114 Contoh Penggunaan Huruf Kapital yang Benar Sesuai Aturan Bahasa Indonesia

Penggunaan Huruf Kapital yang Benar Sesuai Aturan dan Contohnya — Huruf kapital adalah huruf besar yang digunakan sebagai unsur pertama pada awal kata dalam suatu kalimat.

Aturan huruf kapital pada Ejaan yang Disempurnakan atau EYD sebelumnya tidak dicantumkan.

Akan tetapi sekarang, aturan kepenulisan huruf kapital sudah ada di versi terbaru Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia atau PUEBI.

Contoh Penggunaan Huruf Kapital

freepik.com

Aturan penggantian dari EYD menjadi PUEBI ini ditetapkan pada tahun 2016 oleh keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang sedang menjabat pada masa itu, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan.

Sebelumnya, penggunaan PUEBI ini sudah diatur dalam Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lebih tepatnya pada nomor lima puluh pada tahun 2015 yang lalu.

Sebagian besar aturan penggunaan ejaan bahasa Indonesia pada PUEBI sama dengan yang ada di EYD.

Akan tetapi, terdapat berbagai perubahan dan tambahan, yaitu pada aturan penggunaan huruf kapital.

Aturan Huruf Kapital dan Contohnya

Menurut Kantor Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, pada EYD penulisan huruf kapital hanya digunakan pada bagian huruf awal pada nama orang, nama keturunan, nanam keagamaan, dan nama gelar kehormatan.

Akan tetapi, huruf kapital ini ditambahkan juga untuk huruf awal julukan pada aturan PUEBI. Berikut ini adalah penjelasan mengenai aturan huruf kapital beserta contohnya secara lengkap.

1. Penggunaan huruf kapital sebagai huruf pertama awal kata dalam suatu kalimat.

Contohnya, seperti:

  • Apa Maksud dari penjelasan yang ada di buku tersebut?
  • Kamu harus membukanya dengan perlahan-lahan agar terbuka dengan sempurna!
  • Pekerjaan ini akan selesai dalam waktu kira-kira setengah jam jika tidak ada gangguan sama sekali dimalam hari ini.
  • Aku akan memakannya sampai habis tanpa menyisakan sedikitpun makanan pada piring.

2. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada unsur nama orang, termasuk pada julukan seseorang.

Contohnya, seperti:

  • Sovia Eva Mumtaza Amirah
  • Wage Rudolf Supratman
  • Jenderal Kancil
  • Mujair
  • Rudolf Diesel
  • Dewa Pedang

Akan tetapi, huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama nama yang termasuk ke dalam nama jenis atau satuan ukuran.

Contohnya, seperti:

  • ikan mujair
  • mesin diesel
  • 15 kilogram
  • 17 ampere
  • gula jawa
  • kacang bogor

Selain itu, penggunaan huruf kapital juga tidak digunakan dalam penulisan huruf pertama kata dalam suatu kalimat yang memiliki makna “anak dari”, seperti binti, boru, bin, van, dan huruf pertama dari suatu kata tugas.

Contohnya, seperti:

  • Muhammad Trisna bin Salim
  • Zonarifa Aglis Namma binti Muhammad Agung
  • Indriani Cahya Puspita boru Situmeang Magdalena
  • William Adriaan van Schemeler Ophuijsen
  • Mutiara dari Selatan

PUEBI tahun 2015 telah menambahkan penjelasan mengenai “termasuk julukan” pada pembahasan yang sbeelumnya, seperti Jenderal Kancil dan Dewa Pedang.

Akan tetapi, selain itu juga terdapat tambahan penjelasan “yang bermakna anak dari” pada catatan selanjutnya yang ada dipenjelasan di atas.

Kedua penjelasan tambahan ini dibuat dengan tujuan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pedoman sebelumnya.

3. Huruf kapital digunakan pada awal kata dalam suatu kalimat yang diapit petikan langsung.

Contohnya, seperti:

  • Nenek itu bertanya, “Apakah benar bahwa ini rumah anak yang menolongku kemarin?”
  • Orang tua itu menasihati anaknya, “Jangan lupa untuk menjaga diri saat berada di kota yang asing!”
  • “Mereka telah memberikan kabar duka bahwa si gadis kecil tersebut telah meninggal karena penyakit demam berdarah yang telah dideritanya sejak dua minggu yang lalu”, kata si bocah kecil.
  • “Aku akan menunggu disini bahkan hingga hujan turun atau hari telah berganti”, katanya, “Aku akan tetap menunggumu sampai aku mendapatkanmu.”

4. Penggunaan huruf kapital selanjutnya, yaitu sebagai huruf pertama setiap kata yang bermakna nama agama, Tuhan, kitab suci, dan sebutan atau kata ganti untuk Tuhan.

Contohnya, seperti:

  • kitab suci Alquran
  • Kristen
  • Alkitab
  • Tuhan kita
  • Weda
  • Hindu
  • Allah
  • Tuhan yang menunjukkan kebesaran-Nya pada hamba-Nya.
  • Ya, Allah, tunjukkanlah hambu-Mu ini pada jalan yang benar dan lurus agar dapat memperoleh karunia dan rahmat-Mu.

5. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama dalam unsur nama gelar kehormatan, keagamaan, dan keturunan yang selanjutnya diikuti oleh nama orang.

Hal ini juga digunakan dalam gelar akademik yang diikuti dengan nama orang.

Contohnya, seperti:

  • Selamat datang, Yang Mulia.
  • Silahkan duduk, Dokter.
  • Terima kasih, Prof.
  • Mohon minta izin, Jenderal
  • Selamat pagi, Sultan.
  • Selamat berbahagia, Raja.

6. Penggunaan huruf kapital berikutnya, yaitu sebagai sebelum nama orang atau yang digunakan sebagai pengganti nama orang.

Misalnya nama tempat atau nama instansi yang digunakan sebagai huruf pertama dalam nama unsur jabatan dan pangkat.

Contohnya, seperti:

  • Perdana Menteri Emil Salim
  • Profesor BambanG Kusumo
  • Laksamana Muda Udara Nehru Dani Wicaksana
  • Gubernur Jawa Tengah

7. Huruf Kapital digunakan sebagai huruf pertama dalam nama suku bangsa, bahasa, negara atau bangsa.

Contohnya, seperti:

  • bangsa Indonesia
  • suku Jawa
  • bahasa Bali
  • negara Malaysia

Akan tetapi, pada nama suku bangsa, bahasa, dan bangsa atau negara, tidak ditulis dengan huruf awal kapital jika dimaksudkan untuk digunakan sebagai bentuk dasar dari suatu ata turunan.

Contohnya, seperti:

  • pengindonesiaan kata asing
  • kejepang-jepangan
  • kesunda-sundaan

8. Penggunaan huruf kapital juga pada huruf pertama dari kata yang bermakna nama hari, bulan, tahun, dan hari raya atau hari besar.

Contohnya, seperti:

  • tahun Masehi
  • tarikh Hijriah
  • bulan Juni
  • bulan Maulid
  • hari Sabtu
  • hari Lebaran
  • hari Galungan
  • hari Natal

9. Huruf kapital yang digunakan sebagai huruf pertama dalam suatu kata yang dimaksudkan sebagai nama peristiwa dalam sejarah.

Contohnya, seperti:

  • Konferensi Asia-Afrika
  • Perang Dunia I
  • Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
    Akan tetapi, penggunaan huruf kapital ditulis pada huruf pertama dalam peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai suatu nama.
    Contohnya, seperti
  • Perlombaan senjata kimia nuklir telah membawa risiko terjadinya perang dingin.
  • Perebutan rempah-rempah oleh berbagai negara dunia telah menyebabkan pecahnya perang dunia.
  • Soekarno dan Hatta yang telah memproklamasikan kemerdekaan bangsa kita.

10. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama dalam suatu kata yang memiliki makna sebagai nama geografi.

Contohnya, seperti:

  • Jakarta
  • Pulau Miangas
  • Asia Tenggara
  • Afrika Selatan
  • Bukit Ma Iyang
  • Jawa Timur
  • Dataran Tinggi Dieng
  • Jalan Cendrawasih
  • Danau Toba
  • Kelurahan Cupuwatu
  • Gang Randogowang
  • Kecamatan Mlati
  • Terusan Suez
  • Gunung Merapi
  • Ngarai Sianok
  • Teluk Benggala
  • Tanjung Harapan
  • Selat Lombok
  • Lembah Baliem

Akan tetapi, pada huruf pertama dalam kata yang memiliki nama geografi, tetapi bukan bermakna nama diri, maka awal kata tidak ditulis dengan huruf kapital.

Contohnya, seperti:

  • berlayar ke sungai untuk meneruskan perjalanan
  • menyeberangi laut dan menemukan ikan raksasa
  • berenang di danau pada pagi hari
  • berlayar menuju teluk

selain itu, huruf pertama dalam nama diri geografi yang digunakan sebagai nama jenis, juga tidak ditulis dengan awalan kata yang menggunakan huruf kapital.

Contohnya, seperti:

  • jeruk bali
  • petai cina
  • nangka belanda
  • kacang bogor

tambahan juga untuk nama yang ditulis beserta nama geografi dan merupakan nama jenis yang dapat disejajar atau dikontraskan dengan nama jenis yang lain dalam satu kelompoknya.

Sederhananya maka nama tersebut juga tidak ditulis dalam kata yang diawali dengan penggunaan huruf kapital.

Contohnya, seperti:

  • Semua orang mengetahui berbagai macam jenis gula, seperti gula pasir, gula tebu, gula anggur, gula aren, dan gula jawa.
  • Fungsi yang berbeda-beda juga berlaku pada jenis kunci, seperti kunci tolak, kunci ring, dan kunci inggris.
  • Anak itu juga mengumpulkan berbagai macam batik, seperti batik Cirebon, batik Solo, batik Madura, Batik Yogyakarta, dan batik Pekalongan.
  • Bioskop itu tidak hanya memutar film India, tetapi juga akan memutar film Hongkong, film Korea, film Cina, dan film-film yang lain yang sedang digemari masyarakat sekarang ini.
  • Para murid sekolah dasar telah selesai menyanyikan lagu kebangsaan dan telah selesai menampilkan tarian dari berbagai daerahnya masing-masing, seperti tarian Sumatra Barat, tarian Kalimantan Timur, tarian Papua Barat, dan tarian Sulawesi Selatan.

11. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama badan, organisasi, dan dokumen.

Selain itu, juga digunakan pada huruf pertama nama negara, dan lembaga, kecuali kata tugas, seperti di, dari, yang, dan, ke, dan untuk, termasuk unsur pengulangan sempurna.

Contohnya, seperti:

  • Republik Indonesia
  • Mahkamah Konstitusi

12. Penggunaan huruf kapital juga sebagai huruf awal setiap kata.

Termasuk unsur kata ulang sempurna yang ada di dalam judul buku, artikel, makalah, majalah, surat kabar, dan karangan, kecuali kata tugas, seperti yang, dan, untuk, di, ke, dan dari, yang tidak terletak diposisi pada awalan.

Contohnya, seperti:

  • Saya telah selesai membaca buku The Alchemist dan buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma hanya dalam waktu satu hari.
  • Eva adalah salah satu agen surat kabar Tempo.
  • Ia merintis makalah “Penerapan Undang-Undang dalam Kajian Hukum Perdata”.

13. Huruf kapital digunakan pada awalan huruf pada kata pertama dari unsur singkatan nama pangkat, gelar, dan sapaan.

Contohnya, seperti:

  • M.Si. = magister sains
  • K.H. = kiai haji
  • Hj. = hajah
  • R.A. = raden ayu
  • St. = sutan
  • Mgr. = monseigneur
  • Sdr. = saudara
  • Ny. = nyonya
    PUEBI dalam versi terbarunya juga telah menambahkan gelar lokal, seperti Daeng dan Datuk.

14. Huruf kapital digunakan pada huruf awalan kata pertama.

Lebih tepatnya kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti ibu, kakak, adik, bapak, paman, dan berbagai ungkapan lain yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan.

Contohnya, seperti:

  • “Kapan Paman pergi?” tanya Hasan.
  • “Mari makan, Bu!” katanya.

Akan tetapi, istilah kekerabatan yang bukan bentuk pernyataan atau pengacuan, tidak menggunakan huruf kapital.

Contohnya, seperti:

  • Kita harus menghormati bapak, ibu, dan kakak kita yang lebih tua.

Selain itu, penulisan huruf kapital juga digunakan pada kata ganti Anda.

Itulah penggunaan huruf kapital yang benar dan sesuai dengan PUEBI atau aturan ejaan bahasa Indonesia yang dapat Mamikos sampaikan pada kali ini.

Pengetahuan ini dibutuhkan untuk semua bentuk penulisan dalam bahasa Indonesia, terutama dalam dunia akademik.

Oleh karena itu, Mamikos harap kamu dapat menggunakan penjelasan dalam artikel ini sebagai bahan referensi tambahan.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta