Memahami 12 Prinsip Kimia Hijau beserta Contoh, Tujuan, Gambar dan Penjelasan Lengkap
Sudahkah kamu memahami tentang 12 prinsip kimia hijau? Yuk, Mamikos jelaskan secara lengkap!
Memahami 12 Prinsip Kimia Hijau beserta Contoh, Tujuan, Gambar dan Penjelasan Lengkap – Dalam mapel Kimia, siswa nantinya akan mempelajari tentang kimia hijau yang digunakan oleh industri untuk mengurangi limbah berbahaya.
Kimia hijau sendiri dikenal memiliki 12 prinsip yang mengatur tentang proses produksi dan barang yang dihasilkan agar lebih ramah lingkungan.
Apa saja 12 prinsip kimia hijau serta contoh dan tujuannya? Simak pemaparan dan contoh kimia hijau yang Mamikos tulis di artikel ini, ya.
Memahami 12 Prinsip Kimia Hijau dan Penerapannya
Daftar Isi [hide]
- Memahami 12 Prinsip Kimia Hijau dan Penerapannya
- 1. Pencegahan Limbah
- 2. Ekonomi Atom
- 3. Sintesis yang Kurang Berbahaya
- 4. Desain Bahan Kimia yang Lebih Aman
- 5. Pelarut dan Kondisi Reaksi yang Lebih Aman
- 6. Efisiensi Energi
- 7. Penggunaan Bahan Baku yang Dapat Diperbarui
- 8. Pengurangan Penggunaan Derivatif
- 9. Katalisis dan Reaksi yang Lebih Efisien
- 10. Desain untuk Degradabilitas
- 11. Kimia yang Lebih Aman untuk Manusia dan Lingkungan
- 12. Prinsip Kimia Hijau dalam Pendidikan dan Publikasi
- Penutup

Paul Anastas dan John Warner pertama kali mengembangkan dan memperkenalkan prinsip kimia hijau pada tahun 1998.
Prinsip tersebut kemudian dijadikan panduan sebagai usaha mengurangi dampak negatif dari proses kimia maupun produknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Paul Anastas dan John Warner memfokuskan prinsip tersebut pada strategi pencegahan limbah, pilihan menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan, dan meminimalisir bahan kimia berbahaya.
Nah, Mamikos akan menjelaskan satu per satu tentang prinsip 12 kimia hijau beserta contoh yang bisa dilakukan di bawah ini.

Advertisement
1. Pencegahan Limbah

Pencegahan limbah atau Waste Prevention adalah prinsip pertama dari 12 prinsip kimia hijau yang menyatakan bahwa lebih baik mencegah pembentukan limbah daripada mengelolanya setelah terbentuk.
Ide utamanya adalah untuk merancang proses dan produk sedemikian rupa sehingga limbah tidak pernah terbentuk, atau jika terbentuk jumlahnya sangat minim.
Mencegah limbah kimia hijau ini berfokus pada desain dan proses yang lebih efisien dan ramah lingkungan yang melibatkan pemahaman tentang reaksi kimia, pilihan bahan baku, dan kondisi reaksi untuk meminimalkan atau menghilangkan pembentukan limbah.
Tujuan
Tujuan dari prinsip pencegahan limbah ini adalah untuk mengurangi polusi baik di udara, air, maupun tanah. Selain itu mengurangi limbah akan menghemat bahan baku dan energi yang diperlukan selama proses produksi.
Contoh
Lebih memilih untuk menggunakan enzim lipase dalam produksi biodiesel dari minyak nabati dibandingkan minyak bumi yang menimbulkan limbah kimia berbahaya.