2 Perbedaan Batuk Biasa Dan Batuk Virus Corona, Hati-Hati Cek di Sini!

 Bella Carla | Jum, 27 Mar 2020

Virus Corona – Akhir-akhir ini, masyarakat diselimuti kekhawatiran akibat wabah virus Corona (Covid-19). Penyebarannya yang begitu cepat dan meluas membuat sebagian besar orang panik. Tak hanya itu saja, infeksi yang menyerang sistem pernapasan ini pun memiliki gejala yang hampir mirip dengan flu biasa, namun bisa berakibat fatal. Masih banyak yang kurang begitu paham dengan gejala-gejala jika seseorang terserang virus Corona. Nah, salah satu gejala orang terjangkit virus Corona atau Covid-19 adalah batuk. Lantas apa sih perbedaan batuk biasa dengan batuk orang yang terinfeksi virus Corona ini?

Perbedaan Batuk Penderita Virus Corona dengan Batuk Biasa

Virus Corona
asset-a.grid.id

 

Berada di tengah pandemi Covvid-19 seperti ini, penting bagi kita untuk mengetahui gejala-gejala virus Corona. Salah satu gejala yang biasa terjadi pada seseorang yang terinfeksi virus Corona atau Covid-19 adalah batuk. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagian besar penderita yang terinfeksi virus Corona mengalami batuk kering secara terus-menerus dan sesak napas atau pneumonia namun tidak disertai dengan sakit tenggorokan. Sebenarnya, batuk yang menunjukkan gejala virus Corona dan batuk biasa ini memiliki perbedaan yang bisa diamati. Adapun perbedaan keduanya adalah sebagai berikut.

Batuk Biasa Karena Flu

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, batuk akibat virus influenza sering terjadi secara tiba-tiba. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  • Penderita biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu yang relatif singkat, yakni biasanya kurang dari dua minggu.
  • Batuk karena virus flu ini juga akan disertai dengan pilek dan bersin-bersin, sementara penderita virus Corona tidak mengalami kondisi tersebut. Kesimpulannya, jika seseorang batuk disertai pilek dan bersin-bersin, maka kemungkinan dia hanya menderita sakit flu biasa.

Batuk Akibat Terpapar Virus Corona

Dilansir dari The Sun, Rabu (25/3/2020), Direktur Klinis dari Patientaccess.com, Dr Sarah Jarvis menjelaskan, batuk merupakan ciri dari gejala terinfeksi virus corona jenis baru yang sudah bisa diketahui. Batuk yang menandakan mengindikasikan seseorang menderita virus Corona adalah:

  • Batuk kering yang terjadi terus menerus
    Batuk kering terjadi setidaknya dalam waktu setengah hari. Batuk ini tidak terjadi sesekali hanya karena kamu berdehem atau ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan. Batuk ini adalah sesuatu yang baru dirasakan oleh penderitanya. Artinya, bukan batuk seperti yang biasa dirasakan, misalnya karena seseorang terbiasa merokok kemudian sering batuk, dan sebagainya.
  • Batuk kering tidak berdahak
    Meskipun penderita batuk kering tidak bisa disebut 100 persen adalah penderita Covid-19, namun jenis batuk ini lebih berpotensi menjadi gejala Covid-19 daripada batuk basah yang menghasilkan dahak.
    Faktanya, ada 67,7 persen pasien yang terkonfirmasi sebagai penderita Covid-19 menunjukkan gejala batuk kering ini, sehingga tak jarang disebut sebagai gejala kunci. Oleh karena itu, kamu yang mengalami batuk kering seperti ini disarankan untuk melakukan isolasi diri secara mandiri sebagai langkah preventif menularkan virus ke orang lain.

Pengobatan Batuk Biasa dan Infeksi Virus Corona

Pengobatan ataupun vaksin untuk batuk yang terinfeksi flu dan infeksi virus Corona tentunya tidak bisa disamakan, karena kedua penyakit ini memang sangat berbeda. Berikut adalah penjelasan mengenai pengobatan batuk karena flu dan infeksi virus Corona:

Batuk biasa karena flu

Flu umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu 4 hingga 9 hari. Semakin kuat daya tahan tubuh, semakin cepat flu sembuh. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan penderita flu untuk banyak beristirahat, makan makanan bernutrisi, dan minum air putih yang cukup. Sementara untuk meringankan gejala flu, dokter biasanya akan memberikan:

  • Chlorpheniramine dan pseudoephedrine
    Obat flu dengan kombinasi ini bisa dikonsumsi untuk meredakan keluhan hidung tersumbat dan berair. Chlorpheniramine bekerja dengan cara menghambat senyawa histamin yang menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah hidung, sementara pseudoephedrine akan mengecilkan pembuluh darah yang melebar akibat histamin.
  • Paracetamol dan ibuprofen
    Kedua obat ini bisa Anda gunakan untuk mengatasi gejala flu yang disertai dengan demam ringan. Baik paracetamol maupun ibuprofen tersedia dalam beragam merek, serta sangat mudah ditemukan di apotek atau toko obat.
  • Kombinasi paracetamol, chlorpheniramine, pseudoepherine, dan guaifenesin
    Jika mengalami flu yang disertai demam, batuk berdahak, dan pilek, Anda bisa mengonsumsi obat flu dengan kombinasi paracetamol, chlorpheniramine, pseudoephedrine, dan guaifenesin untuk meredakan gejala-gejala tersebut.

Batuk karena virus Corona

Hingga seakrang, belum ditemukan obat atau vaksin yang mampu mengobati atau mencegah infeksi virus Corona atau Covid-19. Namun, gejala virus Corona yang seperti flu biasa atau batuk dapat diringankan dengan obat flu. Beda dengan kasus virus Corona yang gejalanya berat, pengobatan lebih ditujukan untuk menjaga kondisi pasien dan mengatasi komplikasi yang muncul agar tidak berakibat fatal. Meski belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah infeksi virus Corona, kamu pun bisa meminimalkan risiko terkena infeksi ini dengan cara:

  • Mencuci tangan dengan air dan sabun setidaknya selama 20 detik.
  • Menggunakan masker setiap beraktivitas di luar ruangan atau di tempat umum.
  • Memperbanyak minum air putih.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor.
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk dan demam.

Gejala Lain Virus Corona

Kamu perlu mengetahui beberapa gejala ringan virus corona selain batuk biar tidak terabaikan. Adapun berikut gejala-gejala tersebut:

  • Kehilangan indera penciuman dan perasa
    Asosiasi Otorhinolaryngology Inggris telah memeringatkan bahwa kehilangan indera penciuman dan rasa termasuk gejala infeksi virus Corona (Covid-19). Seorang spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) pun telah memeringatkan orang yang mengalami gejala seperti itu harus mengisolasi diri untuk mencegah penyebaran virus.
  • Kelelahan fisik
    Gejala virus Corona lainnya adalah kelelahan fisik. Tubuh kamu yang merasa sakit mungkin membuat terasa lelah dan kesulitan tidur. Kondisi ini juga bisa terjadi karena batuk dan kesulitan bernapas. Jaimuay Sae-ung (73) adalah warga negara Thailand pertama yang terjangkit virus Corona pada Desember 2019 lalu. Saat itu, ia mengalami gejala kesulitan makan dan merasa sang lelah.
  • Kelelahan mental
    Kelelahan mental juga termasuk gejala infeksi virus Corona lainnya. Thea Jourdan, seorang ibu 3 anak berpikir pertama kali terinfeksi virus ketika merasakan gatal di tenggorokan dan sakit kepala.
  • Kehilangan nafsu makan
    Pada tingkat berbeda, orang yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami kehilangan nafsu makan. Tak hanya itu saja, ada pula penderita yang mengalami demam tinggi, sakit kepala, batuk ringan dan sakit punggung selama 4 hari. Setelah itu, ia mulai kehilangan nafsu makannya, malas bergerak dan merasa kelelahan yang ternyata merupakan tanda infeksi virus Corona.
  • Sakit perut
    Sebuah studi oleh American Journal of Gastroenterology telah mengaitkan keluhan sakit perut dengan infeksi virus Corona. Mereka menemukan bahwa 48,5 persen dari 204 orang yang telah terinfeksi virus Corona di China mengeluhkan masalah pencernaan, seperti diare.

Oke, semoga informasi seputar perbedaan batuk biasa dengan batuk seseorang yan terinfeksi virus Corona di atas bisa bermanfaat ya untuk kamu! Infeksi virus Corona bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga yang sangat berat dan mengancam nyawa. Gejala yang ringan memang bisa mirip dengan gejala flu biasa, oleh karena itu kamu pun perlu lebih jeli mengenali perbedaannya, berdasarkan penjelasan di atas. Oh iya, buat kamu yang berencana ingin merantau ke luar kota untuk menempuh pendidikan, maka jangan lupa untuk download aplikasi Mamikos di ponsel kamu ya! Di aplikasi Mamikos kamu akan dengan mudah menemukan informasi seputar kost-kostan, sewa apartemen, hingga sewa rumah kontrakan dengan mudah yang bisa menjadi tempat tinggal kamu nantinya.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu: