15 Contoh Produk Bioteknologi Modern dan Konvensional beserta Penjelasannya

15 Contoh Produk Bioteknologi Modern dan Konvensional beserta Penjelasannya – Ketika mendengar istilah bioteknologi, apa yang pertama kali kamu pikirkan?

Perlu kamu ketahui bahwasannya produk bioteknologi merupakan istilah dari produk yang pembuatannya melibatkan pemanfaatan makhluk hidup, seperti virus, bakteri, jamur dan lainnya melalui bantuan teknologi.

Agar kamu bisa lebih memahami seputar produk bioteknologi, berikut ini Mamikos rangkumkan informasi seputar contoh produk bioteknologi modern dan konvensional lengkap dengan penjelasannya.

Berikut Deretan Contoh Produk Bioteknologi Modern dan Konvensional

unsplash.com/nci

Pernahkah kamu sadari bahwa makanan atau benda yang ada di sekitar kamu dibuat melalui proses yang bernama bioteknologi?

Faktanya, bioteknologi sudah ditemukan sejak ribuan tahun lalu dan sudah menghasilkan banyak produk berupa makanan, minuman, obat-obatan, hingga makhluk hidup, lho.

Secara umum, ada dua jenis bioteknologi yakni konvensional dan modern.

Lantas, bagaimana cara kerja bioteknologi konvensional dan modern ini? Dan apa saja contoh produknya? Baca artikelnya sampai habis, ya.

Apa
itu Bioteknologi?

Sebelum mengetahui tentang produk-produk dari bioteknologi konvensional dan modern, tentu alangkah lebih baiknya jika kamu mengenal lebih dekat dengan istilah bioteknologi terlebih dahulu.

Bioteknologi sendiri berasal dari kata ‘bio’ yang berarti makhluk hidup dan teknologi.

Singkatnya, bioteknologi dapat diartikan sebagai pemanfaatan makhluk hidup secara utuh ataupun bagian-bagiannya.

Tujuannya untuk menghasilkan atau memodifikasi produk yang bermanfaat melalui cara prinsip atau teknologi tertentu. Maksudnya kira-kira gimana, tuh?

Nah, maksudnya adalah jikalau dalam keadaan utuh artinya makhluk hidupnya langsung dipakai secara utuh untuk menghasilkan produk atau jasa bioteknologi.

Contohnya, kalau kamu ingin membuat nata de coco, maka kamu bisa langsung menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum secara utuh.

Contoh lainnya, ketika kacang kedelai langsung ditambahkan jamur Rhizopus Oryzae maka dapat dibuat menjadi tempe.

Lantas, kalau ingin memanfaatkan bagian-bagiannya saja seperti apa? Nah, artinya yang kamu gunakan untuk menghasilkan produk tertentu hanya menggunakan bagian dari makhluk hidup itu.

Misalnya, kamu hanya mengambil enzimnya aja atau DNA-nya aja.

Sejarah
Singkat Bioteknologi

Secara sederhana, bioteknologi sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun lalu.

Merujuk pada situs Kementerian Lingkungan Hidup (LHK), bioteknologi sudah dilakukan bangsa Babilonia, Mesir, dan Romawi sejak 8000 SM.

Tujuannya untuk pengumpulan benih untuk ditanam kembali atau praktik pengembangbiakan selektif.

Kemudian, bioteknologi berkembang pada 6000 SM dan digunakan dalam pembuatan bir, pembuatan tempe dengan bantuan ragi, fermentasi anggur, serta membuat roti.

Di tahun 4000 SM, bangsa Tionghoa juga sudah membuat yogurt dan keju dengan bakteri asam laktat.

Dari masa ke masa produk bioteknologi pun terus berkembang hingga adanya penemuan sel oleh Robert Hooke melalui mikroskop pada 1665.

Penemuan ini pun berlanjut dengan penelitian yang semakin komprehensif hingga akhirnya pada 1856 Gregor Mendel mengawali genetika tumbuhan rekombinan.

Istilah bioteknologi pun pertama kali dicetuskan oleh Karl Ereky yang merupakan seorang insinyur asal Hongaria pada 1919.

Kala itu, Ereky mendefinisikan bioteknologi sebagai proses penggunaan teknologi untuk mengubah bahan biologis mentah menjadi produk yang berguna.

Pengertian bioteknologi menurut Ereky pun tak jauh berbeda dengan makna bioteknologi saat ini.

Seiring waktu, bioteknologi konvensional pun telah menjadi modern dan mengambil lebih banyak peran dalam peradaban manusia.

Penggolongan
Bioteknologi

Bioteknologi terbagi menjadi dua jenis, yakni bioteknologi konvensional dan modern. Lantas, apa saja perbedaannya? Yuk, kita cek satu-satu di bawah ini!

1.
Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang menggunakan peralatan serta bahan sederhana dalam prosesnya.

Memanfaatkan makhluk hidup atau mikroorganisme secara langsung, bioteknologi konvensional umumnya secara utuh untuk menghasilkan atau memodifikasi produk dengan cara, prinsip, dan teknologi tertentu.

Adapun
berikut ini merupakan karakteristik bioteknologi konvensional:

  • Memanfaatkan
    mikroorganisme secara langsung dan utuh.
  • Memanfaatkan cara atau
    prinsip yang alami umumnya menggunakan prinsip fermentasi.
  • Menggunakan alat dan
    bahan yang sederhana.
  • Tidak memerlukan keahlian
    khusus dalam pembuatannya.
  • Skala produksi kecil dan
    biaya yang digunakan relatif lebih murah.

2.
Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang memanfaatkan makhluk hidup atau mikroorganisme secara tidak langsung berupa bagian-bagian tertentu guna menghasilkan produk dengan cara prinsip atau teknologi tertentu.

Berbeda dengan bioteknologi konvensional yang menggunakan peralatan sederhana, bioteknologi modern menggunakan peralatan canggih guna menghasilkan produk dalam jumlah besar secara efektif dan efisien.

Berbeda dengan bioteknologi konvensional yang menggunakan peralatan sederhana, bioteknologi modern menggunakan peralatan canggih guna menghasilkan produk dalam jumlah besar secara efektif dan efisien.

Dalam bioteknologi modern selain menggunakan mikroorganisme juga dapat menggunakan bagian-bagian tubuh mikroorganisme, hewan, dan tumbuhan.

Nah, di bawah ini merupakan karakteristik dari bioteknologi modern:

  • Memanfaatkan mikroorganisme secara tidak langsung dan umumnya berupa bagian tertentu saja.
  • Memanfaatkan cara atau prinsip yang modern atau lebih canggih, yaitu berupa rekayasa genetika atau modifikasi gen dan teknologi reproduksi.
  • Menggunakan alat dan bahan canggih dan modern.
  • Memerlukan keahlian khusus dalam pembuatannya.
  • Skala produksi umumnya besar dan dengan biaya yang relatif mahal.

Contoh
Produk Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern memang dapat dikatakan sebagai cabang ilmu yang bisa bermanfaat dalam berbagai bidang.

Nah, di bawah ini merupakan beberapa contoh dari hasil produk bioteknologi modern.

1.
Vaksin

Salah satu contoh produk bioteknologi modern yang bermanfaat hingga sekarang ini adalah vaksin.

Diketahui, vaksin merupakan sediaan biologis yang digunakan agar tubuh kita dapat menghasilkan kekebalan adaptif terhadap penyakit infeksi tertentu.

Pada 1796, seorang ilmuwan asal Inggris bernama Edward Jenner telah menemukan vaksin.

Ia pun sadar bahwa pasien yang telah terinfeksi cacar takkan terkena penyakit tersebut di masa depan karena tubuhnya sudah menghasilkan kekebalan terhadap virus cacar.

Pengaruh vaksin terbilang sangat besar dalam kehidupan manusia guna melawan penyakit bersifat pandemik seperti cacar, campak, hepatitis B, rabies, influenza, pes, difteri, tetanus, polio, hingga Covid-19.

Jika industri medis tidak bekerja keras untuk menciptakan vaksin Covid-19, mungkin hingga kini pandemi virus Corona bisa berdampak jauh lebih buruk.

2.
Teknik Kultur Jaringan

Produk bioteknologi modern berikutnya adalah teknik kultur jaringan.

Merupakan suatu teknik untuk memperbanyak tumbuhan dalam skala besar, teknik kultur jaringan dibuat dengan mengambil sel atau jaringan pada tumbuhan.

Baik melalui melalui potongan kecil daun, akar, batang, atau bagian tumbuhan yang lainnya.

Nantinya, potongan tumbuhan tersebut ditumbuhkan di suatu medium yang sudah dipersiapkan dan mengandung semua zat yang diperlukan untuk pertumbuhan tumbuhan.

Kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman untuk memperoleh keturunan yang memiliki sifat yang sama seperti induknya.

Melalui teknik ini, kita bisa menghasilkan bibit tanaman yang seragam dalam jumlah besar.

3.
Teknologi Rekombinasi DNA dan Kloning Gen

Tanpa disadari, ada penyakit-penyakit tertentu pada manusia yang disebabkan oleh adanya gangguan hormon. Contohnya, diabetes mellitus (DM) tipe I atau biasa dikenal dengan penyakit kencing manis.

Diketahui, penyakit yang satu ini disebabkan karena kurangnya hormon insulin yang menyebabkan kadar gula dalam darahnya sangat tinggi.

Kini, dengan adanya bioteknologi modern, hormon insulin bisa dihasilkan secara buatan (transgenik) dengan adanya bantuan bakteri Escherichia Coli.

Diawali dengan melakukan proses rekombinasi DNA berupa penyisipan gen insulin yang berasal dari DNA sel manusia ke dalam plasmid bakteri, kemudian akan diperoleh plasmid rekombinan.

Rekombinasi DNA adalah proses modifikasi DNA yang dapat berasal dari spesies yang berbeda guna menghasilkan DNA rekombinan atau DNA yang telah termodifikasi.

Plasmid rekombinan yang telah mengandung gen insulin pun kemudian dimasukkan ke dalam bakteri Escherichia Coli sehingga bakteri Escherichia Coli bisa memproduksi insulin.

4.
Antibiotik

Antibiotik juga merupakan salah satu produk bioteknologi.

Merupakan senyawa yang umumnya dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu, antibiotik berfungsi untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri patogen penyebab penyakit.

Diketahui antibiotik yang pertama kali ditemukan dihasilkan oleh jamur Penicillium Notatum.

Dimana Penicillium Notatum ini merupakan antibiotik yang ampuh melawan infeksi dari bakteri gram positif karena terbukti bisa menghambat pembentukan dinding sel bakteri.

Beberapa contoh jenis antibiotik lainnya adalah antibiotik yang berasal dari kelompok Streptomycin dan Tetracycline yang ampuh melawan bakteri Tuberculosis.

5.
Bayi Tabung

Bayi
tabung juga termasuk dalam produk bioteknologi modern. Bayi tabung pertama kali
dimulai dengan lahirnya Louis Brown di Inggris pada tahun 1978.

Secara sederhana, bayi tabung merupakan proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh ibu.

Bayi tabung kerap disebut dengan istilah ‘in vitro fertilization’ yang berarti dalam gelas atau tabung dan ‘fertilization’ yang artinya pembuahan.

Dalam proses bayi tabung, nantinya sel telur yang matang diambil dari indung telur calon ibu dan dibuahi dengan sperma di dalam medium cairan.

Setelah berhasil dan terjadi pembuahan, embrio kecil yang terjadi tadi dimasukkan ke rahim dengan harapan dapat berkembang menjadi bayi.

Contoh
Produk Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional dilakukan tanpa dilandasi prinsip-prinsip ilmiah dan pada dasarnya dilakukan hanya didasarkan atas pengalaman yang turun temurun.

Dengan kata lain, bioteknologi konvensional dilakukan dengan cara dan peralatan yang sederhana. Umumnya, bioteknologi konvensional belum bisa diproduksi secara masif dan massal.

Nah,
di bawah ini ada beberapa contoh produk bioteknologi konvensional yang perlu
kamu ketahui:

1.
Tempe

Salah satu contoh produk bioteknologi konvensional adalah tempe.

Merupakan makanan tradisional khas Indonesia yang paling sering dikonsumsi dan mudah ditemukan, tempe menjadi salah satu makanan favorit yang kaya akan kandungan gizinya.

Dengan kadar protein yang cukup tinggi, tempe bisa menjadi alternatif sumber protein nabati.

Selain
itu, tempe juga mengandung beberapa asam amino yang diperlukan oleh tubuh
manusia. Lantas, bagaimana proses pembuatan tempe?

Nah, perlu kamu ketahui bahwa pada dasarnya tempe diproduksi dengan menggunakan teknik fermentasi yang dilakukan dengan menumbuhkan jamur Rhizopus Oryzae dan Rhizopus Oligosporus pada biji kedelai.

Pada proses pertumbuhan, nantinya jamur akan menghasilkan benang-benang yang disebut dengan hifa.

2.
Kecap

Selain tempe, kecap juga merupakan salah satu contoh produk bioteknologi konvensional yang cukup sering kita temui. Kecap dibuat melalui proses fermentasi dengan menggunakan Jamur Aspergillus Wentii.

Untuk proses pembuatannya, pertama-tama jamur ditumbuhkan dalam kulit gandum terlebih dahulu.

Kemudian, jamur bersama dengan bakteri asam laktat tumbuh pada kedelai yang sudah dimasak dan nantinya akan menghancurkan campuran gandum.

Setelah melalui fermentasi karbohidrat yang cukup lama, maka akan dihasilkan kecap.

3.
Keju

Keju merupakan produk bioteknologi konvensional yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat pada susu melalui proses pengentalan atau koagulasi.

Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus Thermophillus.

Kedua bakteri tersebut akan menghasilkan enzim renin sehingga protein susu akan menggumpal dan membagi susu menjadi cari dan padatan (dadih.)

Nantinya, enzim renin akan mengubah gula laktosa di dalam susu tadi menjadi protein dan asam yang ada pada dadih.

Kemudian, dadih akan mengalami proses pematangan dan pengamasan hingga akhirnya tebentuklah keju.

4.
Yoghurt

Terbuat dari susu, yoghurt merupakan minuman hasil fermentasi yang menggunakan bakteri Streptococcus Thermophillus atau Lactobacillus Bulgaricus. Kedua bakteri ini akan mengubah laktosa menjadi asam laktat.

Selain itu, akan terjadi pula perpecahan protein pada susu yang nantinya menyebabkan susu menjadi kental dan membuat yogurt terasa asam dan kental.

5.
Roti

Dalam proses pembuatannya, roti membutuhkan mikroorganisme Saccharomyces Cerevisiae.

Dimana mikroorganisme tersebut akan memfermentasikan gula di dalam adonan menjadi CO2 dan alkohol sehingga adonan pun akan mengembang.

Nah, dalam proses ini roti tidak akan memecah tepung menjadi gula karena tidak menghasilkan enzim amilase.

Melainkan untuk untuk mengembangkan dan memberikan rasa saat dipanggang.

Uap CO2 hasil fermentasi ragi juga akan meninggalkan tekstur yang khas dan menyebabkan tekstur roti menjadi ringan.

6.
Mentega

Produk bioteknologi konvensional berikutnya ada mentega. Terbuat dari susu dengan menggunakan mikroorganisme Streptococcus Lactis, bakteri-bakteri tersebut nantinya akan membentuk proses pengasaman pada susu.

Hingga pada akhirnya krim susu terpisah menjadi bagian lemak yang padat, dan bagian yang cair pun dipisahkan.

Kemudian, lemak mentega diaduk dan dipadatkan guna menciptakan mentega yang siap dikonsumsi.

7.
Nata de Coco

Nata de Coco sesungguhnya adalah sari kelapa atau kolang-kaling dari air kelapa.

Merupakan contoh produk bioteknologi, proses pembuatan Nata de Coco dibantu bakteri Acetobacter xylinum.

Terbuat dari air kelapa dengan massa kenyal berwarna putih yang terbentuk dari serabut hemiselulosa, dimana serabut tersebut terbentuk pada permukaan medium cair tempat hidup bakteri Acetobacter Xylinum.

8.
Minuman Alkohol

Pemanfaatan mikroorganisme juga terjadi pada produk minuman dan alkohol seperti pada pembuatan wine, sake, tuak, dan bir.

Untuk minuman sake dan tuak dihasilkan dari fermentasi beras ketan oleh Aspergillus Oryzae.

Sementara untuk pembuatan wine dapat dibuat melalui proses fermentasi buah anggur atau buah lain yang memanfaatkan Saccharomyces Cerevisiae dan Saccharomyces Ayanus.

Sedangkan, untuk bir dibuat dari biji padi yang sebelumnya diubah menjadi malt yang mengandung enzim amilase.

9.
Oncom

Pernahkah kamu mencoba mengkonsumsi oncom? Merupakan contoh produk bioteknologi berupa makanan yang populer di kawasan Jawa Barat, oncom terbuat dari ampas kedelai atau bungkil kacang dengan bantuan jamur Neurospora Sitophila.

Jamur ini dapat menghasilkan zat warna merah atau orange yang merupakan pewarna alami.

10.
Tauco

Tauco merupakan contoh produk bioteknologi berupa makanan yang terbuat dari kacang kedelai.

Memiliki proses pembuatan yang mirip dengan pembuatan kecap, tauco memanfaatkan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dan Rhizopus Oligosporus.

Perlu kamu ketahui pula bahwa tauco juga merupakan produk hasil fermentasi, lho.

Nah, itulah informasi yang bisa Mamikos bagikan kepada kamu seputar contoh produk bioteknologi modern dan konvensional.

Mamikos ulangi kembali, bioteknologi dapat diartikan sebagai pemanfaatan makhluk hidup secara utuh ataupun bagian-bagiannya guna menghasilkan atau memodifikasi produk yang bermanfaat melalui cara prinsip atau teknologi tertentu.

Buat kamu yang ingin menggali informasi lebih banyak seputar bioteknologi atau materi lainnya, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan cari informasinya di sana.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta