Advertisement
Source : Canva/@dotshock

10 Prospek Kerja Lulusan Kedokteran Hewan serta Gajinya

Jumlah sarjana bergelar Dokter Hewan di Indonesia masih diperkirakan baru ada sekitar lebih kurang 20 ribuan dokter, lho.

14 Juli 2025 Nana

8. Pengajar Bidang Kesehatan

Apabila kamu menjadi seorang pengajar di bidang kesehatan dan memberikan pendidikan kesehatan, tentu saja pada hewan, kamu sudah turut berperan dalam upaya mencerdaskan bangsa.

Sebab, kamu memberikan pengetahuan mengenai hewan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan apalagi jika kamu punya hewan peliharaan dan agar lebih peduli pada sekitar. Untuk perkiraan gajinya diperkirakan sebesar Rp 3.000.000 – Rp 5.000.000.

9. Penyuluh Kesehatan

Jika kamu memberikan penyuluhan Kesehatan Hewan kepada masyarakat, kamu juga berperan besar dalam meningkatkan kesadaran pada masyarakat terkait pentingnya kesehatan. Tidak hanya kepada manusia saja namun juga hewan. Diperkirakan gaji rata-rata sebesar Rp 3.000.000 – Rp 5.500.000.

10. Ahli Peternakan dan Pengembangbiakan Hewan

Jika kamu sudah mengetahui tentang seluk beluk hewan dan mengerti bagaimana menjaga kesehatan mereka, kamu bisa memilih karier sebagai ahli Peternakan dan Pengembangbiakan Hewan. Rata-rata gajinya adalah Rp 4.000.000 – Rp 5.500.000.

13 Prospek Kerja Teknik Industri dan Gajinya

Kenapa Harus Memilih Jurusan Kedokteran Hewan?

Jika kamu memilih karir atau salah satu pekerjaan dari sepuluh pekerjaan yang telah Mamikos beberkan di atas, tentu akan ada beberapa keuntungan yang bisa kamu pertimbangkan. Apa saja sih alasan kenapa kamu harus memilih jurusan Kedokteran Hewan, semuanya Mamikos cantumkan di bawah ini.

  1. Seorang Dokter Hewan sangat dibutuhkan di Rumah Sakit Hewan, klinik kesehatan hewan, balai karantina hewan, maupun kebun binatang.
  2. Jika kamu menjadi Dokter, kamu bisa membuka praktik mandiri. Tapi tentu saja apabila kamu sudah memiliki Surat Izin Praktik dan Surat Tanda Register, ya.
  3. Apabila kamu memiliki jiwa wirausaha, kamu juga bisa buka pet shop atau peternakan hewan. Dengan begitu, kamu secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
  4. Jika kamu tertarik untuk melakukan sebuah penelitian, kamu juga bisa bergabung dengan laboratorium maupun lembaga penelitian di mana kamu bisa menyalurkan ilmu yang kamu miliki.

Pendidikan Dokter Hewan

Apabila kamu penasaran dengan durasi atau lama pendidikan seorang Dokter Hewan, maka Mamikos jabarkan saja secara ringkas seperti berikut ini. Kamu akan menjalani empat tahun pendidikan S1 di Fakultas Kedokteran Hewan.

Kemudian dilanjutkan dengan dua tahun pendidikan profesi. Setelah itu, kamu akan menjalani uji kompetensi untuk mendapatkan piagam Surat Kompetensi Dokter Hewan.

Setelah itu, kamu bisa mendaftar ke PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) agar bisa mendapatkan bukti keanggotaan, guna mengajukan STRV atau Surat Tanda Registrasi Veteriner. Baru yang terakhir adalah pengajuan STRV guna mendapatkan ijin praktek.

Sisi Lain Seorang Dokter Hewan

1. Tugas Mulia Dokter Hewan

Pada dasarnya Dokter Hewan sama seperti profesi dokter lainnya. Mereka bertanggungjawab atas pasien untuk pemeriksaan kesehatan rutin, atau pemeriksaan terhadap pasien yang sedang ada masalah atau sakit.

Atau juga menangani program kesehatan (hewan) yang mana berisi vaksinasi, obat cacing, atau pemberantasan kutu secara rutin.

Secara universal, profesi Dokter Hewan atau Veteriner ini juga sesungguhnya masuk dalam golongan general practitioner.

Jurusan Planologi: Mata Kuliah, Gelar, Biaya, dan Prospek Kerjanya

Yang artinya adalah pekerjaan seorang Dokter Hewan itu betul-betul mencakup semuanya. Termasuk konsultasi umum, atau hingga menangani kasus bedah. Jadi jangan dianggap remeh.

Klasifikasi hewan yang akan para Dokter Hewan ini tangani terbagi menjadi beberapa golongan. Golongan pertama disebut sebagai companion animal.

Yang anggotanya adalah anjing, kucing, atau disebut juga small animal. Kemudian ada exotic animal yang golongannya ialah burung, kelinci, atau hewan-hewan eksotik selain anjing dan kucing. Diluar hewan eksotik, ada hewan liar.

Akan tetapi kalau hewan tersebut adalah hewan yang dilindungi, maka wajib lapor ke Departemen Kehutanan, atau ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Walaupun sebelumnya mereka harus tetap diterima oleh para dokter hewan terlebih dahulu.

Halaman:

Advertisement