Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi, Karakteristik, Jenis, Tujuan, dan Srukturnya
Mamikos sudah merangkum secara lengkap hal-hal mengenai teks laporan hasil observasi. Yuk, cari tahu informasi lengkapnya dalam artikel berikut!
Teks yang ditulis harus didasarkan pada fakta yang terjadi di lapangan, makanya penulis harus observasi langsung dan tidak boleh mengarang atau memanipulasi data yang didapat di lapangan.
Teks yang ditulis harus fokus pada satu objek, misalnya penulis membahas tentang bahaya pemanis buatan, maka fokus tulisannya hanya pada pemanis buatan dan tidak boleh pada objek lainnya.
Teks yang ditulis harus disajikan secara lengkap mulai dari bagian pendahuluan, isi, sampai dengan kesimpulan agar pembaca tidak kebingungan saat membaca tulisan yang sudah dihasilkan.
Teks yang ditulis diwajibkan menggunakan bahasa yang mudah dipahami supaya pembaca bisa dengan mudah memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis.
Jenis Teks Laporan Hasil Observasi
Sama seperti teks lain, teks laporan hasil observasi ini juga bisa dibagi menjadi beberapa macam. Jika dilihat dari penulisannya, ada tiga macam teks laporan hasil observasi. Berikut ini jenis-jenisnya dan keterangannya.
1. Teks Observasi Partisipasi
Penulisan teks laporan hasil observasi jenis ini dilakukan setelah penulis melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang sedang diteliti.
Saat melakukan observasi, seorang penulis tidak memakai metode lain seperti melakukan pengisian kuesioner atau melakukan wawancara.
Data yang diperoleh penulis untuk menuliskan teks observasi observasi ini diperoleh dengan pengamatan secara mandiri.
Supaya tulisan yang dihasilkan bisa bagus, penulis harus berani jujur dalam menuliskan apa yang telah ditelitinya.
Selain itu, penulis tidak diperkenankan menuliskan hasil observasi yang dilakukannya dengan mengedepankan pendapat pribadinya.
Di dalam menuliskan hasil pengamatannya ini, penulis harus tetap harus berpijak pada keilmuan dan harus adil supaya hasil tulisannya dapat dipertanggungjawabkan.
2. Teks Observasi Sistematis
Penulisan teks laporan hasil observasi jenis ini mengharuskan seorang peneliti melakukan penyusunan dan membuat kerangka observasi terhadap objek yang akan diteliti.
Kemungkinan besar dalam kerangka yang ditulis itu akan ditemukan sejumlah faktor yang bisa dikategorikan terhadap objek yang diteliti.
3. Teks Observasi Eksperimental
Jenis teks laporan hasil observasi ini dituliskan seorang peneliti secara terencana. Artinya, untuk dapat membuat teks laporan hasil observasi ini seorang penulis harus mempunyai persiapan yang matang sebelum melakukan penelitian.
Melalui persiapan yang matang, dapat membuat seorang peneliti bisa mendapatkan data yang lengkap sehingga informasi yang disampaikan bisa lebih lengkap.
Supaya data yang diperoleh lengkap, peneliti tidak hanya mengerjakannya sendiri tetapi juga bisa meminta orang lain membantunya dengan cara mengisi kuisioner atau dengan menjadi narasumber.
Halaman:


