Advertisement
Source : pixabay/DKrue

Ringkasan Singkat Cerita Hikayat Indera Bangsawan dan Pesan Moralnya

Pernahkah kamu mendengar atau membaca sebuah hikayat? Biasanya di dalam sebuah hikayat, pembaca dan pendengar memperoleh pesan moral dan nasihat.

30 Oktober 2025 Nana

Ringkasan Cerita Hikayat Indera Bangsawan dan Pesan Moralnya

Hikayat Indera Bangsawan adalah sebuah karya sastra yang ditulis oleh seorang penulis dan penyalin terkenal di masa itu bernama Muhammad Bakir pada 4 September 1894.

Hikayat Indera Bangsawan ini ditulis dalam bentuk prosa dan berbahasa Melayu.

Tulisan yang digunakan saat itu adalah tulisan Arab-Jawi. Dalam hikayat Indera Bangsawan terdapat sebuah kisah petualangan mengenai keberanian dan kegagahan Indra Bangsawan dalam aksi menyelamatkan Ratna Sari Bulan dari kejahatan raksasa bernama Buraksa.

lndera Bangsawan merupakan seorang putra dari Maharaja Indra Bungsu, yakni penguasa Kerajaan Kobat Syahri. Indera Bangsawan memiliki seorang saudara kembar bernama Syahperi.

Jika Syahperi lahir bersama sebuah anak panah, maka Indera Bangsawan lahir bersama sebilah pedang.

Kedua saudara kembar ini dibekali ilmu mengaji serta mempunyai masing-masing kesaktian yang sama luar biasanya.

Hingga pada suatu malam, Maha raja Indera Bungsu mengalami mimpi melihat putri-putri cantik sedang memainkan alat musik buluh perindu.

Karena mimpinya itu, Maharaja Indra Bungsu memerintahkan kedua putra kembarnya untuk mencari apa yang dilihatnya dalam mimpinya tersebut.

Cerita Hikayat Bunga Kemuning Singkat Bahasa Indonesia [Ringkasan]

Pencarian Buluh Perindu

Indera Bangsawan dan Syahperi pun menuruti perintah sang ayah untuk mencari buluh perindu. Namun ketika sampai di sebuah hutan, keduanya justru terpisah akibat hujan badai.

Syahperi sampai di negeri yang dikenal dengan nama Anta Berahi. Tak disangka ia berhasil berjumpa dan menyelamatkan Putri Ratna Sari yang berasal dari Asikin. Hingga kemudian mereka akhirnya menikah.

Indera Bangsawan sangat sedih karena terpisah dari kakaknya di dalam hutan.

Hingga Indera Bangsawan sampai di sebuah gua dan bertemu dengan seorang nenek raksasa. Sang nenek itu lalu mengangkatnya sebagai cucunya.

Indera Bangsawan lalu menceritakan tujuannya masuk ke dalam hutan. Tak lain adalah karena ia diperintahkan sang ayah untuk mencari alat musik buluh perindu.

Tak disangka, nenek raksasa itu memiliki satu-satunya buluh perindu di dunia. Hanya saja, ia tak bisa menyerahkan buluh perindu itu pada Indera Bangsawan begitu saja.

Sang Nenek lalu mengatakan ia baru bisa memberikan alat musik buluh perindu itu, jika Indera Bangsawan bisa mengalahkan raksasa bernama Buraksa.

Saat ini Buraksa sedang menguasai negeri Antah Berantah yang rajanya wajib untuk membayar upeti pada sang raksasa.

Dengan kegagahannya, Indera Bangsawan pun menyetujui untuk mengalahkan raksasa. Maharaja Kibar, raja dari negeri tersebut memiliki seorang putri bernama Dewi Kemala Sari.

Ketika Indera Bangsawan berhasil mengalahkan Buraksa, sang Raja pun mengizinkan Indera Bangsawan menikahi putrinya tersebut.

Karena berhasil mengalahkan Buraksa, Nenek Raksasa pun menepati janjinya dengan menyerahkan buluh perindu pada Indera Bangsawan.

Ketika mendapatkan buluh perindu tersebut, Indera Bangsawan pun ingin segera kembali ke kerajaannya untuk memberikannya pada sang ayah.

Dengan membawa buluh perindu dan istrinya, Indera Bangsawan kembali ke istana. Tak disangka di sana dia juga berjumpa kembali dengan kakaknya Syahperi.

Halaman:

Advertisement