Rangkuman Sejarah Kerajaan Demak, Letak, Raja, hingga Peninggalannya

Rangkuman Sejarah Kerajaan Demak, Letak, Raja, hingga Peninggalannya — Sejarah Kerajaan Demak adalah bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang kaya.

Kerajaan ini memiliki peran sentral dalam perkembangan Islam di Nusantara dan meninggalkan jejak bersejarah yang tak terlupakan.

Berlokasi di wilayah pesisir Jawa Tengah, kerajaan ini tidak hanya dikenal dengan kekuatan militer dan perdagangannya yang melimpah, tetapi juga karena peran pentingnya dalam penyebaran agama Islam di Indonesia.

Awal Mula Berdirinya Kerajaan Demak

Pexels/@Renda Eko Riyadi

Saat membicarakan sejarah kerajaan Demak, tidak akan lengkap rasanya kalau tidak memulainya dari awal kerajaan ini berdiri.

Kerajaan Demak merupakan salah satu kerajaan Islam pertama yang berdiri di Pulau Jawa. Awal mula berdirinya Kerajaan Demak dapat dilacak kembali ke awal abad ke-15.

Pada periode ini, Pulau Jawa adalah wilayah yang terpecah-pecah dengan banyak kerajaan kecil yang bersaing satu sama lain.

Berdirinya Kerajaan Demak berkaitan erat dengan peran penting Walisongo.

Salah satu wali yang paling terkenal adalah Sunan Kalijaga, yang diyakini memiliki peran dalam mendukung berdirinya Kerajaan Demak.

Wali-wali ini tidak hanya berperan dalam menyebarkan Islam, tetapi juga dalam membangun hubungan dengan penguasa-penguasa lokal.

Kerajaan Demak secara resmi didirikan oleh Raden Patah pada sekitar tahun 1475.

Raden Patah adalah seorang putra dari raja Majapahit, Brawijaya V, yang memeluk Islam setelah mengalami konflik dengan ayahnya.

Raden Patah kemudian memimpin Demak dan menjadi raja pertamanya.

Dengan dukungan dari para wali dan tokoh-tokoh agama, Raden Patah berhasil mempersatukan sejumlah wilayah kecil di sekitarnya di bawah bendera Kerajaan Demak.

Dengan berdirinya Kerajaan Demak, Islam menjadi agama resmi dan pengaruhnya meluas di Pulau Jawa.

Selama masa pemerintahan awal Kerajaan Demak, penaklukan wilayah-wilayah tetangga, termasuk Majapahit, semakin memperkuat posisi Demak sebagai kekuatan dominan di pulau Jawa.

Awal mula Kerajaan Demak adalah awal dari periode penting dalam sejarah Jawa yang ditandai dengan penyebaran Islam dan transisi dari kerajaan Hindu-Buddha ke kerajaan-kerajaan Islam di wilayah ini.

Lokasi Kerajaan Demak

Untuk mempelajari sejarah kerajaan Demak, kita harus tahu lokasi kerajaan Demak ini berada di mana saat berdiri. Kerajaan Demak terletak di Pulau Jawa, Indonesia.

Lebih khusus, kerajaan ini berada di pesisir utara Pulau Jawa, menjadikannya berlokasi strategis di sepanjang pantai utara pulau ini.

Letak geografis Kerajaan Demak memberikan akses yang baik ke perairan laut, memungkinkan mereka untuk menjadi kekuatan maritim yang kuat pada masanya.

Beberapa wilayah yang termasuk dalam wilayah Kerajaan Demak meliputi daerah-daerah di sekitar kota Demak, seperti Demak sendiri, Tuban, Jepara, Kudus, dan sebagian daerah pesisir utara Jawa Tengah.

Wilayah ini mencakup bagian utara Pulau Jawa yang terletak di sebelah utara pegunungan yang memanjang sepanjang pulau, sehingga memberikan akses yang mudah ke perairan Laut Jawa.

Letak strategis Kerajaan Demak di pesisir utara Pulau Jawa memberikan keunggulan dalam hal perdagangan maritim, pertahanan, dan pengaruh politik.

Ini juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan dan keberlanjutan Kerajaan Demak sebagai salah satu kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Raja-raja yang Memerintah di Kerajaan Demak

Membicarakan sejarah kerajaan Demak tidak akan lengkap tanpa raja-raja yang memerintah di sana. Mamikos akan merangkum raja-raja yang memerintah di kerajaan Demak di bawah ini ya:

1. Raden Patah (1500-1518 M)

Raden Patah adalah sosok yang penting dalam sejarah Kerajaan Demak. Ia adalah raja pertama Kerajaan Demak yang mendirikannya sekitar tahun 1475 Masehi.

Namanya yang asli adalah Raden Fatah, tetapi sering kali disebut sebagai Raden Patah dalam sejarah.

Apa yang membuat Raden Patah dan berdirinya Kerajaan Demak sangat penting adalah latar belakang keluarganya.

Ia adalah putra dari raja Majapahit yang terakhir, Brawijaya V. Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang pernah kuat di Pulau Jawa, tetapi saat itu sudah mengalami kemunduran.

Raden Patah, yang awalnya bernama Raden Fatah, memutuskan untuk memeluk Islam dan mengambil langkah-langkah penting untuk mendirikan Kerajaan Demak.

Pemeluk Islamnya Raden Patah merupakan bagian dari konflik dengan ayahnya, Brawijaya V, yang masih memegang teguh agama Hindu-Buddha.

Setelah konflik ini, Raden Patah memutuskan untuk memisahkan diri dan mendirikan Kerajaan Demak dengan dukungan para wali dan tokoh-tokoh Islam lainnya.

Sebagai raja pertama Kerajaan Demak, Raden Patah memainkan peran sentral dalam memperkuat posisi Islam di Pulau Jawa.

Dia juga berhasil mempersatukan sejumlah wilayah kecil di sekitarnya di bawah bendera Kerajaan Demak.

Selama masa pemerintahannya, Raden Patah mendirikan berbagai lembaga Islam, membangun masjid, dan mempromosikan nilai-nilai Islam.

Dengan berdirinya Kerajaan Demak, Islam menjadi agama resmi di wilayah tersebut, dan Raden Patah membuka jalan bagi kerajaan-kerajaan Islam selanjutnya di Pulau Jawa.

Pemeluk Islamnya dan upayanya dalam penyebaran Islam menjadikan Raden Patah sebagai figur penting dalam sejarah Indonesia, dan berdirinya Kerajaan Demak menjadi tonggak awal bagi perkembangan Islam di pulau ini.

2. Adipati Unus (1518-1521 M)

Pati Unus adalah seorang raja yang memerintah Kerajaan Demak setelah Raden Patah. Dia mengambil alih tahta dan memerintah pada periode awal abad ke-16.

Salah satu peran penting Pati Unus adalah dalam perluasan wilayah kerajaan. Ia melanjutkan usaha-usaha yang dimulai oleh pendahulunya, Raden Patah, untuk memperluas kekuasaan Demak.

Pati Unus juga berperan dalam pembentukan dasar-dasar kekuasaan Kerajaan Demak.

Dia memperkuat administrasi dan struktur pemerintahan, mengkonsolidasikan wilayah yang dikuasai oleh Demak, dan melanjutkan penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Di bawah pemerintahannya, kerajaan ini semakin kuat sebagai kekuatan politik dan militer di pulau ini.

3. Sultan Trenggana (1521-1546)

Sultan Trenggana adalah salah satu raja Demak yang terkenal karena pencapaian militernya.

Ia memerintah selama periode pertengahan abad ke-16 dan dikenal karena kemampuannya dalam memperluas wilayah kerajaan dengan menaklukkan beberapa daerah penting di Pulau Jawa.

Sultan Trenggana berhasil menaklukkan daerah-daerah seperti Tuban, Blambangan, dan sebagian dari wilayah Mataram. Ia juga memperkuat kekuasaan Demak di wilayah pesisir utara Jawa Tengah.

Keberhasilannya dalam ekspansi wilayah ini membuktikan kekuatan militernya dan juga kecakapannya dalam memanfaatkan kekuatan laut, yang merupakan aset penting bagi Kerajaan Demak.

Selain pencapaiannya dalam ekspansi wilayah, Sultan Trenggana juga memiliki peran dalam memperkuat posisi Islam di wilayah-wilayah yang berhasil ditaklukkan oleh Demak.

Meskipun masa pemerintahannya cukup singkat, peran Sultan Trenggana dalam mengembangkan dan memperkuat Kerajaan Demak dan Islam di Pulau Jawa cukup signifikan dalam sejarah kerajaan tersebut.

4. Sunan Prawata (1546-1549 M)

Sunan Prawata, putra Sultan Trenggana, mengalami kendala dalam penerusannya sebagai penguasa Kesultanan Demak setelah kematian Sultan Trenggana.

Pangeran Surowiyoto, juga dikenal sebagai Pangeran Sekar, berusaha merebut kekuasaan dengan menghadapi Sunan Prawata, yang akhirnya berhasil membunuh Pangeran Surowiyoto.

Namun, tindakan ini mengakibatkan Sunan Prawata jadi kehilangan dukungan rakyat dan dia akhirnya memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahan ke Pati.

Namun, masa kekuasaan Sunan Prawata tidak berlangsung lama karena ia dibunuh oleh Arya Penangsang, putra Pangeran Surowiyoto, pada tahun 1549.

5. Arya Penangsang (1549-1554 M)

Setelah melakukan pembunuhan terhadap Sunan Prawata, Arya Penangsang naik takhta sebagai penguasa Kesultanan Demak.

Selain itu, ia juga mengeliminasi Pangeran Hadiri/Kalinyamat, yang memerintah Jepara dan dianggapnya sebagai ancaman terhadap kekuasaannya.

Tindakan ini mendapat perlawanan dari para adipati Demak, termasuk Hadiwijaya dari Pajang.

Akhirnya, Arya Penangsang dipaksa turun takhta oleh pemberontakan yang dipimpin oleh Hadiwijaya, Ki Ageng Pemanahan, Ki Penjawi, dan anaknya Sutawijaya pada tahun 1554.

Arya Penangsang tewas, dan kedaulatan Kesultanan Demak kembali ke tangan Hadiwijaya, yang kemudian memindahkan pusat kekuasaannya ke Pajang.

Peninggalan Kerajaan Demak

Sejarah kerajaan Demak dapat ditelusuri dari bangunan serta peninggalan budaya dari kerajaan ini yang masih ada sampai saat ini.

Di bawah ini Mamikos merangkum peninggalan bersejarah yang ditinggalkan oleh kerajaan Demak:

1. Masjid Agung Demak

Salah satu peninggalan paling ikonik adalah Masjid Agung Demak. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Raden Patah sebagai raja pertama Kerajaan Demak dan menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia.

Masjid Agung Demak adalah contoh arsitektur Islam awal di Pulau Jawa dan menjadi salah satu situs bersejarah yang penting.

2. Soko Tatal

Soko tatal adalah tiang penyangga yang digunakan dalam konstruksi Masjid Agung Demak.

Di samping itu, ada juga Soko Guru yang terdiri dari tiga tiang dengan diameter sekitar satu meter yang berfungsi sebagai penyangga untuk Masjid Agung Demak.

Soko Tatal, pada dasarnya, terbuat dari potongan kayu yang dipotong dari kayu yang digunakan dalam pembuatan Soko Guru.

3. Pawastren

Pawastren adalah fasilitas tempat berwudhu khusus untuk jamaah perempuan di masjid tersebut.

Pawastren memiliki dinding yang sangat menarik dengan ukiran yang menggambarkan motif majapahitan atau disebut juga maksurah.

4.  Peninggalan Arkeologis

Selain bangunan fisik, peninggalan arkeologis berupa artefak dan temuan-temuan kuno juga memberikan wawasan tentang kehidupan dan budaya Kerajaan Demak.

Artefak seperti keramik, perhiasan, dan benda-benda lainnya telah ditemukan dalam penelitian arkeologi di wilayah-wilayah yang pernah menjadi bagian dari Kerajaan Demak.

5. Warisan Budaya

Pengaruh budaya Islam yang diwariskan oleh Kerajaan Demak meliputi bahasa, seni, musik, dan tarian.

Ini mencakup penggunaan bahasa Jawa dalam sastra Islam, seni ukiran, seni keramik, dan seni lukis yang mencerminkan pengaruh Islam dalam seni dan budaya Jawa.

Penutup

Dalam rangkuman singkat sejarah Kerajaan Demak, kita telah menjelajahi perjalanan kerajaan yang penting ini dari awal hingga akhirnya.

Kerajaan Demak, yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa, menjadi salah satu kekuatan maritim utama di Indonesia pada abad ke-15.

Dengan para raja yang kuat dan penaklukan yang gemilang, mereka memainkan peran kunci dalam mengukir sejarah kerajaan Demak di Nusantara.

Sejarah kerajaan Demak mengisahkan tentang raja-raja yang bijaksana seperti Raden Patah dan Trenggana yang memimpin kerajaan ini ke puncak kejayaannya.

Namun, pada akhirnya, persaingan internal dan tekanan dari kekuatan asing mengakibatkan keruntuhan Demak.

Peninggalan mereka, seperti Masjid Agung Demak yang megah, adalah saksi bisu dari masa kejayaan kerajaan ini.

Sejarah kerajaan Demak adalah bagian penting dari warisan budaya Indonesia, dan melalui pemahaman tentang sejarah mereka, kita dapat lebih menghargai warisan luhur yang mereka tinggalkan.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta