Kumpulan Ringkasan Cerita Abu Nawas Lucu Singkat Bikin Greget Tapi Penuh Hikmah

Kumpulan Ringkasan Cerita Abu Nawas Lucu Singkat Bikin Greget Tapi Penuh Hikmah – Abu Nawas adalah seorang penyair atau pujangga keturunan Arab dan Persia (Iran) yang dilahirkan di kota Ahvaz Persia (Iran).

Memiliki nama asli Abu Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami, namun lebih dikenal sebagai Abu Nawas. Abu Nawas menjadi salah satu penyair sastra Arab klasik yang terkenal yang digambarkan sebagai sosok yang bijaksana namun penuh humor.

Kisah-kisah Abu Nawas sangat terkenal, tidak hanya lucu namun juga penuh hikmah dan pelajaran hidup. Tidak hanya menjadi hiburan, namun bisa kita jadikan sebuah pelajaran sehingga kita tidak salah jalan.

Bahkan hingga kini, kisah-kisahnya masih bisa menghibur kita dengan mengingat trik-triknya, olok-oloknya, piikiran sehatnya, anekdotnya, kejuruannya dan kebijaksanaan.

Kumpulan Ringkasan Cerita Abu Nawas Lucu Singkat

https://www.youtube.com/@AlFathan1

Ada banyak cerita Abu nawas yang kocak namun penuh hikmah, dan cerita-cerita tersebut selain menjadi hiburan juga dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi kita. Nah di bawah ini adalah kumpulan cerita Abu Nawas Lucu dan penuh hikmah.

Abu Nawas adalah salah satu penyair dari timur tengah yang sangat terkenal di Indonesia. Abu Nawas terkenal karena memiliki banyak cerita lucu, namun tetap penuh hikmah.

Tidak hanya itu, karena Abu Nawas juga seorang yang jenius, cerdas dan punya 1001 ide dan cara untuk menyelesaikan berbagai masalah. Nah berikut beberapa ringkasan cerita Abu Nawas namun penuh hikmah:

1. Ringkasan Cerita Abu Nawas Menjadi Pengacara

Suatu hari Raja didatangi oleh orang miskin yang mengadukan suatu masalah.

“Apa masalahmu tuan cobalah ceritakan padaku,” kata sang Raja.
“Nama saya Abu Sukun, orang miskin. Di sebelah rumah saya ada orang kaya.

Orang kaya itu menyuruh saya membayar uang karena saya dituduh mencium bau makanannya tanpa izin. Bagaimana saya bisa menghindari bau makanannya sementara rumahnya bersebelahan dengan rumah saya tuanku,” kata Abu Sukun.

“Apakah Anda sudah membawa kasus ini ke pengadilan?” tanya Raja. “Sudah Tuanku! Namun hakim telah menghukum saya untuk membayar seratus dinar atas permintaan orang kaya itu. Saya tidak punya uang untuk membayar sebanyak 100 dinar, orang miskin seperti saya dari mana saya mendapatkan uang sebanyak itu?,” jawab Abu Sukun dengan sedih.

“Jika hakim telah mengambil keputusan, itu artinya kamu bersalah dan harus membayar dendanya!” Kata Raja. Tiba-tiba Abu Nawas berbisik kepada Raja. Raja mengangguk tanda tangannya. “Besok saya akan pergi ke pengadilan untuk meminta masalah ini untuk dibicarakan lagi supaya mendapat keadilan.”

“Sudahlah, aku akan membantumu, Baginda ingin masalah ini diselidiki dan diadili dengan baik,” kata Abu Nawas kepada Abu Sukun.

Tengah malam, Abu Nawas meminta Raja untuk pergi ke rumah hakim. Tiba-tiba mereka mendengar percakapan di rumah hakim.

Dengan cepat Abu Nawas dan Raja bersembunyi sambil mendengarkan percakapan dari dalam rumah hakim.

“Saya mendengar Raja ingin kasus saya dibawa ke pengadilan lagi. Ini uang 100 dinar saya berikan kepada Anda agar kasus ini saya menangkan,” kata si kaya.

Raja terkejut dan marah. “Besok kita harus pergi ke pengadilan dan Tuanku harus menjadi saksi atas perbuatan mereka,” kata Abu Nawas.

Hari berikutnya di pengadilan:

“Hakim, Abu Sukun telah mencium bau makanan dari rumah saya tanpa izin. Sebagai bukti Abu Sukun semakin gemuk sementara saya semakin kurus. Tidak adil dan saya merekomendasikan Abu Sukun untuk membayar 100 dinar keping untuk kerusakan!” Kata orang kaya.

Di pengadilan Abu Nawas adalah pengacara Abu Sukun.
Abu Nawas berkata “Hakim, tidak adil jika Abu Sukun dihukum hanya karena mencium baunya saja sedangkan orang kaya ini yang memakan makanan dan merasa kenyang. Agar adil saya usulkan agar orang kaya ini dikompensasikan dengan mendengar suara 100 keping dinar,” kata Abu Nawas tegas.

“Semetara uang seratus dinar harus diberikan kepada Abu Sukun karena difitnah. Dan hakim sendiri akan dihukum oleh Raja karena memakan 100 dinar koruptor dari orang kaya,” kata Abu Nawas.
Hakim kaget dan sangat malu ketika tindakannya juga terungkap.

“Benar Abu Nawas. Aku telah melihat dan mendengar dengan jelas tentang penipuanmu tadi malam,” kata sang Raja. Raja Harun al-Rashid sangat terkesan dengan penjelasan Abu Nawas dan memecat hakim karena tidak jujur ​​dan memakan suap.

“Ingat, menjadi hakim kalau tidak benar dan adil akan dijebloskan ke Neraka!” Kata Abu Nawas sambil memberi nasihat. Raja senang dan memberikan banyak hadiah kepada Abu Nawas.

2. Ringkasan Cerita Abu Nawas dan Lima Butir Telur untuk Tiga Orang

Pada hari itu, sang raja tiba-tiba merasa rindu untuk bertemu dengan Abu Nawas. Tetapi, sang raja ingin menemui Abu Nawas bukan di istanahanya melainkan di rumahnya.

“Wahai penjaga, hari ini aku ingin pergi ke rumah Abu Nawas dan sekarang ambillah kuda yang terbaik,” kata Raja Harun Ar-Rashid.

Pengawal pun meminta penjaga kuda untuk menyiapkan kuda terbaik dan memilih kuda putih nan gagah dan terlihat sangat sehat.

Setelah kuda putih itu siap, raja segera menungganginya. Dengan gagah berani, Raja memasuki kota, raja menemukan pemandangan yang bagus. Kota dengan tatanan bangunan yang rapi dan jalan yang mulus.

Tak lama kemudian, rombongan raja sudah mendekati rumah Abu Nawas. Namun Abu Nawas sebenarnya sudah tahu akan didatangi raja, infonya didapat dari tetangga. Untuk itu, Abu Nawas keluar menyambut raja.

Abu Nawas keluar dengan handuk di kepalanya. Dia duduk di trotoar melihat raja.

Sang Raja tertarik dengan sosok laki-laki berikat kepala handuk itu dan memerintahkan prajuritnya untuk membawa Abu Nawas kepadanya.

“Siapa kamu?” tanya raja.

“Aku adalah Dewa Bumi,” jawab Abu Nawas dengan tenang.

“Yah, karena kamu adalah Dewa Bumi, pasti kamu bisa mengangkat mata prajurit. Jika kamu tidak bisa, kamu akan dipancung,” kata raja.

“Berarti raja tidak mengerti apa yang aku maksud, aku bukanlah dewa langit melainkan aku dewa bumi. Jika kamu ingin mata pendekar kurus menjadi hebat, kamu harus bertanya kepada Dewa Langit karena dialah yang mengurus semua masalah dari pusar ke atas,” jawab Abu Nawas.

“Kalau minta bantuan saya, urusan saya semua yang turun pusar karena saya adalah Dewa Bumi,” jelas Abu Nawas lebih lanjut.

Setelah itu, Raja Harun berbicara dengan Abu Nawas selama beberapa waktu. Raja sangat terkesan dengan kecerdasan yang dimiliki Abu Nawas.

Setelah puas bercakap-cakap, Abu Nawas diperbolehkan pulang. Namun, beberapa hari kemudian raja memerintahkan prajuritnya untuk membawa Abu Nawas ke hadapannya.

Salah satu selir raja telah merebus lima butir telur dan raja mengajak Abu Nawas makan bersama.

“Aku ingin kalian membagi lima telur dengan adil dan tanpa harus memecahkannya untuk kita bertiga,” kata Raja.

Tanpa ragu, Abu Nawas mengambil kelima butir telur itu dan berkata,
“Yang Mulia, ini untuk Yang Mulia karena Anda sudah punya dua butir, saya juga sebutir, sedangkan yang tiga ini untuk istri Anda, karena dia tidak punya siapa-siapa. di bawahnya.”

Sejenak raja terdiam, sesaat kemudian raja tertawa terbahak-bahak dan baru mengerti perkataan Abu Nawas itu.

Jawaban Abu Nawas pun riang hati sang raja dan setelah makan telur, Abu Nawas disuruh pulang dan diberi hadiah.

Penutup

Berdasarkan Ringkasan Cerita Abu Nawas, Abu Nawas memiliki banyak cerita lucu dan humor serta menyelipkan pesan-pesan yang dapat menjadi pelajaran bagi kita.

Selain sebagai cerita hiburan, cerita dari Abu Nawas juga memiliki hikmah sehingga certa tetap menarik untuk dibaca dan juga ada hikmah yang bisa diambil oleh pembaca.

Itulah beberapa ringkasan cerita Abu Nawas dari contoh cerita lucu Abu Nawas yang menarik dan mengandung pesan moral yang dapat dapat menjadi pelajaran bagi kita.

Cerita-cerita Abu Nawas dapat dibaca oleh siapa saja baik untuk hiburan maupun mengambil pelajaran.


Klik dan dapatkan info kost di dekat mu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Malang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah