengertian senyawa, kini saatnya kamu belajar  jenis senyawa secara umum. 

Secara umum, senyawa memang dibagi menjadi dua jenis, yakni senyawa organik dan senyawa anorganik. Berikut ini penjelasan yang perlu kamu pahami terlebih dahulu.

Senyawa Organik 

Mengutip buku dengan judul “Kimia Organik” (2021), pengertian senyawa organik adalah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) yang mampu mengikat unsur non-logam lainnya.

Senyawa organik biasanya berasal dari organisme. Pada kehidupan sehari-hari, bentuk senyawa organik yang mudah kamu jumpai adalah urea yang terdapat pada air seni.

Tak hanya itu, ada juga sukrosa yang banyak terkandung di tanaman tebu, juga hasil fermentasi dari larutan gula yakni alkohol.

Pengertian lain dari senyawa organik yaitu senyawa yang memiliki kandungan karbon maupun hidrogen sekaligus dengan elemen lainnya.

Dengan demikian maka karbon dioksida, CO, dan O2 tentu tidak termasuk senyawa organik karena mereka tidak memiliki kandungan atom hidrogen. 

Senyawa Anorganik 

Pengertian senyawa anorganik adalah senyawa-senyawa yang bukan disusun dari atom-atom karbon. Biasanya, senyawa ini bisa kamu jumpai di alam.

Adapun contoh dari senyawa adalah garam dapur yang memiliki lambang NaCl maupun aluminium hidroksida atau bisa juga Al(OH)3 dalam obat maag.

Gas yang biasa terlibat pada setiap proses respirasi, yaitu gas oksigen yang memiliki lambang O2 serta gas karbondioksida yang memiliki lambang CO2. 

Tak hanya itu, asam juga salah satu contoh dari senyawa anorganik. Beberapa contoh asam dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah asam nitrat, asam klorida, dan masih banyak lagi.

Senyawa anorganik bisa juga disusun oleh atom utama yang berwujud logam. Pada klasifikasi ini, umumnya senyawa terbentuk dari kelompok benda mati.

Sifat-Sifat Senyawa

Setelah memahami pengertian senyawa, kini saatnya kamu harus belajar sifat-sifat senyawa. Tiap senyawa tentu memiliki sifat yang berbeda tergantung dari unsur pembentuk senyawanya.

Adapun beberapa sifat senyawa yang perlu kamu pahami adalah sebagai berikut:

  • Terbentuk melalui proses reaksi kimia sebelumnya
  • Komponen penyusun yang ada didalamnya memiliki perbandingan tertentu yang sifatnya tetap.
  • Hanya dipisahkan dengan komponen penyusundengan menggunakan reaksi fisika
  • Bisa dikategorikan sebagai senyawa golongan zat tunggal.
  • Mempunyai sifat berbeda dengan unsur-unsur yang membentuknya.

Ciri-Ciri Senyawa

Setelah memahami pengertian senyawa, kini saatnya kamu juga belajar ciri-ciri senyawa. Senyawa sangat berbeda dengan unsur kimia, adapun senyawa memiliki beberapa ciri di antaranya:

  • Senyawa terbentuk dari 2 ataupun lebih unsur dengan reaksi kimia biasa.
  • Senyawa memiliki perbandingan komposisi tetap.
  • Senyawa akan kehilangan zat asalnya.
  • Senyawa bisa diuraikan secara kimia.

Contoh Senyawa dan Kegunaannya

Setelah memahami pengertian senyawa, kini saatnya kamu juga belajar mengenai contoh senyawa. 

Senyawa-senyawa kimia dari yang organik maupun anorganik tentu banyak dimanfaatkan manusia untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Berikut adalah contoh pemanfaatan senyawa kimia dalam kehidupan sehari-hari yang harus kamu pahami:

  • Metanol bisa diubah menjadi methanol yang dapat dimanfaatkan untuk membuat polimer (plastik) sebagai pelarut untuk membuat senyawa organik.
  • Etanol merupakan alkohol biasa yang memiliki banyak manfaat untuk keperluan kesehatan dan minuman hingga produk kecantikan.
  • Etil glikol adalah zat cair tak berwarna yang bertekstur kental dan berasa manis. Biasanya dimanfaatkan sebagai bahan antibeku radiator mobil atau bahan industri serat sintetis seperti Dacron.
  • Gliserol dimanfaatkan sebagai pelembab dan pelembut pada lotion serta bahan kosmetik. Gliserol juga dimanfaatkan sebagai pelarut obat–obatan.
  • Eter biasa dimanfaatkan untuk pelarut dan obat bis (anestesi) pada operasi terutama etil eter

Kini kamu sudah memahami pengertian senyawa, bukan? Meski terlihat rumit, namun sebenarnya konsep senyawa sangat akrab dengan kehidupan kamu sehari-hari.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta