Ringkasan Materi Matematika Kelas 7 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka

Ringkasan Materi Matematika Kelas 7 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka – Ada beberapa materi matematika di kelas 7 yang harus dipelajari.

Materi ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan materi SD atau MI, lho. Mungkin yang membuat berbeda hanyalah materi aljabar hingga data.

Agar tidak bingung, yuk simak dulu penjelasan tentang materi kelas 7 kurikulum merdeka berikut ini!

Materi Bilangan Bulat

Pixabay/@athree23

Bilangan bulat adalah materi matematika kelas 7 yang harus dipelajari. Bilangan bulat merupakan himpunan bilangan yang mencakup seluruh bilangan positif, bilangan negatif, dan nol. 

Bilangan bulat digunakan untuk mengukur, menghitung, atau menunjukkan posisi suatu nilai pada suatu deret bilangan. 

Berikut ini adalah penjelasan beberapa konsep dasar terkait bilangan bulat.

Bilangan Positif

Bilangan positif adalah bilangan yang lebih besar dari nol.

Contoh: 1, 2, 3, 100, dan seterusnya.

Bilangan Negatif

Bilangan negatif adalah bilangan yang lebih kecil dari nol.

Contoh: -1, -2, -3, -100, dan seterusnya.

Nol

Nol (0) adalah bilangan yang tidak positif maupun negatif.

Nol digunakan sebagai titik tengah antara bilangan positif dan bilangan negatif.

Pengurutan Bilangan Bulat

Bilangan bulat dapat diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar dan sebaliknya pada garis bilangan.

Konsep ini membantu dalam membandingkan atau menempatkan bilangan bulat dalam urutan tertentu.

Operasi Bilangan Bulat

Operasi dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dapat diterapkan pada bilangan bulat.

Aturan-aturan khusus diterapkan untuk operasi bilangan bulat, seperti aturan tanda.

Materi Aljabar

Aljabar adalah cabang matematika yang mempelajari aturan dan operasi matematika menggunakan simbol dan huruf sebagai pengganti angka. 

Dalam materi matematika kelas 7 di aljabar, variabel digunakan untuk mewakili nilai yang tidak diketahui, dan ekspresi matematika digunakan untuk menyatakan hubungan antar variabel.

Berikut adalah beberapa konsep dasar dalam aljabar beserta contoh.

Variabel

Variabel adalah simbol atau huruf yang digunakan untuk mewakili nilai yang tidak diketahui. Contoh: x, y, a, b.

Koefisien

Koefisien adalah angka yang mengalikan variabel dalam suatu ekspresi aljabar. Contoh: Dalam 3x, koefisien variabel x adalah 3.

Persamaan dan Pertidaksamaan

Persamaan aljabar menyatakan kesetaraan antara dua ekspresi matematika. Pertidaksamaan aljabar menyatakan ketidaksetaraan antara dua ekspresi matematika.

Contoh Persamaan: 2x+5=11

Contoh Pertidaksamaan: 3y−8>4

Fungsi

Fungsi aljabar adalah aturan matematika yang menghubungkan setiap elemen dalam satu himpunan dengan satu elemen dalam himpunan lain.

Contoh: f(x)=2x+1

Operasi Aljabar

Operasi aljabar melibatkan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian variabel atau suku. Contoh: x^4 – 3x + 7 = 0

Materi Persamaan Linier

Persamaan linier adalah persamaan aljabar yang menggambarkan hubungan linear antara dua atau lebih variabel. 

Dalam persamaan linier, derajat variabel atau variabel-variabel tersebut adalah satu (pangkat tertinggi variabel adalah 1). 

Bentuk umum dari persamaan linier dengan dua variabel, x dan y, adalah ax+by=c, di mana a, b, dan c adalah konstanta dengan a dan b tidak sama dengan nol. 

Adapun contoh persamaan linier adalah sebagai berikut: 2x+3y=8, 4x−5y=12, 3x=2y−5.

Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai

Dalam materi matematika kelas 7 kali ini mari belajar tentang perbandingan senilai dan berbalik nilai. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak rangkuman berikut ini, ya.

Perbandingan Senilai

Perbandingan senilai (equivalence) terjadi ketika dua ekspresi matematika atau nilai memiliki nilai yang sama. 

Dalam konteks aljabar atau matematika, perbandingan senilai diindikasikan oleh simbol =, yang berarti “sama dengan.” 

Misalnya, jika a=5, ini berarti nilai a sama dengan 5. Perbandingan senilai juga dapat melibatkan ekspresi yang lebih kompleks, seperti 2x+3=7, yang dapat diselesaikan untuk menemukan nilai x yang membuat kedua sisi persamaan tersebut senilai. Contoh Perbandingan Senilai:

a=4 (Nilai a senilai dengan 4)

2x+1=5 (Nilai x senilai dengan 2)

Berbalik Nilai (Invers)

Berbalik nilai (inverse) terjadi ketika sebuah nilai atau ekspresi dibalik atau diubah tanda operasinya sehingga hasilnya menjadi kebalikan dari nilai atau ekspresi aslinya. 

Dalam konteks bilangan, berbalik nilai dari bilangan a biasanya diwakili oleh 1:a. Misalnya, jika a=2, berbalik nilainya adalah 1:2

Dalam konteks operasi, berbalik nilai juga dapat merujuk pada operasi yang kebalikan dari operasi aslinya, seperti berbalik dari penambahan adalah pengurangan.

Materi Bangun Datar

Bangun datar adalah materi matematika kelas 7 yang membahas bidang atau bentuk yang hanya memiliki dua dimensi, yaitu panjang dan lebar. 

Bangun datar adalah objek geometris dua dimensi yang terletak di bidang datar dan memiliki panjang serta lebar tanpa memperhitungkan tinggi. 

Bangun datar memiliki karakteristik khas yang membedakannya satu sama lain, dan pemahaman tentang sifat-sifat ini memainkan peran penting dalam analisis dan pengklasifikasian bentuk geometris.

Pertama, jumlah sisi dan sudut menjadi ciri utama. Pentingnya konsep bangun datar tidak hanya terbatas pada matematika, tetapi juga memiliki aplikasi yang meluas ke berbagai bidang. 

Selain itu, sifat-sifat seperti simetri dan sejajar menjadi karakteristik yang membedakan bangun datar. 

Sebagai contoh, lingkaran memiliki simetri putar yang berarti ia dapat dirotasi hingga tampil sama persis pada beberapa putaran tertentu. 

Di bawah ini adalah beberapa konsep dasar dalam bangun datar.

Segiempat

Segiempat adalah bangun datar yang memiliki empat sisi. Contoh: persegi, persegi panjang, jajar genjang, trapesium, dan layang-layang. 

Rumus: L = s x s

Segitiga

Segitiga adalah bangun datar yang memiliki tiga sisi. Jenis segitiga dapat dibedakan berdasarkan panjang sisi-sisinya dan ukuran sudut-sudutnya, misalnya segitiga sama sisi, sama kaki, atau sembarang.

Rumus: L = ½ x a x t.

Lingkaran

Lingkaran adalah himpunan semua titik yang berjarak sama dari suatu titik tertentu yang disebut pusat. 

Panjang keliling lingkaran disebut keliling, sedangkan ruang di dalam lingkaran disebut daerah lingkaran.

Rumus: L = π x r².

Layang-Layang

Layang-layang adalah segiempat yang memiliki dua pasang sisi berurutan dengan panjang yang sama.

Rumus: L = ½ x d1 x d2.

Persegi Panjang

Persegi panjang adalah segiempat yang memiliki sudut-sudutnya berbentuk siku-siku dan pasangan sisi berurutan memiliki panjang yang sama.

Rumus: L = p x l.

Jajar Genjang

Jajar genjang adalah segiempat yang memiliki sisi-sisi bersejajar.

Rumus: L = a x t.

Trapesium

Trapesium adalah segiempat yang memiliki tepi atas atau tepi bawah yang sejajar sedangkan sisi-sisi yang lain tidak sejajar.

Rumus: L = ½ x (a + b) x t.

Materi Bangun Ruang

Bangun ruang adalah objek tiga dimensi yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. 

Pemahaman konsep ini memungkinkan kita untuk menggambarkan dan memahami bentuk-bentuk yang ada dalam ruang tiga dimensi. 

Setiap bangun ruang memiliki ciri khas yang membedakannya, seperti jumlah sisi, bentuk alas, dan sifat-sifat matematis tertentu.

Contohnya, kubus adalah salah satu bentuk bangun ruang yang paling sederhana. 

Kubus memiliki enam sisi persegi identik dan bersisian, serta memiliki panjang, lebar, dan tinggi yang sama. 

Sifat simetris kubus membuatnya mudah diidentifikasi dan dipahami dalam pemodelan matematis. 

Sementara itu, bangun ruang lain seperti tabung memiliki bentuk yang lebih kompleks, terdiri dari dua lingkaran identik di ujungnya yang terhubung oleh silinder. 

Pemahaman tentang bangun ruang memberikan landasan yang kuat dalam berbagai bidang, termasuk matematika, fisika, arsitektur, dan rekayasa.

Kubus

Kubus adalah suatu bangun ruang tiga dimensi yang memiliki enam sisi yang identik dan bersisian, dengan panjang, lebar, dan tinggi yang sama.

Rumus: V = s x s x s atau V = s³

Balok

Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki enam sisi, dua di antaranya berupa persegi panjang yang identik dan bersisian, dengan panjang, lebar, dan tinggi yang berbeda.

Rumus: V balok = p × l × t.

Tabung

Tabung adalah bangun ruang tiga dimensi yang terdiri dari dua lingkaran identik di kedua ujungnya yang terhubung oleh sebuah silinder. Jarak antara dua lingkaran disebut tinggi tabung.

Rumus: V= π r² t

Kerucut

Kerucut adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki satu lingkaran pada bagian alas dan sebuah titik di atas lingkaran tersebut yang disebut puncak. Jarak dari puncak ke alas disebut tinggi kerucut.

Rumus: V= 1/3 × π × r × r × t

Bola

Bola adalah bangun ruang tiga dimensi yang seluruhnya terdiri dari permukaan bola. Semua titik di permukaan bola berjarak sama dari pusat bola.

Rumus: V = (4/3) πr³

Prisma Segitiga

Prisma segitiga adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki dua segitiga identik sebagai alas dan tiga sisi tegak berupa segitiga.

Rumus: V= = ((alas x tinggi) : 2) x tinggi prisma

Materi Data

Berikut ini adalah beberapa gambaran besar materi matematika kelas 7 tentang data. Simak sampai akhir, ya.

Pengelompokan Data

Siswa menerima data tentang tinggi badan siswa di kelas dan diminta untuk mengelompokkannya berdasarkan rentang tinggi tertentu (misalnya: kurang dari 150 cm, 150-160 cm, 160-170 cm, dan lebih dari 170 cm). 

Siswa kemudian membuat tabel frekuensi untuk memperlihatkan distribusi tinggi badan.

Tabel dan Diagram

Siswa diberikan data tentang jumlah buku yang dibaca oleh siswa di berbagai kelas dalam sebulan. 

Siswa diminta untuk membuat tabel frekuensi dan diagram lingkaran untuk menunjukkan persentase siswa di setiap kelas yang membaca sejumlah buku tertentu.

Penutup

Itulah gambaran tentang materi matematika kelas 7 kurikulum merdeka. Pastikan untuk membandingkan referensi ini dengan referensi yang lain, ya. Yuk, baca juga artikel-artikel lain dari Mamikos!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta