Ringkasan Cerita Hikayat Panji Semirang Singkat beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik
Cerita hikayat adalah karya sastra lama Melayu yang berbentuk prosa yang dibaca untuk melipur lara, membangkitkan semangat atau memeriahkan pesta.
Dalam perjalanannya tersebut, Sang Putri yang menyamar harus menghadapi sejumlah rintangan sebelum akhirnya ia berhasil kembali bersatu dengan keluarganya.
Tak hanya itu, setelah melewati banyak rintangan, Sang Putri akhirnya bertemu kembali dengan kekasih hatinya. Mari simak selengkapnya ringkasan cerita hikayat Panji Semirang sebagai berikut ini.
Hikayat Panji Semirang bermula dari empat bersaudara yang menjadi raja di Kuripan, Daha, Gegelang, dan Singasari di Tanah Jawa.
Raja Daha dikisahkan memiliki dua putri bernama Galuh Candra Kirana yang cantik dan lemah lembut, serta Galuh Ajeng yang rupanya memiliki kedengkian terhadap kakak tirinya.
Cerita Inti Hikayat Panji Semirang
Dikisahkan Raja Kahuripan, saudara dari Raja Daha, ingin menikahkan putranya, Raden Inu Kertapati, dengan Galuh Candra Kirana.
Namun di sisi lain, Paduka Liku, selir Raja Daha, justru tengah merencanakan kejahatan untuk menggantikan Galuh Candra Kirana sebagai menantu raja.
Dia lalu mengirimkan tapai beracun kepada permaisuri, seiring menyusun rencana jahat dengan bantuan seorang pertapa. Dia kemudian mencoba menggantikan hadiah pernikahan dengan boneka emas yang dimiliki Galuh Candra Kirana.
Konflik kemudian bermunculan saat Candra Kirana menolak untuk menukarkan bonekanya. Sementara itu, akibat kejahatan Paduka Liku, permaisuri Daha meninggal akibat tapai beracun. Candra Kirana kemudian difitnah sebagai pelakunya dan ia pun lantas diusir dari istananya.
Setelah keluar dari istana, Candra Kirana dan pengikutnya lalu membangun sebuah kerajaan kecil. Bukan hanya itu, Candra Kirana juga menyamar sebagai seorang pria dan berganti nama menjadi Panji Semirang.
Upaya Panji Semirang Memperkuat Kerajaannya
Mereka kemudian melakukan perampokan demi memperkuat kerajaan mereka. Kabar tentang keberadaan kerajaan Panji Semirang sampai ke Kahuripan. Raden Inu Kertapati pun dikirim untuk membayar uang jujuran kepada Panji Semirang.
Raden Inu Kertapati merasa terkesan dengan kecantikan dan kelembutan suara dari Panji Semirang. Di lain waktu, ketika melihat Candra Kirana, yang menyamar sebagai pemain gambuh, Raden Inu Kertapati menyadari bahwa itu adalah kekasihnya.
Setelah mereka bertemu kembali, Candra Kirana segera membawa Raden Inu Kertapati ke istana Kahuripan untuk menjelaskan kebenaran yang terjadi.
Paduka Liku yang kehilangan dukungan sebab Raja Daha kini menolak memperhatikannya. Adiknya yang mencoba mencari guna-guna tersebut kemudian meninggal dalam perjalanan.
Paduka Liku yang merasa putus asa kemudian bunuh diri setelah mendengar berita pernikahan antara Raden Inu Kertapati dan Galuh Candra Kirana.
Cerita dalam hikayat Panji Semirang pun berakhir dengan kebahagiaan setelah melewati berbagai rintangan, konflik dan intrik dalam kehidupan sang tokoh utama yakni Galuh Candra Kirana.
Halaman:

